
"Eh Aira.. Aira bukan sih?" Tanya cowok yang tiba-tiba menghampiri Aira.
Gesa dan Aira kini berada di salah satu kedai warung makan pinggir jalan dimana Aira yang ingin makan disana.
"I-Iya.. Siapa ya?" Tanya Aira kemudian.
"Lo lupa sama gue? Gue temen lo waktu SMP."
"Dani." Lanjut cowok tersebut dengan mengulurkan tangannya.
Aira hanya diam dan mencoba mengingat kembali cowok yang ada di depannya.
"Kita pernah deket Ra.. Ya kali lo lupain gue, mentang-mentang kita pernah pacaran."
Aira tersenyum kecil, "Bisa aja Dan.. Gue inget kok gue inget."
"Gimana kabar lo?" Lanjut Aira kemudian.
Dani menatap Aira mulai dari atas hingga bawah yang hanya menggunakan celana kain ketat serta hoodie Gesa yang kebesaran berhasil menutup perut buncitnya.
"Lo makin cantik aja ya."
"Kabar gue baik kok, kabar lo gimana?" Lanjut Dani.
Aira menganggukkan kepalanya singkat dan tersenyum ramah, "Baik juga."
"Ini udah malem banget buat cewek kayak lo keluar rumah, lo ngapain jam segini disini?"
Aira menunjuk kedai yang tepat berada di belakangnya, "Mau makan disini.. Semuanya udah tutup dan cuma kedai ini aja yang buka."
Gesa yang melihat Aira tengah berbicara dengan salah satu cowok mendadak diam dan mendengarkan semua percakapan diantara keduanya.
"Dengerin dulu aja kali ya, siapa sih cowok itu? Mana godain istri gue lagi."
Sedangkan untuk Aira sendiri merasa sangat bosan dan kesal dengan Gesa.
Gesa memang berpamitan untuk mengambil slingbagnya namun tidak kunjung kembali ditambah Dani yang lirik-lirik padanya semakin membuanya takut sendiri.
"Makan bareng yuk, gue deh yang traktir."
"Mau makan apa aja boleh." Lanjut Dani kemudian.
Aira menggelengkan kepalanya pelan, "Nggak deh, duluan aja."
"Nanti lo pulang sama siapa? Gue anterin ya."
"Alamat rumah lo masih sama kan?"
"Dia sama gue dan nggak perlu lagi lo anter maupun traktir dia." Ucap Gesa yang tiba-tiba datang dan merangkul erat pinggang Aira.
__ADS_1
Aira yang awalnya kesal mendadak tersenyum tipis setelah kedatangan Gesa di sisinya.
Dani memutar bola matanya malas, "Emang lo siapa dateng-dateng rangkul Aira?"
"Lo juga kenapa mau sih Ra di rangkul sama cowok nggak jelas yang baru aja dateng.. Perasaan lo dulu tertutup banget deh."
"Waktu deket sama gue aja lo nggak pernah mau keluar sama gue.. Sedangkan sekarang aja, malah keluar tengah malem sama cowok lagi."
Gesa berdecih dan tidak menyangka bahwa cowok yang ada di depannya kali ini adalah cowok bermulut wanita.
"Lo cuma masalalunya Aira kali dan itupun lo nggak pernah jadian sama Aira."
"Apa lo bilang?!!" Sahut Dani tidak terima.
"Koreksi ulang ucapan lo, lo sendiri yang bilang waktu deket artinya deket doang nggak jadian dong." Jawab Gesa dengan senyum khas yang mengejek lawan bicaranya.
Jujur saja Gesa tidak terima jika istrinya harus di jelek-jelekan oleh manusia bentukan Dani.
Tampang Dani tidak ada apa-apanya dibandingkan Gesa yang lebih dari segalanya.
"Udah nggak usah ribut lagi mas, mending kita makan terus pulang." Ajak Aira dengan mengusap lembut lengan Gesa.
Gesa dengan cepat pergi ke dalam kedai dan mengabaikan Dani yang sedang menatapnya nyalang.
"Gue akan rebut Aira dari lo.. Dia milik gue dari dulu dan akan gue rebut milik gue lagi." Geram Dani dengan mengepalkan tangannya dendam kepada Gesa.
...🔥🔥🔥...
Gesa masih jengkel sendiri dengan ucapan Dani yang menjelekkan Aira di depannya.
Dani belum tahu aja siapa Gesa sebenarnya..
"Deket sih ya kayak temen biasa gitu. Lagian juga udah lama, aku bahkan lupa tadi kalo dia nggak bilang pernah deket."
"Kalian nggak pernah pacaran kan?" Tanya Gesa semakin penasaran dengan kisah cinta Aira sebelum bersama dengan dirinya.
Aira menghela nafasnya, "Kita ini udah di rumah loh mas Gesa.. Dan kamu masih bahas Dani dari di kedai sampai di rumah sekarang ini."
"Kamu nggak bosan apa gimana?" Lanjut Aira kemudian.
"Gimana mau bosan orang urusan kamu itu juga urusan aku.. Aku masih nggak terima ya Dani seenak jidatnya jelekin kamu."
"Kamu istri aku sekarang dan aku wajib tau gimana masalalu kamu." Lanjut Gesa kemudian.
Aira melepas hoodie Gesa dari tubuhnya lalu memeluk Gesa tanpa permisi dan sangat erat.
Menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Gesa, menghirup aroman kopi disana dan tidak lupa mengecupnya singkat.
"Istri untuk sekarang aja mas Gesa?" Tanya Aira kemudian dengan kepala yang mendongak menatap Gesa dan kedua tangan melingkar erat di lehernya.
__ADS_1
"Sekarang sampai seterusnya sayang."
Cup
Gesa mengecup singkat bibir Aira lalu tersenyum, "Dani ganteng nggak sih sayang?"
"Kalo di kasih pilihan, kamu pilih Dani atau aku?" Lanjut Gesa yang kembali lagi membahas Dani.
Aira tertawa kecil mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Gesa.
"Dani ganteng sih." Jawab Aira cepat dengan menganggukkan kepalanya mantab bermaksud menggoda Gesa yang tengaj dilanda kecemburuan.
"Percaya Dani ganteng." Ketus Gesa.
"Kalo di suruh milih kamu sama Dani, menurut kamu aku harus pilih yang mana?" Tanya Aira pada Gesa.
Gesa tersenyum tipis yang menambah kadar ketampanannya lalu mengecup pelan kening Aira.
"Pilih Gesa aja deh mendingan sayang."
Aira tertawa, "Bisa disebutkan nggak sih kelebihan Gesa apa?"
"Terus kalo aku pilih Gesa aku dapet apa aja?" Lanjut Aira.
"Kelebihan Gesa banyak loh sayang nanti kalo disebutin satu per satu nggak akan kelar-kelar."
"Terus kalo pilih Gesa pasti dapat semuanya.. Anything for you, sayangku cintaku."
Aira memeluk erat Gesa kembali dengan rasa syukur yang amat besar.
Mendapatkan sosok suami seperti Gesa bahkan tidak terlintas di fikirannya dari awal sekalipun.
"Orang buta pun tau mas Gesa.. Kalo kamu lebih segalanya, lebih apapun dari Dani." Ucap Aira pelan yang membuat Gesa tersenyum kecil lalu mengangkat tubuh Aira ke dalam gendongannya.
"Kalo Dani nggak ada apa-apanya berarti kamu skip gitu aja dong?" Tanya Gesa lagi meyakinkan keraguan atas dirinya untuk Aira.
"Jangankan Dani, semua cowok akan aku skip karena aku istri kamu."
"Gila apa gimana aku kalo aku selingkuh gitu aja dari kamu.. Mustahil banget."
"Lagian cowok mana yang mau sama aku, orang perut aku aja isinya udah anak kamu mana ufah mau keluar lagi." Jelas Aira kemudian.
Cup
Cup
"Aku sayang.. Aku mau banget sama kamu."
"Beneran demi apapun, aku mau banget sama kamu." Lanjut Gesa dengan girang dan kaki yang berjalan menaiki tangga menuju kamar dan Aira yang berada di gendongannya.
__ADS_1
"Kalo kamu sampai nggak mau sama aku.. Beli aja jatah diluar dan jangan pulang." Kesal Aira yang membuat Gesa tertawa.
...🔥🔥🔥...