
"Sumpah baru kali ini dengar hantu tertawa, itu hantu beneran nggak sih!" kata Arcelo
"Entahlah, kalau iya kelihatannya dia mau kenalan ma kita, kan di dunia mereka nggak ada cogan," sahut Arsen dengan tertawa
"Kalau cantik sih aku mau mau aja dideketin," timpal Arthur
"Ngaco! kesini beneran tau rasa," ucap Aaron.
Mereka berempat malah cekikikan mengghibah si hantu, coba kalau hantunya dengar pasti langsung datangi mereka berempat.
Karena sudah sangat mengantuk mereka memutuskan untuk tidur.
Airin yang tidak bisa tidur memutuskan untuk bangun, dia melihat ponselnya tenyata waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi.
Airin berjalan ke luar, dia pergi ke taman untuk sekedar menghirup udara pagi yang segar.
Udara perbukitan yang terbebas dari polusi pabrik motor, mobil dan lain-lainnya.
Tak jauh dari tempat Airin berdiri ada pelayan yang sedang menyapu dan Airin inisiatif mendekat.
"Pagi mbok," sapa Airin. Dia memanggil mbok karena memang pelayan tersebut sudah tua.
"Pagi Non," sapa balik. "Kok sudah bangun?" tanya si mbok
"Iya mbok nggak bisa tidur," jawab Airin.
"Karena mati lampu ya," sahut si Mbok
"Iya itu salah satunya, oh ya mbok villa sebesar gini kok nggak memiliki genset jadi pas mati lampu bisa digunakan," kata Airin
"Ada kok non, cuma tadi nggak digunakan," ucap si mbok dengan terkekeh.
"Oalah, sini mbok aku bantu nyapu." Airin menawarkan diri untuk membantu namun si mbok menolak karena kalau majikan mereka tau tamunya menyapu si mbok bisa dimarahi.
Airin yang tidak boleh membantu pergi keluar vila, dia jalan-jalan melihat pemandangan sekitar villa papa Arsen,
"Sungguh indah sekali ciptaanmu ya Tuhan," puji Airin akan keindahan alam yang Tuhan ciptakan.
__ADS_1
Kemudian dia sampai di sebuah tempat yang memiliki view terindah, dia menghentikan langkahnya kemudian duduk di atas batu yang dulu pernah diduduki oleh papa Shane dan juga mama Amira dua puluh tahun yang lalu.
"Indah sekali," gumamnya saat matahari mulai merangkak dari persembunyiannya, warna jingga semakin memperindah langit.
Airin melihat sunrise sendiri sambil meregangkan tangannya, dia memejamkan mata menikmati cahaya matahari yang mengenai tubuhnya.
"Hangat sekali," katanya.
Tak selang berapa lama ada sebuah tangan yang menyusul ikut meregangkan tangan di atas tangan Airin, seperti adegan dalam film teromantis sepanjang masa Titanic yang diperankan oleh Kate Winslet sebagai Rose dan juga Leonardo diCaprio sebagai Jack.
Perbedaannya adalah dalam film tersebut mereka melakukan adegan merentangkan tangan di atas kapal, seolah mereka terbang.
"Bayangkan kalau kita sedang terbang sayang, kita berdua terbang bak burung menikmati indahnya matahari terbit di atas bukit," kata Arsen dengan meletakkan kepalanya di pundak Airin.
"Kamu kok sudah bangun Arsen?" tanya Airin
"Sudah dong, aku sangat merindukan dirimu jadi aku buru-buru bangun dan mencari kamu," jawabnya dengan terkekeh.
"Gombal banget sih Arsen," sahut Airin
"Nggak gombal memang kenyataan sayang, aku sangat merindukan kamu," timpal Arsen.
Tangan Arsen merasakan ada sesuatu yang keras yang berbentuk kotak di dalam saku jaket Airin.
"Ini apa sayang?" tanya Arsen
"Ini tu kado kamu, ups," Airin keceplosan.
Arsen membalikkan badan Airin lalu dia menatap Airin dengan lekat.
"Katanya ketinggalan," kata Arsen kesal karena merasa dibohongi.
"Maaf Arsen, kemarin ingin aku memberikannya namun kado untukmu mewah-mewah sekali jadi aku minder dan malu, karena aku hanya bisa membeli ini untuk kamu," sahut Airin lalu mengambil tam tangan yang ada di saku dalam jaketnya.
Arsen melihat jam tangan yang dibelikan oleh Airin, matanya berbinar melihat hadiah dari Airin.
Airin menunjukkan jam tangannya pada Arsen yang artinya jam tangannya samaan.
__ADS_1
"Ini couple?" tanya Arsen
"Iya, maaf Arsen jam tangannya hanya jam tangan biasa merk nya saja merk abal-abal, harganya juga murah meriah beda dengan hadiah kamu lainnya," jawab Airin.
"Nggak apa-apa tapi aku suka, ini bukan tentang hadiahnya Airin tapi siapa yang memberinya," sahut Arsen
"Terima kasih ya," imbuhnya lalu memeluk Airin.
"Sama-sama Arsen," timpal Airin lalu dia membalas pelukan Arsen.
Cukup lama mereka mengobrol, kini mereka memutuskan untuk kembali, saat mereka kembali para mama dan papa sudah berkumpul di ruang makan.
"Pagi semua," sapa Arsen
"Duh yang lagi kasmaran kemana-mana selalu berdua," goda mama Vani
"Tante Vani sirik saja, padahal Tante dan Om Nick juga selalu bersama," sahut Arsen
"Ya iya dong Arsen," timpal Papa Nick
"Arcelo, Arthur dan Aaron mana?" tanya papa Daffa
"Mereka masih molor om, tadi jam berapa baru pada tidur soalnya tadi pas mati lampu kami melihat hantu," jawab Arsen
Kebetulan si mbok sedang membawa makanan untuk majikannya, saat mendengar Arsen menyebut hantu membuat raut wajah si mbok berubah.
"Hantu," sahut Papa Nick
"Hantunya bocah kan," timpal Shane
"Nggak om, hantunya wanita," kata Arsen
Para papa jadi merinding lalu Papa Sean bertanya pada si mbok
"Memangnya siapa mbok?" tanya papa Sean pada si mbok
"Anu tuan, anu," jawab si mbok bingung mau berkata apa.
__ADS_1
Mereka semua kemudian saling pandang dengan tanda tanya besar.