
Mendengar Aaron dan Airin berduet, membuat Arthur dan Arcelo membola begitu pula dengan Arsen.
"Apa ini ungkapan hati mereka????" tanya Arthur
"Sepertinya," jawab Arcelo kemudian dia mengkode Arthur untuk melihat Arsen.
Nampak Arsen kesal sekali, dia mendekati Airin dan langsung menariknya pergi menjauh dari gedung tempat mereka melakukan Audisi.
"Kamu ini apa-apaan kenapa bernyanyi seperti itu, ingin bermain di belakang aku dengan Aaron?" tanya Arsen dengan marah.
Belum sempat menjawab Arsen sudah mencium bibir Airin, Airin yang kesal hanya terdiam sehingga Arsen menggigit mulut Airin dan Airin pun membuka mulutnya.
Arsen segera mengabsen isi dalam mulut Airin, dan setelah puas Arsen melepasnya.
"Ini hukuman buat kamu yang centil dengan lelaki lain, kamu hanya boleh genit sama aku, hanya boleh centil sama aku nggak boleh yang lain," kata Arsen
"Apa nggak ada hukuman lain selain hukuman ciuman?" tanya Airin
"Untuk saat ini tidak, tapi kalau nanti kita sudah menikah pasti hukuman kamu aku upgrade ke hukuman ranjang," jawab Arsen dengan terkekeh
Airin berdecak kesal, itu bukan hukuman melainkan memang keinginan Arsen. Kenapa setiap CEO dan Presdir selalu menghukum pasangan mereka diranjang, hingga saat ini tidak ada yang tahu.
"Papa bilang kalau hukuman ranjang itu hukuman termanis," imbuh Arsen.
"Mana ada hukuman termanis," protes Airin
"Manis lah, karena setelah mendapatkan hukuman para istri senyum-senyum sendiri dan semakin cinta dengan suaminya," ucap Arsen.
"Terserah kamu lah Arsen, aku bisa apa selain bilang iya," sahut Airin pasrah.
Airin akui kebaikan Arsen justru membuat Airin lemah sekarang, secara tidak langsung dia selalu mengikuti kemauan Arsen dan kadangkala dia selalu mengalah berbeda dengan dulu.
Airin mengajak Arsen kembali lagi ke gedung tempat A4 mengadakan audisi.
Ternyata di sana A3 mengaudisi pasangan duet mereka masing-masing.
"Arsen aku mau menemui Febri dulu," ijin Airin
"Baiklah jangan lama-lama," kata Arsen
"Siap bos," sahut Airin lalu pergi meninggalkan Arsen.
"Lama aku hukum lagi," teriak Arsen yang membuat Airin menoleh dan mengangkat ibu jarinya.
********
Sedari tadi A3 mengaudisi pasangan duet mereka, namun Mahasiswi B.A begitu-begitu saja.
__ADS_1
Seorang Mahasiswi cantik masuk entah dia kontestan ke berapa. Dia nampak cantik dengan rok jeans dan flat shoes yang dipakainya.
"Kamu ingin jadi teman duet siapa?" tanya Arcelo
"Arsen," jawab Mahasiswi yang bernama Santi tersebut.
"Aku tidak butuh pasangan duet, karena sudah pasti aku akan berduet dengan kekasih aku sendiri," sahut Arsen yang membuat Santi kecewa.
"Boleh nggak aku menjadi pasangan duet Arthur," Santi mencoba melakukan negosiasi.
Arthur menatap Santi, "Cantik, iya. Tinggi semampai, iya. Sekarang tinggal menguji kamu dengan bermain alat musik dan bernyanyi.
Santi segera duduk dan memainkan piano yang sudah tersedia di sana.
Dia membawakan lagu dari Charlie Puth yang berjudul one call away
Im only one call away
i'll be there to save the day
Superman got nothing on me
im only one call away
Arthur cukup puas dengan Santi, untuk itu dia akan memasukkan Santi dalam nominasi salah satu pasangan duetnya yang nanti akan dia pilih lagi.
Ya begitulah seterusnya, hingga kini Arsen dan Arthur sudah menemukan pasangan duet mereka sedangkan Arcelo dan Aaron belum. Entah mengapa Aaron tiba-tiba memutuskan bersolo daripada berduet toh nanti mereka berempat juga bernyanyi bersama juga.
"Nanti malam datanglah ke apartemen Arsen, aku ingin melihat kamu bernyanyi," kata Arcelo
"Aku tidak tau apartemen Arsen itu dimana," sahut Febri.
"Tanya Airin, karena dia yang tinggal di sana," timpal Arcelo
Febri membolakan mata, baru jadi pacar Arsen tapi Airin sudah mendapatkan hak eksklusif dari Arsen, sungguh bahagianya jadi Airin.
Febri pun datang menemui Airin, "Rin, gitu ya kamu dapat rejeki nomplok nggak ngasih tau aku, kamu nikmatin sendiri gitu fasilitas yang diberikan Arsen," maki Febri
Airin mengerutkan alisnya, bagaimana Febri bisa tau kalau kini dia mendapatkan fasilitas dari Arsen.
"Kamu tau dari mana?" tanya Airin
"Nanti aku janjian sama Arcelo akan ke apartemen kamu," jawab Febri
"Kamu, kamu, itu bukan apartemen aku, di sana aku hanya numpang Feb," sahut Airin
Airin pulang bersama Febri sedangkan Arsen bareng A4 lainnya.
__ADS_1
Malam ini A4 akan berkunjung di apartemen Arsen mungkin mereka akan menginap di sana juga.
*********
"Ni makanan sayang, makanlah dulu," kata Arsen meletakkan makanan yang dibelinya.
"Iya, aku mandi dulu. Tadi keasikan bercerita sama Febri hingga lupa waktu," ucap Airin yang membuat Arsen mencubit hidung mungil Airin.
Arsen menatap Airin dengan lekat, bahkan dia mendekatkan wajahnya, Airin yang merasa Arsen akan menciumnya pun segera menghindar dan berlari menuju kamar mandi.
Karena tergesa-gesa Airin lupa tidak membawa pakaian ganti dan kini jadi bingung. Dia menengok kanan kiri dan ternyata tidak ada Arsen.
"Aman," gumam Airin sambil mengelus dadanya.
Dengan handuk yang super mini, Airin melindungi tubuhnya dan saat bersamaan Arsen masuk untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan, karena dia akan mendiskusikan lagu yang nantinya akan mereka bawakan dengan Aaron.
Arsen menelan salivanya, lekuk tubuh Airin nampak jelas, bisikan setan sudah Arsen terima sehingga kini Arsen memeluk Airin yang sibuk mencari bajunya di lemari dari belakang.
"Kamu sungguh seksi sayang," bisik Arsen dengan mengendus leher bagian belakang Airin.
Airin menikmati setiap sentuhan dari bibir Arsen.
"Arsen jangan," pinta Airin
"Aku tidak akan melakukan apa-apa cuma ingin seperti ini mumpung kamu hanya memakai handuk saja, kapan lagi dapat bonus seperti ini," sahut Arsen dengan terkekeh.
Airin nampak kesal dengan Arsen, bisa-bisanya bicara seperti itu.
Di sisi lain, Aaron yang lama menunggu Arsen pun memutuskan untuk menyusul dan betapa kagetnya dia saat melihat Arsen memeluk Airin dengan keadaan Airin yang masih menggunakan handuk.
Aaron tersenyum dan kembali ke ruang tamu,
"Mana Arsen?" tanya Arcelo
"Masih enak-enakan mereka," jawab Aaron
"What! kamu melihat mereka anu anu," sahut Arthur
"Astaga Airin," timpal Febri.
Mereka kini jadi membicarakan Arsen dan Airin,
"Wah parah mereka kalau om Sean dan Tante Arini tau mampus kita," kata Arthur sambil membayangkan di smackdown mama Arini.
Begitu pula dengan Arcelo.
"Kita harus mengingatkan Arsen, jangan sampai teman kita terjerumus dengan hal yang berbau anu-anu," sahut Arthur
__ADS_1
Arsen dan Airin yang sudah turun tak sengaja mendengar perkataan A3 dan Febri,
"Anu-anu apa maksud kamu?"