Abimanyu : Pelakor Sewaan

Abimanyu : Pelakor Sewaan
exktra part (next)


__ADS_3

Abimanyu menahan sakit kepalanya beberapa jam terakhir. Padahal Abimanyu sudah menelan paracetamol berharap tidak sakit meski merasakan tanda-tanda akan sakit, apalagi pekerjaannya belakangan sedang banyak.


Beberapa kali Abimanyu merasa ingin jatuh, tapi ia menguatkan kakinya agar pekerjaan ini bisa cepat selesai.


"Abimanyu, pergilah tidur kalau memang sakit," ucap Rose saat menyadari hal itu. "Berhenti memaksakan diri."


"Kalo saya enggak maksain badan, kamu yang maksain badan kamu." Abimanyu menyahur cuek.


Mana yang lebih baik, Rose sakit atau Abimanyu sakit?


Ya sudah jelas Abimanyu. Kalau Rose sakit, satu istana panik karena dia selalu seperti mau mati jika sakit. Tapi kalau Abimanyu yang sakif, setidaknya ia yakin akan sehat lagi. Dan Rose setiap kali sakit pasti menderita.


Beberapa saat Abimanyu kembali tenggelam dengan pekerjaan, sampai tiba-tiba panggilan khusus mengusiknya. Itu panggilan dari Rara.


Abimanyu menerima panggilannya tapi untuk berkata, "Sayang, aku kerja dulu. Nantu aku telfon lagi, yah?"


Baru saja Abimanyu mau mematikan, sebuah suara berbeda langsung terdengar.


"Papa."


Abimanyu seketika batal mematikan.


"Baby." Abimanyu tersenyum. Rasanya kalau sedang sakit dan mendengar suara anaknya, Abimanyu mendadak n sehat. "Baby kenapa telpon Papa? Kangen?"


"Iya, Papa."


"Papa juga, Nak."


"Papa," panggil suara gadis kecil yang baru bisa bicara gagao itu. "Papa, nanti ... pulang?"


Abimanyu rencananya tidak pulang karena sakit, tapi sepertinya Nabila merindukan dia.


"Iya, Nak. Papa pulang nanti. Tungguin Papa yah? Papa kerja dulu sekarang."

__ADS_1


"Papa, Mama macuk lumah cakit."


Abimanyu tersentaj. "Mama kenapa? Kamu sama siapa di situ?"


"Sama aku, Bang." Suara Nayla terdengar. "Kak Rara ngelarang ngasih tau, katanya enggak usah. Tapi Bila mau nelfon Abang."


"Mamanya Bila kenapa? Sakif apa?"


"Tadi tiba-tiba pingsan, terus kata dokter katanya terlalu capek. Abang kan belum pulang semingguan, jadi mungkin enggak tau. Kak Raka begadang tiga hari kayaknya. Ada masalah kan sama produksj prodak kemarin, pembeli pada protes semua sampe Kak Raka harus turun tangan."


"Papa," panggil Nabila lagi. "Mama capek. Kacian."


"Iya, Nak, Mamamu itu nanti kamu marahin," balas Abimanyu. "Bilangin Mama enggak usah kerja keras, kan Papa udah kerja keras."


"Bila udah malahin. Mama nangish."


"Enggak pa-pa, marahin aja." Abimanyu menghela napas. "Bila di rumah sakit juga, Nak?"


"Iya, Papa. Bila main."


"Papa hati-hati yah."


"Yes, Baby. I love you." Abimanyu menerima kecupan jauh kebiasaan Nabila sebelum panggilan terputus.


"Rose—"


"Kerjakan itu dan cepat pergi."


Abimanyu bergegas mengurus sisanya, mendadak tidak sakit karena khawatir anaknya merasa takut lantaran mamanya sakit.


*


Abimanyu berjalan cepat di lorong-lorong rumah sakit sampai bisa mencapai lift. Ditekan tombol lantai ruang rawat Rara, menunggu sampai lift berhenti di tempat tujuan sebelum ia buru-buru keluar.

__ADS_1


Begitu menemukan kamarnya, Abimanyu mendorong pintu, melihat Rara tengah disuapi makan oleh Lila.


"Mas?"


"Papa!" Nabila langsung berlari memeluk kaki Abimanyu, nampaknya sudah lama menunggu.


"Halo, Baby." Abimanyu mencium wajah Nabila. "Papa pulang."


"Papa, Mama cakit."


"Iya, ini Papa pulang mau marahin."


Abimanyu mendekati Rara sambil tetap memeluk Nabila, tapi bukan untuk memarahi betulan. Pria itu menunduk, mencium kening Rara.


Perbuatannya justru membuat Rara tahu dia sakit.


"Mas! Kamu kok panas?"


"Iya, aku sakit dengerin istriku kerja keras kayak enggak bisa makan kalo dia leha-leha di rumah." Abimanyu menyindir.


Membuat Rara berdecak. "Aku enggak sakit. Kecapean doang. Bila nih, ah. Mama kan bilang jangan ngadu ke Papa. Bila enggak dengerin Mama yah?"


"Jangan marahin anakmu dong." Abimanyu memeluk Nabila, melindunginya. "Kamu yang salah. Kenapa coba sampe kerja gila-gilaan? Enggak bilang pula sama aku."


Rara menghela napas. "Kamu enggak pulang seminggu. Kalo kayak gitu berarti kerjaan kamu di istana banyak banget kan? Kalo aku bilang malah tambah beban."


"At least aku tau."


"Mas—"


"Papa, kemalin Mama nangish telus."


"Bila!" Rara mendelik pada anaknya, tapi Nabila langsung berlindung pada Abimanyu dan menjelaskan apa saja yang kata Mama jangan kasih tahu Papa.

__ADS_1


*


__ADS_2