AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
15 | MAKING BABY


__ADS_3

...VOTE, LIKE DAN KOMENTAR JANGAN LUPA 🙏...


...SELAMAT MEMBACA 🐊...


...🔥🔥🔥...


"Gesa kemana Ra? Kok sepi gini?" Tanya Sofia bersamaan dengan memasuki rumah milik Gesa dan Aira saat ini.


Sejak pulang sekolah memang Gesa belum sampai rumah hingga sekarang padahal jam menunjukkan pukul 7 malam. Aira tidak akan mau menghubungi Gesa dengan alasan pasti ujung-ujungnya juga pertengkaran dan bentakan yang ia dapat.


"Mas Gesa masih kerja kelompok ma hari ini, kan mas Gesa udah kelas 12 mau ujian juga." Jawab Aira untuk menutupi semua perlakuan buruk Gesa padanya.


Sofia menghela nafasnya pelan lalu menyerahkan bingkisan yang ia bawa, "Mama tadi habis pulang kondangan dan nggak sengaja lewat daerah sini, mama mampir eh nggak ada Gesa padahal mama mau bicara sama Gesa." Ucap Sofia.


"Mama mau minum apa aku buatin ya?" Tawar Aira.


Sofia menggelengkan kepalanya, "Mama bisa ambil sendiri sayang."


"Mama harusnya nggak usah repot-repot bawa bingkisan kayak gini, Aira mama kunjungi aja udah seneng kok."


Sofia tersenyum tipis menatap Aira dengan bangganya. Aira yang cantik dan rajin bahkan rumah kelihatan bersih, rapi dan wangi di tangan Aira.


"Gesa udah sewa pembantu sayang?" Tanya Sofia kemudian.


"Aira masih bisa kerjain semuanya sendiri ma, jadi nggak perlu pembantu untuk saat ini."


Mata Sofia menatap wajah Aira dengan seksama, "Sayang kamu hamil?" Tanya Sofia kemudian dengan mata yang sangat berharap.


Aira mendadak kaget begitu saja saat mendengar pertanyaan sang ibu mertua yang membahas masalah kehamilan.


Bahkan Gesa saja tak mau bersentuhan dengan Aira, darimananya Aira bisa hamil?


Pernikahan mereka juga kontrak dan hanya kotrak, lalu bagaimana jika Aira sampai hamil? Anak mereka berdua akan ikut siapa?


Apalagi ditambah dengan Aira yang sedang sakit keras saat ini, pasti Gesa akan semakin jijik dengan Aira karena si cupu yang penyakitan. Lantas bagaimana ia akan bisa hamil jika ia sakit-sakitan?


"Kenapa malah diem sayang? Kamu hamil?" Tanya Sofia yang membuat Aira sadar akan lamunannya.


Aira menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak kok ma." Jawab Aira pelan takut membuat Sofia kecewa dengan jawabannya.


"Maaf ya ma, Aira belum bisa bikin mama bahagia dan Aira minta maaf belum bisa wujudin harapan mama buat nimang cucu." Lanjut Aira kemudian.


Sofia meraih jemari Aira lalu meremasnya pelan, "Gapapa kok sayang mungkin belum waktunya. Kamu maukan suatu saat nanti mengandung cucu-cucu mama?"


Aira terkesiap mendapat pertanyaan dari Sofia. Bingung dengan jawaban apa yang harus ia lontarkan saat ini.


Mengandung seorang bayi merupakan impian bahkan kebanggaan terbesar untuk seorang perempuan. Aira bahkan mempunyai mimpi memiliki keluarga kecil yang bahagia.


Namun semuanya sia-sia dan hanyalah mimpi. Semuany hancur semenjak ia hidup sendiri dan sebatangkara, dengan penyakitnya yang semakin hari semakin parah ditambah dengan masuknya Gesa ke dalam hidupnya.


"Maukan sayang?" Tanya Sofia lagi.


Dengan ragu akhirnya Aira menganggukkan kepalanya. Yang jelas untuk saat ini ia hanya ingin membahagiakan sang mama mertuanya dan untuk urusan kedepannya bersama Gesa ia akan pikirkan nanti.

__ADS_1


"Kalo gitu mama pulang dulu ya nak, sampaikan salam mama ke Gesa.. Dan bilangin sama Gesa kalo mama kesini dan cari dia sama mama mau bicara penting sama dia."


"Kamu jaga kesehatan ya sayang.. Kalo kamu mulai ngerasa pusing atau mual-mual cepet hubungin mama, nggak usah ragu apalagi sungkan." Lanjut Sofia dengan berjalan menuju teras.


Aira menganggukkan kepalanya dan meraih tangan Sofia untuk diciumnya.


"Mama hati-hati dijalan ya, kalo sampai rumah mama hubungin aku." Ucap Aira yang diangguki kepala oleh Sofia lalu pergi begitu saja dengan sopir pribadi keluarga Deanova.


...🔥🔥🔥...


"Kak Gesa kenapa?" Tanya Aira saat melihat Gesa yang berjalan sempoyongan dengan di bantu oleh wanita seksi yang ada di sampingnya.


Tepat pukul 1 dini hari, pintu rumah di gedor-gedor oleh Gesa yang ternyata baru pulang dalam keadaan mabuk dan semuanya bajunya bau alkohol, rokok bahkan parfum wanita.


"Lo pasti pembantunya Gesa kan? Minta tolong buatin gue es jeruk dong. Haus nih gue." Suruh wanita seksi yang datang bersama Gesa.


Aira hanya bisa menghembuskan nafasnya lelah seolah pasrah dengan drama yang ada. Tanpa ragu ia menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan bahwa jabatan dia hari ini adalah pembantu.


Tak menunggu apapun lagi, Aira segera menuju dapur untuk membuatkan segelas es jeruk yang diminta oleh mungkin salah satu wanita Gesa hari ini.


Bajingan wanita tetap bajingan!


"Gue pamit dulu.. Lo urus tuan rumah lo yang mabuk ini." Pamit wanita seksi tersebut lalu meninggalkan Gesa yang tergeletak lemah di atas sofa.


"Gimana cara buat bawa ke kamar ya." Gumam Aira pelan seperti biasa dengan menggigit kukunya bingung.


"Kak Gesa nggak mau aku sentuh, terus gimana mau bawa ke kamar."


"Gantiin bajunya yang bau alkohol ini juga gimana." Lanjut gumam Aira dengan menahan mualnya karena bau alkohol bercampur parfum dan rokok membuatnya mual.


"Akhirnya.." Ucap Aira setelah berhasil membawa Gesa tertidur pulas di atas ranjangnya.


Aira dengan telaten dan pelan melepaskan sepatu serta kaos kaki milik Gesa agar Gesa tetap nyaman dalam tidurnya.


"Ehh." Ucap Aira kaget karena tiba-tiba saja Gesa berdiri dari ranjang dan berlari cepat menuju kamar mandi.


HOEKK..


HOEEKK...


HOEKK..


Tak peduli jika Gesa akan marah padanya karena dengan sengaja menyentuh tubuhnya yang berharga, Aira memijat pelan tengkuk Gesa agar cepat lega.


Mengusap halus dan lembut sesuai dengan harapan Gesa yang saat ini ia butuhkan disaat dirinya tengah mabuk berat seperti ini.


"Minum dulu kak." Ucap Aira dengan membantu Gesa minum segelas air putih.


Melihat baju Gesa bahkan jaketnya yang basah juga membuat Aira tak tega melihatnya.


"Emm.. Kak Ges, kalo ganti baju dulu gimana? Basah semua baju kak Gesa aku bantu ya." Tawar Aira kemudian dengan ragu-ragu.


Gesa hanya terlentang diatas ranjang dan tak menghiraukan ucapan Aira.

__ADS_1


Dengan rasa keberanian yang entah ia dapat darimana, Aira berusaha menarik badan Gesa yang terbilang sangat atletis agar terduduk.


Melepas jaket denim yang digunakan Gesa lalu kaosnya.


Mata Aira terpana melihat perut Gesa yang terlihat seperti roti sobek, ukiran sixpack yang pas dan tampan sesuai dengan wajahnya.


"Semuanya salah lo Ra. Gue mau lo.. Gue mau bercinta sama lo."


"Kalo lo nggak nolak gue buat bercinta dan bikin baby mungkin gue nggak akan kayak gini." Gumam Gesa kemudian membuat Aira sadar dari lamunannya yang menatap ukiran sempurna di perut Gesa.


Gesa memasukkan kepalanya begitu saja ke dalam kaos Aira lalu mengecupi perutnya tanpa henti.


"Bikin baby Ra, ayo bikin baby." Rengek Gesa dengan memeluk hangat perut Aira.


Aira tersenyum geli mendengar rengekan Gesa yang seperti anak kecil dan sangat berbeda dengan sikap biasanya yang ketus dan suka marah-marah.


"Kak Gesa lagi mabuk sekarang tidur ya, sini pake baju yang bersih dulu." Ucap Aira dengan membantu Gesa memakai kaosnya.


"Nggak mau pakai baju Ra. Maunya bikin baby sama lo.. Ayok Ra bikin baby."


"Gue akan lakuin apapun yang lo mau kalo lo mau bikin baby sama gue."


"Apapun?" Tanya Aira memastikan pendengarannya dengan mengusap lembut rahang Gesa.


Gesa menganggukkan kepalanya cepat dan semangat tanpa ragu.


Aira tersenyum manis menatap Gesa, "Jangan marah-marah lagi ya kak, jangan ketus-ketus sama aku dan jangan deket sama cewek lain lagi.. Kak Gesa udah punya istri sekarang." Jelas Aira yang membuat Gesa menatapnya diam.


"Nggak akan marah-marah lagi kalo kita bikin baby, nggak ketus lagi klo kita bikin baby dan nggak deket sama cewek lain lagi kalo di perut lo ada baby.. Ayo Ra bikin baby sekarang." Jawab Gesa merengek-rengek lagi seperti anak kecil.


"Sekarang tidur dulu ya kak, besok aja kita bikin baby.. Karena sekarang kak Gesa lagi mabuk dan besok waktunya sekolah."


"Sekolah bisa bolos Ra.. Bikin baby ayok." Rengek Gesa dengan tetap memeluk perut Aira erat.


Aira mengusap kepala Gesa dengan lembut seolah menenagkannya agar Gesa segera terlelap dalam tidurnya.


"Kelas 12 mau ujian kak.. Nggak boleh bolos-bolosan." Peringat Aira dengan lembut.


"Yaudah sekarang bikin baby terus besok pagi ke sekolah."


Aira menahan tawanya mendengar ucapan Gesa yang tiba-tiba menginginkan seorang baby apalagi meminta terang-terangan pada Aira.


"Kak Gesa hanya mabuk dan pasti akan marah besar jika bersentuhan kayak gini sama aku." Gumam Aira dengan tangan yang masih mengusap lembut rambut Gesa.


Sedangkan Gesa sendiri hanya memeluk erat perut Aira erat tanpa mau melepaskannya dengan hanya menggunakan boxer yang sangat tipis akibat semua pakaiannya basah.


"Mau bikin baby Ra."


"Besok bikin baby ya Ra.."


"Janji ya Ra, bikinnya sama aku."


Gumam Gesa terus-terusan dan berakhir dengan ambruknya tubuhnya diatas ranjang lalu memeluk Aira erat dengan mata yang tertutup rapat akibat mabuk berat malam ini.

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


...SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊...


__ADS_2