
...FOLLOW INSTAGRAM UNTUK MENGETAHUI TENTANG AKU :)...
...@npaaaaa___...
...🔥🔥🔥...
"Aku nggak mau lagi ketemu sama Aira! Aira itu cuma pembawa sial ma.. Semuanya hancur dengan kita mengasuh Aira."
"Memungut Aira di jalanan dan merawatnya hingga besar tidak membuat kita kaya atau setidaknya cukup. Yang ada kita sial ma.. Kita sial!!"
Marah Geral pada sang mama, Novita merupakan ibu tiri Aira dan ibu kandung Geral. Dimana Geral sekarang yang jauh dari perkotaan dengan tinggal bersama sang mama.
Novita memaksa ingin bertemu Aira setelah ia tahu dari beberapa tayangan televisi bahwa putri tirinya kini telah menikah dengan pria yang sangat kaya serta putra tunggal dari pembisnis besar.
Alasan Novita hanya satu mengetahui hal tersebut setelah menyuruh Geral menjual Aira beberapa waktu yang lalu dan uang yang telah habis, lagi dan lagi Novita menyuruh anaknya untuk meminta pada Aira.
"Tapi kita nggak akan bisa makan kalo kita nggak datang ke Aira dan minta uang padanya."
Novita menunjuk Geral dengan tatapan matanya yang tajam, "Kamu juga nggak pernah mau kerja.. Uang kita habis cuma buat kamu senang-senang sama bermain wanita sana-sini!" Marahnya kemudian.
"Pokoknya mama nggak mau tahu, secepatnya kamu minta uang pada Aira dan kalo dia nggak mau kasih ke kamu jual lagi aja terserah ke siapa asal kita dapat uang." Lanjut Novita lalu pergi begitu saja menuju dapur.
Hidup di perkampungan yang jauh dari perkotaan untuk menghindari anak buah Gesa yang tersebar dimana-mana membuat Geral bingung sendiri kali ini.
Geral mengusap rambutnya kasar, "Gue ini lagi ngehindar dari Gesa, ya kali gue mau datengin istrinya dan minta uang gitu aja.. Kalo Gesa tahu pasti mampus gue."
Geral mengusap-usap dagunya pelan memikirkan cara bagaiman ia bisa memancing Aira keluar dari rumah mewah milik Gesa.
"Gesa dan Aira tiba-tiba menikah setelah gue jual dia dan mana mungkin dong kalo ada cinta diantara mereka?"
"Aira pasti nggak suka sama Gesa.. Gesa cowok playboy dan suka main wanita disana-sini."
Ide gila terlintas begitu saja di otaknya dan bersorak girang kemudian, "Gue akan ajak Aira pergi dari Gesa dan tidak lupa menguras harta Gesa."
"Terus Aira akan gue jual lagi ke berbeda orang maka gue sama mama akan dapat uang dua kali lipatnya." Lanjut Geral dengan tersenyum sinis membayangkan jika semua terjadi dan ia sekaligus Novita akan kaya raya.
Sedangkan di dalam kamar, Novita tampak senang dimana mengetahui Aira telah menikah dengan anak tunggal kaya raya dan ia akan hidup penuh kemewahan jika Aira mau mengikuti suruhannya.
"Bunda akan buat kamu keluar dari rumah keluarga Deanova dengan membawa yang yang banyak Ra.. Dan bunda akan nikahin kamu lagi dengan temen mama yang tua bangka dan tentunya tajir melintir seperti keluarga Deanova." Gumam Novita dengan tersenyum sendiri.
Membayangkan hidupnya akan berlimpah harta dengan Aira yang menanggung derita selama ini tidak membuat Novita menyerah untuk mendapatkan Aira lagi dari tangan Gesa.
Gesa sendiri tidak mungkin akan melepaskan Aira begitu saja pada keluarga tirinya yang selalu membuat istrinya menderita bahkan tega menyiksanya.
...🔥🔥🔥...
"Gue ke kantor dulu ya Ra.. Papa barusan bilang kalo ada rapat direksi dan mungkin agak maleman pulangnya." Ucap Gesa dengan menalikan sepatunya.
__ADS_1
Aira menganggukkan kepalanya dan meraih dasi yang berada di atas ranjang lalu memasangkan tepat di leher Gesa.
Bibir Aira yang berwarna pink, tipis dan mungil mampu membuat Gesa gelap mata sendiri.
"Atau gue nggak usah berangkat aja ya Ra." Gumam Gesa kemudian dengan menatap bibir Aira lekat-lekat.
"Kenapa kak? Rapat direksi itu penting."
Gesa menghela nafasnya pelan, "Mau bibir lo.. Bibir lo berhasil nahan gue buat nggak pergi."
Mendengar jawaban Gesa, Aira dengan cepat merapikan dasi milik Gesa dan mundur beberapa langkah.
"Pokoknya kak Gesa harus ke kantor! Aneh deh alasannya, kenapa kok jadi bibir aku yang salah orang bibir aku nggak apa-apain kak Gesa sejak tadi."
Gesa mengulurkan tangannya pada rahang Aira sedangkam Aira sendiri memalingkan pandangannya dengan cepat untuk menghindari kemesuman Gesa yang tiada habisnya.
"Kenapa sih yang ngehindar dari gue?"
"Kak Gesa bau." Jawab Aira seadanya.
Memang terkadang Aira suka mual sendiri jika mencium aroma tubuh Gesa tapi juga terkadang ia ingin menempel terus -menerus pada Gesa.
Gesa mencium aroma tubuhnya sendiri lalu menatap Aira dengan lembut, "Nggak bau sayang.. Orang gue mandi sama air lo siapin tadi."
Aira menggelengkan kepalanya pelan dengan telapak tangan yang menutupi hidung serta bibirnya.
Mata Gesa melotot tidak percaya mendengar jawaban Aira dan segera melangkahkan kakinya untuk mendekat, "Beneran mau mual?"
"Kak Gesa jauh-jauh ah."
Gesa memundurkan kakinya cepat, "Sayang.. Beneran mual? Gue nggak usah ke kantor aja ya." Ucapnya khawatir bersamaan dengan bersiap melepas jasnya.
"Kalo kak Gesa nggak berangkat aku tambah mual nggak berhenti nanti." Jawab Aira cepat.
"Tapi sayang-"
"Berangkat sana! Perwakilan semua direksi sama papa udah nunggu kak Gesa disana." Sahut Aira cepat dengan mendorong pelan lengan Gesa sampai tepat di ruang tamu.
"Kiss hubby dulu sini." Ucap Gesa tiba-tiba dengan menarik pinggang Aira.
Cup
Aira berhasil mengecup pelan pipi Gesa yang membuat sang empu memerah lalu membalasnya dengan kecupan singkat di bibir seksi dan tipis milik sang istri.
"Berangkat dulu ya sayang.. Jangan bukain pintu buat siapapun tanpa seizin gue dan di depan ada banyak pengawal yang jagain rumah ini."
"Hati-hati di rumah dan harus hati-hati juga saat melakukan apapun.. Jangan angkat berat intinya! Oke sayang?" Lanjut Gesa yang dijawab anggukkan kepala serta senyum cerah dari Aira.
__ADS_1
"Kenapa tambah hari tambah cinta sama kak Gesa ya Tuhan? Kak Gesa juga ngapain sih berperilaku kesuamian banget akhir-akhir ini.. Kenapa nggak kayak dulu aja yang selalu ketus dan nggak mau sentuh aku."
...🔥🔥🔥...
"Tuan muda Deanova?" Tanya tiba-tiba salah satu pria tua saat Gesa keluar dari lift.
Gesa kini telah sampai di perusahaan utama milik keluarganya, dimana ia merupakan pewaris tunggal atas semua aset Deanova saat ini.
Semua menyegani dan menghormarti Gesa sebagai presiden direktur tertinggi di perusahaan bahkan kecerdasannya mampu bersaing dengan perusahaan lain manapun.
Gesa membalas uluran tangan tersebut, "Pak Ridho ya? Maaf pak sebelumnya saya tidak bisa bertemu dengan anda, ada halangan di rumah." Ucap Gesa.
Ridho menganggukkan kepalanya dan berjalan tepat di samping Gesa lalu mulai mengajak berbicara mengenai hal pribadi.
"Anda ini masih sekolah atau kuliah kalo boleh saya tahu?"
"Kebetulan saya masih menjabat sebagai pelajar dan lulus tahun ini." Jawab Gesa dengan tetap tenang dan tentu saja berwibawa.
Ridho menatap kagum ke arah Gesa, "Hebat ya, masih pelajar sudah bisa meneruskan bisnis keluarga."
"Kalo bukan saya memang harus siapa lagi pak Ridho?"
Ridho merupakan salah satu pemegang saham di perusahaan yang kini Gesa pegang. Terkenal serakah dan selalu menang sendiri.
Itulah yang Gesa tahu dari sang papa..
Semua yang Gesa lakukan hanya sebatas formalitas dalam bisnis dan tidak lebih, sportif dan tekun ia terapkan disini untuk memajukan perusahaannya.
"Sudah punya pacar?" Tanya Ridho tiba-tiba saat mereka berdua memasuki lift menuju ruang rapat.
Gesa menggelengkan kepalanya pelan. Dipikirannya memang Aira bukan pacarnya melainkan adalah sang istri yang baik dan cantik sekaligus permaisurinya ketika di rumah.
Ridho berdehem bersamaan dengan membenarkan dasinya, "Kebetulan saya ada putri cantik namanya Nana dan bersekolah di sekolah elite.. Dia cantik dan berpendidikan."
"Sangat cocok untuk mendampingi anda, tuan Deanova." Lanjut Ridho kemudian.
Gesa tersenyum kecil dan sinis secara bersamaan mendengar ucapan Ridho.
"Dia ada pacar? Mau jodohin ke saya gitu?" Tanya Gesa dengan santai.
Ridho menganggukkan kepalanya kecil, "Mungkin kalian berdua bisa berdekatan dulu gitu sebelum pacaran."
"Atur jadwal pertemuan kita!" Suruh Gesa tegas bersamaan dengan terbukanya lift dan ia pergi begitu saja menuju ruang rapat.
"*Kalo si Nana sekolah di sekolah elita dan berpendidikan dia nggak akan mau sama gue.. Si Ridho juga sebutannya aja direktur, hobi nawarin anak sana-sini, emang gila tu tua bangka."
"Dikira gue cowok apaan mau sama anaknya? Mending juga Aira kemana-mana, mau gue apain terserah gue orang dia istri sah gue*." Lanjut batin Gesa berkecamuk mengolok-olok Ridho.
__ADS_1
...🔥🔥🔥...