AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
43 | KAMU BERUNTUNG KAK GES!!


__ADS_3

...IG : npaaaaa____...


...🔥🔥🔥...


"Ini kita mau kemana kak?" Tanya Aira setelah Gesa pulang sekolah dan memutuskan untuk menjemput Aira yang sedang dirumah.


Hari ini adalah hari dimana Gesa akan menyuruh Aira untuk belanja sesuka hatinya dan menghabiskan seluruh uangnya jika itu perlu.


Tujuannya hanya memmbuat Aira senang dan melupakan semua kesalahpahaman yang ada. Namun Gesa tetap akan mencari tahu siapa dalang di balik kejadian yang membuat namanya brengsek sekaligus bajingan di mata Aira.


"Udah siap-siap aja sekarang."


"Tapi kak, aku belum masak buat makan malam kita.. Kak Gesa sih mendadak banget bilangnya mau jemput." Jawab Aira bermaksud menyalahkan Gesa.


Gesa yang awalnya memutar-mutarkan kunci mobil mendadak diam lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Gue masih punya uang Ra kalo cuma buat makan kita berdua. Udah ah makan diluar aja sekali-kali."


Aira yang mendengar jawaban Gesa dengan cepat berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


"JANGAN LARI SAYANG.. INGET BABY KITA." Teriak Gesa memberi peringatan Aira.


Tidak mendapat jawaban dari Aira, Gesa mengeluarkan ponselnya dari mencari kontak seseorang disana.


Mencari dalang dan bukti dibalik tidurnya dia dengan Nayla masih tetap menjadi tujuan utamanya. Prioritas hidupnya kali ini sudah berpusat pada Aira dan calon buah hati mereka, jadi sebisa mungkin Gesa akan membuat Aira bertahan padanya seumur hidup.


Mendengar suara langkah kaki yang menuruni tangga, Gesa dengan cepat mendongakkan kepalanya dan menahan Aira yang sudah rapi sekaligus cantik disana.


"Ini serius pake baju itu?" Tanya Gesa gugup sendiri mengamati penampilan Aira.


Aira yang tampak bingung kemudian melihat penampilannya ke bawah, "Iya kak gini aja, lagian juga udah sore.. Nanti juga pasti kita pulang malem. Nggak mungkin juga ada yang liatin aku." Jelas Aira.


"Orang mana yang nggak akan lihatin lo Ra? Lo sekarang cuma pake hoodie gue sama celana laknat lo ah elah."


Gesa mengusap wajahnya kasar lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Kenapa pake hoodie gue?"


"Ini yang diluar kak lagian juga kalo baju kak Gesa diluar lemari berarti itu baju kotor dan waktunya dicuci."


"Ini kan belum aku cuci dan aku cium tadi masih lumayan wangi, yaudah deh aku pake.. Nggak boleh ya? Kalo nggak boleh aku ganti baj-"


"Boleh sayang boleh banget." Jawab Gesa cepat dan menarik lengan Aira menuju garasi.


Tidak sengaja tangannya yang mengusap pinggang Aira, Gesa merasakan ada yang ganjal disana.


"Jangan bilang lo nggak pake daleman Ra." Tuduh Gesa tiba-tiba yang membuat mata Aira melotot dan menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti pake bengong lagi."


Aira tersenyum tipis dengan memunculkan gigi putihnya dan mendongak menatap Gesa. "A-Anu kak."


Gesa yang mendengar jawaban Aira hanya memincingkan matanya dan beranggapan bahwa tuduhannya memang benar adanya.


"Aku emang nggak pernah pake daleman kak kalo pake hoodie kak Gesa. Nggak tau nyaman aja kalo nggak pake daleman dan kalo pake pasti aku kepanasan." Jelas Aira.


Gesa dengan cepat menarik tangannya dari pinggang Aira, "Yaudah deh gapapa asal harus sama gue kalo nggak pake daleman, kalo nggak sama gue nggak boleh keluar rumah kalo perlu."


Aira menganggukkan kepalanya singkat dan mulai duduk di jok mobil mewah milik Gesa.


"Nggak lagi mau makan apa-apa Ra? Misalnya ngidam apa gitu?" Tanya Gesa saat ia sudah melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan.


Aira menggelengkan kepalanya dengan tangan yang selalu mengusap perut ratanya dengan lembut, "Nggak mau makan apa-apa kak, kalo mau pasti juga aku bilang."


"Nggak mau minta barang apa gitu? Setau gue saat gue kemarin baca kayak semacam artikel gitu ngidam nggak harus makanan."

__ADS_1


"Mungkin lo mau rumah, mobil atau apartement atau apa gitu.. Ayo bilang." Lanjut Gesa kemudian.


"Nggak mau apapun kak.. Udah ah banyak-banyak nabung aja buat masa depan kita dan anak-anak kita."


Mendengar jawaban Aira tanpa sadar membuat Gesa senyum-senyum sendiri karena beranggapan jika Aira akan selalu menemani hidupnya dan kata anak-anak membuat Gesa semakin girang.


Dimana kelak anak mereka berdua tidak hanya satu, melainkan banyak dan sesuai yang ia mau.


...🔥🔥🔥...


"Gimana kalo kita beli perlengkapan bayi juga Ra?" Tawar Gesa pada Aira.


Mereka berdua telah sampai di basement parkir area pusat perbelanjaan dimana Gesa yang akan membelanjakan semua yang Aira mau hari ini tanpa minimal limit.


Aira yang awalnya nurut mau kemana mendadak protes karena ia tidak membutuhkan apapun dan tidak ingin membeli apapun.


Aira tipikal anak hemat yang suka menabung..


"Jangan aneh-aneh deh kak.. Bahkan perut aku masih rata dan kita juga nggak tahu dia itu cewek atau cowok."


Gesa dengan cepat dan tanpa ragu mengulurkan tangannya dan mengusap pelan perut Aira, "Kamu cewek apa cowok sayang? Mau beli apa hari ini?" Gumam Gesa pelan.


Aira hanya tersenyum tipis melihat tingkah Gesa yang semakin hari sayang terhadap calon buah hatinya. Ia sangat bersyukur jika Gesa selalu ada untuk calon bayi mereka walaupun tidak untuk dirinya.


"Mungkin kalo gue jenguk tiap hari bisa cepet berkembang Ra."


PLAK!!


"Itu maunya kamu kak dan nggak ada teori jenguk tiap hari terus cepet berkembang sepanjang sejarah." Ucap Aira dengan gemas setelah memukul lengan Gesa.


"Gemes deh pingin tidurin lo disini."


Aira mendorong tangan Gesa lalu menghela nafasnya pelan, "Kita di mobil dan sekarang di basement parkir.. Nggak usah aneh-aneh kak Gesa yang tampan."


"Ih kepedean mulu jadi orang." Sahut Aira dengan merapikan hoodie yang ia pakai hari ini.


"Kalo gue nggak tampan mana mau lo gue tidurin tiap hari terus tangan lo pake usap-usap perut gue, rahang gue sekaligus rambut gue."


Mata Aira melotot mendengar ucapan Gesa, "Kak Gess.." Peringatnya kemudian.


"Nanti pulang belanja kita check-in aja nggak usah pulang."


"Kak Gesa.. Jangan mulai deh, yuk masuk sekarang." Jawab Aira cepat bermaksud mengalihkan ajakan Gesa yang menolak pulang.


Cup


"Iya sayang iya.. Yuk belanja yuk." Ucap Gesa kemudian setelah mengecup bibir Aira singkat hingga membuat pipi sang empu memerah sendiri.


...🔥🔥🔥...


Cup


"Sayang mau makan apa?" Tanya Gesa setelah mengecup kening Aira.


Entah apa yang membuat Gesa menjadi seperti ini tapi yang jelas ia hanya menyalurkan rasa kasih sayang serta ketulusan atas sukanya memperlakukan Aira dengan baik secara pribadi maupun di depan umum.


"Kak Gesa kenapa sih selalu cium aku?" Bisik Aira pelan dengan menarik lengan Gesa yang sedang berbicara dengan salah satu pegawai restoran.


"Karena gue sayang lo."


"Mau makan apa? Nyium bau makanan yang amis-amis mual nggak sayang?" Lanjut Gesa dengan menatap mata Aira dan tangan yang mengusap pipinya lembut.

__ADS_1


Aira memang sensitif terhadap bau. Bau apapun yang kurang cocok dengan indera penciumannya pasti mual begitu saja dan tubuhnya akan lemas.


Gesa akan membuat Aira makan kali ini tanpa mual dan Gesa akan memprioritaskan semuanya hanya untuk Aira dan calon buah hati mereka berdua.


Aira menggelengkan kepalanya pelan dan Gesa kembali memesan makanan yang sekiranya sang istri suka dan tidak membuatnya mual.


"Makan yang banyak ya hari ini." Ucap Gesa tiba-tiba dengan mengusap lembut rambut Aira.


Aira hanya menganggukkan kepala pelan lalu tersenyum manis menatap Gesa. Tidak mau berfikiran buruk lagi tentang Gesa, namun akan lebih hati-hati lagi jika hatinya kembali jatuh cinta pada Gesa.


"Mual nggak sayang?" Tanya Gesa lagi dengan tangan yang mengusap lembut jemari Aira.


Sedangkan Aira yang mulai menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya dengan hati-hati untuk merasakan makanan apa kali ini yang ia makan hanya menggelengkan kepalanya.


"Halo Ges.. Kamu disini juga." Sapa salah satu wanita dengan tersenyum manis dan tangan yang mengusap bahu Gesa tanpa malu.


Gesa dengan cepat berdiri dari duduknya dan menepis tangan wanita tersebut dengan kasar. "Ya gue disini, lagi makan." Jawabnya kemudian.


Aira hanya diam melihat Gesa yang lagi-lagi bertemu dengan wanita cantik dan tentunya saja itu adalah salah satu mantan Gesa.


"Boleh dong kalo aku gabung di meja sini, kan kita lama nggak ketemu Ges.. Kali aja kita bisa kangen-kangenan gitu." Ucap wanita tersebut tanpa malu.


Gesa memutar bola matanya malas lalu menatap Aira seolah meyakinkan bahwa wanita tersebut tidak berarti apa-apa untuk dirinya.


Aira memang istri Gesa untuk saat ini, ingin rasa ia berdiri dan membentak wanita tersebut bahwa Gesa sudah beristri bahkan tengah mengandung anaknya.


"Silahkan aja mbak.. Siapa namanya?" Ucap Aira santai bersamaan dengan berdiri dari duduknya.


Hormon hamilnya mulai keluar begitu saja dan tidak mau mengalah lagi. Dan itu semua ia lakukan hanya untuk sang bayi tercinta yang kini tengah ada di perutnya.


"Bianca.. Mantan terindah Gesa." Ucap wanita tersebut yang bernama Bianca.


"Oh iya silahkan aja duduk mbak, kebetulan aku sama mas Gesa mau pergi."


"Siapa lo yang berani ajak Gesa pergi? Pake panggil mas lagi.. Jijik tau nggak." Ketus Bianca dengan menyeret kursi lalu duduk tepat di depan Aira.


"Kamu sekarang istrinya kak Gesa Ra, jadi untuk saat ini kewajiban kamu adalah mempertahankan Gesa.. Entah itu dengan hati maupun tidak tapi yang jelas rumah tangga kamu dipertaruhkan disini."


Dengan berani Aira mengulurkan tangannya yang disambut sombong oleh Bianca, "Maaf gue nggak mau kenalan sama sembarang orang tapi untuk lo yang pergi sama Gesa jadi gue mau." Ucap Bianca dengan sombong.


Aira menganggukkan kepalanya kecil dengan menatap Gesa bermaksud meminta persetujuan untuk melakukan hal buruk semuanya pada Bianca.


Gesa sendiri hanya mengendikkan bahunya pelan karena jengah lalu membiarkan Aira bertingkah sesuka hatinya asal istrinya yang satu ini senang dan tidak bersedih lagi.


"Aira Deanova, istri dari Afigesa Deanova Putra." Ucap Aira dengan tersenyum manis dan menarik tangannya kasar.


Meraih slingbag mahalnya lalu melingkarkan tangannya di lengan Gesa dan berjalan menuju basement parkir sekaligus tidak lupa membisikkan sesuatu di telinga Bianca.


"Maaf seribu maaf ya kak Bianca yang cantik.. Rumah tangga kita tidak menerima lowongan orang ketiga dan mantan terindah itu tidak ada kak."


"Kalo terindah nggak mungkin jadi mantan.. Saya dan suami mohon pamit." Lanjut Aira yang membuat Bianca terdiam.


Aira memang berani semenjak ia hamil, karena di pikirannya hanya Gesa miliknya untuk saat ini dan jika mereka bercerai maka Aira akan membuang jauh-jauh sikap posesifnya terhadap Gesa.


"Savage sekali my wife." Goda Gesa dengan menoel-noel pipi Aira lalu mengecup bibirnya singkat.


"Yang mau anak kamu kak, maaf ya kalo kasar tadi ke cewek tadi."


Gesa mengendikkan bahunya, "Nggak masalah buat gue karena gue suka.. Gitu terus ya dan harus berani. Nggak usah takut-takut sama apapun karena ada gue yang akan selalu di belakang lo." Ucapnya kemudian lalu berjalan memutari mobil setelah mempersilahkan Aira duduk manis di jok mobil.


"Kamu beruntung kak Ges.. Aku mencintaimu!!"

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2