AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
30 | MAS GESA


__ADS_3

...IG : FRISKYA___...


"RA, AGAK CEPETAN DIKIT!! UDAH MAU JAM 7 MALAM INI." Teriak Gesa yang sudah rapi di anak tangga bagian bawah sendiri.


Malam ini dimana akan diselenggarakan pesta pengalihan saham yang awal mulanya atas nama Deon akan menjadi nama Gesa hari ini.


Dan Gesa juga sudah mengurus semuanya berkas-berkas penting sekaligus dokumen resmi dimana semuanya atas nama Aira yang ia persembahkan saat akad nikah beberapa waktu lalu.


"Udah siap kok kak, yuk berangkat." Ucap Aira tiba-tiba dengan langkah kaki pelan menuruni tangga.


Gesa hanya melongo melihat Aira yang sangat cantik dan seksi malam ini, ditambah gaun khusus yang sengaja ia pilih sendiri tanpa melihat nominal harga yang terbilang fantastis.


"Ayo berangkat kak, ngapain malah diem kayak gitu." Ucap Aira lagi dengan mengibaskan tangannya beberapa kali di depan wajah Gesa.


"H-Hah? Nggak kok, yuk berangkat." Ajak Gesa dengan menekuk lengannya di pinggang bermaksud menyambut lengan Aira.


Aira yang bingung hanya menatap tangan Gesa tanpa pergerakan sedikit pun dan hal tersebut sukses membuat Gesa geram sendiri.


"Pegangan sini maksud gue! Kita suami istri kalo lo lupa." Ucap Gesa kemudian dengan menarik lengan Aira.


Aira hanya tersenyum kecil lalu mulai mengeratkan tangannya di lengan Gesa dan mengikuti langkah Gesa menuju mobil mewahnya.


"Tumben kak Gesa mau bukain pintu mobil buat aku." Gumam Aira saat mendapat perlakuan tersebut dari Gesa.


Gesa menghela nafasnya pelan, "Lo lagi pake dress Aira yang cantik.. Jadi gue sebagai suami yang baik harus menjaga lo dan melayani lo. Gue nggak mau ya, kalo nanti lo malu-maluin gue di depan kerabat bisnis gue." Jelas Gesa bersamaan dengan melajukan mobil mewahnya.


"Apa aku nggak usah ikut aja ya kak daripada aku malu-maluin kak Gesa nantinya."


"Kita udah berangkat ini dan lo main nggak ikut gitu aja.. Mau gue turunin disini?"


Mata Aira melotot tiba-tiba mendengar ucapan Gesa yang akan menurunkannya begitu saja, "Nggak mau kak, takut.. Nanti kalo ada hantu gimana." Jawab Aira cepat sekaligus panik.


"Gue kira lo takutnya sama orang jahat eh malah takut sama hantu.. Astaga istri gue."


Aira menampilkan senyum manisnya menatap Gesa, "Iya istrinya kak Gesa." Jawabnya kemudian.


Entah apa yang membuat Gesa menjadi seperti ini. Tapi yang jelas malam ini jantung Gesa tidak karuan dan berdetak lebih kencang dari biasanya.


Penyebab utamanya adalah Aira.. Aira Kleantha yang sekarang tengah berganti dengan menggunakan marganya, Aira Deanova!


Aira sendiri juga merasakan hal yang sama seperti Gesa, jantung berdetak lebih kencang saat berduaan dengan Gesa dan selalu nurut serta perhatian dirinya yang tidak luput sedikit pun untuk Gesa.


Berbeda dengan Gesa, Aira lebih cenderung tertutup masalah cowok dan ia hanya mempunyai satu mantan pacar. Itupun karena terpaksa hingga berakhir dengan Aira yang dibuang bak sampah karena cupu dan culun.


"Nanti kalo udah di dalam ruangan jangan jauh-jauh dari gue."


"Jangan senyumin semua orang terutama cowok dengan senyum lo yang super duper manis abis dan bikin leleh."


Mendengar kata manis dan bikin leleh, Aira segera memalingkan pandangannya menatap Gesa dengan memincingkan matanya bingung.


"Senyumku biasa aja deh kak perasaan.. Nggak ada kelebihannya." Ucap Aira kemudian.


"Tapi bagi gue itu kelebihan! Jangan bahas senyum lagi dan lo harus inget jangan senyum kelewat manis pada semua orang apalagi cowok."


"Senyum sama kak Gesa boleh?" Tanya Aira dengan polosnya.


Gesa yang sedang fokus memgemudikan mobilnya segera mengusap wajahnya kasar, "Boleh! Boleh banget.. Emang rencana gue malam ini kita check-in aja nggak pulang dan kita bikin baby sampai besok pagi." Jelas Gesa dengan santainya yang membuat mata Aira melotot kaget.


"KAK GESA IH.." Rengek Aira dengan memukul lengan Gesa pelan yang mampu membuat sang empu tertawa renyah.


...🔥🔥🔥...


"Bentar kak.." Ucap Aira tiba-tiba dengan menarik lengan Gesa yang akan memasuki dimana acara tersebut dilaksanakan.

__ADS_1


Mereka berdua tepatnya Gesa dan Aira telah sampai di basement parkir dengan Gesa yang tidak berhenti mengingatkan Aira agar tidak jauh-jauh darinya.


"Kenapa lagi sih Ra?" Tanya Gesa dengan gemas pada Aira.


"Aku nggak usah ikut masuk aja ya kak, nanti malu-maluin kak Gesa lagi."


Gesa menghela nafasnya pelan dan greget sendiri mendengar ucapan Aira yang selalu minder dan tidak percaya diri sejak dalam perjalanan.


"Nanti kalo gue di dalem sendirian terus ada yang namanya, 'Gesa nggak bawa istrinya ya? Istrinya kemana? Katanya udah nikah, kok nggak sama istrinya?' Gue harus jawab apa?"


"Jawab aja lagi dirumah ngapain gitu kan bisa. Daripada aku malu-maluin kak Gesa di dalam hayo."


"Nggak akan malu-maluin gue kalo lo tetap sama gue dan nggak jauh sama gue."


"Yaudah ayo masuk.. Papa sama mama nungguin ini." Lanjut Gesa dengan menarik tangan Aira ke lengannya.


Aira yang ragu tampak nurut dengan Gesa, karena ini adalah hal pertama dimana ia hadir di pesta penting seperti ini. Apalagi jabatannya adalah istri dan menantu dari keluarga Deanova yang memiliki berbagai bidang bisnis dimana saja.


"Aku beneran nggak je-"


"Beneran cantik, perfect, cantik banget dan nggak akan malu-maluin gue." Jawab Gesa cepat sebelum Aira melanjutkan pertanyaan yang selalu menggambarkan dirinya jelek dan tidak percaya diri.


Gesa dan Aira berjalan anggun dan pelan memasuki ruangan yang sudah ramai dengan para tamu. Mereka berdua berhasil menjadi sorotan pasangan paling cocok malam ini dimana Gesa yang tampan dengan tuxedo mahalnya dan Aira dengan dress simple namun berkelas yang dipilih langsung oleh Gesa beberapa waktu lalu.


"Nanti jangan panggil gue kak ya Ra waktu kita sama temen-temen bisnis papa, terserah lo asal jangan kak." Bisik Gesa pelan di telinga Aira.


Aira yang bingung dengan apa ia harus memanggil Gesa nanti segera menganggukkan kepalanya pelan dan semakin mengeratkan tangannya di lengan Gesa.


"Menantuku yang cantik, lama sayang ya kita nggak pernah ketemu.. Maaf ya sayang mama nggak bisa kesana karena emang jadwal arisan mama dan bantuan papa kesana-kemari." Ucap Sofia saat melihat Aira dan segera memeluk Aira dengan sayang.


"Yang anaknya mama aku loh ma, bukan Aira." Sewot Gesa dengan menarik kursi untuk tempat duduk Aira.


Sofia dan Deon tanpa sadar tersenyum kecil melihat tingkah Gesa yang melayani Aira.


"Nggak pa.. Ya kan Aira pakai dress jadi ya harus dibantu." Jawab Gesa dengan akting cueknya.


Sofia melihat penampilannya malam ini dan menatap Deon tiba-tiba, "Pa, dress mama sama punya Aira panjangan dress mama loh.. Kok papa nggak layanin mama sih?" Sindir Sofia yang semakin menjadi-jadi.


Aira yang mendengar sindiran Sofia tanpa sadar menundukkan kepalanya di lengan Gesa begitu saja, sedangkan Gesa sendiri mulai mengusap lembut rambut Aira.


"Tiba-tiba kebelet pipis kak Ges, gimana?" Bisik Aira di telinga Gesa.


Gesa menghela nafasnya lalu berdiri begitu saja dari duduknya yang membuat Aira bingung sendiri.


"Gesa mau anterin Aira ke toilet bentar ma." Ucapnya kemudian yang membuat Aira sontak berdiri juga.


"Kak Ge.. Eh maksud aku mas Gesa, aku bisa ke toilet sendiri." Sahur Aira yang akan keceplosan memanggil Gesa dengan sebutan kak.


"Ya Tuhan papa.. Manggilnya udah mas Gesa, sebentar lagi ada cucu ini pasti." Girang Sofia dengan memeluk Deon.


Deon menatap Gesa dan Aira dengan lembut, "Ditunggu cucu pertamanya kita nak." Ucapnya kemudian.


Gesa hanya bisa menahan senyum kecilnya lalu menarik lengan Aira dan berjalan berdua menuju toilet.


"Padahal aku bisa ke toilet sendiri loh kak."


Gesa sengaja mengantar Aira ke toilet dengan alasan utamanya, Aira tidak boleh jauh-jauh darinya apapun yang terjadi.


"Udah bagus mas Gesa, kenapa kak lagi?" Tanya Gesa tiba-tiba saat mereka berdua sampai di depan pintu toilet wanita.


"Yakan cuma di dalem sana doang manggil mas, kak."


"Mulai sekarang mas aja juga boleh Ra."

__ADS_1


"Emang kenapa tiba-tiba kek gitu?" Tanya Aira bingung dengan menautkan kedua alisnya.


Gesa memunculkan senyum setannya dan mengecup pipi Aira dengan cepat yang membuat sang empu memerah sendiri seperti kepiting rebus.


"Biar mulai nanti malem kalo mendesah mau mengerang bisa masnya pake huruf h jadi mashhhh.. Aahhh gitu."


PLAK


Aira memukul lengan Gesa dengan kasar, melempar tas mahalnya ke tangan Gesa dan memutar matanya malas lalu masuk ke dalam toilet tanpa pamit.


"NANTI KALO PULANG JANGAN LUPA MAS GESA MINTA JATAH, DEK RARA." Teriak Gesa kemudian yang membuat Aira membanting gayung di dalam toilet karena greget dengan ulah Gesa yang selalu menggoda dirinya.


...🔥🔥🔥...


"Laper kak, makan dulu yuk.. Di pinggir jalan aja biar hemat." Ucap Aira tiba-tiba saat mereka berdua tengah perjalanan pulang.


Selesai dengan acara pengalihan saham, Gesa segera berpamitan pada kedua orangtuanya karena tidak mau menunda-nunda lagi dengan alasan Gesa tidak mau jika Aira menjadi bahan tontonan oleh semua rekan kerjanya.


"Panggil mas Gesa dulu dong kayak tadi." Jawab Gesa dengan menghembuskan asap rokoknya.


Aira mengusap dadanya pelan saat merasakan rasa sakit yang tiba-tiba kambuh begitu saja dan mungkin karena ia tidak sengaja menghirup asap rokok milik Gesa.


Melihat Aira yang mengusap dadanya, Gesa dengan cepat membuang rokoknya melalui kaca mobil yang memang sengaja ia buka untuk merokok sembari mengemudi.


"Apanya yang sakit?" Tanya Gesa panik dengan mengulurkan tangannya dan mengusap lembut tangan Aira yang berada di dadanya.


Aira menggelengkan kepalanya pelan, "Nggak kok kak, udah gapapa.. Nggak tau kenapa tiba-tiba ngerasa sesak." Jelas Aira kemudian.


"Kita ke rumah sakit aja ya?" Tawar Gesa yang membuat Aira panik sendiri karena takut jika penyakitnya akan terungkap begitu saja.


"Udah nggak sakit kak, maunya makan aja soalnya lagi laper banget."


"Disana nggak sempet makan tadi." Lanjut Aira kemudian.


Gesa menarik tangannya dari dada Aira dan pura-pura bersikap biasa aja namun terbalik dengan keadaan jantungnya yang berdetak kencang saat berdekatan dengan Aira.


"Kenapa nggak makan? Orang disana makanannya juga banyak."


Aira mengambil tissue dari dalam tas kecilnya lalu mengusap bibirnya dengan kasar.


"Makanan disana nggak bikin kenyang dan bibir aku buat makan nggak enak, ketebelen lipstik mungkin kali ya kak."


Gesa mengendikkan bahunya pelan dan tidak tahu harus menjawab apa, "Siapa suruh pake lipstik tebel? Nggak ada juga."


"Aku pake lipstil tebel biar pantas aja kak. Biar kelihatan cocok sama penampilan aku malam ini"


"Walaupun wajah aku pas-pasan.. Eh nggak deh." Jawab Aira yang berhenti begitu saja semakin membuat Gesa bingung dan menautkan alisnya menatap sekilas ke arah Aira.


"Nggak pas-pasan kak Ges.. Tapi jelek. Dan aku mulai sekarang akan berusaha mengimbangi penampilan kak Gesa yang super duper wow di setiap tempat."


"Biar nggak malu-maluin kak Gesa aja kalo kita jalan berdua kayak gini." Lanjut Aira yang membuat Gesa memunculkan senyum tipisnya.


"Nggak perlu kayak gitu kali Ra. Jadi diri sendiri aja gapapa asal senyaman lo.. Jangan ubah lo karena gue, kesannya nanti gue yang maksa padahal nggak sama sekali."


"Jujur sih gue emang nggak cinta sama lo, tapi gue suka kok sama gaya lo dan cara hidup lo. Apalagi pola hidup lo yang sehat dan selalu perhatian sama gue barang sekecil pun gue suka."


"Itu udah level up gue suka." Lanjut Gesa kemudian.


"Bukannya gue nggak cinta sama lo Ra tapi gue belum yakin apa perasaan ini sebatas cinta atau obsesi.. Yang jelas gue nggak mau jauh dari lo, lihat lo sama cowok lain dan gue mau lo cuma milik gue.. Dan hanya gue yang boleh milikin lo."


...🔥🔥🔥...


...IG : FRISKYA___...

__ADS_1


__ADS_2