AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
10 | SAH!!


__ADS_3

...TINGGALKAN VOTE, KOMENTAR DAN SUKA 🙏...


...SELAMAT MEMBACA 🐊...


...🔥🔥🔥...


"Kak Gesa, aku boleh tanya sesuatu nggak?" Tanya Aira saat mereka berdua tengah makan malam di sebuah warung pinggir jalan sesuai dengan permintaan Aira.


Hari yang semakin malam membuat Gesa memutuskan untuk makan diluar sekalian dengan Aira yang bebas memilih makan di tempat yang mana.


Dasarnya Aira yang sederhana dan suka hemat, berakhirlah mereka disini.. Warung soto ayam pinggir jalan yang tak jauh dari perumahan mewah milik Gesa.


"Tanya aja." Jawab Gesa singkat dengan mata yang fokus mengeluarkan kecambah serta sayur hijau dari mangkoknya.


Aira yang melihat Gesa tampak kesusahan dengan cepat mengeluarkan kecambah serta sayur yang ada di mangkoknya.


"Ini udah nggak ada kecambah, sayur hijau sama sambal.. Kita tukeran mangkok ya kak." Ucap Aira kemudian dengan menukarkan mangkoknya pada mangkok Gesa.


"Aku kira kak Gesa makan sayur sama pedes, ternyata nggak.. Maaf ya kak." Ucap Aira tulus.


Gesa hanya menganggukkan kepalanya dan mulai menikmati soto ayam milik Aira yang tidak ada kecambah, sayur hijau maupun sambal.


"Kak Gesa tau nggak sekarang kak Geral dimana?" Tanya Aira ragu-ragu tanpa berani menatap Gesa.


Gesa dengan cepat menoleh menatap Aira tajam. "Gue nggak tahu dan kalau pun gue tahu, gue nggak akan ijinin lo buat ketemu sama Geral apalagi bunda lo yang buang lo gitu aja." Tegas Gesa.


"Mereka nggak buang aku kak, cuma aja.."


Aira menjeda ucapannya karena tiba-tiba saja ia meneteskan air matanya. Dengan cepat ia mengusapnya begitu saja karena ia tahu Gesa tak suka dengan gadis cengeng.


Kalau Aira menangis di depan Gesa, pasti akan berujung dengan Gesa yang marah-marah dan ucapan Gesa yang pedas akan keluar semuanya.


"Gajadi deh kak, yuk makan aja.. Perut aku laper." Lanjut Aira kemudian.


Gesa tidak akan menginjinkan siapapun untuk menemui gadisnya lagi, apalagi Geral yang keterlaluan menaruhkan adiknya sendiri dan bunda yang meninggalkannya sendirian dengan alasan Aira anak pungut.


Gesa benci jika miliknya direbut oleh orang lain dan untuk saat ini hingga Aira lulus sekolah, Aira adalah miliknya! Yang harus tunduk padanya dan melakukan apapun yang ia mau.


"Besok pulang turnamen kita akad di rumah gue.. Jam 4 sore." Ucap Gesa dengan memakai helm full face'nya setelah selesai makan dengan Aira.


Mata Aira melotot tak percaya mendengar ucapan Gesa yang mampu membuat dirinya syok bahkan tremor seketika.


"B-Besok kak? Hari besok itu? Beneran kak? Kak Gesa jangan gila ya." Jawab Aira tak percaya.


Gesa menganggukkan kepalanya. "Mama udah siapin semuanya dan mama juga setuju-setuju aja tuh.. Semakin cepat semakin baik."


"Cepetan baik, malam ini lo tidur di rumah gue." Lanjut Gesa lalu menaiki jok motornya.


"Besok nikah beneran aku ya Tuhan? Kak Gesa sama mamanya emang bener-bener perpaduan yang cocok.."


Saat perjalanan menuju rumah Gesa, Aira hanya diam tak bersuara. Memikirkan hari esok dimana ia akan menjadi istri dari kakak kelasnya yang super playboy bahkan bad attitude di sekolah.


Apalagi menikah muda bukan rencana awal Aira, ia masih mempunyai mimpi yang indah dan perjalanan hidupnya yang panjang akan sirna begitu saja setelah hari esok.


Semua Aira lakukan hanya demi melindungi Geral, si kakak yang selalu ketus padanya bahkan tak mau menatapnya sekalipun.


Aira akan melakukan apapun untuk melindungi keluarganya, tak terkecuali Geral yang jahat padanya dan bunda yang meninggalkannya begitu saja.


...🔥🔥🔥...


"Menantu mama, sini peluk dulu." Ucap Sofia menyambut Aira yang muncul dari pintu garasi bersama Gesa.


"Kenapa baru pulang? Ini udah jam 8 malam loh." Lanjut Sofia dengan melepaskan pelukannya dari Aira.


Gesa hanya memutar bola matanya malas karena sudah hafal dengan sang mama bahwa yang di sayang sekarang adalah Aira, si menantu kesayangannya..


"Disini yang anak mama Gesa atau Aira sih?" Sewot Gesa dengan meleparkan ranselnya di sofa.


"Ya kamu dong anak mama, tapi mama bosen tiap hari sama aku mulu.. Sekarang sama menantu mama karena dia cantik dan mama emang udah dari dulu pingin anak perempuan Ges." Jelas Sofia.


"Kenapa nggak buat anak perempuan aja ma?" Tanya Gesa iseng.


"Mama udah tua Ges. Lagian juga udah ada kamu sama Aira, jadi ya harus kalian berdua yang bikinin cucu untuk mama."


UHUK..


UHUKK...


Gesa yang awalnya sedang minum tersedak begitu saja saat mendengar sang mama yang membahas cucu apalagi ada Aira di sampingnya.


"Kita masih sekolah ma, nggak mikirin sampai ke anak dulu.."


"Lagian juga aku masih anak-anak mana bisa urus anak." Lanjut Gesa kemudian.


Sofia menatap Gesa lalu tersenyum kecut. "Masih anak-anak kok bisa mainin hati perempuan? Waras Ges bilang kek gitu?"


"Masih anak-anak tapi buat anak bisa tuh."


"Yuk sayang kite ke kamar, nyobain gaun pernikahan kamu yang mama pesan tadi sore." Lanjut Sofia lalu menarik lengan Aira menuju kamar Gesa.


"KOK KAMAR GESA?!" Teriak Gesa dari lantai bawah.

__ADS_1


"MALAM INI AIRA TIDUR SAMA KAMU, BESOK KAN UDAH SAH.. ANGGAP AJA LATIHAN MAIN KUDA."


Mendengar jawaban sang mama membuat Gesa bingung sendiri.


"Bisa mampus gue kalo tidur sama Aira. Mana bibirnya bikin candu lagi."


"Mama gila apa gimana sih? Udah tau anaknya pemain cewek sekarang disatuin sama cewek sekamar lagi."


"Gimana nanti kalo gue khilaf? Gue normal anjing!!"


"Argghhh.. Bisa mampus gue kalo kek gini." Lanjut Gesa kemudian dengan mengusap rambutnya kasar.


Gesa membanting punggungnya begitu saja di sofa empuk ruang tamu dengan memijat kepalanya yang pening.


"Ges, gimana penampilan calon istri kamu? Coba kamu lihat, ini tadi mama loh yang pilihan gaunnya." Ucap Sofia tiba-tiba dengan menggandeng lengan Aira yang sudah menggunakan gaun pernikahan untuk acar besok sore.


"Nggak tertarik, palingan juga sama aja." Ketus Gesa masih dengan menutup mata dengan lengannya.


"Ini gaun pilihan mama, kamu bener nggak mau tau cantiknya Aira pakai gaun ini." Tanya Sofia untuk memancing Gesa.


Namun Gesa tetap Gesa, kaku dan seenaknya sendiri ditambah dengan keras kepala.. Super duper komplit!


"Awas aja kalo besok nggak kedip lihat Aira, mampus kamu! Dan mama doain cucu mama di masa depan nanti kembar empat." Sewot Sofia lalu menuntut Aira menaiki tangga lagi untuk kembali menuju kamar Gesa.


Aira hanya bisa diam dan menurut saja apa yang sudah dipersiapkan oleh Sofia.


"Papa Gesa kemana ma kok nggak pernah kelihatan?" Tanya Aira tiba-tiba.


"Lagi perjalanan bisnis ke Yunani, besok udah sampai rumah kok buat lihat kamu dan Gesa menikah."


"Kamu siapkan sayang?" Lanjut Sofia dengan mengusap bahu Aira lembut.


Aira dengan ragu menganggukkan kepala. "Siap kok ma, insha'allah Aira siap untuk acara besok."


"Setelah lepas gaun ini nanti kamu cepet bersih-bersih ya dan istirahat, karena besok jadwal kamu akan menjadi ratu dalam sehari." Nasihat Sofia pada Aira.


"Mama ke kamar dulu ya.." Pamit Sofia.


"Kalo Gesa macem-macem sama kamu, teriak aja.. Kalian belum sah, masih besok jadi di tahan dulu." Lanjut Sofia dan pergi begitu saja keluar dari kamar Gesa.


"Yang harus dapetin kesucian lo harus gue! Nggak mau tahu harus gue." Ucap Gesa tiba-tiba yang memasuki kamar dan melibat tangannya di depan dada.


"Mulai deh ngelanturnya.." Jawab Aira singkat lalu pergi begitu saja menuju walk in closet.


Gesa mengusap wajahnya kasar. "Damn it! Seksi abis gilakk.." Umpat Gesa saat melihat lekuk tubuh Aira yang masih dibalut oleh gaun pengantinnya.


...🔥🔥🔥...


Hari ini dimana turnamen basket dilaksanakan di SMA Angkasa, yang mana semua cewek sangat menganggumi sosok Gesa bahkan tergila-gila dengan pesonanya.


"Tumben." Sahut Andre dengan memincingkan matanya.


"Jersey lo." Ucap Jefri dengan meleparkan jersey milik Gesa.


Tanpa menghiraukan apapun lagi dan tak menggubris teriakan histeris para kaum hawa SMA Angkasa, Gesa dengan cepat melepas kaosnya begitu saja dan terlihatlah badan kekar milik Gesa yang sangat menganggumkan untuk kelas cewek.


"Acara keluarga apaan Ges?" Tanya Andre lagi.


Gesa menghembuskan nafas lesunya. "Udahlah nanti lo sama Jep ikut aja, capek gue nutupin ini semua dari lo berdua." Gumam Gesa pelan.


Andre hanya dapat memincingkan matanya menatap Gesa seolah bingung dengan apa yang di ucapkan Gesa barusan padanya.


"Prepare gaes.." Ucap tiba-tiba Jefri dengan memukul pelan bahu Gesa dan Andre.


Turnamen telah berjalan dan Gesa sangat semangat jika berhubungan dengan basket, dimana basket merupakan olahraga kesukaannya sejak kecil.


Gesa selalu mencetak poin banyak jika turnamen. Fisik yang kuat, kelincahan serta kecepatan Gesa dalam bermain basket tidak bisa diragukan lagi.


Oleh karena itu, ia mampu untuk menjabat kapten basket selama 3 tahun berturut-turut.


Gesa melihat jam tangan mahalnya dan ia melihat permainan tersisa 5menit lagi dan dalam waktu tersebut membuatnya harus cepat pulang karena acara akadnya akan dimulai sebentar lagi.


Dengan rasa panik dan tanpa memikirkan apapun lagi, dengan sekuat tenaga Gesa melepar bola yang ia drible ke arah ring..


PRITTT..


"SMA PERTIWI WINN!!"


Gesa mengambil tas ranselnya begitu saja lalu berlari menuju basement parkir dan segera melajukan motornya dengan kecepatan penuh.


"Pemenangnya diwakilin sama anggota yang lain aja pak, saya ingin mengejar teman saya takutnya terjadi apa-apa." Pamit Andre pada wasit lalu menarik tangan Jefri menuju basement parkir.


"Kerumah Gesa brodi, gas." Ucap Andre dengan memakai helm full face'nya.


Tak menjawab ucapan Andre, Jefri segera memakai helmnya dan mulai melajukan motornya mengikuti Andre.


"Mampus gue telat anjing! Gimana nih mana masih pake baju basket lagi." Gerutu Gesa saat sampai di depan garasi mewahnya.


"Penghulu udah nunggu kamu dari tadi, kenapa lama amat sih?" Omel Sofia.


"Yang dinikahin pak penghulu bukan kamu sama Aira doang.."

__ADS_1


Gesa hanya memutar bola matanya malas bersamaan dengan melepas sepatu basketnya.


"Udah nggak sempet kalo kamu mandi dan dandan, sekarang gini aja gapapa asal sah." Ucap Sofia menarik lengan Gesa menuju penghulu


"Ma, Gesa ganti baju aja.. Atau nggak pake tuxedo." Jawab Gesa panik.


Ya kali nikah pake kostum basketnya?!


"Keburu pulang nanti pak penghulunya, sini kamu duduk sini." Ucap Sofia menyuruh Gesa duduk di depan penghulu tepatnya di samping Aira.


"Badan gue bau nggak?" Tanya Gesa dengan berbisik pelan pada Aira.


Aira yang awalnya hanya menundukkan kepalanya, mendongak begitu saja menatap Gesa.


"Nggak bau kok kak, walaupun berkeringat tetap wangi." Jawab Aira jujur.


Gesa menoleh menatap asistennya dan meminta dokumen yang telah ia persiapkan sejak kemarin.


"Mari mas Gesa jabat tangan saya." Ucap penghulu dengan mengulurkan tangannya.


Gesa dengan cepat membuka dokumen tersebut dan hal itu membuat semua orang terdekat yang datang mendadak bingung.


Gesa mengulurkan tangannya tanpa ragu. "Rileks mas jangan tegang nanti bisa salah." Nasihat penghulu tersebut dan Gesa hanya menganggukkan kepalanya.


"Afigesa Deanova Putra bin Deon Wijaya saya nikah dan kawinkan engkau dengan saudari Aira Kleantha binti Budi Baskara dengan.."


Jeda penghulu yang membuat Gesa dengan cepat menyerahkan dokumen yang telah ia buka tadi.


"..dengan mas kawin uang sebesar 7 juta dollar Amerika, rumah mewah beserta isinya di kawasan Perumahan Puri Indah, sertifikat pembelian saham atas nama Afigesa Deanova Putra di Sagra Grup sebesar 30% dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


Gesa menarik nafasnya dalam-dalam. "Saya terima nikah dan kawinnya Aira Kleantha binti Budi Baskara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Bagaimana para saksi?" Tanya penghulu dengan menatap para saksi.


"SAH."


"Kalian resmi jadi suami istri, semoga rumah tangga kalian langgeng sampai maut memisahkan."


"Untuk mas Gesa bisa dicium istrinya dan untuk mbak Aira bisa mencium tangan mas Gesa sebagai tanda kebaktian anda sebagai seorang istri." Lanjut penghulu tersebut.


Dengan ragu Gesa memajukan wajahnya dan mengecup kening Aira.


"Maunya bibir lo, tapi banyak orang jadi malu.. Nanti malem ya sayang." Goda Gesa berbisik dan hal tersebut berhasil membuat Aira takut sendiri.


Aira meraih tangan Gesa lalu menciumnya dengan kaku tanpa memikirkan apapun lagi.


"*Cuma Gesa yang akad nikah pake baju basket."


"Mas kawinnya bikin mata melongo."


"Gesa ganteng si istri juga cantik, anaknya pasti bibit unggul."


"Bisa-bisanya nikah pake jersey basket*."


Itulah beberapa obrolan yang masuk ke dalam telinga Gesa.


Gesa yang melihat Aira hanya diam tanpa bicara dengan cepat mengecup bibirnya singkat hingga sang empu kaget begitu saja.


"Mrs. Deanova.." Panggil Gesa pelan.


Aira menatap Gesa begitu saja. "Itu aku?" Tanya Aira dengan menunjukkan dirinya.


Gesa menganggukkan kepalanya. "Iya, itu lo.." Jawab Gesa dengan mengusap lembut pinggang Aira.


Cup


Cup


Cup


Gesa mengecup berkali-kali bibir Aira di depan para tamu tanpa malu, "Kita ganti baju.. Gue nggak mau tubuh seksi lo di lihat semua tamu disini dengan jelalatan." Tegas Gesa lalu mengangkat tubuh Aira begitu saja menaiki tangga dan tak menghiraukan para tamu lagi.


"Perawannya buat gue ya, malam ini.." Ucap Gesa setelah meletakkan Aira di atas ranjang.


"Nggak mau kak, kita cuma sementara nggak seumur hidup." Tolak Aira.


"Pokoknya buat gue dan gue juga udah siapin obat buat pencegah hamil.. Mau nggak mau lo harus mau karena lo istri gue." Tegas Gesa yang membuat mata Aira berkaca-kaca.


Cup


Gesa mengecup singkat kening Aira, lalu pergi begitu saja memasuki kamar mandi.


"Bismillah kamu kuat Ra.."


...🔥🔥🔥...


...**SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊...


...JANGAN LUPA IKUTI ⏬...


...IG : FRISKYA___...

__ADS_1


...TIKTOK : EBIGA'S**...


__ADS_2