
...IG : FRISKYA____...
"Mau kemana? Kok pake baju seragam segala?" Tanya Gesa tiba-tiba yang melihat Aira menuruni tangan lengkap dengan seragam sekolahnya yang sudah rapi.
Gesa sengaja belum berangkat pagi ini padahal ia ada jadwal bimbingan belajar dulu mengingat bahwa sekarang dirinya sudah kelas 12.
"Sekolah dong kak.. Masak iya mau belanja pake seragam." Jawab Aira dengan melayani Gesa seperti biasa di meja makan.
"Suruh siapa ke sekolah?"
"Hari ini bukan hari Minggu kak, makanya aku harus sekolah tetep kayak biasanya." Jawab Aira kemudian.
Gesa menatap penampilan Aira dengan memakai hoodie oversizenya yang sengaja ia gunakan sehari-hari mulai beberapa hari yang lalu.
"Hoodie gue bau nggak?" Tanya Gesa tiba-tiba yang memdapat jawaban gelengan kepala dari Aira.
Aira menatap makanan yang ada di depannya dalam diam, perutnya mendadak melilit dan ingin memuntahkan semuanya padahal ia belum makan apapun pagi ini selain ciuman Gesa.
"Kenapa diem? Perutnya kenapa?"
Tidak menjawab pertanyaan Gesa, Aira dengan cepat berdiri dari duduknya dan berlari menuju dapur.
"SAYANG.. JANGAN LARI, DAPUR LICIN." Teriak Gesa bermaksud memberi peringatan pada Aira.
Tidak tahan dengan rasa mual yang melanda di perutnya, Aira memuntahkan semuanya ke dalam westafel dapur lalu tubuhnya mendadak lemas begitu saja.
GREP!!
Gesa memeluk tubuh lemas Aira dengan cepat dan tanpa menghiraukan apapun lagi, ia segera membawa Aira menuju kamar lalu dan membaringkannya di atas ranjang.
"Sini di lepas dulu hoodienya." Ucap Gesa bersamaan dengan melepas hoodie Aira.
Aira menggelengkan kepalanya bermaksud menolak untuk melepas hoodie tersebut, karena ia memikirkan sekolah dan memutuskan berangkat pagi setelah beberapa absen dengan alasan sakit.
"Sekolah kak, nggak mau dilepas." Ucap Aira lirih yang membuat Gesa menghela nafasnya pelan.
"Nggak lihat gimana keadaan tubuh sekarang? Perut lo kosong dan belum terisi apapun sejak kemarin malam, makan malam juga nggak mau."
"Mau sekolah." Lirih Aira.
Gesa mengusap wajahnya kasar dan akan terus mengingat jika ibu hamil akan sensitif dengan semuanya termasuk emosi yang selalu berubah-ubah. Hal tersebut sukses membuat Gesa hampir kewalahan sendiri.
"Oke kita ke sekolah tapi harus makan dulu. Gimana?" Ucap Gesa dengan mengusap lembut pipi Aira.
"Takut mual kak kalo makan, nanti kalo mual di sekolah gimana?"
Gesa bingung sendiri harus bagaimana, jika Aira tidak makan maka tubuh Aira akan lemas karena di perut Aira juga ada bayi yang harus diberi asupan setiap saat oleh sang ibu.
"Emm.. Gini aja deh, sekarang mau makan apa? Apapun pasti gue cariin asal lo mau makan."
Aira tampak berfikir dengan tangan yang mengusap perutnya lembut, jika berangkat sekolah dengan keadaan seperti sekarang yang ada hubungannya dengan Gesa akan sebagai suami istri akan terbongkar dan juga akan menyusahkan Gesa ke depannya.
Gesa memincingkan matanya lalu membantu Aira yang tiba-tiba melepas hoodienya begitu saja.
"Kenapa dilepas? Katanya mau sekolah." Tanya Gesa bingung sendiri dengan tingkah Aira.
Aira menggelengkan kepalanya pelan dan menarik lengan Gesa begitu saja lalu memeluknya, "Nggak mau sekolah, nanti di sekolah mual."
__ADS_1
"Aku udah putusin keluar aja dari sekolah, minta tolong urusin ya kak." Lanjut Aira yang membuat Gesa diam dan merasa bersalah.
Jika bukan karena ulah Gesa yang ingin menjerat Aira untuk selalu bersamanya dengan adanya anak diantara mereka, mungkin Aira akan tetap beraktivitas seperti biasa seperti anak seusianya.
"Kenapa gitu? Gue bisa kok jagain lo di sekolah dan akan gue pastikan lo akan tetap baik-baik aja selama ada di jangkauan gue."
"Nggak perlu kak. Aku mau dirumah aja sama calon anak kita dan akan nunggu kak Gesa pulang dari sekolah setiap hari." Jawab Aira dengan tersenyum manis dan dengan berani mengecup pipi Gesa.
"Sekarang mau apa? Makan apa?" Tanya Gesa kemudian.
"Nggak mau makan apa-apa cuma mau tidur aja, temenin bentar ya kak.. Nanti kalo aku udah tidur kak Gesa baru berangkat ke sekolah."
Gesa menganggukkan kepalanya dan mulai menemani Aira dalam tidurnya, mengusap lembut jemari Aira dan tidak lupa mengecup kening Aira sebelum ia pergi.
"Gue sayang banget sama lo Ra dan gue memutuskan buat jatuh cinta sama lo mulai hari ini.. Terimakasih udah mau ngalah demi anak kita."
...🔥🔥🔥...
"Mama.. Mama kok disini?" Ucap Aira kaget saat melihat Sofia berada di dapurnya.
Sofia memang sengaja hari ini ke rumah putra tunggalnya karena suruhan Gesa yang mendadak dan kabar Aira yang hamil membuat Sofia membatalkan acara arisannya dengan komunitas sosialitanya.
"Sayang kamu udah bangun?"
"Duduk sini dulu, jangan capek-capek ya." Lanjut Sofia dengan menarik kursi yang ada di belakang pantri dapur.
"Mama sejak kapan disini? Maaf ya ma, Aira nggak sambut mama soalnya Aira baru bangun dan kepala Aira pusing banget tadi." Ucap Aira dengan menundukkan kepalanya karena menyesal.
Tidak menyambut kedatangan sang mama mertua kali ini membuat Aira merasa bersalah, apalagi sang mama yang sudah memasak semuanya membuat Aira semakin tidak enak sekaligus malu sendiri.
"Gapapa sayang mama seneng-seneng aja kok direpotin sama kamu.. Sekarang badan kamu gimana? Apa yang kamu rasain?" Tanyq Sofia pada Aira.
"Makan apapun juga mual?" Tanya Sofia dengan menuangkan masakannya diatas piring.
"Mama kayaknya nggak perlu deh masak-masak kayak gini disini. Yang harusnya masak itu aku ma bukan mama."
Sofia tersenyum lembut menatap Aira, "Nggak ada yang salah sayang mama masak buat kamu sama Gesa, kamu sama Gesa loh anak mama. Jadi, dimana salahnya?"
"Nyium masakan mama mual nggak?"
Aira menggelengkan kepalanya pelan, "Nggak ngerasa mual sama sekali ma tapi nggak tahu nanti kalo makan.. Kak Ges eh maksudnya mas Gesa lebih ke buah kalo sama aku, biar aku nggak mual-mual."
Mendengar ucapan Aira entah mengapa membuat Sofia tersenyum kecil mengetahui jika anaknya sudah memperhatikan istrinya sekaligus calon buah hatinya.
"Ngomong-ngomong masalah Gesa, tindakan apa aja yang dia lakukan saat kamu mual-mual kayak gini? Lemes sama nggak mau makan gitu."
Aira tampak berfikir lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Ya nenangin Aira ma, peluk Aira juga dan masih banyak lagi." Jawabnya kemudian dengan menahan senyumnya mengingat tingkah Gesa yang super perhatian dalam menjaga dirinya.
...🔥🔥🔥...
"Kok baru pulang? Bukannya sore dan ini udah malam." Tanya Aira dengan membawakan ransel Gesa.
Gesa yang membuka pintu dengan lesu mendadak tersenyum tipis saat menatap Aira yang tengah menantinya pulang di ruang tamu.
"Tadi pulang sekolah latihan basket dulu terus perjalanan pulang eh dijalan di telfon orang kantor, yaudah sekalian ke kantor daripada bolak-balik." Jawab Gesa dengan berjalan menaiki tangga yang diikuti oleh Aira.
Aira dengan cepat membantu Gesa meletakkan sepatunya di rak seperti biasa lalu berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
__ADS_1
"Air hangat udah aku siapin.. Nanti kalo udah selesai mandi langsung ke bawah ya kak, aku lagi siapin makan soalnya."
Melihat perhatian Aira yang telaten dan selalu tahu semua tentangnya, membuat Gesa tersenyum tipis dan mendekat ke arah Aira begitu saja.
Cup
"Jangan capek-capek ya, nanti kasian lo sama jagoan kita kalo mamanya kebanyakan aktivitas mulu." Ucap Gesa kemudian setelah mengecup singkat bibir Aira lalu mengusap lembut rahangnya.
Aira menganggukkan kepalanya pelan dan tangan yang mengusap lembut perutnya berjalan menuruni tangga dengan hati-hati menuju meja makan.
Sedangkan Gesa masih menampilkan senyum manisnya menatap Aira yang kini tengah mengandung anaknya.
"Gimana gue nggak luluh dan jatuh hati sama lo sih Ra, cantik lo bagian dalam maupun luar tulus banget." Gumam Gesa pelan bersamaan dengan tertutupnya pintu kamar mandi.
"Tadi mama kesini?" Tanya Gesa tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan mengusap rambutnya yang masih basah.
Aira terlonjak kaget saat mendengar suara Gesa yang tiba-tiba berada di belakangnya dan memeluk erat pinggangnya sekaligus menciumi lehernya dengan gemas seperti biasa.
"Mandinya udah?"
Gesa menganggukkan kepalanya dan tetap menciumi leher Aira tanpa berhenti. "Kak Gesa cuma pake handuk doang nggak malu apa sama aku?" Tanya Aira yang mencoba menghindar dari Gesa namun tidak berhasil.
"Mau kemana sih sayang? Ngapain juga malu, biasanya juga kita malah lebih dari ini tiap malem."
Faham dengan maksud Gesa masalah hubungan intim keduanya di malam hari sebelum dirinya hamil, Aira dengan cepat membalikkan badannya dan menatap mata Gesa.
"Aku lagi hamil ya kak, nggak boleh bercinta." Sewot Aira dengan bibir cemberutnya.
Cup
"Kebetulan sekali sayangku, gue udah tanya dokter kalo kita bercinta gapapa asal hati-hati.. Pintarkan gue? Edukasi bercinta gue banyak." Lanjut Gesa setelah mengecup singkat bibir Aira.
Aira sendiri hanya tertawa mendengar jawaban Gesa yang membahas pengetahuan masalah bercinta sehari-hari, padahal Aira tahu, saat ini tubuh sekaligus otak Gesa capek namun tetap saja berusaha menghibur dirinya.
"Udah kak Ges bercandanya, sekarang pakai baju ini terus makan." Ucap Aira dengan menyodorkan satu set pakaian untuk Gesa dan berjalan menuju nakas dimana makanan Gesa juga sudah tertata rapi disana.
"Kenapa nggak lo aja yang gantiin gue baju?" Gumam Gesa pelan dengan melepaskan handuk putih yang melilit dipinggang rampingnya.
Mata Aira melotot begitu saja saat melihat Gesa yang melepas handuknya tanpa malu di depannya hingga membuat dirinya memalingkan pandangannya dengan cepat.
Setelah selesai dengan acara berganti baju, Gesa dengan cepat berjalan menuju dimana Aira tengah berdiri lalu meraih rahangnya tanpa ragu dan mulai mencium bibirnya dengan lembut.
Entah apa yang terjadi, Aira merespon Gesa dengan cepat bahkan mulai berani mengalungkan kedua tangannya di leher Gesa.
"Lo balas ciuman gue?" Tanya Gesa dengan menautkan kedua alisnya.
Aira menganggukkan kepalanya dengan nafas yang terengah-engah dan mulai mencium bibir Gesa lagi tanpa ragu.
"Nggak biasanya lo kayak gini, minta apa sayang?"
"Bilang sama gue mau minta apa?" Bisik Gesa lagi di sela-sela ciumannya dengan Gesa.
Belum ingin menjawab pertanyaan Gesa, Aira dengan cepat melingkarkan kakinya begitu saja di pinggang Gesa lalu naik digendongannya tanpa ragu.
"Mau apa sayang.. Bilang sama gue mau apa?" Ucap Gesa dengan mengusap lembut pipi Aira.
"Mau kak Gesa.. Sekarang. Cuma mau kak Gesa." Jawab Aira dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
Tau akan maksud keinginan Aira, membuat Gesa tersenyu lembut dan dengan cepat menurunkan Aira di atas ranjang dengan perlahan dan mereka melakukannya.
...🔥🔥🔥...