AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
91 | AYAM PENYET


__ADS_3

"Sejak kapan lo punya hubungan baik sama Intan?" Tanya Gesa langsung ke intinya.


Gesa dan Jefri kini berada di rumah Andre karena susah sekali untuk menemuinya akhir-akhir ini.


"Gue punya hubungan baik sama siapapun dan nggak hanya sama Intan. Sama cewek lain cowok lain juga sama."


Jefri menatap Andre dengan tatapan tidak percaya seolah memojokkannya.


"Kenapa mata lo kayak gitu?"


"Lo nggak percaya sama gue?" Lanjut Andre kemudian.


Gesa menghela nafasnya, "Lo nggak sembunyiin sesuatu dari kita kan?"


Andre dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Sembunyiin apalagi? Gue nggak kayak gitu kali kalo sama lo berdua."


"Kita udah temenan dari lama dan nggak cuma satu atau dua tahun, lo susah buat ketemu temen-temen kenapa?" Tanya Gesa.


"Jangankan ketemu temen, lo biasanya selalu siap kalo gue ajak kemana pun tapi akhir-akhir ini malah lo susah di hubungi. Ada masalah?" Sahut Jefri.


Andre bingung harus menjelaskan darimana jika dirinya terjebak perjodohan konyol dengan Intan oleh orang tuanya sendiri.


"Kalo lo jawab acara keluarga nggak mungkin.. Karena gue udah tanya ke mama lo."


Mata Andre melotot kaget begitu mendengar ucapan Gesa.


Jujur ia takut jika sang mama menceritakan hubungan kedekatannya akhir-akhir ini dengan Intan.


"Lo ngapain tanya mama gue?"


"Gimana kita berdua nggak ikut bingung dengan perubahan sikap lo yang susah di hubungin, jalan satu-satunya ya tanya ke nyokap lo." Jawab Jefri cepat.


"Sumpah gue sekarang ngelihat ada kepanikan di raut wajah lo, lo kenapa sih?" Tanya Gesa menekan Andre terus-menerus.


"Dan gue nanya sama lo masalah Intan lo juga nggak jawab."


"Lo kencan sama Intan?" Sahut Jefri tiba-tiba yang membuat Andre kaget sekaligus panik.


Andre menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak! Gue nggak lagi kencan sama siapapun."


"Makin aneh nih anak."


"Makin kesini makin kesana." Sahut Jefri setelah Gesa.


Andre berdiri dari duduknya yang membuat Gesa dan Jefri bingung dengan tingkah Andre.


"Lo mau kemana? Ini kita di rumah lo masak iya lo mau pergi." Tanya Jefri lagi.


Andre menghela nafasnya, "Mau ambilin lo berdua minum, mau nggak? Heran gue, pikiran lo berdua buruk mulu sama gue." Jawabnya lalu pergi begitu saja menuju dapur.


"Kalo kencan sama cewek manapun sih gapapa gapapa aja, yang gue takutin cuma buntingin anak orang." Gumam Gesa dengan menghela nafasnya pelan.

__ADS_1


Jefri melihat kedua tangannya di depan dada dan mata yang menatap Andre terheran-heran.


"Mana doyan banget sama lubang.. Kalo nikah nggak bisa bayangin gue masih tidur sama wanita sana-sini atau nggak."


Gesa memalingkan pandangan menatap Jefri lalu menepuk bahunya pelan, "Mending lo juga fikirin deh kapan lo punya pacar."


Jefri tersenyum tipis, "Mencintai seseorang untuk saat ini adalah beban bagi gue."


"So, gue nyaman sendiri dan punya temen kayak lo berdua bisa ngurangin kesepian gue lah."


"Anjing!!" Umpat Gesa kemudian.


...🔥🔥🔥...


"Yang.. Kepengen makan ayam penyet deh, keluar yuk makan di luar." Ajak Gesa pada Aira begitu sampai rumah.


Jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam dimana Gesa yang baru pulang dari rumah Andre bersama Jefri.


"Maaf ya sayang aku pulang malem jadi kamu kesepian deh." Lanjut Gesa dengan memeluk Aira hangat.


Sedangkan Aira sendiri masih fokus dengab tayangan drama yang tengah berputar di televisi besar tepat di depannya.


"Kamu dengerin aku nggak sih sayang?" Rengek Gesa seperti anak kecil dan mulai menenggelamkan wajahnya seperti biasa di leher Aira.


Menghirup aroma permet karet serta vanila yang selalu menjadi khas Aira.


"Iya aku denger." Jawab Aira singkat.


"Kok aku di cuekin sih, aku lagi pingin makan ayam penyet loh ini sayang."


"Mau nya makan sama istri sama baby ya kali makan sendirian di luar."


"Lagian juga aku nggak pernah keluar di luar.. Yang ada aku selalu keluar tapi di dalam."


Sadar akan maksud dari ucapan Gesa, Aira dengan cepat memalingkan wajahnya dengan mata yang melotot kaget.


Cup


Cup


Cup


"Apa sih sayang? Emang bener gitu kok."


"Aku cinta kamu." Lanjut Gesa kemudian dengan tersenyum manis lalu berdiri dari duduk dan berjalan menaiki tangga.


"Aku ambilin jaket bentar sayang ya.. Habis ini kita beli ayam penyet."


Aira menghela nafasnya pelan melihat kelakuan Gesa yang mampu membuat kepalanya pening sendiri.


"AKU BELUM BILANG MAU!" Teriak Aira karena Gesa berada di kamar mereka tepatnya lantai atas.

__ADS_1


"HARUS MAU SAYANG.. AKU YANG BAYARIN DAN KALO NGGAK MAU DENGAN SENANG HATI AKU GENDONG."


Aira mengusap perutnya pelan dan bibir yang tersenyum tipis, "Papa kamu makin hari makin ada aja kelakuannya."


"Ini aku harus banget gitu ikut beli ayam penyet, kenapa nggak beli sendiri aja terus di bawa pulang. Kita makan di rumah." Ucap Aira kemudian begitu Gesa berjalan turun dengan jaket dan slingbag kecil milik Aira.


"Matikan dramanya sayang."


"Nanggung." Jawab Aira cepat dan tidak bangkit dari duduknya.


Gesa menghela nafasnya, "Besok atau nggak nanti bisa di tonton ulang."


"Nggak bisa! Ini tayangan perdana."


"Tapi aku laper sayang beneran deh." Rengek Gesa.


"Siapa suruh nggak mau makan di rumah kan aku juga udah masak."


Gesa menggelengkan kepala, "Udah makan masakan kamu tapi kali ini aku pingin makan ayam penyet."


"Yaudah beli aja terus baw-"


"Makannya sama kamu sama baby di tempatnya."


"Aku maunya kayak gitu." Lanjut Gesa cepat memotong ucapan Aira.


"Nggak ada lagi alasan nggak punya uang."


"Nggak ada lagi alasan nonton drama."


"Nggak ada lagi alasan ini itu, ayolah sayang." Rengek Gesa sudah seperti anak kecil yang meminta mainan kepada sang ibu.


Aira menahan senyumnya dengan menatap mata Gesa lekat-lekat.


"Syarat apapun oke deh asal kita beli ayam penyet sekarang dan makan disana."


"Si paling banyak uang ih mau nyogok." Sindir Aira dengan tangan yang mengusap dagunya.


"Yang hamil aku yang minta ini itu kok kamu sih mas, aneh deh."


"Ya nggak tau pokoknya pingin makan ayam penyet." Jawab Gesa cepat dengan menyodorkan jaket serta slingbag untuk Aira.


"Nggak usah bawa slingbag deh orang nggak ada dompetnya juga."


Tanpa mengatakan apapun lagi, Gesa dengan cepat mengeluarkan dompet mahalnya yang berisi beberapa kartu no limit dan beberapa uang tunai.


"Kamu yang bawa.. Ini hak kamu sama ini juga kamu bawa biar kamu percaya kalo aku nggak aneh-aneh lagi." Ucap Gesa kemudian bersamaan dengan menyerahkan dompet serta ponselnya pada Aira.


"Nggak ah.. Maaf ya mas Gesa, aku bukan cewek matre." Jawab Aira dengan tertawa kecil dan mulai memakai hoodie Gesa yang kebesaran.


"Semuanya yang aku punya milik kamu juga sayang.. Milik kita."

__ADS_1


"Kalo bukan kamu yang habisin uang aku mau siapa lagi?" Lanjut Gesa lagi dengan menarik tangan Aira menuju garasi.


...🔥🔥🔥...


__ADS_2