4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Arsen cemburu


__ADS_3

Tak hanya Arsen, Aaron juga dibuat curi-curi pandang pada Airin, tapi entah apa yang Aaron pikirkan hanya dia yang tau.


waktu terus berlalu hingga jam istirahat datang, Meraka semua mendapatkan kotak makan dari kapal, A4 mengekori Airin hingga membuat Airin kesal.


"Kalian kenapa membuntuti aku?" kata Airin yang membuat A4 terkekeh.


"Kami hanya mengikuti ketua kami," sahut Arcelo


"Please jangan membuat aku bayak musuh, tidakkah kalian lihat kalau banyak mata yang menatap benci pada diriku," ucap Airin.


Mereka berempat hanya terkekeh, "Biarkan saja Airin, katakan pada kami kalau ada yang mengganggumu," kata Aaron yang membuat Airin tersenyum malu.


Mendengar perkataan dari Aaron membuat Airin salah tingkah, bahkan dia senyum-senyum sendiri dan ini membuat Arsen geram.


"Kamu jangan keganjenan, jangan sok cantik jangan sok imut dan jangan sok sok sok an yang lain," sahut Arsen dengan kesal.


Airin tertawa mendengar sahutan Arsen, "Aku itu nggak merasa cantik, nggak merasa imut, dan nggak merasa sok sok sok yang lain," timpal Airin.


"Syukurlah kalau sadar diri," ucap Arthur yang lagi-lagi membuat Airin melemparkan tatapan mautnya pada Arthur.


"Hey Arthur kamu belum pernah di smekdon?" tanya Airin


"Berkali-kali di smekdon wanita," jawab Arthur dengan tertawa.


"Crazy," ucap Airin sambil geleng-geleng kepala.


Arini sungguh heran tak di sangka kalau A4 tidak seperti yang dia bayangkan dulu, tenyata model orangnya seperti ini.


"Astaga, aku kira A4 itu berwibawa, tegas dan cool tenyata orangnya model beginian," kata Airin dengan tertawa.


"Ada saatnya kami bersikap seperti itu ada saatnya kami bercanda," sahut Arcelo.


Arsen sangat cemburu melihat Airin bercanda dengan A4 lainnya tapi dia juga tidak bisa apa-apa.


Arsen yang ingin minum es meminta Airin untuk memesankan es di restoran.


"Pesankan lemon tea," titah Arsen


"Come on Arsen, minumlah air putih saja lebih sehat lo," bujuk Airin.


Arsen lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Airin, "Mau aku hukum?" bisik Arsen


"Iya, iya," sahut Airin kesal.


Airin meletakkan makananya lalu beranjak, "Airin ikut," teriak Aaron yang membuat Airin menoleh.

__ADS_1


Arsen yang melihatnya semakin kesal bisa-bisanya Aaron malah ikut Airin.


Setibanya di restoran, ada Wanda dan gengnya, dia menatap Airin sinis.


"Lihatlah si misquin," kata Wanda


"Kita kerjain yuk," sahut temannya.


Wanda mendekati Airin yang memesan lemon tea, "Pesan banyak sekali?" tanya Wanda


"Iya, aku haus jadi butuh es yang banyak," jawab Airin ketus.


"Dasar rakus," ejek Wanda.


"Hey Wanda, uang-uang aku, yang beli juga aku terus yang minum juga aku, masalah kamu dimana sih!" sahut Airin bersungut.


"Ya ga ada masalah sih," timpal Wanda


Saat hendak pergi kaki Wanda menjegal kaki Airin untung Aaron segera menangkap tubuh Airin sehingga Airin tidak jatuh.


"Hati-hati dong Airin," kata Aaron.


"Aku sudah hati-hati tapi dia yang menjegal kaki aku," sahut Airin kesal.


Aaron melemparkan tatapannya pada Wanda, sehingga membuat Wanda menunduk malu.


Kemudian Aaron pun merangkul pundak Airin sehingga membuat Wanda dan gengnya panas, bisa-bisanya Aaron memperlakukan Airin seperti itu.


"Awas kamu Airin," batin Wanda dengan menatap Aaron dan Airin yang sudah menghilang.


Arsen sangat tidak tenang karena Airin belum kembali, Arcelo dan Arthur yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Sabarlah Arsen," kata Arthur


"Bagaimana bisa sabar, dia pergi bersama Aaron," sahut Arsen keceplosan.


"Tunggu-tunggu, kamu nggak lagi cemburu dengan Aaron kan?" ucap Arcelo yang mempertegas pertanyaannya.


Arsen hanya diam dia bingung mau menjawab apa, virus cinta mulai merusak sistem saraf Arsen yang dalam sekejap mampu merubah Arsen.


Dari kejauhan nampak Aaron bercanda dengan Airin, bahkan Aaron membawakan pesanan es Arsen.


Arsen yang kesal membuang kotak makanan yang ada di meja lalu pergi. Arcelo dan Arthur hanya bisa saling pandang, gara-gara kelakuan temannya mereka kini tidak jadi makan.


Saat Aaron dan Airin sampai di meja mereka, dia kaget karena nasi sudah berserakan di lantai, "Siapa yang melakukan ini?" tanya Airin.

__ADS_1


Arcelo dan Artur menunjuk Arsen yang berjalan menjauh.


"Apa sih maunya manusia tak berotak itu, mentang-mentang kaya bisa berbuat seenaknya, kan mubazir ini makanan," maki Airin.


Arthur dan Arcelo pergi menyusul Arsen sedangkan Aaron menunggui Airin yang kesal dengan Arsen.


"Kenapa sih dia selalu bersikap seenaknya Aaron, aku tu lapar, pagi tadi tidak sarapan dan siang ini pengen cepat-cepat makan tapi dia minta es kini saat aku kembali dengan membawa es dia malah membuang makannya." Airin mencoba meluapkan kekesalan hatinya pada Aaron dan Aaron paham itu.


Kemudian Aaron meminta petugas kebersihan untuk membersihkan kekacauan yang dibuat Arsen, Aaron dan Airin segera menyelesaikan praktek mereka kembali lalu setelahnya Aaron mengajak Airin makan di restoran ekslusif yang khusus untuk orang-orang kaya.


"Kita makan di sini Aaron?" tanya Airin


"Iya, kamu nggak suka tempatnya ya," jawab Aaron


"Suka sih Aaron tapi ini terlalu mewah buat aku," sahut Airin.


Aaron nampak tersenyum, sifat Airin mengingatkannya pada mamanya, sesosok wanita yang amat sangat Aaron kagumi dan sayangi.


Mereka berdua menghabiskan waktu bersama menikmati makanan yang belum pernah Airin makan, sedangkan di sisi lain Arsen mengamuk di kamarnya, Arcelo dan Arthur mencoba menghibur Arsen.


"Sudahlah Arsen, kamu itu kenapa mengamuk seperti ini, daripada kamu mengamuk lebih baik kita turun kapal dan jalan-jalan," kata Arcelo


"Mau jalan-jalan ke laut!" bentak Arsen


"Kan kapal sudah sandar Arsen," sahut Arthur.


Arsen mencoba menenangkan dirinya, entah mengapa dia itu menganggap kalau Airin berselingkuh dengan Aaron padahal baik dia maupun Airin tidak pernah mengungkapkan cinta.


Konyol, memang konyol mungkin seperti itulah tuan muda yang tidak pernah mengenal cinta kalau jatuh cinta.


***********


Seusai makan Aaron dan Airin kembali ke kamar masing-masing namun sebelumnya Aaron memberikan uang pada Airin karena tadi membantunya mengerjakan ujian prakteknya.


"Nggak usah Aaron, kan kamu udah mengajak aku makan di restoran mewah yang harga makannya saja mahal banget," kata Airin mencoba menolak uang Aaron.


"Kalau kamu nggak mau menerimanya bearti kamu nggak mau berteman dengan aku," sahut Aaron yang membuat Airin bingung.


Akhirnya mau nggak mau Airin menerima uang warna merah dari tangan Aaron.


"Eh Aaron ini banyak sekali," ucap Airin yang merasa uang yang diberikan Aaron sangat banyak.


"Nggak banyak kok, cuma tiga juta." sahut Aaron


"OMG Aaron 3 juta itu banyak bangat la aku kerja satu bulan saja nggak sampai segitu gajinya," kata Airin.

__ADS_1


Aaron nampak tersenyum dia sungguh salut sama Airin, dia masih bisa membagi waktu antara kerja dan kuliah.


__ADS_2