AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
17 | MY RARA


__ADS_3

"Lo bisa mulai kerja nanti pulang sekolah Ra. Gue udah bilang sama abang gue." Ucap Dika perihal pekerja paruh waktu yang sempat Aira inginkan.


Aira menganggukkan kepalanya dengan ragu, karena ia sendiri takut Gesa akan tahu dan mungkin akan marah besar padanya.


"Kira-kira sampai malam apa nggak ya Dik?" Tanya Aira kemudian.


"Kalo itu belum tau Ra. Tapi coba deh lo nanti tanya sama abang gue, karena gue nggak bisa anterin lo dan harus anterin mama gue.. Lo gapapa kan kalo harus berangkat sendiri?"


"Gapapa Dik, santai aja. Tempatnya yang kemarinkan?"


Dika menganggukkan kepalanya tanpa ragu lalu menarik tangan Aira begitu saja, "Kita ke kantin yuk Ra."


Aira hanya mengikuti Dika yang berjalan menuju kantin dengan berjalan pelan, karena rasa sakit di pahanya akibat ulah Gesa yang kesetanan seolah masih terasa.


"Lo mau makan apa?" Tanya Dika yang membuat Aira mendongakkan kepalanya.


"Es teh aja deh Dik, aku masih kenyang."


Dilain tempat, Gesa tengah mengepalkan tangannya karena melihat istri cantiknya kini tengah berduaan bersama dengan cowok baru di depan matanya.


"Lo kenapa? Cemburu lihat Aira sama cowok lain?" Tanya Andre to the point.


"Cemburulah. Wajib cemburu gue, orang dia istri gue dan milik gue." Jawab Gesa asal dengan nada sewotnya.


Jefri dan Andre hanya saling bertatapan mata seolah mengatur strategi untuk Gesa dan Aira.


"Milik apaan? Bukannya lo nggak suka sama Aira, terus ngapain marah kalo lihat Aira sama cowok lain."


"Lagian juga pacar lo banyak, dimana-mana lagi.. Kenapa sekarang Aira yang lo pentingin? Atau jangan-jangan lo jatuh cinta ya sama Aira." Tuduh Jefri kemudian setelah Andre.


Gesa menghela nafasnya begitu saja dengan tangan yang mengusap lehernya pelan.


"Lo habis ngapain Ges kok leher lo ada bekas cakaran mana merah-merah lagi, nggak perih apa." Tanya Jefri kemudian dengan heran.


"Wah nggak bener nih. Jangan-jangan lo habis ngelakuin yang nggak senonoh."


"Mana bekas cakarannya kelihatan lagi, nggak malu lo." Lanjut Andre.


Gesa hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Andre dan Jefri dengan menatap Aira yang jauh di depannya.


Membayangkan apa yang telah ia lakukan bersama dengan Aira yang berada di bawah kendalinya, membuat Gesa senyum-senyum sendiri seperti orqng gila.


"Lo habis lepas perjaka sama siapa njing? Jangan bilang sama cewek lain."

__ADS_1


"Gue ingetin sama lo Ges, lo udah nikah kalo lo lupa."


Gesa memalingkan wajahnya menatap Andre yang menuduh dirinya lepas perjaka dengan cewek lain.


"Kalo gue lepas perjaka sama cewek lain emang kenapa? Ada masalah gitu?" Gumam Gesa dengan mata yang kembali menatap Aira.


"Ya lo gila apa gimana? Lo udah beristri goblok." Sahut Jefri dengan menepuk bahu keras.


Gesa berdiri dari duduknya, "Lo berdua akan tau siapa yang berhasil buat gue lepas perjaka dan nggak nyesel sama sekali." Ucapnya kemudian dan berjalan cepat menuju Aira.


Andre dan Jefri hanya menatap kemana Gesa melangkah dan berakhir dengan langkah Gesa berhenti tepat di belakang Aira.


"Syukurlah, Gesa udah mulai luluh sama istrinya." Ucap Jefri.


"Gue harap ada anak diantara mereka.. Gesa kaya kali dan mustahil kalo nggak bisa hidupin anaknya."


"Dan pernikahan mereka akan berjalan selamanya dengan Gesa yang cinta bahkan tunduh sama Aira tanpa main wanita sana-sini lagi." Sahut Andre kemudian.


...🔥🔥🔥...


Cup


"KYAA!!" Teriak Aira kaget saat seseorang dengan berani mencium pipinya.


Tidak menghiraukan seisi kantin yang ramai akibat perbuatannya, Gesa dengan cepat menarik pergelangan Aira dan berjalan bersama menuju gudang belakang sekolah.


Tubuh Aira yang mungil berhasil menempel di tembok dengan Gesa yang nengungkung menggunakan lengan kekarnya.


"Kenapa tadi teriaknya beda sayang? Perasaan waktu kita lagi bikin baby teriaknya nggak gitu deh."


Mendengar ucapan Gesa dengan cepat Aira menutup wajahnya yang memerah akibat godaannya.


"Bisa malu juga ya my Rara?" Lanjut Gesa dengan memainkan rambut Aira.


"Nanti berantakan kak, jangan diusap-usap kayak gitu." Jawab Aira malu-malu dengan merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah tangan Gesa.


Tanpa sadar Gesa tersenyum geli menatap kelakuan Aira Entah apa yang membuatnya suka menggoda Aira, tapi yang jelas alasan Gesa cuma satu.. Ingin menjerat Aira di pernikahan suci mereka dengan waktu seumur hidup.


Tidak perduli jika Gesa cinta maupun tidak dengan Aira dan sebaliknya dengan Aira yang cinta padanya atau tidak. Gesa akan tetap mempertahankan Aira dan mustahil menggugat cerai Aira.


"Gue nggak suka lo deket-deket sama cowok selain gue dn gue akan habisin semua cowok yang berani deketin lo." Ucap Gesa cepat tanpa basa-basi lagi.


"Nanti pulangnya sama gue dan kita belanja."

__ADS_1


"Tapi kak, aku ada kerja kelompok.. Pulang sekolah nanti." Jawab Aira cepat dan terpaksa berbohong jika dirinya memang harus bekerja untuk membeli obat penyakitnya yang akan habis.


"Sama siapa? Si murid baru?" Tanya Gesa dengan memincingkan matanya.


Aira menganggukkan kepalanya ragu-ragu lalu menundukkan kepalanya tanpa berani menatap mata tajam milik Gesa.


"B-Boleh ya kak, please.. Aku nggak akan macam-macam kok. Lagian juga aku udah jadi milik kak Gesa seutuhnya."


Gesa tersenyum geli mendengar ucapan Aira yang mengatakan kata seutuhnya, seolah tengah membahas malam dimana mereka melakukan hubungan bersama.


"Gue anter." Tegas Gesa kemudian.


"Tapi kak, yang punya tempat kerja kelompok itu kakaknya Dika.. Lagian ada pacar Dika juga disana, masak kak Gesa masih nggak ijinin aku buat barengan sama Dika." Jawab Aira untuk meyakinkan Gesa agar tidak mengetahui motifnya untuk bekerja part time.


Gesa mengusap wajahnya kasar, "Oke nggak akan gue anter tapi gue minta nomor Dika, mana ponsel lo?!"


Aira menyerahkan ponselnya pada Gesa tanpa ragu, ia sudah merencakan semuanya untuk memberitahu Dika jika nanti Gesa menghubunginya.


"Udah makan?" Tanya Gesa dengan tiba-tiba dengan mengusap lembut pipi Aira.


Aira menggelengkan kepalanya yang membuat Gesa dengan cepat mengecup bibirnya.


"Kenapa belum makan, hm?"


"Kak Gesa udah dimakan bekalnya? Suka nggak sama menu hari ini?" Tanya Aira tanpa menjawab pertanyaan dari Gesa.


Gesa menganggukkan kepalanya, "Suka. Suka banget sama bekal hari ini dan udah dimakan juga."


"Sekarang lo ke kantin, pesen makan dan harus dimakan.. Gue akan lihatin lo dari jauh dan kalo nggak makan awas aja, hukuman dari gue sama seperti malam pertama kita di rumah kita setelah pulang dari rumah mama."


Tak menjawab ancaman Gesa yang membahas malam pertama panas ala mereka berdua, Aira hanya menatap wajah tampan Gesa dan dengan keberanian yang entah muncul darimana Aira mengecup pipi Gesa dan berlari dengan cepat menuju kantin.


Gesa yang mendapat kecupan singkat dari Aira hanya bisa melongo lalu mengusap dadanya yang berdetak sangat cepat.


"My Rara bikin jantungan asli, ya Tuhan gue beneran mleyot ini." Gumam Gesa dengan bersandar pada tembok karena kakinya yang lemas.


"Obat penyubur rahim yang berkedok pencegah hamil, huhu.. Lo kira gue akan lepasin cewek secantik dan sesederhana lo gitu aja Ra? Nggak akan mungkin."


"Secepatnya gue pastikan, akan ada baby kita di rahim lo."


"Dan itu akan membuat lo terjerat seumur hidup sama gue dengan lo yang akan menjadi mama dari anak-anak gue." Lanjut Gesa kemudian.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


__ADS_2