AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
62 | GOOD GIRL, MY WIFE!!


__ADS_3

...FOLLOW INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!...


...🔥🔥🔥...


"Gue kalo nggak ujian hari ini mungkin gue udah nggak masuk." Celetuk Andre dengan tangan yang mengucek mata kantuknya.


Ujian kelulusan kelas 12 telah tiba, dimana mereka akan melepas seragam sekolah setiap harinya dan melanjutkan kehidupan selanjutnya untuk meraih cita-cita.


"Kenapa nggak masuk? Lo takut di hukum lagi kayak kemarin?" Sahut Jefri.


Andre menghela nafasnya pelan, "Rasanya gue mau habisin lo Njep.. Mentang-mentang lo ketua osis hukuman lo ke gue paling berat tau nggak."


Jefri hanya mengendikkan bahunya dengan menahan tawa menatap Andre. "Serah gue. Kan gue ketua jadi ya terserah gue."


Memang beberapa hari yang lalu, Andre sempat telat masuk sekolah dan sialnya Jefri sebagai ketua osis mendapati sahabatnya yang telat saat jam masuk pelajaran.


"Itu sama aja lo mempersalahgunakan jabatan lo dodol."


Gesa tertawa mendengar kedua temannya yang tanpa henti saling menyalahkan, "Gue kalo jadi lo ya Ndre, udah telat dan kena hukuman dari Jefri.. Mending gue balik dan bolos aja."


"Kita mode sahabat saat ini, tapi kalo masalah lo melanggar tata tertib sekolah.. Jefri bukan sahabat lo." Lanjut Gesa lalu membuang putung rokoknya begitu saja ke dalam tempat sampah.


Mereka bertiga berjalan menuju kelas dimana ujian akan terlaksana pagi ini dan seperti biasa, ketiganya selalu menjadi pusat perhatian para murid cewek serta para adik kelas.


"Heran gue dari dulu masih aja yang ngidolain gue." Gumam Andre pelan dengan mengusap dagunya sok ganteng.


"Lo ngerasa ganteng?"


"Jelas lah Njep gue ganteng makanya gue berani bilang heran barusan." Jawab Andre cepat.


Jefri menahan tawanya menatap Andre, "Ya masalahnya yang selalu cewek-cewek teriakin itu si Gesa bukan nama lo dodol."


"Ya gue harus percaya diri aja biar ketularan Gesa gantengnya."


Gesa hanya diam bersamaan dengan meletakkan tas ranselnya tepat diatas meja, "Masalahnya gue nggak ganteng."


"Percaya si paling nggak ganteng." Sahut Andre dan Jefri secara bersamaan.


Gesa kemudian menatap Andre dan Jefri bergantian, "Gue emang nggak ganteng tapi kalo masalah otak sama harta boleh kali diadu." Ucapnya dengan nada bercanda lalu pergi begitu saja menuju kantin.


"Kita berdua mah kalo masalah otak, tampang sama harta nggak akan bisa nyaingin Gesa si anak tunggal kaya raya." Gumam Andre dengan menghela nafasnya pelan menatap Jefri.

__ADS_1


"Bahkan seperempat harta gue nggak ada maknanya buat dia." Sahut Jefri.


"Apalagi gue yang bahkan satu ons aja nggak ada.. Yuk ah ngantin dulu."


...🔥🔥🔥...


Bel selesai ujian telah berbunyi, dimana Gesa, Jefri dan Andre berjalan menuju parkiran untuk pulang ke rumah masing-masing setelah mengerjakan soal-soal yang bagi Andre ingin membuat kepalanya pecah.


"Kalo bukan karena mama gue, gue ogah masuk jurusan IPA kayak gini."


"Apaan pelajaran kimia, huruf kok di hitung."


"Mau pecah nih kepala gue jadinya." Lanjut Andre menggerutu dengan menepuk-nepuk kepalanya pelan.


"Si paling anak mama ngeluh mulu seharian ini." Ejek Jefri dengan memutar bola matanya malas menatap Andre.


"Ya gimana nggak ngeluh orang ngehitung huruf.. Dimana-mana hitung itu angka bukan huruf."


"Mungkin mama lo ada keinginan terpendam suruh lo masuk IPA." Sahut Gesa bersamaan dengan menaiki jok motor besarnya.


Andre nenggaruk pelan dagunya seolah berfikir, "Mama gue emang maunya gue jadi dokter.. Tapi prinsip gue ketika jadi dokter adalah kalo pasien gue cantik gue obatin kalo nggak ya sorry gue skip."


PLAK!!


Gesa memakai helmnya, "Mama lo pasti bangga dan mau bunuh lo saat tau prinsip lo yang mulia itu.. Andre si paling anack mama!" Ucapnya santai lalu mula melajukan motornya menuju kantor.


"Gue duluan gaes.. Ada meeting sore ini." Lanjut Gesa kemudian.


Andre menggelengkan kepalanya pelan, "Si Gesa yang pewaris tunggal aja masih punya kerjaan meeting nah kita berdua.."


"Meeting sama tissue magic yang ada." Lanjut Andre tanpa malu dengan menatap motor Gesa yang mulai menghilang dari pandangan matanya.


"Lo kalo masih mesum, besok gerbang sekolah waktu lo yang berangkat gue tutup lebih awal."


"Heran gue, mesum muluh beh." Lanjut Jefri kemudian.


...🔥🔥🔥...


"Permisi.. Maaf, pak Gesanya ada?" Tanya Aira pada salah satu resepsionis baru yang tengah mengecat kukunya.


Aira memang sengaja memberi kejutan Gesa dengan datang ke kantor membawa masakan kesukaannya.


"Nggak ada!" Jawab resepsionis tersebut dengan dingin dan bernada cuek seperti membentak.


"Kamu karyawan baru disini? Kok sebelumnya belum pernah ketemu." Tanya Aira.

__ADS_1


Karena memang hampir semua karyawan perusahaan yang dimiliki Gesa itu tahu Aira siapa dan sadar akan harus bagaimana jika bersikap.


"Iya baru. Kenapa ya mbak?"


"Mbaknya iri nggak bisa masuk dan kerja disini karena memang kantor ini elite banget." Lanjut resepsionis tersebut.


Aira hanya diam saja lalu mulai menganggukkan kepalanya pelan, "Maaf mbak sebelumnya, saya kesini mau nyari pak Gesa.. Apa beliau sudah datang?" Tanyanya kemudian.


Resepsionis tersebut tetap tidak mau menatap Aira dan bahkan kali ini tengah merapikan kukunya yang berwarna merah seolah menggoda bagi siapa saja yang melihatnya.


"Kenapa sih mbaknya nyari pak Gesa mulu?"


"Masak iya cuma pakai daster doang dan compang-camping gini pantes nyari pak Gesa?"


"Inget ya mbak.. Pak Gesa itu bukan orang sembarangan yang bisa ditemui gitu aja."


"Jadi mbaknya kalo mau ketemu pastikan rapi, wangi, bersih serta seksi kayak saya." Lanjut resepsionis baru tersebut merendahkan Aira dengan menatap seluruh tubuh Aira tanpa henti.


"Seksi? Kenapa harus seksi?" Tanya Aira dengan mengerutkan keningnya.


"Soalnya saya ini calon nyonya Deanova dan pak Gesa tertarik pada saya." Sahut resepsionis tersebut dengn sombong.


Dalam hati Aira hanya tertawa kecil dan mulai mengeluarkan ponsel mahalnya, "Aku di meja resepsionis.. Katanya kamu sibuk ada tamu? Aku boleh masuk nggak?"


"Loh kesini sama siapa? Aku ini lagi di otw jalan di depan kamu."


Mendengar ucapan Gesa diseberang panggilannya, Aira dengan cepat mematikkan panggilan tersebut lalu merentangkan kedua tangannya yang disambut hangat oleh Gesa.


"Lyra.. Mungkin kamu belum tau siapa wanita cantik ini." Ucap Gesa pada resepsionis tersebut yang bernama Lyra.


Gesa menatap Aira dengan lembut dan mengecup kening Aira singkat, "Udah kenalan?" Tanyanya kemudian yang dijawab Aira dengan gelengan kepala.


Tahu akan apa yang akan ia lakukan kali ini, Aira dengan cepat mengulurkan tangannya pada Lyra yang terlihat ragu dengan memincingkan matanya.


"Kenalin.. Aira Deanova, istri dari mas Gesa Deanova." Ucap Aira dengan tersenyum tipis pada Lyra.


Lyra sendiri hanya terpaku diam karena kaget bukan main mendengar sapaan perkenalannya kali ini.


Aira menarik tangannya dari tangan Lyra, "Kalo kamu bilang aku harus seksi buat temuin suami aku, kamu salah besar Lyra.. Aku bahkan sudah menemani sikap bejat suamiku sebelum kamu nasehati."


"Tolong perbaiki kerja kamu ya, Lyra! Saham dari perusahaan ini yang 90% nama aku. So, kamu bisa saja di tendang keluar tanpa rasa hormat jika kamu berulah lagi." Lanjut Aira berbicara dengan santai namun bisa membuat Lyra panas dingin sendiri.


"Good girl, my wife." Bisik Gesa kemudian dan berakhir dengn kecupan singkat di bibir Aira.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


__ADS_2