4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
memutuskan untuk pulang


__ADS_3

"Anu tuan, anu," jawab si mbok bingung mau berkata apa.


Mereka semua kemudian saling pandang dengan tanda tanya besar.


"Anu apa sih mbok?" tanya Papa kesal.


Akhirnya sih mbok bercerita kalau dulu adiknya telah meninggal di vila karena bunuh diri, kekasihnya mencampakkan dirinya setelah dia hamil karena tidak kuat dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun dari balkoon itu," jawab si mbok.


"Bearti wanita yang kemarin menampakkan dirinya itu hantu adik mbok?" tanya Arsen


"Bisa jadi, soalnya dia kadang menapakkan dirinya apalagi dia itu suka menampakkan dirinya pada lelaki," jelas mbok


Mendengar cerita dari mbok membuat papa Sean sedikit marah, bisa-bisanya ada yang meninggal di vilanya dia tidak diberitahu sama sekali.


"Ada masalah besar begitu kenapa aku tidak diberitahu," kata Papa Sean


"Maaf tuan besar, kami takut," sahut si mbok


Mama Arini mencoba menenangkan papa Sean lagian kejadiannya sudah berpuluh tahun yang lalu jadi nggak usah dipermasalahkan.


Seusai makan mereka semua berkumpul di ruang tamu, Shane yang dasarnya paling takut dengan mahkluk astral memilih untuk segera pulang.


"Lebih baik kita pulang saja, lagian ulang tahun Arsen sudah selesai dirayakan," ide papa Shane


"Benar, lagian besok anak-anak kita harus mulai bekerja," sahut papa Nick


"Benar juga," timpal papa Daffa.


Akhirnya semua setuju untuk pulang meski para A4 masih ingin di Vila papa Sean terlebih Arsen jika pulang pasti Airin juga pulang jadi waktu bersama Airin berkurang.

__ADS_1


Para papa sudah memberi mandat jadi para junior mau nggak mau mengikuti keinginan papa mereka.


"Mereka nggak asik," umpat Arsen


"Iya padahal aku masih ingin di sini," sahut Arthur


"Iya," timpal Arcelo


"Sudah sudah jangan komplain, lebih baik kita menurut papa kita," ucap Keira.


Aaron hanya tersenyum lalu dia masuk mobil keluarganya begitu juga yang lain.


Tiga jam kemudian mereka semua telah sampai di rumah lagi, semua berkumpul di rumah papa Sean.


"Pa aku ingin mengadakan pesta sendiri besok," kata Arsen


"Nggak bisa, besok kamu harus bekerja," sahut papa Sean


"Terserah kamu Arsen yang penting besok kamu nggak kecapekan karena harus membagi waktu," ucap papa Arsen


"Pa boleh Arsen meminta sesuatu?" tanya Arsen


"Apa?" tanya papa Sean balik.


"Airin juga kerja di kantor, jadikan dia asisten Arsen biar Arsen giat bekerja, kasian pa kerja di kafe pulangnya malam gajinya sedikit banget. Masa gaji satu bulan nggak sampai dua juta itu kerja apa dikerjai," ungkap Arsen


Papa Sean nampak berfikir kalau dia memperkerjakan Airin bisa jadi Arsen akan rajin datang ke kantor.


"Baikan nanti papa pikirkan lagi," kata Papa Sean yang membuat Arsen senang.

__ADS_1


"Kamu jangan senang dulu, baru papa pikirkan, bisa jadi Airin kerja di kantor papa bisa jadi nggak," imbuh papa Sean sesudahnya.


Arsen nampak lemas, meskipun begitu setidaknya dia ada harapan.


Airin nampak diam, hidupnya benar-benar dalam genggaman Arsen, "Bocah tengik ini seakan merampas hak asasi aku," batin Airin dengan menatap Arsen dengan sinis.


A4, Airin dan Keira berkumpul sendiri di ruang pribadi Arsen, mereka tidak ingin obrolan mereka di dengar oleh mama dan papa mereka.


"Aaron apa kamu serius ingin jadi Kakak aku?" tanya Arcelo


"Tanyakan saja pada Kakak kamu Arcelo," jawab Aaron


"Gimana Kak Keira? apa Kakak menerima Aaron," tanya Arcelo


"Apaan sih kamu Arcelo, Kaka masih ingin mengejar cita-cita kakak jadi belum ingin pacaran," jawab Keira yang membuat Aaron tersenyum.


Meskipun tersenyum namun Aaron nampak sedih, terlihat senyumnya yang tidak lepas seperti biasanya. Airin yang melihatnya jadi iba, "Apa yang kamu pikirkan Aaron," batin Airin.


"Kapan Kak Keira kembali ke luar negeri?" tanya Arthur


"Besok pagi," jawab Keira.


"Buru-buru sekali kak, kenapa nggak Minggu depan saja," sahut Arsen


"Nggak bisa Arsen, aku dapat pesan dari dosen kalau harus segera kembali," timpal Keira


Aaron nampak berbeda, dia melangkahkan kaki menuju jendela, dia menjatuhkan pandangannya ke luar jendela, pandangan Aaron pergi entah kemana.


Keira yang tau kalau Aaron tak enak hati dengannya mencoba mendekat dan memeluk Aaron.

__ADS_1


"Aaron, kamu kenapa?" tanya Keira.


"Kamu sudah tau jawabannya kenapa masih bertanya?" jawab Aaron lalu pergi keluar.


__ADS_2