AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
65 | KENALIN KE MAMA


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...Follback? DM!...


...🔥🔥🔥...


"Udah lama nggak dateng ke tongkrongan kenapa bos?" Tanya salah satu anak tongkrongan yang bernaman Juan.


Setelah menikah dan menjalin hubungan baik bahkan mengungkapkan cinta serta sayangnya pada Aira, Gesa tidak lagi suka nongkrong sana-sini dan lebih menghabiskan waktunya di rumah.


Kali ini Gesa berani ke tongkrongan dikarenaka Aira yang tengah pergi ke rumah mama dari pagi tadi tanpa Gesa.


"Nggak ada apa-apa sih, cuma males aja keluar rumah." Jawab Gesa singkat.


Teman tongkrongan Gesa memang belum tahu soal pernikahannya dengan Aira. Yang semuanya tahu hanya Gesa si anak tunggal kaya raya dan berjiwa playboy sana-sini.


"Gimana nggak betah di kandang mulu, orang di kandangnya ada santapan luar biasa enaknya." Sindir Andre lalu menyedot rokoknya.


Andre dan Jefri juga sepakat untuk tidak memberitahu siapapun jika bukan Gesa yang minta atau Gesa sendiri yang cerita.


"Oh ini ya yang namanya Gesa.." Ucap salah satu cewek berpenampilan seksi yang datang tiba-tiba.


Juan berdehem lalu memperkenalkan cewek tersebut pada Gesa, "Kenalin Ges.. Namanya Intan."


"Dia udah nongkrong beberapa kali disini dan juga temen-temen lain menerima Intan dengan baik."


"Karena lo udah jarang banget kesini, makanya Intan cuma tau nama lo dan bukan lo yang secara langsung."


Gesa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban mengertu dari penjelasan Juan.


Juan memalingkan pandangan menatap Intan dan Gesa bergantian. "Ini dia namanya Gesa.. Dia bos besar disini." Ucapnya kemudian.


Gesa menepuk pelan bahu Juan, "Bisa aja lo.. Kita disini sama aja kali." Jawab Gesa cepat dengan memutari seluruh meja tongkrongan namun tidak menemukan Indro.


"Indro kemana?"


"Oh dia ada acara keluarga beberapa hari ini ke luar kota, mungkin besok pulangnya." Sahut Jefri cepat yang memang rumahnya bersebelahan dengan Indro.


Intan yang merasa terabaikan dengan cepat mengulurkan tangannya bermaksud untuk berkenalan dengan Gesa.


"Gue Intan."


Gesa tersenyum simpul dengan membalas uluran tangan Gesa, "Lo udah tau nama gue. Jadi, jabatan tangan kita ini anggap aja cuma formalitas."


Intan menarik tangannya kasar dan perasaan hati yang dongkol.


Dengan alasan dan berbicara dalam hati bahwa dirinya cantik hingga di minati banyak cowok, membuat Intan berkeinginan untuk mendekati Gesa yang jelas-jelas idaman semua cewek.

__ADS_1


"Inget ada bini lagi hamil besar di rumah.. Jangan main-main lo." Bisik Andre tegas pada Gesa.


Gesa yang mendengar bisikan tersebut hanya memutar bola matanya malas, "Rara selalu di hati.. Dan gue lihat, kayaknya emang lo deh yang kebelet nidurin Intan."


"Mata lo!!" Umpat Andre keras tanpa sadar.


"Eh Ges, lo belum pesen minum ya.. Gue pesenin aja gimana?" Tawar Intan cepat untuk mencairkan suasana yang canggung antara dirinya dan Gesa.


Gesa tanpa ragu menganggukkan kepalanya lalu berdiri begitu saja menuju kursi lain dan duduk sendirian disana.


"Gesa nggak akan aneh-aneh gue jamin.. Dia udag bucin abis sama pawangnya."


"Kita lihat aja aksi Gesa menanggapi cewek murah macam Intan itu gimana." Lanjut Jefri bergumama pada Andre dengan mata yang menyorot tajam menatap Gesa.


...🔥🔥🔥...


"Ini punya lo.."


"Maaf ya kalo gue pesenin sama kayak gue, soalnya gue nggak tau kesukaan lo." Lanjut Intan kemudian setelah menyodorkan satu gelas es jeruk pada Gesa.


Intan bertekad mendekati Gesa setelah mengetahui Gesa versi asli dan bukan dari foto lagi.


Memang anak-anak tongkrongan sering bercerita mengenai Gesa dan Intan selalu saja ikut nimbrung untuk mendapatkan informasi lebih.


Tidak salah jika Intan menjatuhkan perasaannya pada Gesa yang memang tampannya tidak manusiawi dengan rahang bak pahatan dewa.


Harta Gesa yang sangat banyak juga menjadi faktor utama Intan untuk mendapatkannya.


"Kalo boleh tau lo sekolah dimana?"


"Nusa bangsa dan bakalan lulus tahun ini." Jawab Gesa cepat dengan membalas chattingannya dengan Aira.


Intang menganggukkan kepalanya, "Kalo alamat rumah lo dimana?"


"Gue udah nggak tinggal sama orangtua gue. Lo mau tanya alamat yang mana?"


Intan tampak ragu untuk bertanya lagi. Namun, keingintahuan tentang Gesa sudah mendarah daging agar ia bisa lebih dekat dengannya.


"Hebat banget udah mandiri dan nggak tinggal sama orang tua." Puji Intan penuh sanjung pada Gesa.


Gesa hanya tersenyum tipis menanggapi Intan dan mata yang kembali fokus menatap roomchatnya dengan Aira.


"Maaf sebelumnya kalo gue tanya-tanya, tapi gapapa kan gue tanya-tanya gini sama lo?" Tanya Intan tiba-tiba yang merasa sungkan dengan Gesa dan takut Gesa risih padanya.


Gesa menganggukkan kepalanya cepat, "Tanya aja, pasti gue jawab kok."


"Gapapa tanya aja. Saling mengenal boleh kali sesama teman." Lanjut Gesa kemudian dengan santai.


"Alamat rumah lo dimana?" Tanya Intan tanpa ragu mengulangi pertanyaan sebelumnya.

__ADS_1


"Grand Mansion Park rumah mama sama papa gue sedangkan gue tinggal di kawasan Grand Mansion Cluster."


Mata Intan melotot tidak percaya menatap Gesa, dimana perumahan keluarga yang benar-benar mahal dan mewah namun Gesa beserta keluarga mampu membeli di kawasan tersebut.


"Gue denger dari temen-temen kalo lo kerja sama sekolah. Emang bisa? Dan lo kerja dimana?"


"Awalnya si capek tapi ya gimana.. Kerja ngasilin duit jadi gue suka."


"Kerja di Deanova Grup. Setiap pulang sekolah." Lanjut Gesa kemudian.


"Nggak heran sih kalo kerja di Deanova Grup. Secara itu milik keluarga lo dan artinya lo nggak kerja disana tapi bos."


"Jadi lo tinggal sendiri di rumah lo yang sekarang?"


"Kalo senggang gue boleh nggak main ke rumah lo?" Lanjut Intan bermaksud menembus hal paling pribadi di dalam kehidupan Gesa.


Gesa menyalakan rokoknya sembari menjawab kekepoan yang ada di diri Intan dengan santai.


"Main aja sih gapapa.. Nanti gue kenalin juga ke mama."


Mata Intan berbinar seketika setelah mendengar ucapan Gesa yang akan memperkenalkan dirinya pada sang mama.


"Weekend deh gue usahain main ke rumah lo.. Lo mau dibawain apa?"


"Nggak usah bawa apa-apa kalo main ke rumah gue. Santai aja kan kita temen."


Intan menganggukkan kepalanya cepat dan sedikit dongkol saat Gesa mengucap kata teman diantara keduanya.


Tiba-tiba mata Intan melihat cincin berwarna emas serta perak di kedua tangan Gesa yang membuat dirinya semakin penasaran.


"Kok lo pakai cincin sih?"


Gesa mengamati cincin perak di tangan kirinya lalu cincin emas di tangan kanannya, "Oh ini.. Ini dari mama gue. Jimat katanya kalo punya hubungan sama siapapun biar langgeng terus awet."


"Lo sekarang nggak punya pacar kan?" Tanya Intan tanpa ragu lagi.


Gesa menggelengkan kepalanya cepat lalu berdiri dari duduknya karena Aira sudah minta jemput untuk pulang.


"Gue nggak punya pacar. Btw, maaf gue tinggal duluan. Ada acara mendadak soalnya." Pamit Gesa kemudian dan berlari menuju parkiran.


Di dalam mobil Gesa tersenyum sengit mengingat kembali percakapannya dengan Intan.


"Gue emangg nggak punya pacar tapi gue punya istri."


"Gue pake cincin perak karena ini cincin tunangan gue sama Aira. Sedangkan cincin emas gue adalah cincin pernikahan gue sama Aira."


"Gue? Mau ngenalin cewek model Intan ke mama? Gila kali gue."


"Yang ada, minggu depan Intan akan gue kenalin ke calon mama dari anak-anak gue.. Aira Deanova." Lanjut Gesa berbicara sendiri dengan mengemudi mobilnya menuju rumah mama Sofia.

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2