4 Penguasa Kampus

4 Penguasa Kampus
Praktek


__ADS_3

Arsen masuk ke dalam kamarnya, di kamarnya Arsen merebahkan diri memikirkan Airin, dia bingung bagaimana bisa mengerjai Airin supaya Airin marah padanya.


Karena tidak memiliki ide akhirnya Arsen memilih tidur dan benar saja baru sebentar dia langsung terlelap.


Keesokan harinya dosen mengumumkan untuk praktek bagi Mahasiswa perhotelan dan kapal pesiar. Mereka diwajibkan membayar uang praktek sebesar dua puluh lima juta untuk naik kapal pesiar dengan rute Indonesia, Singapura, Malaysia dan juga Thailand.


Biaya itu sudah cukup murah karena dapat subsidi dari pihak kampus sebesar lima puluh persen.


Tentu hal ini membuat Airin bingung pasalnya semua Mahasiswa jurusan ini diwajibkan ikut sedangkan dia tidak ada biaya untuk membayar biaya prakteknya.


Airin yang bingung menyendiri di rooftop, apa yang harus dijual untuk biaya praktek. Yang dia punya hanya motor butut miliknya dan juga harga dirinya.


Tapi Airin tentu nggak mau menjual harga dirinya dengan jadi cabe-cabean yang menjual dirinya pada sugar Daddy demi mendapatkan uang.


"Apa aku harus keluar saja dari kampus ini?" gumam Airin


Airin terus bermonolog dengan dirinya sendiri, kali ini dia bingung tingkat dewa. Dia tidak bisa bertahan lagi kuliah di B.A University.


Tiba-tiba ada Aaron yang mengagetkannya, seketika bingung Airin hilang, kali ini dia sangat gugup dekat dengan Aaron.


"Anak jurusan Hotel dan kapal pesiar ada praktek, bukankah kamu jurusan itu?" tanya Aaron


"Iya, tapi entah aku ikut apa nggak," jawab Airin


"Bukannya wajib ikut semua," sahut Aaron

__ADS_1


"Iya sih tapi...." Airin mengentikan ucapannya tidak mungkin dia jujur pada Aaron.


"Tapi apa?" tanya Aaron


"Nggak papa, kamu kan tau kalau aku bekerja jika aku ikut otomatis aku nggak kerja beberapa hari dan oleh karena itu aku bisa dipecat," jawab Airin berbohong


Aaron nampak percaya, lalu mereka mengobrol kesana kemari hingga mereka melupakan jam berikutnya.


"Maaf Airin karena harus menemani aku, kamu nggak masuk kelas," kata Aaron yang merasa tak enak.


Airin memang malas untuk masuk kelas, karena dia masih pusing dengan biaya prakteknya.


"Iya nggak papa," sahut Airin lalu mereka berdua turun.


Airin membeli minuman di kantin yang kebetulan ada Febri di sana.


"Halo Airin," sahut Febri


"Kamu darimana Rin? kenapa nggak ikut kelas?" tanya Febri


"Di rooftop," jawab Airin dengan terkekeh.


"Malas ikut mata kuliah, aku sungguh pusing mikir biaya praktek, Aku tidak memiliki uang sebanyak itu, apa aku harus keluar saja ya," kata Airin sesudahnya.


Tak jauh dari sana ada Arsen yang mendengar omongan Airin dan Febri,

__ADS_1


"Jadi dia mau keluar?" batin Arsen


"Nggak boleh, dia nggak boleh keluar kampus, siapa yang akan aku kerjain jika dia keluar," Arsen bermonolog dengan dirinya sendiri, dia nggak iklas jika Airin keluar kampus.


Arsen beranjak dari tempat duduknya lalu menemui dosen supaya Airin bisa praktek, Arsen juga membayar uang praktek Airin.


Setalah dari kantin, Airin menghadap dosen jurusannya, dia mengatakan kalau tidak sanggup membayar biaya prakteknya dan untuk itu Airin siap jika pihak kampus mengeluarkannya.


"Kamu bisa ikut Airin, tuan muda Arsen telah membayar lunas biaya praktek kamu," kata dosen yang membuat Airin kaget setengah mati.


Airin segera pamit pada dosennya, dia ingin segera menemui Arsen bagaimana bisa Arsen membantunya dalam menyelesaikan biaya praktek di kapal pesiar besok.


"Arsen!" teriak Airin


Arsen nampak senang karena Airin datang menemuinya, pasti ini soal biaya praktek di kapal pesiar.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Arsen yang membuat Airin terpaku.


Biasanya Arsen selalu membentaknya dan kini dia malah berkata halus. Pasti ada udang di balik rempeyek, pikir Airin.


Dia mengecek dahi Arsen, "Kamu waras?" tanya Airin heran bin bingung


Arsen yang kesal menatap sinis Airin, "Apa maksud kamu Airin?" tanya Arsen kesal


"Sudah sudah lupakan," sahut Airin

__ADS_1


Lalu Airin bertanya pada Arsen kenapa dia membiayai prakteknya? dan Arsen tertawa mendengar pertanyaan Airin


"Itu nggak gratis kamu harus membayarnya Airin," kata Arsen yang membuat Airin menatapnya.


__ADS_2