4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Ingin seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin


__ADS_3

Acara ulang tahun Arsen beberapa jam lagi, para mama kini sibuk menyiapkan pesta untuk Arsen.


Acaranya dilakukan di halaman belakang dekat kolam renang.


"Sayang tolong ambilkan ponsel aku di kamar aku tadi lupa tidak membawanya," pinta Mama Amira


"Kita suruh Arthur saja ya," ucap papa Shane


"Terserah," sahut mama Amira.


Papa Shane yang takut kejadian dua puluh tahun lalu kembali terjadi dia akhirnya menyuruh Arthur untuk mengambil ponsel mamanya.


"Arthur tolong papa, ambilkan ponsel mama," pinta papa


"Maaf pa, Arthur sibuk," sahut arthur.


A4 kini memang sibuk menyiapkan kejutan untuk Arsen, akhirnya mau nggak mau Shane sendiri yang mengambil ponsel mama Amira.


Saat menaiki tangga Shane merasa ada yang mengawasinya dan ini membuat Shane merinding.


Saat sampai di kamar dia segera mengambil ponsel mama Amira dan bergegas keluar namun saat menuruni tangga dia melihat ada sesosok wanita yang berjalan, dan itu membuat Shane takut.


Dia berlari hingga tak sengaja menabrak mama Amira.


"Hey sayang ini ponsel kamu," kata Papa Shane menyodorkan ponsel ke mama Amira namun mama Amira tidak mengambil ponselnya, dia malah naik ke atas.


Papa Shane merasa ada yang aneh segera kembali ke halaman belakang dan betapa kagetnya dia saat melihat mama Amira masih dengan mama-mama yang lain.


Papa Shane yang yang takut segera mendatangi papa Nick dan langsung memeluknya.


"Ada hantu Nick," kata Papa Shane


Papa Nick hanya tertawa mendengar kata papa Shane bisa-bisanya berkata konyol.


"Shane Shane kamu itu ada-ada saja," sahut papa Nick tak percaya.


"Biasanya kalau kamu sudah melihat penampakan dia akan mengikuti kamu," kata papa Daffa dengan berbohong


"Masak sih boz, nggak mungkin," sahut papa Shane tidak percaya.


"Coba lihat nanti kamu pasti diganggu," timpal Papa Daffa

__ADS_1


Shane yang takut semakin mengeratkan pelukannya pada Papa Nick dan ini membuat Papa Nick kesal, dikiranya ada apa-apa lagi.


Saat semua sibuk menyiapkan pesta ulang tahun Arsen yang ke dua puluh, Arsen malah mojok berdua dengan Airin.


"Sayang, aku tu bahagia banget di ulang tahunku yang kedua puluh aku memiliki kamu yang amat sangat aku cintai," kata Arsen.


"Terima kasih Arsen," kata Airin.


Arsen memeluk Airin dengan erat dan Airin pun membalasnya.


Tak selang berapa lama pesta dimulai dari mereka bakar-bakar daging, dan nyanyi-nyanyi bersama.


Mereka membuat dua kubu, yaitu kubu Junior dan kubu Senior.


A4, Airin dan Keira melakukan permainan truth and dare sedangkan para senior mereka bernyanyi-nyanyi sambil bakar-bakar daging.


Kini Arsen yang berulang tahun diminta memutar botol yang barang siapa yang ditunjuk oleh pucuk botol dialah yang kena.


Dan ternyata pucuk botol mengarah ke Arthur.


"Truth or Dare," tanya Arcelo


"Truth," jawab Artur


"Pernah kalau tidur saja, tapi kalau melakukan hal itu aku belum pernah," jawab Arthur dengan terkekeh.


Arcelo yang mendengarnya menjadi marah ternyata orang yang gembar-gembor sok sok an mengajarinya malah belum pernah melakukan itu dengan wanita lantas kalau dia pergi dengan wanita dan menginap itu ngapain saja? jawabannya hanya Arthur yang tau.


Kini giliran Aaron yang kena, dia ditanya truth or dare dan Aaron memilih dare.


"Cium orang yang kamu cintai, jika disini tidak ada yang kamu cintai cium Arsen," kata Arcelo.


"Brengsek apa-apaan kamu Arcelo kenapa jadi aku," umpat Arsen kesal.


Arcelo hanya tertawa karena dia tau kalau orang yang Aaron cintai ada di sini.


Tanpa basa basi Aaron mencium bibir Keira dan ini cukup membuat Airin terluka.


"Sekarang sudah jelas bukan siapa yang dia cintai," batin Airin.


Tepuk tangan riuh, bahkan mama Vani dan papa Nick heran saat melihat Aaron mencium Keira.

__ADS_1


"Pak Daffa apa kita akan besanan?" tanya papa Nick


"Entahlah Nick, aku tidak menyangka kalau Aaron melakukan itu pada Keira," jawab Papa Daffa dengan heran sambil melihati anaknya dari tempat mereka duduk.


Kini giliran Airin, dia memilih dare dan tantangannya kali ini sama seperti Aaron.


Tanpa pikir panjang dia mencium Arsen dan ini membuat Arsen senang sekali.


Begitu pula dengan mama dan papa Arsen, mereka nampak tersenyum.


Setelah Airin kini giliran Arsen, sama seperti Airin dan Aaron dia memilih dare dan tantangannya kali ini bukan mencium melainkan yang lain.


"Kami ingin kamu mengungkapkan rasa cintamu pada Airin dihadapan kami semua, berani?" tantang Arcelo


"Beranilah," sahut Arsen percaya diri.


Arsen meminta perhatian semua, dan semua mata memandangnya.


"Di malam indah tak bertepi ini, aku Arsen Kyle Bryan menyatakan cinta pada Airin wanita yang amat aku cintai, dan aku ingin selamanya mencintai Airin sampai maut datang menjemput," kata Arsen yang membuat Airin menangis.


Dia tak menyangka Arsen bisa seperti ini, sekarang masih ada alasan lagi kah buat Airin untuk tidak menerima cinta Arsen.


Melihat Airin menangis membuat Arsen terdiam, "Ada apakah Airin? apa kamu tidak bisa mencintai aku?" tanya Arsen


"Aku tidak punya alasan lagi untuk tidak mencintaimu Arsen, hanya beri aku waktu saja," jawab Airin lalu memeluk Arsen.


Semua yang di sana ikut terharu dengan kata-kata Arsen, sedangkan Aaron hanya tersenyum, dia sadar kini kalau cinta Arsen sangat besar untuk Airin.


Dan yang ditunggu-tunggu tiba, dan mereka menyudahi permainan mereka.


Kini waktunya Arsen untuk meniup kue ulang tahunnya namun sebelumnya mama Arini memintanya untuk make a wish.


"Apa make a wish kamu Arsen?" tanya papa Sean


"Menjadi pria seperti papa supaya bisa membahagiakan Airin," jawab Arsen.


"Arsen sumpah kamu so sweet banget," sahut mama Vani


"Iya tak ku sangka Arsen yang wataknya kaku seperti Mas Sean bisa seromantis ini bahkan mas Daffa kalah romantis dengan Arsen," puji Mama Putri


"Siapa dulu anakku," sahut mama Arini bangga

__ADS_1


"Siapa dulu keponakan aku," timpal Mama Amira tak mau kalah.


__ADS_2