
...IKUTI INSTAGRAM UNTUK INFO TERUPDATE...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Sayang.." Panggil Gesa bersamaan dengan langkah kakinya menuruni tangga.
Gesa tampak marah dengan rahang yang kaku karena melihat Aira yang membantu dekorasi untuk acara pesta hari ini.
"Suruh siapa kamu ikutan bawa ini bawa itu kesana-kemari?"
Aira yang sedang membawa vas bungan ditangannya dengan cepat menatap Gesa dengan tersenyum tipis, "Mau bantuin aja kak daripada nggak ngapain-ngapain."
"Kamu nggak boleh capek, sayang."
Aira menggelengkan kepalanya, "Nggak capek sama sekali kak. Ini cuma vas bunga sama bunganya dan ini ringan banget loh."
"Seringan apapun kalo itu namanya vas sama bunga pasti punya beban."
"Tapi ini ringan banget kak. Mau aku taruh di meja sana." Ucap Aira dengan menggoyang-goyangkan vas tersebut dengan ringannya.
Gesa menghela nafasnya karena sudah mulai hafal dan menikmati sifat Aira yang keras kepala.
"Yaudah sini aku angkatin dan bawain kes-"
"No thanks, kak.."
"Aku bisa sendiri." Lanjut Aira kemudian pergi dari hadapan Gesa dan berjalan menuju meja.
Gesa berjalan mendekat ke arah Aira lalu menngendongnya ala bridal style dengan cepat.
"Nggak ada bantahan lagi sayang."
"Kak Gesa apa-apaan sih? Ada orang banyak loh di rumah.. Malu tau."
"Turunin aku kak." Lanjut Aira merengek pada Gesa.
Tidak mendengar apapun ucapan Aira, Gesa berjalan dengan santainya menaiki tangga.
"Ya kali kita di kamar kak, di luar itu lagi repot-repotnya loh." Ucap Aira begitu dirinya dijatuhkan Gesa dengan hati-hati di atas ranjang.
Cup
"Yang sibuk mereka sayang dan itu emang pekerjaan mereka.. Aku bayar mereka buat pekerjaannya." Jelas Gesa setelah mengecup singkat bibir Aira.
Gesa dengan cepat menenggelamkan wajahnya tepat di ceruk leher Aira, menghirup aroma vanila bercampur stroberi khas dari sana.
"Geli kak.."
"Kenapa sih wangi mulu nggak pernah bau? Heran deh." Gumam Gesa kemudian dengan menciumi leher Aira tanpa henti.
Aira hanya tertawa kegelian akibat ulah Gesa sedangkan Gesa sendiri dengan berani mulai memasukkan tangannya ke dalam dres serta mengusap lembut pinggang Aira.
"Minta jatah boleh ngga si sayang?" Tanya Gesa dengan nafas menggebu-gebu.
Aira menggelengkan kepala dengan menahan senyum menatap mata Gesa, "Nggak boleh kak sama dokter."
__ADS_1
Gesa berdiri begitu saja dari tubuh Aira lalu mengusap wajahnya kasar.
"Sampai kapan sayang? Udah lama nggak jatah."
Aira mengendikkan bahunya lalu berdiri dan mengusap rahang Gesa, "Besok kita ke dokter dulu ya kak, tanya sama dokternya."
Gesa menghela nafasnya lalu mengecup kening Aira dengan lembut dan berlari begitu saja menuju kamar mandi.
"Kak Ges, mau kemana?" Tanya Aira kemudian.
"MAIN SOLO!!" Teriak Gesa yang membuat Aira tidak bisa menahan tawanya.
"AWAS KAK NANTI LECET." Teriak Aira tidak mau kalah lalu berjalan keluar dari kamar.
...🔥🔥🔥...
Acara pesta yang meriah berjalan lancar malam ini, dimana Gesa yang tidak bisa jauh dan tidak akan membiarkan juga Aira jauh darinya membuat Aira hanya bisa menurut saja.
"Kamu nggak boleh minum ini, sayang." Ucap Gesa cepat begitu Aira ingin meminum segelas soda.
Gesa kemudian meletakkan gelas tersebut dan meminta kembali pada salah satu bartender segelas jus jeruk.
"Aku nggak tau kalo itu soda kak." Gumam Aira penuh sesal dengan kepala menunduk dan mengusap perutnya lembut.
"Maafin mama sayang.. Untung aja mama belum minum." Lanjutnya kemudian.
"Kenapa nggak boleh minum soda kalo hamil? Perasaan soda nggak mengandung alkohol deh." Tanya Andre tiba-tiba yang baru saja datang bersama dengan Jefri.
Gesa yang kaget kemudian memutar badan begitu saja untuk menyambut kedua sahabatnya.
"Kalori di soda tinggi dan soda itu pemanis buatan.. Boleh minum soda asal dibatasi."
"Kalo minum kenapa emangnya?" Sahut Jefri cepat karena ingin tau.
Gesa mengendikkan bahunya pelan, "Kemungkinan besar kalo Aira minum soda waktu hamil, nanti lahirnya bisa prematur."
"Setau gue gitu sih.. Gue baca-baca artikel gitu."
Andre dan Jefri hanya bertatapan bingung lalu kembali memalingkan wajahnya secar bersamaan menatap Gesa, "Bener-bener calon papa yang baik."
Aira yang mendengar hal tersebut tersenyum tanpa sadar, "Kalian berdua juga calon suami sama calon papa yang baik.. Cepetan nikah dong." Guraunya kemudian.
"Nggak ada dana."
"Nggak ada niat." Sahut Jefri setelah Andre.
Gesa menatap Andre dan Jefri bergantian. "Lo berdua perasaan kaya deh.. Jangan sok nggak punya deh kalo di depan gue."
"Ya tapi kalo di banding sama harta lo yang nggak akan habis tujuh turunan, punya gue mah satu turunan udah habis." Jawab Andre cepat tanpa ragu.
Mata Andre tiba-tiba saja terfokus pada Intan lagi kali ini dan sejak hari kemarin entah apa yang membuat dirinya ingin mencari perkara dengan Intan.
"Gue kesana bentar.." Pamit Andre lalu pergi begitu saja setelah meletakkan gelasnya.
"Mau kemana tu anak?" Tanya Gesa pada Jefri.
Jefri dengan cepat mengendikkan bahunya, "Ke Intan mungkin.. Dia kan akhir-akhir nyari perkara mulu sama Intan. Katanya gemes."
"Semoga aja jatuh cinta deh mereka berdua." Lanjut Jefri dengan santainya.
__ADS_1
Gesa menganggukkan kepalanya mengerti, "Semoga aja deh.. Biar nggak caper mulu sama anak-anak lain."
Dilain tempat, Andre tengah berdiri tepat di depan Intan untuk menghadangnya tanpa ragu.
Intan menghela nafasnya, "Kenapa lagi? Gue udah nggak ada urusan lagi sama lo."
"Gue lagi nggak mood dan gue lagi nggak mau debat sama lo." Lanjut Intan kemudian.
"Siapa juga yang ngajak lo debat? Nggak ada kali."
"Kalo nggak ada, yaudah lo minggir." Jawab Intan cepat dan mencoba untuk berjalan namun Andre tetap saja menghadangnya.
"Lo kenapa sih ganggu gue mulu? Gue nggak ada mood buat berantem sama lo." Peringat Intan dengan greget pada Andre.
Andre mengangkat satu alisnya dengan sorot mata tajam menatap Intan, "Lo belum berterimakasih sama gue perihal kejadian kemarin." Ucapnya kemudian dengan santai dan kedua tangan yang terlipat di depan dada.
"Sebenarnya lo ikhlas nggak sih nolong gue? Perhitungan banget jadi orang." Sewot Intan.
"Gue ikhlas. Banget malahan.. Tapi gue mau lo berterimakasih sama gue."
Intan menghela nafasnya lalu menatap Andre jengah, "Yaudah gue makasih. Kemarin lo udah nolongin gue, anter gue pulang juga."
"Minggir lo sekarang!!" Suruh Intan kemudian.
Intan hari ini kebetulan sedang datang bulan hari pertama, dimana ia selalu mengalami nyeri perut yang amat sangat.
Pertama masuk ia sudah merasakan akan pingsan, namun ia juga tidak bisa untuk tidak datang ke pesta karena sudah di amanahi oleh Gesa untuk saling membantu anak panti asuhan.
Dan sialnya, ia bertemu Andre yang semakin menguras tenaganya akibat perdebatan yang tiada ujungnya.
"Gue nggak mau minggir karena lo berterimakasihnya nggak ikhlas."
Intan memegang perutnya yang sangat nyeri tiba-tiba dengan bibir yang pucat pasi menahan sakit.
"Lo kenapa?"
"Sakit?" Tanya Andre kemudian dengan memegang bahu Intan.
Intan menepis kasar tangan Andre, "Bukan urusan lo!"
"Gue cuma tany-"
BRUK!!
"Ehh.." Kaget Andre dengan menangkap tubuh Intan yang pingsan tepat di depannya.
Gesa yang melihat kejadian tersebut dengan cepat berlari menuju Andre, "Ini kenapa eh?"
"Gue nggak tau dan gue mau pinjam mobil lo.. Gue mau bawa ke klinik terdekat." Panik Andre dengan Intan yang berada di gendongannya.
"Lo urus pesta aja dan Intan gue yang urus.. Jangan sampai anak lain tau nanti takutnya mereka juga panik dan itu berdampak pada pesta malam ini."
"Hati hati ya kak." Ucap Aira kemudian.
Andre berlari menuju garasi rumah Gesa untuk meminjam mobil karena ia malam ini ke rumah Gesa menggunakan motor.
"Lo kenapa sih tiba-tiba pingsan gini?" Gumam Andre bersamaan dengan melajukan mobilnya menuju klinik terdekat.
...🔥🔥🔥...
__ADS_1