
...IG : FRISKYA___...
"Gue cinta sama lo boleh nggak sih Ra?" Tanya Gesa to the point yang membuat Aira kaget dan gugup secara bersamaan.
Jam menunjukkan pukul 4 sore dimana Gesa dan Aira baru saja masuk rumah sepulang sekolah dan tidak lupa juga Gesa selalu menggoda Aira tanpa henti selama perjalanan pulang.
Aira yang berjalan di depan Gesa dengan cepat mengusap dadanya yang terasa berdegup hebat karena ulah Gesa tentunya.
"Kak Gesa udah tanya kek gitu lebih dari lima kali selama kita perjalanan dari sekolah hingga sampai rumah.. Nggak bosen tanya itu mulu kak?"
"Ya gimana mau bosen, orang dari tadi juga nggak di jawab-jawab."
Aira menaiki tangga menuju kamar yang diikuti oleh Gesa di belakangnya. "Kak Gesa ceweknya banyak dan mungkin rasa cinta kak Gesa juga dimana-mana."
"Nanti kalo kak Gesa cinta aku, yang ada hati kak Gesa sesek dan engap karena kebanyakan cinta dan ketambahan satu yaitu aku." Lanjut Aira dengan polosnya bersamaan dengan melepas sepatu sekolahnya.
Gesa tertawa begitu saja mendengar jawaban Aira yang selalu polos dan tenang serta bernada riang seperti biasa.
"Kalo engap nanti gue kasih nafas buatan." Jawabnya kemudian dengan mengerlingkan matanya bermaksud menggoda Aira.
Tidak mendapat jawaban dari Aira, Gesa dengan cepat melepas seragamnya di depan Aira tanpa malu dan hal tersebut sukses membuat pipi Aira memerah seketika.
Apalagi tubuh Gesa yang bersih dan ukiran roti sobek di area perut semakin membuat pipi Aira merah sekaligus panas sendiri.
"H-Hari ini mau makan apa kak? Aku masakin ya." Tawar Aira sedikit gugup dan berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu.
Gesa memunculkan smirknya dan menarik pergelangan tangan Aira tanpa ragu yang membuat sang empu menghentikan langkahnya.
Aira yang kaget dengan tarikan Gesa di pergelangan tangannya dengan cepat menundukkan kepalanya untuk menutupi warna merah di pipinya akibat pemandangan yang menggiurkan di depannya tentu perut kotak-kotak Gesa yang sangat menggoda.
"Ngapain gagap gitu bicaranya?"
Aira menggelengkan kepalanya pelan, "Biasa aja kak. Nggak gagap dan nggak gugup juga." Jawabnya cepat menahan degup jantung yang aktif akibat ulah Gesa.
Tidak yakin dengan jawaban Aira, Gesa mendorong pintu kamar keras hingga tertutup rapat dan menarik pinggang Aira begitu saja menuju ranjang.
"I-Ini kak Gesa mau ngapain?"
"Minggir deh kak, aku mau masak dan kakak cepet mandi." Lanjut Aira tepat dibawah tubuh Gesa tanpa berani menatap matanya.
"Lo tanya gue mau ngapain?"
Aira menganggukkan kepalanya yang dibalas senyum manis oleh Gesa dan mulai mengecup bibir milik Aira singkat.
"Sejak kapan tanya sama orang maupun ngobrol sama orang kepalanya nunduk? Pakai memejamkan matanya lagi." Sindir Gesa yang membuat Aira dengan cepat menutup semua wajahnya yang merah dengan kedua telapak tangannya.
Gesa yang menahan tawa gelinya dengan cepat mengecupi punggung tangan milik Aira tanpa henti agar Aira mau membuka telapak tangannya tersebut.
__ADS_1
"Kak Gesa apaan ah.. Kenapa cium-cium aku mul-"
Cup
Cup
Cup
"Abisnya gemesin sih. Udah kecil, mungil, ditambah tembem lagi nih pipi.. Bakpao nih." Lanjut Gesa setelah mengecup seluruh wajah Aira dan tidak lupa menoel-noel pipinya serta menggigiti kecil dengan gemas pipi tembem milik istrinya.
"Peraturannya kan mulai beberapa hari yang lalu nggak boleh masak dan nggak boleh masuk area dapur."
"Jadi kali ini nggak usah makan, kalo laper beli makan diluar atau kita DO aja."
"Ya terus harus bibi yang masakin kita?" Tanya Aira dengan polosnya.
Gesa menganggukkan kepalanya, "Udah tugas bibi masakin kita dan sekarang mungkin bibi juga udah masak buat kita dibawah." Jelas Gesa.
Aira mendorong bahu Gesa tiba-tiba yang membuatnya terduduk begitu saja.
"Yaudah aku bantuin bibi aja." Putus Aira yang mendapat pelototan kecil dari Gesa.
Tidak akan membiarkan Aira pergi kemanapun walaupun iti ke dapur, Gesa dengan cepat mengangkat tubuh Aira dalam posisi brydal style dan berjalan cepat menuju kanar mandi.
"Kali ini mau coba bikin baby dibawah shower air dingin.. Enak kali ya?" Goda Gesa yang menbuat pipi Aira semakin memerah.
Gesa tersenyum menggoda menatap Aira lalu mengecup leher Aira singkat, "Harus mau! Janji deh dua ronde doang habis itu kita makan terus kita belajar bareng."
...🔥🔥🔥...
"Masih konsumsi obat yang gue kasih ke lo?" Tanya Gesa to the point pada Aira.
Aira yang awalnya tengah menyendokkan makannya ke dalam mulut dengan cepat mengurungkan niatnya.
"Gue bertanya bukan berarti lo harus menunda makan lo, nanti yang ada anak di perut lo kelaperan lagi."
"H-Hah?" Kaget Aira bingung dengan penjelasan Gesa.
"Perut buncit lo kan emang isinya baby Ra. Calon Gesa junior anaknya gue."
Aira menghela nafasnya pelan, "Bahkan aku rutin banget konsumsi obat dari kak Gesa , mana mungkin sih kak kalo hamil."
Gesa hanya menahan tawanya seolah berhasil menggoda Aira.
Menggoda Aira sudah menjadi kebiasaan Gesa dalam kehidupannya sehari-hari mereka berdua. Namun yang jelas dan mendapat hidayah darimana, Gesa menjadi ceria dan murah senyum serta sabar karena bergaul dengan Aira.
"Perutku yang sedikit buncit ini dalemnya lemak kak bukan baby." Ucap Aira tiba-tiba setelah selesai makan.
__ADS_1
"Baby Ra.. Ke dokter kandungan mau?"
"NGGAK!! NGGAK MAU!!"
"Kok ngegas?" Tanya Gesa pada Aira dengan memincingkan matanya.
Aira tersenyum manis yang dengan sengaja hingga membuat Gesa gelap mata sendiri.
"Jangan senyum kayak gitu kalo nggak sama gue. Gue nggak suka senyum itu kalo buat cowok selain gue." Tegas Gesa memberi peringatan pada Aira.
Aira menyendokkan makanannya ke dalam mulut bersamaan dengan menganggukkan kepalanya tanpa menatap Gesa.
Keinginan Gesa yang ingin mempunyai momongan sudah berad di level atas, itu semua karena Gesa semakin takut jika Aira akan meninggalkannya karena masa kontrak pernikahan mereka berdua yang terus saja berjalan.
"Gimana kalo habis ini kita bikin baby lagi Ra?"
UHUKK!!
UHUKK!!
"Ehh.. Minum yang." Lanjut Gesa dengan menyodorkan minumnya saat melihat Aira tersedak makannya.
"Kak Gesa nggak capek apa setiap hari bikin baby sama aku? Aku aja capek." Ucap Aira pelan dengan mengusap bibirnya yang belepotan.
"Gimana mau capek orang lo tiap hari aja seksi mulu, mana pake daster terus lagi kalo di rumah."
"Jadi gelap mata nih gue." Lanjut Gesa dengan mengusap wajahnya kasar.
Gesa menatap Aira dengan pandangan setannya dan akan menggoda Aira untuk kali ini, "Kan lo bilang capek tuh barusan kalo bikin baby sama gue," Tanya Gesa yang dijawab anggukan kepala oleh Aira dengan tenang.
"Tolong spill capek lo di bagian mana dan posisi apa Ra, gue tanya sama lo? Perasaan yang buang tenaga banyak adalah gue deh Ra." Lanjut Gesa dengan vulgarnya dan berhasil membuat pipi Aira memerah malu seperti biasa.
"Capek ya capek." Lirih Aira namun tidak berani menatap Gesa.
Mendengar jawaban Aira, Gesa semakin menjadi-jadi ingin menggoda Aira terus-menerus dan itu sudah menjadi rutinitasnya mulai beberapa hari terakhir ini.
"Ya capek yang gimana Ra? Capek yang model gimana?"
Sudah tidak tahan dengan pertanyaan vulgar ala suami tampannya, Aira segera berdiri dari duduknya dan menatap Gesa, "Aku capek mendesah dan mengerang di bawah kak Gesa, posisi apapun kan aku nggak pernah di atas." Sewot Aira lalu berjalan cepat menuju dapur.
Gesa tertawa begitu saja di mendengar sekaligus melihat tingkah Aira yang selalu polos di depannya.
"YAUDAH SAYANG.. HABIS INI GUE AJARIN POSISI DIATAS YA, BIAR NGGAK CAPEK MENGERANGNYA."
"KAK GESSSSSSSS!!!!!!"
...🔥🔥🔥...
__ADS_1
...IG : FRISKYA___...