AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
42 | MAAF


__ADS_3

...IG : npaaaaa___...


...🔥🔥🔥...


"Ra, gue boleh masuk?" Ucap Gesa setelah mengetuk pintu kamar.


Tidak seperti biasanya yang ingin memasuki kamar langsung masuk tanpa izin, akibat pertengkarang hebat dimana Gesa tidur dengan wanita lain merusak semuanya.


"Masuk aja kak nggak dikunci kok."


Gesa membuka pintu dengan perlahan dan melihat Aira yang tengah membaca salah satu buku sekolahnya. Hal tersebut sukses membuat Gesa marah sendiri pada dirinya.


Akibat paksaannya yang ingin segera punya anak dengan tujuan hidup bersama selamanya dengan Aira, membuat ia lupa berapa usia Aira dan kewajiban apa yang harus Aira lakukan di usianya.


"Lo lagi ngapain?" Tanya Gesa basa-basi bersamaan dengan duduk tetap di bawah kaki Aira.


Posisi Aira memang sedang duduk bersantai dengan bersender pada headboard ranjang dan kaki yang ia luruskan karena capek seolah pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.


Gesa memang beberapa kali menawarkan asisten rumah tangga, namun Aira menolak hal tersebut dengan alasan ia masih mampu menangani semuanya dan pekerjaan rumah tangga yang menurutnya memang sudah biasa untuk seorang istri.


"Cuma baca buku doang kok kak, ada apa?" Jawab Aira dengan menutup bukunya lalu meletakkannya diatas nakas.


"Lo masih marah sama gue?"


Aira menggelengkan kepalanya pelan dan menampilkan senyum manisnya sebagai topeng seperti biasa bahwa ia terlihat baik-baik saja di depan Gesa.


Nyatanya? Hati Aira hancur dengan satu perlakuan Gesa.


"Nggak pernah marah sama kak Gesa.. Nggak ada alasan juga buat aku marah sama kak Gesa."


"Gue minta maaf atas semuanya."


Aira memincingkan matanya menatap Gesa, "Semuanya?" Tanyanya kemudian dengan bingung.


"Maaf kalo selama ini gue kasar sama lo, suka ketus dan bentak lo.. Bahkan gue udah buat lo kayak gini."


Gesa meraih jemari Aira lalu meremasnya lembut, "Maaf banget dan yang sebesar-besarnya atas kesalahan gue yang paksa lo buat nikah sama gue dan sekarang lo malah mengandung benih gue."


"Gue berani sumpah kalaupun gue main cewek, gue nggak akan pernah tidurin itu cewek kecuali gue nidurin lo.. Karena lo istri gue yang sah di mata agama maupun negara."


"Percaya gue Ra.. Sumpah demi apapun gue nggak sebrengsek itu." Lanjut Gesa dengan menatap mata Aira lekat-lekat.


Aira yang awalnya diam dan terkunci dengan tatapan Gesa, dengan cepat mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah lain.


Tidak ingin masalah semakin besar mau tidak mau Aira menganggukkan kepalanya dan mencoba memberi Gesa kepercayaan lagi.


Tidak mengungkapkan rasa cinta padanya itu hal yang wajar menurut Aira. Dimana ia akan selalu sadar dan tau siapa dirinya saat ini, posisinya apa dan pantas tidaknya mendapat cinta Gesa.


Nyatanya tidak sama sekali..


Aira menarik tangannya, "Aku percaya kok kak, udah kita nggak usah bahas itu lagi." Ucapnya kemudian.


Gesa tersenyum manis menatap Aira karena kembali mendapat kepercayaannya dan ia akan tetap mencari bukti bahwa ini semua adalah ulah Nayla yang sengaja menjebaknya.


"Gue akan tetap cari bukti dan gue akan tunjukin ke lo, agar lo bisa percaya sama gue seratus persen."


Aira menganggukkan kepalanya pelan, "Terserah kak Gesa aja maunya gimana."


Gesa dengan cepat memeluk perut Aira dan menenggelamkan wajahnya disana. Mencium dengan gemas perut rata milik Aira tanpa sungkan dan tentu saja dengan hangat dan rasa sayang yang besar.


"Jangan bergaul lagi sama Doni lagi ya, gue nggak suka lo deket-deket sama Doni." Ucap Gesa tiba-tiba.


Aira dengan ragu mengulurkan tangannya dan mengusap lembut rambut Gesa, "Kalo aku nggak boleh deket sama Doni, emang kak Gesa juga bisa nggak deket sama kak Nayla?"

__ADS_1


Entah keberanian darimana, Aira berani mengucapkan hal tersebut yang membuat Gesa bungkam namun tangannya masih mengusap lembut pinggang Aira.


Cup


"Jangankan Nayla Ra.. Semuanya akan gue abaikan demi lo." Jawab Gesa tegas yang membuat Aira tersenyum kecil tanpa sadar.


...🔥🔥🔥...


"Kak Ges.." Ucap Aira lirih dengan mengusap perut kotak-kotak miliknya.


Aira tahu bahkan masih sadar di jam dua pagi dengan keadaan perut yang bunyi dan ingin makan sesuatu, takut bangun sendirian mau tidak mau ia memberanikan diri untuk membangunkan Gesa.


"Hmm.." Jawab Gesa dengan bergumam.


"Jangan diusap kayak gitu sayang perut gue nanti yang bawahnya kebangun." Lanjut Gesa pelan dengan mata yang masih terpejam.


Mendengar jawaban Gesa, Aira menarik tangannya namun di cegah dengan cepat oleh Gesa. "Kalo bukan lo yang ucap mau siapa lagi? Baperan deh."


Aira menghela nafasnya pelan, "Mau makan, perutku bunyi."


"Siapa suruh tadi waktu makan malam nggak mau makan?" Ucap Gesa dengan suara seraknya namun masih setia dengan matanya yang tertutup dengan tangan yang mengusap lembut jemari Aira yang berada di atas perutnya.


"Udah mencoba aku masukin kak tapi tetep mual."


Otak Gesa yang penuh kemesuman dengan cepat tersambung begitu saja kemana arah bicara mereka, "Yaudah gue aja yang masukin biar nggak mual." Goda Gesa pada Aira.


"Kak Gesa.. Aku laper bukan mau anu." Rengek Aira kemudian.


Gesa bangun dari tidurnya dan tangan yang mengusap lembut pipi Aira lalu mengecup keningnya singkat.


"Mau makan apa?"


Aira tampak berfikir dengan tangan yang mengusap-usap perutnya. "Soto enak kali ya.. Mau soto kak Ges." Jawabnya kemudian dengan nada riang.


"Gila apa gimana nih? Ya kali gue jam dua pagi kayak gini nyari penjual soto.. Yang ada kuntilanak lagi nongol-nongolnya."


"Gimana kalo kita makan sisa makan malam tadi aja yang? Aku angetin deh."


"Atau mau aku masakin sebagai pengganti soto.. Lagian mana ada sih yang jam segini ada penjual soto yang masih buka."


Gesa menghela nafasnya pelan, "Mau sotonya ditunda besok aja gimana? Kan beberapa jam lagi udah pagi juga." Ucapnya bermaksud membujuk Aira.


"Kak Gesa emang bisa masak?" Tanya Aira dengan memincingkan matanya.


Gesa tersenyum dengan memunculkan giginya, "Nggak bisalah. Tapi akan gue usahakan bisa buat lo.. Apapun sayang! Apapun buat lo."


"Tapi tetep mau soto kak, gimana dong?"


Mau tidak mau dan takut jika Aira akan marah atau sedih sekaligus kecewa, ia dengan cepat berdiri dari ranjang dan menuju walk in closet.


Aira sendiri hanya diam melihat tingkah Gesa yang meninggalkannya begitu saja dengan mengusap perutnya pelan, "Papa pasti nggak suka kita repotin, lain kali jangan minta yang aneh-aneh ya sayang.. Sekarang kita tidur lagi- aja." Gumamnya pelan lalu mulai menarik selimutnya dan berbaring membelakangi Gesa.


Gesa hanya diam mendengar gumaman Aira dimana ia yang nyatanya tidak setega itu. Menuruti Aira memang merepotkan tapi jika tidak dituruti suami macam apa dia? Itulah yang ada di pikiran Gesa kali ini.


"Katanya mau soto, kok tidur lagi."


"Gue yang cari sendirian atau ikut?" Tawar Gesa kemudian.


Mendengar suara Gesa yang menawarkan soto, Aira dengan cepat bangun lalu menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Mau ikut." Jawabnya cepat.


"Gausah ganti baju nanti nggak keburu, pake hoodie gue aja nih." Ucap Gesa dengan mengulurkan hoodie oversize miliknya pada Aira.

__ADS_1


Sepanjang mengikuti langkah Gesa menuju garasi, Aira tersenyum kecil melihat perlakuan Gesa kali ini padanya. Tidak mau berharap lebih tapi yang jelas di benak Aira hanya terlintas bahwa perhatian Gesa hanya pada calon buah hatinya dan bukan dirinya.


...🔥🔥🔥...


"RARA.."


"MY RARA.."


Teriakan Gesa yang masih berada di atas ranjang sedangkan Aira sibuk memasak untuk makan pagi mereka berdua.


"MY RARA, KEMBALI KE RANJANG AJA."


"NGGAK USAH MASAK.. GUE NGGAK LAPER."


Mendengar teriakan Gesa, mau tidak mau Aira dengan cepat mematikan kompornya lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar.


"Kenapa kak teriak-teriak ini masih pagi." Tanya Aira kesal pada Gesa.


Gesa yang awalnya masih memejamkan matanya dengan posisi tengkurap dan tangan yang mengusap ranjang sebelah tepatnya tempat Aira tidur dan membuka matanya pelan.


"Nggak usah masak.. Gue nggak laper."


Aira menghela nafasnya pelan lalu mulai menarik selimut yang menutupi celana pendek Gesa. "Bangun kak, waktunya sekolah."


"Bolos ah, capek sekaligus ngantuk." Gumam Gesa pelan.


"Kok gitu."


"Bodo amat.. Lo juga nggak usah masak aja deh yang kelonin gue."


Aira memutar bola matanya malas dengan tangan yang sibuk merapikan semua selimut yang berantakan akibat ulah Gesa.


"Udah pagi kak.. Bangun yuk, makan pagi juga udah siap."


Gesa menggelengkan kepalanya dengan mata yang masih terpejam dan dengan cepat tangannya meraih pinggang Aira lalu menempatkan kepalanya tepat di pahanya.


"Kok malah tidur lagi sih kak, waktunya sekolah loh.. Ini udah pagi." Omel Aira lagi.


"Anggap aja sebagai tanggungjawab lo yang banguni gue jam dua pagi tadi dan sekarang gue mau lo tidur lagi nemenin gue."


Cup


"Sekalian susuin gue, gue juga mau."


PLAK!!


"Sakit sayang." Erang Gesa kemudian setelah mencium bibir Aira singkat dan duduk dengan mengusap lengannya.


Aira dengan cepat berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu lalu membuka semua gorden yang membuat sinar matahari masuk.


"Arghhh.. Kenapa dibuka sih yang?" Protes Gesa dengan mengusap matanya.


Aira menghela nafasnya pelan, "Kalo mau jatah tetap jalan cepat mandi terus turun.. Harus sekolah nggak boleh nggak." Ketus Aira lalu berjalan keluar menuju dapur.


Gesa mengusap wajahnya kasar dan terpaksa menuruti semua perintah Aira dengan hormat. "Kalo bukan karena jatah, gue hari ini pasti nggak masuk sekolah beneran.. Mana masih ngantuk banget lagi."


...🔥🔥🔥...


......**LAMBAT UPDATE KARENA AKU LAGI SAKIT GAESS.. NGGAK SEMBUH-SEMBUH :'(((......


...MAAF YA :)...


...SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU 😚**...

__ADS_1


__ADS_2