
...IKUTI INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Aku baru sadar kalo ini cuma alibi kak Gesa biar ku belanja sebanyak ini kan?"
"Aku nggak perlu baju sebanyak ini loh kak." Lanjut Aira mulai mengomel begitu mereka memasuki rumah.
Gesa memang belanja sangat banyak hari ini, membeli semua yang dirasa bagus di pandang untuk Aira dan calon buah hatinya.
"Kita juga nggak tau bayi kita ini cowok apa cewek eh udah di beliin mainan segitu banyaknya."
"Kak Gesa kenapa suka boros sih? Padahal cari uang itu juga harus kerja dan kerja pastinya capek."
Gesa dengan cepat duduk begitu saja di sofa tanpa menjawab omelan Aira.
Melihat Aira yang ingin kembali mengomel panjang, Gesa dengan cepat menarik pinggang Aira lalu mendudukkannya tepat di pangkuannya.
"Masih perih nggak sayang perutnya?" Tanya Gesa kemudian bersamaan dengan tangannya mengusap lenbut perut Aira.
"Kita ke kamar aja yuk, aku bantu olesin obatnya."
"Aku lagi marah loh ini kak.."
Cup
"Emang siapa yang bilang kalo kamu lagi ketawa? Nggak ada kan?"
Tidak mau berlama-lama lagi menunggu jawaban dari Aira, Gesa dengan cepat berdiri dari duduknya dengan Aira yang berada di gendongannya.
"Kita mau kemana kak?" Tanya Aira bersamaan dengan merapatkan pegangannya di leher Gesa.
"Ke kamar sayang.. Aku mau jenguk baby." Bisik Gesa kemudian lalu tersenyum tipis menggoda Aira.
Aira menggelengkan kepalanya, "Nggak dulu deh kak."
"Aku nggak minta persetujuan kamu sayang.. Jadi mau nggak mau itu urusan kamu."
Setelah sampai di dalam kamar, Gesa mendudukkan Aira tepat di pinggiran ranjang lalu menyingkap dresnya begitu saja.
Hal tersebut sontak saja membuat Aira kaget dan berusaha meraih selimut di belakangnya namun di cegah cepat oleh Gesa.
"Kamu mau ngapain sayang? Jangan gerak-gerak nanti tambah perih."
"Malu kak.. Aku malu."
__ADS_1
Gesa mengernyitkan dahinya bingung, "Kenapa malu? Malu dengan alasan apa coba?" Tanyanya kemudian dengan mata yang fokus mengoleskan krim tepat di perut Aira yang mengalami iritasi.
"Kak Gesa nggak lihat apa sekarang di depan kak Gesa apa?"
"Malu tau nggak?!" Lanjut Aira dengan menutup tepat tengah-tengah pahanya dengan kedua tangan.
"Selain liat aku juga udah menikmatinya sayang.. Asal kamu tahu itu."
"Jadi ya kenapa harus malu?" Lanjut Gesa bergumam dengan meniup perlahan luka iritasi di perut Aira.
Aira tetap tidak mau bergerak dan masih bertahan dengan kedua tangan yang menutup tengah pahanya rapat-rapat.
Cup
Cup
"Kenapa kamu tambah seksi sih sayang?" Lanjut Gesa bertanya tiba-tiba setelah mengecup perut Aira dengan gemas.
"Seksi darimananya kak? Badan aku tambah hari tambah melar yang ada."
"Nyesel nggak jadi gemuk kayak gini?" Sahut Gesa cepat.
Aira diam sebentar seolah berfikir, "Nyeselnya sih nggak kak.. Tapi lebih ke bangga aja gitu bisa jadi wanita sesempurna ini."
"Merasakan jadi istri walaupun belum bisa semuanya terus ngerasain hamil juga yang belum tentu di rasain sama perempuan di luaran sana apalagi yang punya masalah perihal kehamilan."
Aira mengusap lembut rahang Gesa, "Dan sebentar lagi mau ngelahirin juga.. Bangga sama senengnya jadi satu." Lanjut Aira kemudian.
"Aku cinta kamu sayang.. Sumpah nggak bohong."
Cup
...🔥🔥🔥...
TOKK..
TOKK.. TOKKK..
"GESA.."
Suara ketukan pintu bertambah dengan memanggil dirinya membuat Gesa dengan cepat membuka matanya.
Gesa meraih ponsel mahalnya yang berada di nakas untuk melihat jam berapa sekarang lalu memalingkan pandangan tepat di sampingnya.
Dimana Aira yang masih tertidur pulas setelah melakukan hubungan suami istri bersama dirinya.
"Siapa sih yang malem-malem ke rumah gue kayak gini? Ganggu orang tidur aja." Gumam Gesa bersamaan dengan memakai celana pendeknya.
Bibir Gesa tersenyum tipis melihat pakaian dirinya bahkan Aira berserakan disana-disini memenuhi kamarnya.
__ADS_1
"Sebrutal itu gue sama si cantik." Ucapnya berbicara sendiri.
Cup
"Aku tinggal bentar ya sayang.. Ada tamu." Bisik Gesa pelan di telinga Aira setelah mengecup keningnya.
"Hem.." Jawab Aira berdehem dengan mengganti posisi tidurnya.
Gesa berjalan cepat menuruni tangga lalu membuka pintu rumahnya dengan cepat.
"Lo berdua ngapain disini? Ini jam berapa dodol?" Tanya Gesa cepat bersamaan dengan menutup bibirnya yang menguap lebar karena mengantuk.
Dan benar saya, tamu Gesa malam-malam begini tidak lain dan tidak bukan adalah Andre dan Jefri.
"Gabut aja sih sejauh ini." Jawab Andre cepat dan langsung saja masuk ke dalam rumah Gesa seperti biasa tanpa permisi yang diikuti oleh Jefri di belakangnya.
Gesa menghela nafasnya pelan, "Alamat nggak tidur gue malam ini." Gumamnya kemudian bersamaan dengan menutup pintu.
"Ini udah jam 11 malem dan lo pada nggak tidur apa gimana?" Tanya Gesa lagi.
"Gue sih maunya tidur di rumah tadi tapi berhubung gue di rumah sendirian dan Andre ngajak gue kesini yaudah gue ngikut."
"Emang bokap nyokap lo kemana?" Tanya Gesa.
"Tidur di rumah kakak gue, katanya sih kangen sama cucunya."
Gesa menghela nafas lalu menatap Andre dengan berkacak pinggang, "Lo ngapain ngajak Njep kesini malem-malem? Lo di usir atau gimana?"
"Minimal di tawarin minum dulu atau apa gitu? Ya kali tamu langsung di introgasi."
"Nawarin makan sama minum nggak berlaku buat lo berdua.. Sekarang langsung ke poinnya aja, lo berdua ngapain kesini malem-malem?"
"Mau ajak lo begadang aja sih, kan besok libur karena lusa perpisahan sekolah." Jawab Andre cepat dengan menyesap rokoknya.
Mau tidak mau pun Gesa tetap akan mau dan paling tidak bisa menolak kedua sahabatnya.
Gesa dengan cepat menuju dapur lalu membuka lemari pojok yang sengaja ia kunci dan lemari paling rahasia karena berisi minuman alkohol yang mahal.
Alasannya tetap sama, Aira akan marah besar jika tau bahwa Gesa masih mengkonsumsi minuma berbau alkohol.
"Lantai atas ruangan paling ujung kayak biasanya." Ucap Gesa dengan mengkode Andre dan Jefri melalui kedua tangannya yang membawa dua botol minuman alkohol.
Andre menepuk pelan paha Jefri dan tersenyum tipis, "Si paling kaya udah beraksi nih.. Yuk gas!"
"Gue cuma takut Gesa di amuk sama bininya." Sahut Jefri pelan bersamaan dengan mereka berdua menaiki tangga.
"Aira udah tidur kali jam segini dan nggak akan tahu kalo suaminya mau party time sama kita."
"Ya mungkin aja besok bangun terus lihat kita gimana? Gesa udah nikah dan dia punya tanggungjawab sekarang."
__ADS_1
Andre menepuk pelan bahu Jefri, "Kita nanti minum dikit aja terus jam-jam 2 pagi atau nggak jam 3 kita pulang.. Pokoknya sebelum Aira bangun lah."
...🔥🔥🔥...