
"Berangkat sekolah maupun pulang sekolah harus sama gue! Nggak boleh nebeng atau sama si murid baru songong itu." Ucap Gesa dengan memakai seragamnya pagi ini.
Berantakan namun tetap terlihat bersih dan tampan ditambah dengan gelar anak tunggal kaya raya serta kapten basket di SMA Pertiwi membuat hampir satu sekolah bahkan sekolah lain mengenal Gesa.
Dan jangan lupakan bahwa Gesa juga memiliki gebetan di setiap daerah yang ia tongkrongi maupun ia kunjungi bersama dengan Andre dan Jefri.
Itulah Gesa, si playboy anak tunggal kaya raya!
"Tapi murid baru yang kak Gesa maksud itu sahabat aku kak." Jawab Aira dengan polosnya.
"Mana ada sahabat antara cowok sama cewek?! Nggak akan ada."
Aira hanya menghela nafasnya pelan mendengar jawaban Gesa yang ngegas tidak terima seperti biasa, "Nanti kalo aku tambah diserbu sama fans kak Gesa gimana? Apalagi cewek-cewek kak Gesa yang cantik dan seksi."
"Gue akan kawal lo kemana pun lo pergi." Jawab Gesa.
Gesa meraih dasinya yang berada diatas ranjang lalu menatap Aira sekilas sebelum memasangkan dasi di lehernya.
"Kalo si murid baru songong itu menjabat sebagai sahabat lo.. Gesa yang tampan sekaligus anak tunggal kaya raya ini siapanya lo?" Tanya Gesa tiba-tiba pada Aira.
Mata Aira yang melihat Gesa berusaha melilitkan dasi di leher dengan cepat meraihnya begitu saja.
"Kak Gesa yang tampan sama anak tunggal ini adalah suami aku.. Nggak bisa pakai dasi dan pakaian sekolah yang nggak rapi, jadi kurang deh gantengnya."
"Nggak usah sekolah aja yuk Ra, kita bikin baby sekarang." Ajak Gesa tiba-tiba yang membuat mata Aira melotot tidak percaya.
Aira dengan greget mencekik leher Gesa dengan dasinya begitu saja yang membuat sang empu mengaduh gemas dengan memeluk pinggang Aira.
"Dasinya kaku amat sih ini." Alasan Aira dengan melepaskan dasi Gesa setelah puas mencekiknya.
"Kalo gue mati gimana sih Ra?! Sengaja mau bunuh gue?! Mau jadi janda?!" Omel Gesa dengan mengusap lehernya.
Aira berjalan menuju meja rias untuk mengambil dasi cadangannya, "Pake dasi aku ya kak, wangi dan nggak kaku kayak punya kak Gesa." Ucapnya tanpa mempedulikan omel Gesa yang mengarah padanya.
"Kaku kayak apaan si Ra?" Tanya Gesa dengan menaikturunkan matanya menatap Aira.
"Kak Ges stop mesumnya."
"Lagian gue lagi marah sama lo dan lo berani abaikan gue." Rengek Gesa kemudian.
"Aku juga lagi pasangin dasi kak Gesa dan kalo kak Gesa gerak mulu sambil marah-marah mungkin dasi ini akan cekik kak Gesa lagi."
"Mau?" Lanjut Aira dengan menatap mata Gesa lekat-lekat.
Gesa yang mendapat tatapan lekat dari Aira segera memalingkan pandangannya begitu saja, "Bisa lemah lagi nih gue kalo musuh gue senyum sama wajah imut milik Aira." Gumamnya kemudian.
"Ya lo sih main nyekik leher gue." Lanjut Gesa ngegas tidak terima.
Aira hanya menghela nafasnya pelan dengan tangan yang sibuk merapikan dasinya yang sengaja ia pakaikan untuk Gesa.
__ADS_1
"Dasi kak Gesa kaku jadi nggak sengaja nyekiknya, ini pakai dasi aku yang lembut dan wangi.. Ada nama aku dibagian belakang dasi, jadi nggak boleh hilang."
"Dasi doang dikasih nama. Biar apa sih? Gue beliin pabrik dasi buat lo juga sanggup."
Aira memutar bola matanya malas mendengar ucapan yang keluar dari bibir Gesa.
"Percaya yang kaya raya dan uangnya banyak." Jawab Aira kemudian lalu berjalan menuju ranjang.
Melihat Aira yang sudah mempersiapkan semua kebutuhannya, membuat Gesa tersenyum tipis begitu saja dan entah rasa apa yang kini tengah menyerang hatinya. Namun, itu adalah rasa nyaman yang selama ini dambakan.
Dan si gadis kecil, imut dan polos yang kini ada di depannya. Menjabat sebagai istri kontraknya berhasil memberikan rasa nyaman tersebut yang selama ini Gesa inginkan.
"Ini tasnya dan kunci motornya."
"Bekalnya ada di dalem sekalian minumnya juga.. Habisin ya kak, jangan buang-buang makanan itu nggak baik." Lanjut Aira dengan menyodorkan semua kebutuhan Gesa.
Gesa menerima semua yang telah disiapkan oleh Aira lalu menatap leher putihnya lekat-lekat.
Cup
"Gue tunggu di bawah dan jangan lama-lama!" Ucap Gesa dengan tersenyum manis walaupun terdengar seperti nada perintah.
Apalagi Gesa menambahkan tanda merah di area leher putihnya dan kabur begitu saja.
"Kak Gesa emang ben-"
"GESA EMANG GANTENG, SAYANG.." Teriak Gesa memotong gerutuan Aira lalu berlari menuruni tangga menuju garasi.
...🔥🔥🔥...
"MULAI SEKARANG GUE PAWANGNYA DIA DAN DIA RATUNYA GUE."
Teriakan Gesa keras menggema di ruang kelas Aira dengan pengakuan atas Aira untuk dirinya.
"Mainnya rapi ih. Kemarin cowok baru sekarang kak Gesa."
"Dibayar berapa ya sama kak Gesa?"
"Padahal cantikan kita-kita daripada si cupu."
Gerutuan beberapa teman-temen satu kelas Aira yang membicarakan dirinya. Dan hal tersebut tidak membuat dirinya lengah dan kalah.
Ejekan teman dan tidak punya teman sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Aira sebelum adanya Dika, si murid baru yang sekarang menjabat sebagai sahabatnya.
"Kak Gesa keluar aja deh. Ngapain sih pake ikut masuk kelas aku segala?" Bisik Aira pelan di samping Gesa.
"Ya terserah gue orang lo juga istri-istri gue."
"Tapi kak Ges kita dari berangkat dan sampai disini full sama gunjingan mereka. Kak Gesa nggak malu apa punya cewek kayak aku.. Dan mulut kak Gesa kenapa suka ceplas-ceplos sana-sini kalo aku istri kak Gesa."
__ADS_1
Gesa mendekatkan bibirnya di telinga Aira, "Kita emang suami istri Rara sayang.. Bahkan gue berniat mau bawa buku nikah kita buat di tempel di mading sekolah." Bisik Gesa dengan ringannya.
Mata Aira melotot tidak percaya dengan ucapan Gesa dan dengan cepat tanpa ragu, ia menginjak kaki Gesa keras-keras yang membuat sang empu menganduh.
"SAYANG LO GILA?!! SAKIT TAU NGGAK?!" Teriak Gesa dengan panggilan sayang yang membuat semua siswa yang satu kelas dengan Aira menatap tidak percaya.
Semuanya bertanya-tanya bagaimana bisa Gesa si tampan, kapten basket dan kaya raya sekaligus pintar dan jenius bisa tertarik dengan Aira yang polos dan cupu.
Apalagi panggilan sayang yang terlontar dari bibir Gesa membuat semuanya ingin ada di posisi Aira saat ini.
"Dengan lo injak kaki gue dengan sengaja, besok gue ajan bawa flashdisk ke sekolah." Lanjut Gesa dengan sewotnya dan tangan dilipat di depan dada.
Aira dengan cepat menarik lengan Gesa keluar dari kelasnya, "Ya bawa aja kak, flashdisk emang penting buat tugas-tugas kak Gesa.. Aku bawa ini, kak Gesa mau pinjem?" Tawar Aira dengan menundukkan kepalanya mencari flashdisk di dalam tasnya.
Gesa memunculkan smirknya menatap Aira, "Flashdisk gue isinya bukan buat tugas Ra."
"Ya terus buat apaan kak Ges?"
"Sini gue bisikin." Ucap Gesa yang semakin membuat Aira penasaran.
Aira yang polos dan rasa penasaran yang memuncak dengan cepat mendekatkan kepalanya serta Gesa yang mulai membungkan badannya untuk menyeimbangkan tingginya dengan Aira.
"Besok gue akan bawa flashdisk ke sekolah dan flashdisk yang gue bawa besok berisi video dimana kita saat bikin baby."
"Sumpah Ra demi apapun.. Erang lo sama cara lo sebut nama gue saat itu candu banget."
"Besok gue puter di aula sekolah dan gue sambungin sou-"
"AKHH!!" Erang Gesa dan tidak meneruskan ucapanya karena tangan Aira menarik telinganya dengan gemas.
"KAK GESA KENAPA MESUM BANGET SIH IH?!!"
"AKU TARIK-TARIK TELINGANYA BIAR PUTUS SEKALIAN!!"
Gesa hanya bisa menahan rasa sakit di telinganya karena tarikan Aira yang kuat hingga menyebabkan warna merah.
"Kalo putus ya nggak bisa dengerin lo mengerang di bawah gue Rara sayang." Jelas Gesa dengan menahan sakit pada telinganya.
"Kak Gesa bilang apa?" Geram Aira.
"NGGAK SAYANG!! NGGAKK!! AAA SAKIT RA, JANGAN DITARIK LAGI." Teriak Gesa pada Aira.
Gesa dan Aira kini menjadi pusat perhatian seluruh siswa SMA Pertiwi, dengan kelucuan hubungan mereka yang baru publik hari ini mungkin akan semakin membuat Aira terancam.
Terancama dalam hal bully tentunya..
Tapi tidak dengan Gesa, ia memutuskan untuk mengumumkan hubungan dengan Aira memang karena ia tidak rela jika Aira terus saja berdekatan dengan Dika.
Dan Gesa sudah menerima resiko dan bertekad kuat akan melindungi Aira yang mungkin akan terjerat masalah karena dirinya dan keinginannya.
__ADS_1
...🔥🔥🔥...
...FOLLOW IG : @FRISKYA___...