AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
76 | PEWARIS


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Kak Ges.."


"Kak Gesa.." Panggil Aira yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


Jam menunjukkan pukul setengah satu dini hari namun Aira terbangun begitu saja karena merasakan nyeri di perutnya secara tiba-tiba.


"Kak Ges.. Bangun dulu sebentar aja." Ucap Aira lagi bersamaan dengan menggoyang-goyangkan bahu Gesa pelan.


Gesa tetap saja belum membuka matanya karena rasa kantuk yang amat sangat akibat menuruti Aira menonton drama korea kesukaannya.


Aira sendiri menahan rasa kram sekaligus nyeri di bagian perutnya, "Kak Gesa.." Lirihnya kemudian.


Gesa mengerjapkan matanya mendengarkan lirih Aira beserta merasakan goyangan pelan di bahunya.


"Apa sayang?" Ucap Gesa kemudian.


Aira mengusap perutnya pelan dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan hal tersebut sukses membuat Gesa panik sendiri.


"Apa sayang?"


"Kamu mau apa?"


Gesa menempelkan tangannya tepat di perut Aira, "Perutnya kenapa sayang? Kenapa sama perutnya? Sakit atau gimana?" Tanyanya kemudian dengan kepanikan mode on.


Melihat Aira yang sudah tidak sanggup untuk menjawab pertanyaannya, Gesa dengan cepat memakai kaosnya lalu menggendong Aira dan berlari menuju garasi.


"Kita ke rumah sakit ya sayang."


"Kamu nggak boleh tutup mata kamu, oke sayang?" Lanjut Gesa dengan mengusap lembut kepala Aira lalu mengecup keningnya pelan.


Aira hanya menjawab dengan anggukan pelan dn keringat yang sudah menetes karena menahan rasa kram serta sakit di bagian perutnya.


"Tanggal lahiran kamu kapan sayang? Seingat aku nggak dalam waktu dekat-dekat ini." Tanya Gesa mencoba mengalihkan rasa sakit Aira.


Aira menghembuskan nafasnya, "Kandungan aku ini bahkan masih 8 bulan jalan kak.. Nggak tau juga kenapa bisa sakit kayak gini."


"Di pesta kamu nggak makan aneh-aneh kan?"

__ADS_1


Aira menggelengkan kepalanya cepat, "Bahkan kak Gesa nggak biarin aku sendirian di pesta." Jawabnya cepat karena menahan nyeri.


Gesa semakin lama semakin menambah kecepatan mobilnya dan tidak beberapa lama mereka berdua telah sampai tepat di depan pintu rumah sakit.


Tidak menunggu apapun lagi, Gesa menggendong Aira begitu saja memasuki rumah sakit karena panik.


"Sus, bisa tolong istri saya? Perutnya mendadak sakit padahal belum waktunya melahirkan."


Suster tersebut dengan cepat memanggil salah satu dokter kandungan untuk menangani Aira.


Gesa mengusap wajahnya kasar sekaligus panik bukan main.


"Demi apapun Aira berhasil bikin gue jantungan kali ini."


"Ya Tuhan, berilah kesehatan pada bayi serta istri hamba-Mu ini." Lanjut Gesa dengan memejamkan matanya tepat di depan ruang dokter kandung dimana Aira tengah di tangani disana.


...🔥🔥🔥...


"Bagaimana keadaan istri saya dok? Ada masalah di perutnya atau gimana?" Tanya Gesa cepat setelah ia i di izinkan masuk keruangan oleh salah satu suster.


Gesa baru sekali ini panik hingga sedemikian rupa bahkan hampir saja menangis karena tidak tega melihat Aira yang kesakitan.


Sadar akan perasaan cinta dan sayangnya pada Aira yang semakin hari semakin besar, membuat Gesa bersyukur memiliki Aira dan ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untul tidak meninggalkan Aira apapun alasannya.


"Nanti akan saya tuliskan vitamin penguat kandungan serta penambah nafsu makan."


"Dan mohon pesan saya kepada anda karena anda suaminya untuk lebih memperhatikan lagi pola makan istri anda."


Gesa menganggukkan kepalanya cepat, "Memangnya kenapa dok? Nafsu makan istri saya tetap sama kok seperti sebelumnya."


"Nyonya Deanova termasuk usia dini untuk kehamilan saat ini dan mohon diusahakan untuk setiap check kandungan diperkirakan berat badannya naik itu lebih bagus."


Setelah berbicara serius dengan dokter kandung tersebut, Gesa dengan cepat membantu Aira berjalan untuk pulang.


"Tadi kata dokter aku cuma salah gerak aja kak waktu tidur terus juga kemungkinan salah makan juga bisa." Jelas Aira bersamaan dengan dirinya memasuki mobil.


"Kamu emang boleh sayang makan apapun dan aku nggak akan larang kamu."


"Tapi kalo bisa jangan makan yang aneh-aneh dan kalo kamu ingin makan apapun bilang sama aku, jangan di tahan."


Aira menganggukkan kepalanya cepat dan tersenyum manis menatap Gesa.


"Sekarang gimana perutnya?" Tanya Gesa tiba-tiba dengan tangan yang mengusap perut Aira lembut.


"Masih sedikit sakit kak tapi nggak kayak tadi waktu kita berangkat."

__ADS_1


"Aku udah beli obatnya tadi nanti sampai rumah makan dulu terus kamu minum." Ucap Gesa lagi bersamaan dengan melajukan mobilnya.


Aira hanya menganggukkan kepalanya singkat dn mulai melihat jalanan yang sepi dari jendela mobil dimana jam kini telah menunjukkan pukul 2 dini hari.


Melihat warung nasi goreng kecil yang belum tutup membuat Aira tiba-tiba berkeinginan makan disana sekarang juga.


"Kak, mau nasi goreng itu." Ucap Aira tiba-tiba pada Gesa dengan menunjuk warung tersebut.


"Tapi udah kelewatan.. Nggak jadi deh kak." Lanjut Aira kemudian karena mobil Gesa sudah jauh melewati warung nasi goreng tersebut.


Gesa meminggirkan mobilnya begitu saja dan mulai berbalik menuju warung tersebut.


"Kita bisa putar balik sayang asal apa yang kamu mau ada disana." Jawab Gesa dengan tangan yang mengusap kepala Aira dengan sayang.


Aira turun dari mobil dengan hati-hati dan dibantu Gesa lalu mereka berdua duduk di salah satu tikar yang kosong.


"Semenjak sama kamu, aku jadi sering tau makan di lesehan gini." Ucap Gesa tiba-tiba pada Aira.


Aira hanya tersenyum kecil menanggapi Gesa, "Kak Gesa si paling higienis dan nggak pernah makan makanan pinggir jalan eh sekarang hampir tiap hari makan di tempat lesehan."


"Aku harap kamu nggak keberatan kak dan maaf kalo kehamilan aku ngerepotin kak Gesa banget."


Gesa menggelengkan kepalanya cepat dengan tangan yang mengusap tangan Aira lembut, "No sayang.. Nggak ada kata ngerepotin kalo buat kamu."


"Dan aku nggak keberatan sama sekali asal kamu suka dan selama aku bisa nurutin kamu.. Kenapa nggak?"


"Semuanya yang aku punya itu juga punya kamu, punya anak kita.. Aku kerja cari uang juga buat kamu sama anak-anak kita kelak."


"Intinya kalo sama kamu dan buat kamu, aku akan selalu usahain ada." Lanjut Gesa menjelaskan panjang lebar untuk menenangkan Aira.


Dimana Gesa tidak akan meninggalkan Aira apapun alasannya dan apapun halangannya kelak.


Gesa tidak menyesal berkenalan dengan Aira bahkan menikahinya apalagi sekarang yang mana bagi Gesa, Aira adalah sumber utama hidupnya serta tujuan terakhir yang ia putuskan sebagai rumah untuk pulang dan bercerita.


"Kalo kamu serius kayak gini tuh kamu kelihatan ganteng loh kak.. Ganteng banget." Ucap Aira dengan tertawa menggoda Gesa.


"Siapapun yang kenal aku selalu memuji aku dengan kata tampan sayang.. Cewek cowok malahan." Jawab Gesa cepat dengan pedenya.


"Ya semoga aja anak kita ini cowok kak biar bisa mewarisi ketampanan kak Gesa."


Gesa memincingkan matanya menggoda Aira, "Kalo keluar cewek juga gapapa sayang.. Aku masih kuat bikin kok sampai keluar cowok."


"Itu maunya kak Gesa.." Sungut Aira dengan memalingkan pandangannya ke arah lain.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


__ADS_2