AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
48 | PREPARE


__ADS_3

...IG : npaaaaa____...


...🔥🔥🔥...


"Ada apa bos panggil kita-kita kesini?" Tanya anak buah Gesa.


Gesa memanggil semua anak buahnya untuk berkumpul di markas besar yang resmi ia buat beberapa waktu yang lalu.


"Gue mau kalian semua cari orang ini?" Ucap Gesa dengan melemparkan foto Geral tepat di atas meja.


Gesa sungguh muak dengan Geral dan jika bukan karena istrinya yang merindukan sang kakak, mungkin Gesa tidak akan melakukan hal seperti ini.


Demi apapun Gesa akan menuruti kemauan Aira mulai saat ini dengan alasan yang selalu sama yaitu kemauan Aira berarti itu juga kemauan bayinya. Pedoman itulah yang Gesa pegang saat ini.


"Ini namanya kalo nggak salah Geral ya bos?" Tanya Johan, salah satu anak buah kepercayaan Gesa dengan mengamati foto tersebut.


Gesa mengusap dagunya pelan lalu menganggukkan kepalanya, "Ya.. Namanya Geral dan gue benci banget sama dia."


"Temuin dia dan bawa kesini secepatnya!"


Semuanya anak buah Gesa menganggukkan kepalanya patuh dan pamit undur diri yang hanya dijawab dengan anggukkan kepala oleh Gesa.


Gesa mengeluarkan ponsel mahalnya, "Masuk ke ruangan gue!" Suruhnya kemudian.


Theo, orang kepercayaan Gesa yang selama ini selalu ada untuknya dan membantu segalanya entah itu urusan dalam maupun luar kantor.


"Persiapan pesta ulangtahun istri gue udah sejauh mana?" Tanya Gesa to the point.


Theo menganggukkan kepalanya patuh bersamaan dengan menyerahkan tab mahalnya pada Gesa.


"Mungkin udah ada kalo 80 persen bos tapi untuk urusan kado dan dokumen yang bos suruh suruh kemarin belum selesai.".


"Pengacara anda masih berada di luar negeri bos dan setelah saya hubungi, beliau kira-kira besok sudah sampai Indonesia." Lanjut Theo menjelaskan semuanya.


Gesa hanya menganggukkan kepalanya pelan pertanda ia mengerti dan mulai meneliti gambar yang ada di tab mahal milik Theo.


"Lo siapin kado apaan buat istri gue? Yang mahal sama berharga kalo bisa."


"Untuk kado belum bos karena saya menunggu anda sendiri untuk turun tangan."


"Gimana kalo perhiasaan yang mahal?" Tanya Gesa pada Theo.


"Tapi ya kali perhiasan Aira udah banyak mana jarang di pakai lagi kalo nggak ada acara sama gue.. Masak iya gue udah dikado jagoan yang hidup malah gue kasih perhiasan doang."


"Maaf bos saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda karena saya sendiri belum punya orang spesial seperti anda punya nyonya Aira."

__ADS_1


Gesa hanya menghela nafasnya pelan lalu menyodorkan tab Theo. "Makanya cari pacar terus nikah.. Jomblo mulu heran gue."


"Lama-lama gaji lo gue potong dengan alasana gaji lo.. Lo habisin sendiri."


Theo tersenyum tipis lalu berpamitan undur diri dan berjalan menuju pintu.


"Kado apa ya yang berarti buat Aira dan nggak ada yang nyamain.." Gumam Gesa pelan dengan membuka laptop dan mencari sumber dari sana.


...🔥🔥🔥...


"Mama sama papa undang kita di acara lelang sayang." Ucap Gesa dengan melepas jasnya begitu sampai di dalam kamar.


Cup


"Lusa acaranya." Lanjutnya kemudian setelah mengecup kening Aira seperti biasa.


Aira yang awalnya membaca novel dengan cepat menarik nafas dalam-dalam untuk menetralkan jantungnya yang berdetak semakin cepat akibat perlakuan Gesa.


"L-Lelang?" Tanya Aira bingung dengan meletakkan novelnya diatas meja.


Gesa menganggukkan kepalanya, "Lusa lo juga akan tahu acaranya kayak gimana." Jawab Gesa lalu berjalan memasuki kamar mandi.


Mendengar suara gemercik air dari kamar mandi, Aira dengan cepat menuju ke walk in closet dan menyiapkan kebutuhan Gesa seperti biasa.


Gesa mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil dan tidak lupa juga handuk yang melilit pinggang rampingnya.


Hal tersebut mampu membuat Aira memerah sendiri, dimana ia yang selalu jatuh pada pesona Gesa lagi dan lagi.


Aira dengan cepat menggelengkan kepalanya bersamaan dengan menyodorkan pakaian Gesa, "Nggak mau hadiah apa-apa kak. Dikasih sehat selalu sama kak Gesa yang baik kayak gini aja aku udah bersyukur banget kok."


"Lo nggak lagi marah kan sama gue?" Tanya Gesa dengan memincingkan matanya.


Semenjak Gesa pulang dan memasuki kamar, Aira memang tampak tidak banyak bicara seperti biasanya dan itu membuat dirinya bingung sekaligus bertanya-tanya sendiri.


"Gue ada salah sama lo?"


"Nggak kak.. Aku nggak marah kok." Jawab Aira cepat.


Tidak punya rasa malu lagi, Gesa dengan cepat melepas handuknya begitu saja di depan Aira yang membuat sang empu melotot dan berbalik badan dengan cepat.


"Kak Gesa nggak punya malu emang." Gerutunya dengan mengusap lembut dadanya.


"Ya kali punya malu sama istri ya nggak boleh lah, kalo malu mana mungkin lo sekarang isi." Goda Gesa dengan menepuk pelan bahu Aira.


Setelah memakai pakaiannya dan melihat Aira yang belum berbalik badan menatapnya, Gesa segera mengangkat tubuh Aira dan membawanya menuju kamar.

__ADS_1


"Kak Gesa!! Kaget tau nggak?!" Omel Aira dengan melingkarkan tangannya di leher Gesa karena takut jatuh.


Gesa menurunkan Aira secara perlahan diatas ranjang lalu menatapnya lembut, "Kenapa lo cantik?"


"Hah?"


Hanya mendapat tatapan bingung dari Aira, Gesa dengan cepat mengusap wajahnya kasar, "Katanya nggak marah, kasih cium gue disini." Ucap Gesa tiba-tiba untuk mengubah topik awal pembicaraan mereka.


"Nggak mau." Tolak Aira saat Gesa menunjukkan bibirnya dan meminta untuk dicium.


"Oh nggak mau.. Yaudah sini biar gue aja." Lanjut Gesa cepat menaiki ranjang dan mengecupi bibir Aira dengan gemas tanpa berhenti kecuali sang empu memohon ampun padanya.


...🔥🔥🔥...


"Terimakasih kak Gesa untuk semuanya.."


"Permintaannya cuma satu ya Tuhan jika kau berkenan, ditatap kak Gesa seolah aku adalah semestanya, pusat dunianya dengan kata aku cinta kamu Ra."


- Aira Kleantha -


Gesa menutup kembali buku harian milik Aira dimana ia yang awalnya terbangun tengah malam dan tidak sengaja menyenggol buku yang ada di nakas.


Tidak menunggu apapun lagi, Gesa dengan cepat membuka buku tersebut lalu membacanya dari halaman pertama hingga tuntas.


"Semuanya berisi gue.. Ya Tuhan istri gue." Gumam Gesa yang menatap lembut Aira yang masih nyenyak dalam tidurnya.


Gesa termenung dengan tatapan tetap fokus pada Aira, memikirkan semuanya yang telah Aira berikan padanya tanpa menuntut apapun.


Mematuhi dan mengikuti semua aturan yang telah ia buat dengan ikhlas ditambah dengan hadirnya sang jagoan yang kini berada di dalam rahimnya, membuat Gesa sadar dan kagum bahwa tidak semuanya tentang kepemilikan.


"Gue tau gue salah dan gue minta maaf yang sebesar-besarnya untuk itu.. Mulai sekarang gue akan buka hati gue buat lo."


"Karena cuma lo yang bisa terima lebih dan kurangnya gue, cuma lo yang selalu ada buat gue dan cuma lo yang bisa bisa bikin hari-hari gue berwarna."


Cup


"Gue belum tau gue udah cinta atau belum sama lo.. Tapi yang jelas gue nggak mau lo ninggalin gue sendirian dan gue mau kita tetap terikat pernikahan seperti ini hingga kita menua bersama." Lanjut Gesa kemudian setelah mengecup kening Aira.


Gesa memasukkan buku harian Aira di laci nakas lalu menidurkan tubuhnya lagi di samping Aira.


Aira sendiri yang sadar dengan pergerakan Gesa dengan cepat mendekat dan memeluknya erat, menenggelamkan wajahnya seperti biasa di leher hangat milik Gesa.


Gesa mengecupi kening Aira dengan lembut, "Gue cinta lo Ra." Bisiknya kemudian dengan suara yang lirih bersamaan dengan terpejamnya mata karena kantuk.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


__ADS_2