4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Sikap Aneh Arsen dan A4


__ADS_3

Tiba-tiba suara Arsen mengagetkan Airin dan Febri.


"Siapa yang menyuruh kamu kerja," kata Arsen dengan pandangan yang tak biasa.


Airin mendengus kesal, kapan Arsen datang kenapa tiba-tiba muncul dan melarangnya bekerja.


Arsen mengkode Febri untuk meninggalkannya dengan Airin, dan Febri paham akan hal itu.


"Eh, Rin maaf aku ada janji dengan dosen, aku tinggal dulu ya," kata Febri yang pergi begitu saja. Setelah kepergian Febri Arsen duduk di samping Airin lalu dia memeluk wanitanya tersebut.


"Jangan buat aku mengingkari janjiku pada Bunda," kata Arsen yang semakin erat memeluk wanitanya.


"Tapi bagaimana dengan hidup aku Arsen, buat uang saku aku, makan dan lain-lain. Memang sih uang yang kalian kasih masih ada sisa tapi kalau nggak kerja pasti kan akan habis, aku juga harus siaga jika sewaktu-waktu bunda butuh uang," jelas Airin.


Arsen melerai pelukannya dan mengambil dompetnya, lalu dia memberikan sepuluh lembar uang warna merah pada Airin.


'Ini cukup kan, untuk makan dan uang saku hari ini? apa masih kurang. Aku bisa berbagi uang saku dengan kamu," ucap Arsen.


Airin mengembalikan uang Arsen, dia sungguh tidak enak pada Arsen.


"Arsen, bukan begitu. Tapi aku ini bukan siapa-siapa. Jadi please jangan bersikap begini," sahut Airin


"Siapa bilang kamu bukan siapa-siapa aku, kamu itu pelangi aku Airin, rembulan aku, mentari aku. You are my everything. U know?" kata Arsen dengan memegang pundak Airin.


"No Arsen! aku bukan pelangi kamu karena aku tidak bisa memberi warna dalam hidup kamu, aku bukan rembulan kamu karena aku tidak menerangi malam kamu, dan aku juga bukan mentari kamu karena aku tidak menghangatkan kamu, jadi Im nobody in your life," ungkap Airin


Mendengar ungkapan Airin membuat Arsen marah


"Apa maksud kamu Airin?" tanya Arsen


"Apa kamu ingin meninggalkan aku?" tanya Arsen lagi.


"Nggak Arsen, tapi aku nggak mau selalu merepotkan kamu," jawab Airin.


"Nggak, kamu nggak merepotkan aku," sahut Arsen


"Tapi kenyatannya aku selalu merepotkan kamu Arsen, dan aku nggak mau merepotkan A4 lainnya juga," timpal Airin.


Arsen menatap wajah Airin dengan lekat, perlahan dia mendekatkan wajahnya sehingga membuat Airin mendorong tubuh Arsen.


"Kalau kamu bicara seperti itu lagi aku akan melakukan hal itu, aku nggak peduli kamu mau apa nggak, karena dengan begitu aku bisa menikah dengan kamu dan mengikat kamu," ancam Arsen


Airin menelan salivanya, dia berusaha tersenyum meski dia sendiri tidak ingin tersenyum.


"Baiklah Arsen, aku menurut saja asal aku tidak merepotkan kamu," ucap Airin.

__ADS_1


Arsen lagi-lagi memajukan wajah dan tubuhnya, Airin kini bergeser dan terus seperti itu sehingga tak dia sadari kalau dia berada di ujung bangku.


Buggg


Airin terjungkal ke bawah, Arsen segera berdiri dan menolong Airin.


"Kok bisa jatuh sih sayang?" tanya Arsen dengan tertawa


"Bisalah kan kamu penyebabnya," jawab Airin dengan kesal


"Mungkin itu bisa di sebut karma karena tidak menurut dengan calon suami," sahut Arsen


"Sudah sudah, aku mau masuk kelas," kata Airin kemudian membalikkan badan hendak pergi namun dengan segera Arsen menariknya hingga Airin jatuh dalam pelukan Arsen, mereka kini saling pandang seperti dalam adegan romantis di film-film Bollywood.


"Belum memberiku vitamin langsung pergi saja, kalau aku lemas di kelas bagaimana?" tanya Arsen


Airin menoleh kesamping kanan dan kiri, dirasa sepi Airin mengecup sekilas bibir Arsen dan berlari meninggalkan Arsen yang masih terpaku di tempatnya.


"Vitaminnya sudah cukup untuk pagi ini," teriak Airin.


Arsen sangat gemas sekali dengan kekasihnya tersebut.


"Aku sangat mencintai kamu Airin, apa mungkin aku tega membiarkan kamu susah seorang diri," gumam Arsen lalu pergi ke kelas untuk mengikuti jam kuliahnya.


"Pagi," sapa Arsen saat masuk kelas


"Pagi," balas dosen tersebut


"Maaf pak, saya terlambat," kata Arsen yang hampir saja membuat dosen mata pelajarannya terkena serangan jantung.


"Eh iya nggak papa, silahkan duduk," titah sang dosen.


"Terima kasih," sahut Arsen


Dosen yang mendengar ucapan terima kasih dari Arsen langsung memegangi dadanya. Dia sungguh shock dengan perubahan Arsen.


Arsen duduk di sebelah Aaron, jujur sikap Arsen kali ini membuat A4 lainnya menggelengkan kepala.


"Kamu pasti kesambet Airin kan?" tanya Arcelo dengan menoleh ke belakang.


"Pasti dong," sahut Arsen


"Dasar bucin akut, tingkat Zeus," timpal Arthur


"Nggak Posaidon dan hades sekalian Arthur," sahut Aaron dengan tertawa

__ADS_1


"Salah semua, tingkat Titan kronos, puas kalian!" seru Arsen


"betul-betul, eh Titan kronos itu kan ayah dari tiga dewa Yunani tersebut?" tanya Arcelo


"Hooh," sahut Arthur


Mereka malah asik mengobrol sendiri, meskipun dosen tau kalau mereka asik sendiri namun dosen tidak memiliki wewenang untuk menyuruh A4 keluar kelas.


*********


Jam kelas sudah berakhir, kini tiba waktunya untuk pulang.


Arsen yang harus bekerja tidak menunggu Airin sehingga dia mengirimkan pesan pada Airin bilang kalau dia akan pulang terlebih dahulu.


Arsen juga memesankan makanan untuk Airin dan dialamatkan rumah sehingga nanti saat Airin pulang makanan sudah siap.


Kini A4 berganti casing menjadi pebisnis muda, dari anak ingusan yang sukanya bersenang-senang kini berubah menjadi lelaki muda yang berwibawa.


Arsen dan Arcelo kini sudah masuk dalam gedung B.A grup, mereka segera mengerjakan pekerjaan mereka tanpa ada kata dan debat seperti biasa.


Papa Sean yang melihatnya pun jadi heran, apa Arsen benar-benar berubah atau ada udang dibalik rempeyek.


"Arsen?" panggil papa Sean.


"Maaf pa, Arsen lagi sibuk kalau ada yang ingin papa bicarakan, kita bicarakan di rumah saja. Waktu adalah uang jadi Arsen tidak mau membuang waktu Arsen," kata Arsen yang membuat papa Sean ingin melepas sepatunya dan melemparkannya ke Arsen.


"Kalau soal perusahan papa tinggalkan saja pesan pada asisten Arsen," imbuh Arsen.


Papa Sean terheran-heran dengan sikap Arsen.


"Anak ini apa terjangkit omicron cinta? hingga jadi aneh seperti ini," gumam Papa Sean.


Arsen yang tidak ingin mengganggu anaknya lebih memilih diam, geli juga dia melihat sikap Arsen yang aneh seperti ini.


Di sisi lain, Aaron dan Arthur juga fokus dengan pekerjaannya.


"Shane mereka rajin sekali," kata papa Daffa


"Iya boz, apa mungkin mereka kesambet hantu di jalan," sahut Papa Shane


"Kamu ini, mana ada hantu siang-siang," protes Papa Daffa


"Sekarang kan jaman modern bos, hantunya beregenerasi jadi munculnya nggak cuma malam hari," ucap Papa Shane dengan tertawa.


"Kamu itu ada-ada aja Shane," timpal papa Daffa

__ADS_1


Airin yang baru sampai di rumahnya kaget karena melihat banyak sekali makanan yang sudah berjejer rapi di meja yang terletak di teras.


"Ini pasti dari Arsen,"


__ADS_2