4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?


__ADS_3

Dia sungguh kaget melihat Anaknya di ranjang berdua dengan Airin.


"Bersihkan diri kalian setelah ini ikut papa ke ruang kerja," titah papa Sean, "Dan untuk A4, kalian juga, Om ingin bicara," imbuh papa Sean lalu keluar kamar yang diikuti mama Arini.


"Nah kan akhirnya kita kena sidak," kata Arthur


"Lo si Arsen, mau mak*siat di rumah sendiri jadi gini kan," sahut Arcelo.


"Om Sean kan baik hati, nggak nggak kalo menghukum kita," timpal Aaron dengan melemparkan tatapannya ke Airin.


Arsen lalu beranjak dari tempat tidurnya, sedangkan Airin masih terdiam di tempatnya, dia benar-benar takut. Dia takut kalau dinikahkan oleh papa Sean seperti yang dia lihat di film-film kalau ketahuan tidur bersama pasti dinikahkan mendadak.


"Bunda maafkan Airin jika pulang nanti status Airin sudah berubah jadi seorang istri," batin Airin.


Arsen yang melihat Airin lalu mencoba memeluk wanitanya namun Airin menghindar.


"Jangan buat masalah lagi Arsen, aku benar-benar takut," kata Airin


"Nggak usah takut sayang, tenang ada aku." Arsen mencoba menenangkan Airin meskipun dia sendiri merasa was-was.


Airin hanya mengangguk, lalu dia beranjak dari tempatnya sedangkan A4 duduk di sofa melihat drama kecil Arsen dan Airin.


"Kamu mandi dulu ya," titah Arsen dengan mengelus rambut Airin dengan lembut.


"Iya," sahut Airin lalu pergi ke kamar mandi.


Arsen ikut duduk A4 di sofa, dia meminta A4 untuk bekerja sama dengannya dengan tidak menceritakan hal yang aneh-aneh pada papa dan mamanya.


"Please guys jangan ceritakan semua pada papa dan mama," pinta Arsen


"Ok Arsen, tapi kalau om Sean dapat informasi dari kampus gimana?" tanya Arcelo


"Kita beralasan saja," jawab Arsen

__ADS_1


"Ok, kami bantu kamu sebatas maksimal yang kamu butuhkan dari kami, tapi kalau om Arsen lebih tau dan punya bukti, kami tak bisa membantu lebih," timpal Arthur.


"Makasih guys, kalian emang my best friends, my soulmate, my everything," kata Arsen lebay.


"Lebay nya kambuh," ucap Arthur yang membuat Arsen terkekeh.


"Tapi pasti papa kamu meminta orang B.A university untuk memberi informasi kepadanya," sahut Aaron.


"Iya, aku tau. Tapi ya kita lihat saja nanti," ucap Arsen pasrah.


Tak berselang lama Airin sudah selesai mandi, kini gantian Arsen yang mandi, Airin ikut berkumpul dengan A4.


"Halo A4?" sapa Airin


"Halo," balas A4 lainnya.


"Hey Airin, siapkan dirimu karena sebentar lagi kamu akan menikah dengan Arsen," goda Arthur.


Seketika Airin memucat, "Arthur apa harus menikah? aku nggak ngapa-ngapain kami hanya....." Airin menggantung kata-katanya dan menutup mulutnya.


"Ya itu," jawab Airin terkekeh


"DP kan?" tebak Arthur


Airin hanya terkekeh, dengan menatap Arthur.


"Eh apa melakukan cium harus dinikahkan sih, kan wajar gitu orang pacaran cium dan peluk?" tanya Airin.


"Ya kalau DP kami juga melakukan itu tapi bedanya dengan kamu adalah kamu ketangkap basah tidur satu ranjang dengan Arsen, dan parahnya kalian melakukan itu di rumah. Kamu pasti tau kan kalau orang ketahuan tidur bersama ya akhirnya dinikahkan," jawab Arthur dengan serius padahal tujuannya untuk menakuti Airin.


Pikiran Airin traveling kemana-mana, dia membayangkan kalau menikah dengan Arsen, di usia yang belum genap dua puluh tahun dia sudah memiliki anak dan cita-cita untuk menjadi wanita karir musnah sudah.


"Tidaaaaaakkkk," teriak Airin dengan kencang yang membuat A4 menutup telinganya.

__ADS_1


Arthur yang gemas menutup mulut Airin dengan tangannya.


"Woy woy, suara kamu itu membuat telinga aku budek," maki Arthur


Airin membuang tangan Artur yang menutup mulutnya.


"Tangan kamu bau," ejek Airin


"Mulut kamu tu yang bau," sahut Arthur


"Wangi ya, habis sikat gigi." Airin nggak mau kalah


"Sini aku coba," kata Arthur yang seketika membuat Airin menutup mulutnya, dengan mengarahkan kepalan tangannya pada Arthur.


"Kalian berdua seperti Tom and Jerry nggak pernah akur, ada masalah bukannya mikir jalan keluarnya malah debat yang nggak-nggak," omel Arcelo.


Aaron hanya tersenyum mendengar ocehan teman-temannya.


"Apa yang kamu rasakan Airin, lebih relax kan?" tanya Aaron


"Aku takut Aaron," jawab Airin.


"Tenang ada kami di sini," hibur Aaron.


Airin nampak tersenyum dari dulu Aaron lah yang mampu menenangkan Airin.


Arsen sudah selesai mandi, setelah berias mereka semua datang ke ruang kerja papa Sean.


"Pa," panggil Sean sambil mengetuk pintu ruangan kerja papanya yang sudah terbuka.


"Masuk," titah Papa Sean.


Papa Sean meminta Arsen dan lainnya untuk duduk, bola papa Sean menatap satu-satu kelima anak muda yang berada di depannya.

__ADS_1


"Apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah?" tanya Papa Sean.


__ADS_2