
...IKUTI INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Ini ngapain kak kesini?" Tanya Aira begitu mereka berdua telah sampai tepat di depan butik.
"Belanja dres sayang.. Nanti malem ada acara promnight perpisahana sekolah."
Mata Aira melotot kaget mendengar ucapan Gesa, "Kamu ke acara promnight perpisahan sekolah ajak aku kak? Kamu bener-bener nggak waras kak."
"Nggak waras gimana sayang? Aku ajak istri aku loh bukan orang lain."
Aira mengusap perut buncitnya, "Kak Gesa nggak lihat kak perut aku ini udah segede apa? Nggak mau ikut ah. Nanti yang ada aku cuma bikin malu disana."
"Kak Gesa nggak inget apa aku dulu di sekolah kayak apa? Jadi, please kak aku nggak mau ikut." Mohon Aira pada Gesa.
Gesa menghela nafasnya pelan, "Iya deh sayang iya.. Aku juga nggak ikut kalo gitu."
"Kak Gesa harus ikut.. Itu moment perpisahan kak Gesa loh, kan disana nanti juga ada kak Andre sama kak Jefri juga."
"Nggak deh sayang.. Nggak ikut aja gapapa nemenin kamu di rumah."
"Harus ikut kak terus aku nanti di rumah aja sama mama."
"Sebelum berangkat kak Gesa anterin aku dulu ke rumah mama terua kalo kak Gesa udah pulang jangan lupa ambil aku di rumah mama."
Gesa tersenyum manis menatap Aira, "Ambil-ambil kayak barang aja."
"Yaudah deh aku ikut dan kamu nanti ke rumah mama, yuk sekarang masuk bantuin aku pilih tuxedo di dalam." Ucap Gesa lalu keluar begitu saja dari mobil.
Gesa merangkul erat pinggang Aira seperti biasa ketika memasuki butik yang membuat semua pegawai menatapnya.
"Sumpah heran aja kak dimanapun kita berada, kita selalu jadi pusat perhatian."
"Aku yang emang jelek dapat suami ganteng atu emang semuanya lihatin kak Gesa yang bener-bener gantengnya mandiri dari lahir." Bisik Aira tiba-tiba pada Gesa.
Gesa yang membungkuk menyetarakan tingginya dengan Aira hanya tertawa kecil mendengar bisikan sang istri.
"Lagian juga kenapa sih sayang kamu sadar mulu kalo jadi pusat perhatian?"
__ADS_1
"Ya gimana nggak sadar kak, mata mereka fokus semuanya ke kita." Jawab Aira cepat.
"Permisi kak ada yang bisa di bantu?" Tanya salah satu pegawai tersebut.
Gesa menggaruk pelipisnya pelan, "Nggak mbak, cuma mau ambil pesanan aja atas nama Gesa Deanova." Jawabnya kemudian.
Pegawai tersebut menganggukkan kepalanya pelan lalu mengambil satu paperbag besar yang di dalamnya berisi satu set pakaian untuk Gesa dan Aira.
"Mohon di cek dulu kak pesanannya."
"Aku nggak ikut kak jadi dressnya ini di batalin aja gimana?" Ucap Aira dengan meneliti tuxedo pesanan Gesa.
"No sayang.. Dibawa pulang aja biar nanti biasa kamu buat acara apa gitu."
"Kita nggak beli lagi." Lanjut Gesa.
Aira memutar bola matanya malas, "Udah berapa kali kamu bilang kayak gitu kak, bisa di pakai nanti nggak usah beli.. Ujung-ujungnya kita beli lagi dengan alasan kak Gesa yang dres lama itu norak modelnya."
"Emang dasarnya aja suka boros." Sewot Aira lagi.
Cup
"Kalo bukan kamu yang habisin uang aku terus siapa lagi?" Ucap Gesa kemudian setelah mengecup singkat bibir Aira tanpa rasa malu.
Semua pegawai butik tampak kaget melihat aksi Gesa dan langsung saja menundukkan kepalanya seolah tidak tau apa-apa antara Gesa dengan Aira.
...🔥🔥🔥...
Gesa mengeluarkan motornya dari garasi lalu menggelengkan kepalanya, "Tadi sih rencananya dia mau ke mama aja waktu gue berangkat sekalian sejalan."
"Mama tiba-tiba dateng buat mampir anterin sayuran eh Aira ngikut, yaudah gue nggak jadi anterin dia." Lanjut Gesa bercerita lalu celingukan mencari Jefri.
"Njep kemana? Kok lo sendirian."
"Njep ketua osis kalo lo lupa, dia hadir duluan kesana." Sahut Andre cepat.
Gesa tidak menjawab pernyataan dari Andre dan mulai melajukan motornya begitu saja seperti biasa dengan kecepatan di atas rata-rata jika tidak bersama Aira.
"Bini lo nanti pulangnya gimana kalo lo bawa motor?" Tanya Andre cepat begitu keduanya telah sampai di basemen parkir area hotel bintang lima.
Andre mendongakkan kepalanya menatap bangunan gedung hotel yang tinggi, megah nan mewah tentunya.
"Bukannya ini salah satu hoteo milik keluarga lo Ges?"
__ADS_1
Gesa menganggukkan kepalanya, "Bokap lo juga salah satu pemegang saham disini kalo lo lupa."
"Gue nanti berencana pulang ke rumah ,mama aja sih terus tidur disana.. Kasian Aira juga kalongue ajak naik motor apalagi malem-malem." Jawab Gesa lagi untuk menjawab pertanyaan dari Andre sebelumnya.
"Gue udah nunggu lo dari tadi dan lo malah asyik disin-"
"Eh ada lo Ges." Lanjut Intan kaget begitu tahu ada Gesa di sebelah Andre.
Gesa mengernyitkan keningnya menatap Andre dan Intan bergantian dengan tatapan curiga.
"Sejak kapan kalian berdua deket?"
"Wah jangan-jangan.."
"Enggak kok.. Kita nggak ada apa-apa." Jawab Andre cepat begitu omongan Gesa terjeda sejenak.
Intan menganggukkan kepalanya mantap, "Gue nggak ada apa-apa sama Andre cuma di suruh nemenin aja ke promnight udah gitu aja."
Gesa tersenyum menggoda ke arah Andre dan Intan, "Ya semoga ajakan Andre bisa bikin langggeng terus berlanjut deh ke jenjang serius." Ucapnya kemudian lalu pergi meninggalkan Andre dan Intan di parkiran.
Andre sendiri melirik pakaian Intan, "Kenapa lo pake dres pendek sih? Mau jual tubuh lo disini gitu."
"Gue nggak semurah itu asala lo tahu! Kalo lo nggak terima sama penampilan gue yang kayak gembel gini menurut lo, mending gue pulang aja." Jawab Intan karena merasa sakit hati sekaligus direndahkan oleh Andre.
"Gue bercanda eh." Bujuk Andre dengan menarik pelan lengan Intan.
"Di mata lo aja gue keliatan murah banget dan nggak pantes dandan kayak gini.. Apalagi di dalam nanti, malu-maluin lo yang ada."
"Gue cuma bercanda tadi, ya maaf kalo bercanda gue kelewatan." Mohon Andre dengan mengusap lembut jemari Intan.
"Gapapa deh mending gue pulang aja. Emang bener sih gue kayak emak-emak dandannya mana murah lagi." Gumam Intan dengan menatap pakaiannya yang ia sekarang tengah gunakan.
Intan memang menggunakan dres sederhana yang harganya murah, ia juga sadar akan ekonominya yang kurang mendukung jika bergaul dengan anak sekelas Andre maupun Gesa.
Dengan uang tabungan yang tidak seberapa ia gunakan untuk membeli dres yang akan ia pakai di acara promnight atas ajakan Andre dan berujung dengan hinaan membuat dirinya sadar.
"Lo masuk aja sendiri Ndre.. Gue mau pulang aja." Ucap Intan lagi dengan berusaha melepaskan cekalan tangan Andre di lengannya.
"Lo udah sampai disini dan lo nggak boleh pulang.. Lo cantik kok beneran."
"Nggak akan ada yang malu-maluin gue, tenang aja." Lanjut Andre dengan merangkul pinggang Intan erat dan berjalan bersama memasuki tempat acara promnight diselenggarakan.
"Kalo kita ada apa-apa sesuai tuduhan Gesa tadi lo gimana? Mau nggak?" Tanya Andre tiba-tiba yang membuat Intan menatapnya sekilas.
__ADS_1
"Ogah!!" Jawab Intan sewot.
...🔥🔥🔥...