Abimanyu : Pelakor Sewaan

Abimanyu : Pelakor Sewaan
7. Apa Salah Kalau Dendam


__ADS_3

"Platform gosip udah ngunggah berita lo." Rini menunjukkan ponselnya pada Sakura. "Kalo gini terus beneran lo yang bakal dibully netizen."


Sakura terlihat sangat kacau. Dia sudah sibuk menangis meraung-raung, sudah pula berusaha menghubungi Abimanyu agar dia berhenti, apalagi juga diteror oleh orang tuanya yang resah akan kabar tak enak dari anak mereka itu. Persis setelah Sakura melancarkan aksi meminta belas kasihan publik, Abimanyu malah langsung menyerangnya untuk menggiring opini ketidakbersalahan orang ketiga melainkan salah Sakura.


Tentu saja ada yang membela Sakura juga dan tetap menyalahkan posisi pelakor, tapi Abimanyu benar-benar mengontrol berita.


Dan ketika Sakura sudah sangat kacau, Rini tiba-tiba berseru.


"Shiit!" umpat wanita itu heboh. "Livia gosipin lo di Tiktok!"


Sakura berpaling. Menyambar ponsel Rini untuk melihat postingan Livia secara langsung.


"So karena kalian lagi pada heboh banget sama postingan Sakura, gue capek juga ditanyain. Gue enggak tau banyak sih yah masalahnya apa tapi lakinya Sakura pernah ngechat gue diem-diem buat minta nomornya Rara dan gue kira karena ada urusan apa gitu ya gue kasih aja. Gue enggak tau sampe selingkuh."


"Lagian Rara tuh anaknya pendiem kali. Gue denger-denger sih dia dilarang pacaran sama bokap nyokapnya makanya dia fokus kerja doang, have fun sama temen. Kalo kalian tanya bener atau enggak, ya menurut gue sih lakinya Sakura ngejar-ngejar Rara tapi Rara no respons dan Sakura baru tau itu. Tapi lucunya yah, Sakura malah nyalahin Rara padahal kan Rara enggak ngerespons sama sekali jadi harusnya Sakura ya perhitungannya sama lakinya dulu dong. Biarpun yah siapa sih yang enggak tau Sakura terlalu bucin?"


Sakura melempar ponsel itu, mengabaikan fakta bahwa itu ponsel Rini. Akan ia ganti nanti tapi yang lebih penting, sejak kapan si Wajah Oplas itu jadi tim pembela Rara?!


"Gue yakin Abimanyu di belakang Livia," ucap Rini pasti. "Mana mungkin temen-temen lo belain Rara gitu aja. Kalo enggak ada duit, mana mungkin dia mau ngambil resiko digempur sama fans lo."


Sakura mendengar tapi terlalu frustrasi buat membalas lagi. Wanita itu justru melempar vas bunga di dekatnya ke jendela kamar, tak peduli suara pecahnya memekakkan telinga.


"Breng-sek!" teriak Sakura murka, sedih, dan bingung akan segalanya. "GUE LAKUIN SEMUANYA BUAT LO, BRENG-SEK! GUE LAKUIN SEMUANYA DARI DULU TAPI CUMA GARA-GARA NYOKAP TIRI, LO ANCURIN GUE KAYAK GINI!"


Rasa marah dan sakit itu tertuju pada Abimanyu. Dia benar-benar sukses meruntuhkan segalanya. Namun Sakura merasa sangat bodoh karena sekalipun tahu Abimanyu pelakunya, ia tetap tidak bisa melepaskan dia.


Sakura mencintainya.

__ADS_1


Ia masih mau mencintainya dan masih menunggu dia lelah dengan semua ini.


Baik, kalau memang dia berniat membawanya sejauh ini. Sakura akan menyeret ibu tiri tersayangnya itu agar dia mengerti dia seharusnya lebih bersyukur atas Sakura.


*


[Saya sebenarnya enggak mau sampe bawa-bawa masalah ini tapi ternyata mau sekeras apa pun kita berusaha nahan bendungan, sekali bocor, lama kelamaan juga akan hancur.


Ini buat kamu, suami yang aku sayang lima tahun pernikahan kita. Lima tahun ini aku sabar sama kamu. Berusaha ada buat kamu. Berusaha nurutin semua ego kamu. Dan nerima kenyataan kalau kamu justru suka sama orang yang harusnya enggak kamu suka. Aku berusaha tahan, Bi, berusaha banget buat enggak nginget gimana kalian pernah selingkuh depan mata aku. Aku maafin kamu, selalu karena aku yakin kamu pasti berubah tapi sekali lagi kamu ingar janji ....]


Lalu blablabla, panjang tulisan yang intinya menceritakan bahwa dia sangat tersiksa atas pernikahan ini sebab Abimanyu menyukai ibu tirinya sendiri, bahkan pernah berselingkuh di depan matanya langsung.


Dulu, Abimanyu pasti panik karena ia takut Juwita akan syok. Tapi sekarang tidak. Karena perbuatan ini akan ia kembalikan pada Sakura sebagai bumerang.


"Sakura sekarang lagi kacau," kata Abimanyu pada Rara lewat panggilan telepon. "Biarin dia curhat soal penderitaan dia. Mau sebawang apa pun kisahnya, biarin aja."


"Kamu percaya?" tanya Abimanyu. "Soal saya selingkuh sama mama tiri saya, kamu percaya?"


".... Enggak."


Ya, karena itulah Abimanyu tenang. Karena ia tahu omongan Sakura yang kacau akan semakin asal dan orang-orang pasti akan berpikir bahwa dia menjadi gila.


Apalagi jika nanti satu per satu temannya akan mulai bicara bahwa Sakura mengalami gangguan delusional. Bukankah itu sudah cukup disebut delusi tentang cerita 'pernikahan bahagia' di konten-konten sosial medianya padahal fakta justru bertolak belakang?


Jika semua itu ketahuan, memangnya ucapan soal 'selingkuh dengan mama tiri' akan cukup penting dibahas?


Biarpun gue tau Juwita pasti sedih, pikir Abimanyu diam-diam.

__ADS_1


"Saya deket sama keluarga saya dulu, sebelum pisah." Abimanyu perlu meyakinkan Rara agar dia benar-benar percaya. "Mama tiri saya masih muda, beda empat tahun dari saya. Awal-awal saya enggak seneng sama dia tapi lama-kelamaan dia jadi sahabat saya."


Rara diam mendengarkan.


"Ngomong sama dia pun saya kayak ngomong sama temen jadi kesannya kalau orang liat dia kayak kakak kelas saya. Sakura cemburu dan salah paham karena saya lebih peduli sama Mama tiri saya daripada dia. Terus entah gimana dia bikin cerita sendiri di kepalanya kalau saya sama mama saya selingkuh. Makanya saya pisah sama mereka biar Sakura tenang tapi sampe sekarang dia masih nyalahin mama saya."


Bukankah itu terdengar sangat masuk akal? Kenyataannya adalah Sakura tidak berdelusi, namun Abimanyu tahu cara mengutak-atik kenyataan dan mengubahnya jadi delusi.


"Mama saya pernah diteror sama orang sampe kepalanya dipukul batako. Pernah juga dia ditendang sama orang di depan supermarket. Gara-gara itu dia trauma diikutin orang. Sakura yang marah sama saya justru nyuruh orang buat ngikutin mama tiri saya karena dia tau mama saya trauma."


Setelah lama diam, Rara akhirnya membuka suara, "Kok bisa kamu masih sama Sakura sekarang?"


Dari suaranya dia sudah simpati pada Abimanyu. Dan itu adalah target Abimanyu dari awal untuk membuat Rara meyakini tindakan ini bukan sepenuhnya salah dan Sakura tidak sepenuhnya korban.


Kalau Rara terlalu merasa jahat, dia tidak akan mau totalitas dalam berperan. Abimanyu butuh dia totalitas sebab satu-satunya yang Abimanyu mau adalah membalas perbuatan Sakura dulu.


Sebut saja Abimanyu berhati sempit.


Selama pernikahan lima tahun ini, alih-alih menyiksa Sakura, Abimanyu memanjakannya. Abimanyu tidak menyentuhnya, tidak bicara padanya kecuali sedikit, bersikap dingin padanya seperti dia tidak ada ... tapi Sakura bebas mengambil uang Abimanyu sebagaimana istri normalnya. Sakura bebas berkoar tentang Abimanyu seolah-olah dia yang memiliki Abimanyu secara utuh. Apalagi setelah Abimanyu duduk di kursi pemimpin dan masuk ke Aliansi, penghasilannya mulai miliaran. Semua itu tetap Sakura nikmati. Dia pergi berpesta, memakai narkoba diam-diam, lalu berpesta *3** untuk melampiaskan kekosongan dia, semuanya Abimanyu biarkan.


Anggap saja Abimanyu menagih semua itu sekarang.


Atau anggap saja Abimanyu memang jahat dan mau Sakura hancur, tidak peduli alasannya ada atau tidak ada.


"Saya enggak sama keluarga saya sekarang karena Sakura," ucap Abimanyu lagi. "Salah kalau saya dendam sama dia?"


*

__ADS_1


__ADS_2