4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Cuti kuliah


__ADS_3

"Airin, Aaron," teriak Arsen


Dengan sedikit berlari Arsen mendatangi Aaron dan melayangkan sebuah bogeman


Buggggh


Aaron yang belum siap pun terjatuh, dengan mengelus pipinya yang panas Aaron mencoba berdiri.


"Apa yang kamu lakukan Arsen?" tanya Aaron


"Nggak usah pura-pura bodoh, brengsek kamu Aaron," jawab Arsen dengan rahang yang mengeras. Hatinya sakit melihat Airin bergurau dengan Aaron.


Sebenarnya pemicu Arsen benar-benar marah adalah Video yang diambil oleh Wanda CS.


Kini tatapan Arsen pergi ke arah Airin, dia mencengkeram lengan Airin dengan kuat sehingga Airin memekik kesakitan.


"Di antara banyak pria kenapa kamu harus selingkuh dengan Aaron, kamu tau nggak dia itu siapa?? hah!" kata Arsen dengan menunjuk Aaron.


"Aku tidak selingkuh dengan Aaron," sahut Airin


Arsen tertawa keras, kesal sekali dengan Airin yang tidak mau mengakui kalau dia selingkuh dengan Aaron.


"Aku melihat dia mengecup kening kamu!" maki Arsen


Airin dan Aaron saling pandang,


"Maaf Arsen tapi itu...." belum sempat melanjutkan kata-katanya Arsen sudah memotong.


"Dasar kalian memang murahan, satu tukang selingkuh satu tukang tikung," sela Arsen lalu pergi meninggalkan Airin dan Aaron.


Airin nampak menangis, kata-kata Arsen begitu menyakitkan.


Aaron mendekati Airin mencoba menenangkannya.


"Maafkan aku gara-gara aku hubungan kamu dan Arsen retak," kata Airin.

__ADS_1


"Nggak kok Airin, Arsen hanya salah paham saja," hibur Aaron.


Lalu Airin turun ke bawah, karena ada jam kuliah, saat di dalam kelas semua mata menatap Airin,


"Lihatlah dia berselingkuh dengan Aaron," kata Salah satu temannya


"Iya, sudah dapat Arsen masih saja melirik Aaron," sahut lainnya.


"Diiiaaaam," teriak Airin.


Wanda sudah menyebarkan gosip kalau Airin telah selingkuh dan berita ini sudah cepat tersebar di seluruh kampus.


Seminggu berlalu, Arsen tidak datang menemui Airin sama sekali. Dia nampak seperti dulu lagi, sedangkan Aaron juga dilarang Arsen menemuinya bahkan saat datang ke rumah Arsen, Arsen tidak mau menemuinya hingga mama Arini dan Papa Sean merasa tidak enak dengan Aaron.


Seminggu Airin jadi bahan bullyan teman-temannya bahkan dari mereka mengerjai Airin lagi dan dia mengira kalau Arsen yang menyuruhnya.


"Brengsek Arsen, beraninya kamu menyuruh teman-teman untuk mengerjai aku," umpat Airin


Merasa lelah Airin menangis di rooftop, dia sudah tidak sanggup lagi belajar di B.A university dengan bullyan dan juga sikap teman-temannya yang selalu mengerjainya.


Lama menyendiri Airin memutusakan untuk turun,


Airin menatap Arsen dengan lekat, memang di sisi lain Airin merasa kehilangan Arsen, dia rindu dengan sikap manis Arsen tapi dia sisi lain dia kesal dengan Arsen karenanya teman-teman mengerjainya hingga Airin merasa menyerah.


"Kalau jalan pakai mata dan kaki!" teriak Arsen


"Maaf, aku nggak sengaja," sahut Airin dengan lemas


"Memang sulit bicara dengan tukang selingkuh," timpal Arsen.


Airin yang mendengar kata-kata Arsen jadi marah,


"Seminggu ini aku cukup bersabar Arsen, jauh sebelum kamu bersikap baik padaku Aaron lah yang selalu bersama aku, hingga kamu datang dengan memaksakan kehendak kamu padaku, kamu perhatian padaku, kamu baik padaku dan aku berterima kasih atas itu. Aku sempat ragu dengan perasaaan aku hingga aku memutuskan untuk mencoba mencintai kamu. Waktu itu aku nggak sengaja bertemu Aaron di rooftop dan seperti biasa kami bercanda, aku kira kamu juga nggak keberatan kan mengingat Aaron juga teman kamu, saat kamu bilang aku dikecup Aaron, iya aku akui iya aku memang dikecup Aaron tapi itu sebelum aku memantapkan hatiku," jelas Airin panjang kali lebar yang membuat Arsen terdiam lalu tertawa.


"Pandai bersilat lidah juga," sahut Arsen dengan tatapan mengejek dan tertawa.

__ADS_1


Airin benar-benar tidak tau bicara apalagi, dia mencoba menjelaskan dan dengan gampangnya Arsen bilang pandai bersilat lidah.


Airin menghela nafas kemudian tersenyum


"Terima kasih pujiannya, tapi kamu nggak udah khawatir secepatnya aku akan keluar kampus ini sehingga kamu nggak akan bertemu dengan tukang selingkuh dan orang pandai bersilat lidah seperti aku," kata Airin lalu pergi meninggalkan Arsen.


Mendengar Airin akan yang akan keluar kampus membuatnya sedikit galau.


"Sh*it kenapa jadi begini," umpat Arsen.


***********


Di sisi lain Aaron sungguh bingung harus bagaimana, dia tidak ingin menyakiti sahabatnya, dia juga tidak ingin persahabatan diantara mereka rusak.


Akhirnya Aaron memutuskan untuk cuti, dia ingin menyusul Keira yang belajar di luar negeri.


"Ya mungkin dengan begitu hubungan Arsen dan Airin bisa baik lagi," Batin Aaron.


Kemudian Aaron mengutarakan keinginannya pada papa dan mamanya, dan papa Daffa setuju meski Mama Putri kurang setuju.


Aaron menceritakan tujuannya kalau dia ke luar negeri supaya Arsen dan Airin bisa memperbaiki hubungannya.


"Papa dukung kamu Aaron, tapi hati-hati ya di sana," pesan papa Daffa


"Pasti pa," sahut Aaron


"Memangnya kamu mencintai Airin?" tanya Mama Putri


"Entah ma, cuma Aaron sering bercanda dengan Airin di rooftop karena kami memiliki hobi yang sama yaitu menyendiri di sana," jawab Aaron


Mendengar jawaban dari Aaron membuat papa Daffa seolah mengalami Dejavu.


Tak disangka anaknya lebih bijak dari dirinya dulu.


"Kamu memang anak papa Aaron," ucap Papa Daffa

__ADS_1


"Ya iya lah mas, memangnya anak siapa kalau bukan anak kamu, dia adalah hasil kamu memanjat aku," sahut Mama Putri


Papa Daffa hanya terkekeh dengan kata mama Putri.


__ADS_2