4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Papa dan mama Daffa datang


__ADS_3

Warga pun saling pandang satu dengan yang lainnya, heran kenapa teman lawan jenis Airin bisa berada dalam rumah Airin tengah malam begini.


"Seorang lelaki dan wanita dalam satu rumah, kalian ngapain saja?" tanya warga dengan nada yang tinggi.


"Tidur," jawab Aaron


Kelima warga yang ronda saling pandang, mereka menangkap hal yang beda dengan jawaban Aaron.


"Kalian tidur bersama?" tanya warga


"Ya nggak pak, saya tidur di ruang tamu dan Airin di kamarnya, Airin fobia petir jadi saya nggak tega ninggalin dia," jawab Aaron.


Nggak mungkin kalau nggak enak-enakkan pasti sebelum kamu tidur di ruang tamu kalian nyempetin sebentar kan di kamar." sahut warga tak percaya


"Memang kami tadi di kamar tapi saya hanya ngompres Airin karena tadi dia demam," timpal Aaron.


Kelima warga berjalan menjauh mereka berunding sebentar, "Bagaimana ini, kompleks kita ini sejak dulu terkenal dengan komplek yang menjunjung tinggi norma-norma yang ada, ini sudah termasuk melanggar norma, lelaki dan perempuan dalam satu rumah, ini sudah melanggar apalagi tidak ada pengawasan orang tua," kata warga


"Tapi mereka nggak ngapa-ngapain," kata yang lain.


"Kan kita nggak tau kalau mereka ngapa-ngapain pokoknya kita harus nikahkan mereka, kompleks kita ini aman, tentram, sejahtera dan sentosa jangan sampai ada hal ini semua anak muda ikut-ikutan Airin dengan membawa teman mereka dan menyuruhnya menginap tanpa pengawasan orang tua," sahut lainnya


"Deal, deal," timpal lainnya lagi


Setelah mencapai mufakat, mereka semua kembali menemui Aaron.


"Malam ini juga kalian harus menikah," kata warga


"OMG," sahut Aaron


"Apa itu OMG?" tanya salah satu warga


Warga lainnya menepuk dahinya karena kebodohan temannya.


"Gaul dikit po'o," sahut lainnya dengan logat Jatim karena memang berasal dari Sidoarjo.


"Ente bahlul," sahut lainnya dengan logat orang Arab.


Aaron semakin pusing dibuat oleh warga yang oon di depannya.


"Sudah sudah, jangan rendahkan harkat dan martabat kalian di depan dia, OMG itu oh my good. Dan good itu bagus. Jelas?" kata lainnya sok pintar padahal jawabnya salah.


Aaron ngakak mendengar debat para warga.


"Wait wait, OMG itu oh my God yang artinya oh Tuhanku, ih malu maluin deh bapak, masak gitu saja nggak tau memangnya dulu nggak pada sekolah ya," ucap Aaron.

__ADS_1


Semua warga saling pandang dan kemudian berkata


"Ya sekolah tapi kan cuma S3 saya," sahut salah satu warga


"Saya cuma S1," timpal lainnya


"Wow amazing, S3? Bravo Bravo," kata Aaron


"Opo maneh to kui, amajeng karo bravo." Mereka malah debat hal yang nggak jelas sehingga membuat Airin terbangun.


"Bapak ini seorang profesor tapi amazing dan bravo nggak tahu," sahut Aaron


"SD, SMP, SMA, hahahaha," timpal warga dengan ngajak.


Airin yang mendengar orang ngakak pun segera keluar dari kamarnya, dan betapa kagetnya dia melihat beberapa warga di depan rumahnya dengan Aaron.


"Aaron ada apa ini?" tanya Airin.


"Ni mereka mau menikahkan kita," jawab Aaron santai.


"Oh mau nikahkan kita," jawab Airin dengan santai juga. "Apa?" teriak Airin setelah dia sadar.


"Karena kamu telah melanggar norma Airin, kami nggak mau nantinya kompleks kita ini dijadikan tempat seenaknya oleh anak-anak muda seperti kamu," jelas warga.


"Aaron bagaimana ini, aku belum siap menikah lagipula kamu kan bukan Arsen," kata Airin.


"Bicara dengan orang jadul dan kolot memang sulit, aku mau minta bantuan papa," kata Aaron lalu mengambil ponselnya.


Di sisi lain papa Daffa yang sedang enak-enakkan dengan mama Putri tentu tidak menjawab panggilan dari Aaron, namun Aaron tidak menyerah begitu saja dia menelpon kembali, namun kali ini dia menelpon ponsel mamanya.


"Mas, coba angkat dulu, Ahhh," kata mama Putri yang diselingi desa*hannya.


"Nanggung sayang, ini udah mau sampai," sahut papa Daffa yang semakin mempercepat laju pinggulnya.


Aaron nampak resah karena mama dan papanya mengabaikan panggilannya, mereka lebih memilih melanjutkan panjat memanjatnya daripada menerima panggilan dari Aaron.


"Kita coba lagi," kata Aaron


Ponsel papa Daffa berbunyi lagi, dan ini membuat papa Daffa kesal, akhirnya mau nggak mau dia mengangkat panggilan dari Aaron tanpa mencabut rudalnya.


"Apa Aaron?" tanya papa Daffa dengan suara berat karena dia menahan hasrat


"Cabut dulu pa," kata Aaron di seberang panggilannya.


"Bocah ini, katakan ada apa!" seru papa Daffa

__ADS_1


"Aku mau dinikahkan pa, cepat papa dan mama kemari, kasian Airin," jawab Aaron.


"Kok bisa, kalian ngapain saja. Kenapa kamu mengambil milik teman kamu Aaron," kata papa Daffa lalu dia mencabut rudal dari sarangnya.


"Nanti Aaron jelaskan, papa kesini ya. Aaron share lokasinya," timpal Aaron lalu mematikan sambungan telponnya.


Mama Putri bertanya-tanya, "Ada apa?" tanyanya


"Aaron mau dinikahkan sekarang, ayo kita siap-siap kesana," tanya papa Daffa.


Mama Putri sungguh kaget, bagaimana bisa Aaron dinikahkan, perasaan Aaron nggak memiliki pasangan.


Mama Putri segera bersiap, mereka melupakan hasrat mereka yang sudah hampir saja terselesaikan.


Papa dan mama Aaron pergi ke alamat yang dibagikan oleh Aaron.


"Bagaimana bisa sih pa, apa yang dilakukan Aaron?" tanya mama Putri.


"Entah dia sekarang di rumah Airin," jawab papa Daffa


"Astaga, ngapain sih anak ini malam-malam ke rumah Airin, aku kira tadi nginep di rumah Arsen," sahut Mama Putri


"Tenanglah sayang, tetap positif. Aaron nggak akan nekat melakukan itu mengingat Airin adalah kekasih Arsen," hibur papa Daffa


Mama Putri nampak mengangguk, dia melemparkan tatapannya keluar jendela, dia sungguh tidak ingin Aaron menikah dengan cara seperti ini, apalagi usia Aaron masih belum genap dua puluh tahun.


Papa Daffa tau apa yang dipikirkan istrinya mencoba menenangkannya dengan menggenggam erat tangan mama Putri. Dia tidak ingin istri tercintanya memikirkan Aaron karena pasti Aaron baik-baik saja.


Tak berselang lama mereka sudah sampai di kompleks Airin, mereka melajukan mobilnya pelan-pelan dan sampailah di rumah Airin dengan beberapa warga yang berkumpul di sana.


Salah seorang warga kini pergi memanggil ketua RT dan RW mereka supaya masalah ini cepat selesai.


"Aaron," teriak mama Putri lalu berlari dan memeluk Aaron


"Apa sih yang kamu lakukan Aaron, kenapa hendak dinikahkan dengan Airin?" tanya mama Putri


Papa Daffa yang baru sampai nampak tersenyum pada warga di sana, dari dulu memang karismatik dan wibawa papa Daffa sungguh luar biasa cuma kalau kumpul dengan geng somplaknya karisma dan wibawanya hilang entak kemana.


"Tolong ceritakan pada saya, apa yang telah anak saya perbuat?" tanya Papa Daffa


Warga pun akhirnya menjelaskan pada papa Daffa, dan papa Daffa manggut-manggut akan penjelasan warga.


"Jadi begitu, apa menikah adalah penyelesaian dari masalah ini?" tanya papa Daffa


"Iya, biasa bisa jadi contoh yang lain sehingga mereka akan berfikir dua kali untuk tidak membawa pulang teman saat tidak ada orang tua," jawab warga.

__ADS_1


Papa Daffa nampak melihat Aaron dan Airin bergantian.


"Pak Daffa...."


__ADS_2