
...FOLLOW INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
BRUKK..
"Aduh maaf nggak sengaja." Ucap Aira cepat bersamaan dengan membantu membereskan beberapa belanjaan yang jatuh.
Aira yang sengaja berpisah dengan Gesa karena Gesa berpamitan duluan untuk pergi ke toilet membuat dirinya tidak sengaja menabrak ibu-ibu di konter sayuran.
"Maaf ya bu sekali lagi." Ucap Aira dengan menyerahkan belanjaan pada ibu-ibu tersebut.
Ibu-ibu tersebut memandang penampilan Aira yang hanya menggunakan dresa simpel hari ini dengan tatapan sinis sekaligus remeh.
Ditambah wajah Aira yang masih awet muda dan sesuai dengan usianya namun kehamilannya tidak dapat menutupi itu semua.
"Pantes aja nggak punya sopan santun, orang masih kecil udah hamil." Ejek ibu-ibu tersebut pada Aira.
Aira sendiri dengan cepat mengoreksi penampilannya kali ini dan memang hasilnya nihil.
"Maaf ibu, saya sudah meminta maaf kepada anda barusan.. Ada yang salah?"
Ibu-ibu tersebut melipat kedua tangannya di depan dada dengan pandangan yang sinis, "Nggak ada yang salah mbak tapi tolong lain kali hati."
"Nggak pernah belanja ke tempat mewah kayak gini ya, makanya nabrak-nabrak."
Aira yang mendengar perkataan tersebut hanya menghela nafasnya pelan mencoba untuk sabar sekaligus meredam emosinya.
"Kalo belanja kesini biasanya buat orang-orang yang mampu, bukan maksud menghina atau gimana ya mbak tapi penampilan mbak bukan kelas banget buat belanja disini."
Aira menatap dres warna hitam yang ia kenakan hari ini dan menurutnya tidak ada yang salah sedikitpun bahkan dres tersebut tampak bersih dan wangi.
Semua pembeli tampak ramai menatap Aira dan ibu-ibu tersebut seolah menjadi tontonan gratis yang tengah berlangsung.
Gesa yang baru saja memasuki toko tersebut dan melihat Aira yang berada di tengah kerumunan dengan cepat maju begitu saja.
"Sayang.. Ada apa ini?"
"Nggak kok kak, nggak ad-"
__ADS_1
"Tolong di bilangin ya mas itu mbaknya kalo nggak pernah belanja di tempat mewah kayak gini nggak usah belanja."
"Mending di rumah aja."
Gesa mengernyitkan dahinya dengan menatap Aira seolah bertanya-tanya permasalahannya.
"Aku nggak sengaja nabrak ibu-ibu itu kak dan aku udah minta maaf."
"Aku juga udah tanggungjawab dengan aku beresin belanjaannya yang jatuh eh malah aku dimarahin." Bisik Aira panjang lebar pada Gesa.
Gesa yang mendengarkan dengan jelas bisikan Aira hingga selesai hanya tersenyum jengkel menatap ibu-ibu tersebut.
"Masih kecil udah hamil, tanda-tanda kenakalan remaja masa kini emang udah jadi beban negara." Gumam ibu-ibu tersebut dengan tatapan sinis.
Gesa mengepalkan tangannya begitu ibu-ibu tersebut mulai menghina Aira.
"Maaf ya bu sebelumnya, wanita yang ibu anggap masih kecil ini adalah istri saya."
"Ya saya sih alhamdulilah bisa dapat istri yang lebih muda dari saya." Ucap Gesa lagi dengan tersenyum bangga menatap Aira.
Ibu-ibu tersebut menutup mulutnya lalu tertawa begitu saja menertawakan Ges dan Aira tepat di depan umum.
"Masih kecil udah nikah mau makan apa? Cinta? Asal berdua kalian tau, cinta itu doang nggak akan bisa bikin kalian kenyang.. Ditambah lagi punya anak."
Gesa selangkah lebih maju tepat di depan ibu-ibu tersebut yang tingginya lebih pendek darinya, "Sebelumnya mohon maaf ya bu, tapi ucapan ibu barusan berhasil membuat saya beserta istri saya sakit hati."
"Mengenai istri saya menabrak anda bukankah istri saya sudah minta maaf dan membantu anda? Apa perlu kita ke ruang cctv sekarang."
"Tetep aja istri anda yang salah dan saya minta ganti rugi." Tuntut ibu-ibu tersebut pada Gesa.
Gesa mengusap wajahnya kasar, "Gini yang namanya ibu-ibu berpendidikan? Perkara ringan aja langsung minta ganti rugi bahkan kata maaf sama bantuan aja nggak cukup."
Semuanya pembeli tampak bersorak ramai dan mulai mendukung Gesa.
"Bilang aja nggak punya duit! Nggak punya duit sok-sokan belanja disini, sok kaya dan sok hidup mewah." Gumam ibu-ibu tersebut.
Aira menarik pelan lengan Gesa, "Udah kak udah kita belanja di tempat lain aja." Bisiknya pelan.
Gesa mengeluarkan dompetnya lalu mengambil kartu nama disana, "Deanova Grup.. Datang kesana buat minta ganti rugi yang anda mau." Ucapnya bersamaan dengan melemparkan kartu tersebut.
"Peringatan untuk anda nyonya, istri saya memang tidak pernah berbelanja karena orang kaya ini punya asisten rumah tangga hingga sang ratu tidak cocok di tempat seperti ini."
"Jika bukan karena kemurahan hati istri saya, mungkin anda habis sama saya!" Bisik Gesa kemudian.
__ADS_1
Gesa mengetuk-ngetuk pelipisnya pelan sebelum pergi lalu menatap ibu-ibu tersebut dengan sinis, "Seorang bos seperti saya, saya usahakan nggak akan pernah gagal untuk menafkahi istri beserta anak-anak saya."
"Sekian!!" Ketus Gesa lalu pergi begitu saja.
Salah satu dari pembeli dengan iseng mengambil kartu nama tersebut dan tanpa pikir panjang karena penasaran langsung saya mencari di internet.
Beberapa foto Gesa bersama Aira maupun bersama dengan klien bisnisnya serta perkembangan bisnis yang bergerak di beberapa bidang muncul dengan cepat.
Semua pembeli yang ada disana tampak kaget, kaget dengan kekayaan yang Gesa miliki bahkan kehidupan mewah Gesa yang berhasil tertutup dari wartawan.
"Sempurna!! Demi apapun owner Deanova Grup ternyata belanja di tempat ginian sama istrinya."
"Gilak kekayaannya banyak banget."
"Koko bisa ya, udah gangteng, pinter mana bininya cakep banget lagi."
"Anak tunggal? Omegad.. Sumpah dengan kekayaan segini di tambah posisinya sekarang adalah anak tunggal."
"Ini mah asli si anak tunggal kaya raya bukan kaleng-kaleng."
Begitulah beberapa gunjingan pembeli lain dengan menatap ponselnya masing-masing yang menampilkan hasil pencarian Gesa disana.
Sedangkan ibu-ibu yang mencari perkara dengan Gesa hanya diam lalu pergi begitu saja meninggalkan toko tersebut.
Dilain tempat, Aira tengah marah dengan Gesa akibat ulah Gesa yang menurutnya melewati batas.
"Kak Gesa harusnya nggak gitu, itu nggak sopan tau kak."
Gesa mengusap lembut perut Aira, "Sayang.. Bantu papa bujuk mama ya biar nggak marah lagi sama papa."
Aira hanya menghela nafasnya pelan merasakan ulah Gesa yang selalu menjadikan pembelaan utamanya adalah bayi mereka.
"Aku nggak akan marah lagi kalo kak Gesa mengemudi mobilnya dengan benar sekarang." Ketus Aira bersamaan dengan memalingkan wajahnya menatap ke kaca mobil.
Gesa menganggukkan kepalanya cepat dan mulai melajukan mobilnya begitu saja, "Aku juga mencintai kamu dengan benar sayang."
"No limit kayak kartu kredit kamu dan nggak akan kadaluwarsa seperti ASI kamu buat anak kita nanti."
"Mesun deh bahas asi-asi." Jawah Aira cepat.
"Ya kan emang ASI buat anak kita, air susu ibu.. Kalo buat aku mah ASIBP aja sayang. Air susu ibu buat papa." Jelas Gesa dengan tersenyum manis menggoda Aira.
Aira memijat kepalanya yang mulai sedikit pening, "Ampuni suami hamba ya Tuhan."
__ADS_1
...🔥🔥🔥...