
...TINGGALKAN VOTE, LIKE DAN KOMENTAR 🙏...
...SELAMAT MEMBACA 🤸...
...🔥🔥🔥...
"Lo beneran nikahin Aira, Ges? Sumpah lo demi apa?" Tanya Andre dengan penasaran setelah tiba di rumah baru milik Gesa dan Aira.
Andre dan Jefri terus saja menghubungi dirinya seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Sofia pernikahannya bersama Aira.
Alhasil dan mau tidak mau Gesa memberikan alamat rumahnya yang baru kepada Andre dan Jefri.
Gesa menganggukkan kepalanya cepat, "Aira istri gue untuk sekarang." Jawab Gesa kemudian.
Andre melemparkan sebungkus rokok begitu saja ke arah meja bermaksud untuk menawari Gesa seperti biasa.
"Tumben nggak ngerokok?" Tanya Andre dengaj menghembuskan asap rokoknya.
"Nggak ada sejarahnya Gesa kehabisan rokok." Sahut Jefri dengan ringannya.
Gesa tersenyum kecut menatap rokok yang ada diatas meja lalu menghela nafasnya untuk menahan nafsunya terhadap rokok.
"Gue nggak bisa ngerokok lagi." Ucap Gesa kemudian.
UHUKK..
UHUKKK...
Andre yang akan menghembuskan asap rokoknya mendadak terbatuk begitu saja.
"Lo serius berhenti ngudud? Demi apa?" Tanya Andre kaget.
"Siapa yang berhasil buat lo berhenti rokok tiba-tiba kek gini? Kalo lo sampai bilang mama lo, gue nggak akan percaya." Sahut Jefri kemudian.
Gesa memijat kepalanya dahinya pelan, "Aira." Gumamnya kemudian yang membuat Andre dan Jefri melotot kaget.
"A-Aira? Si adik kelas? Istri lo mulai kemarin berhasil buat lo berhenti ngudud?"
"Sumpah demi apa Ges?" Sahut Jefri tak percaya seperti Andre.
"Beneran sumpah.. Kalo nggak ada imbalannya juga gue kagak mau kali."
"Lo dapet imbalan apa Ges dari istri lo? Kali aja gue juga mau." Tanya Andre.
__ADS_1
"Dapet bibirnya lah.. Kalo gue mau ngerokok tinggal gue cium deh si Aira sebagai pengganti rokok gue." Jelas Gesa yang membuat Andre dan Jefri melongo.
Gesa hanya memunculkan smirknya menatap Andre dan Jefri bergantian karena memang itulah kenyataanya. Dimana Gesa tidak akan merokok dan jika dirinya ingin merokok maka bibir Aira yang akan menjadi pengganti rokok untuknya.
"Maaf ya kak, agak lama bikin minumnya.. Soalnya lagi beres-beres di belakang." Ucap Aira yang tiba-tiba datang dan meletakkan tiga gelas jus jeruk di atas meja.
Aira berniat kembali ke belakang namun tarikan Gesa membuat dirinya duduk begitu saja di sampingnya.
"Beres-beres aku belum selesai, nanti keburu sore." Ucap Aira sedikit berbisik di telinga Gesa.
Gesa sendiri tak menghiraukan bisikan Aira, bahkan tangannya mulai berani masuk ke dalam kaos yang dipakai oleh Aira lalu mengusap lembut punggungnya.
"Jadi lo beneran nikah sama Gesa, Ra?" Tanya Andre seolah masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.
Gesa bersahabat dengan Andre dan Jefri bukan hanya satu tahun atau dua tahun, mereka bertiga sudah bergaul sejak masak kanak-kanak hingga sekarang mereka kelas 3 SMA.
Andre dan Jefri sangat mengenal karakter Gesa yang tidak cukup dengan satu cewek dan dengan berita yang tiba-tiba bahwa Gesa menikahi Aira, adik kelas yang cupu membuat Andre dan Jefri benar-benar tak bisa percaya begitu saja.
Aira menganggukkan kepalanya dan itu semakin membuat Jefri dan Andre melongo.
"Kok bisa?" Tanya Jefri kemudian.
Pikiran negatif mulai hinggap di otak Andre, "Lo nggak anu kan Ra?" Tanya Andre dengan melingkarkan tangannya di perut menggambarkan ibu hamil.
"Terus alasan kalian berdua nikah kenapa? Nggak mungkin dan nggak yakin gue kalo kalian berdua saling cinta.." Tunjuk Jefri pada Aira dan Gesa.
Gesa memutar bola matanya malas, "Gue mau habisin uang gue dengan cara gue kasihin ke istri gue dan kebetulan ada Aira, yaudah gue nikahin Aira." Jelas Gesa kemudian.
"Alasan lo basi tau Ges, lo kira kita berdua bocil yang gampang lo kibulin gitu.. Sorry aja bro." Jawab Andre.
"Kayaknya ini obralan serius deh, aku pamit ke belakang dulu ya.. Soalnya belum selesai beres-beres, permisi." Pamit Aira.
...🔥🔥🔥...
"Kenapa temen kakak nggak diusir gitu aja, nggak dibiarin makan disini aja." Tanya Aira bersamaan dengan mengambilkan makan untuk Gesa.
"Mereka punya rumah Ra, jangan urusin mereka kenapa sih." Sewot Gesa lalu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Aira hanya menghembuskan nafasnya mendengar ucapan Gesa yang selalu semena-mena bahkan ketus jika hanya ada mereka berdua.
"Kalo kurang suka sama masakan aku bilang ya kak." Ucap Aira tiba-tiba.
"Bukannya kurang suka tapi emang nggak suka, masakan lo nggak enak.. Dan berhubung cuma ada ini yaudah gue makan."
__ADS_1
Aira yang mendengar jawaban Gesa hanya tersenyum tipis untul menutupi rasa kecewanya dimana Gesa yang terang-terangan menghina masakannya.
"Aku DO aja ya buat kak Gesa, mau makan apa?"
"Gue nggak mau boros dan gue masih sanggup buat nelen masakan lo yang hambar ini."
Aira menganggukkan kepalanya seolah faham dengan karakter Gesa.
Hari esok sandiwara akan dimulai dimana Aira akan menjabat istri Gesa dengan terang-terangan di depan orangtua Gesa dan oranglain kecuali area sekolah.
"Gue mau keluar, jangan kunci pintu.." Pamit Gesa kemudian dan berjalan menuju pintu.
"Kuatkan aku buat jadi istri ka Gesa ya Tuhan.. Belum aja ada sehari aku jadi istri kak Gesa, udah salah dapat hinaan lagi." Gerutu Aira dengan merapikan meja makan.
Aira segera menuju kamarnya dimana kamar yang bersebelahan dengan kamar Gesa.
Ia memang berinisiatif untuk tidak tidur satu ruangan dengan Gesa karena ia juga takut jika Gesa yang akan merasakan jijik jika berdekatan atau satu ruangan dengan dirinya.
"Kak Geral kemana?"
"Bunda juga kemana?"
"Aira disini sendirian.. Aira juga udah menikah sama kakak kelas Aira di sekolah."
Gumam Aira dengan menenggelamkan wajahnya di tengah lutut kakinya.
Aira memang bukan gadis cengeng seperti gadis lain yang mudah putus asa.
Namun, tidak seperti Aira yang mampu menahan tangis jika ada banyak hinaan maupun olokan yang akan menyakiti hatinya.. Aira akan menahan semua kesedihan serta tangisannya.
Bagi Aira, menangis bukan jalan yang akan menyelesaikan semuanya.
Aira lebih memilih untuk diam, kalau pun ingin melawan itupu akan sia-sia.. Karena Aira yang lemah akan tetap seperti iti sesuai dengan takdirnya.
"Aku harus bisa lewatin ini semua. Demi kak Geral dan bunda yang harus tetap baik-baik saja walaupun mereka nggak harapin aku."
"Kamu bisa Ra pasti bisa.. Pernikahan sama kak Gesa cuma satu tahun dan itu hanya sebentar! Jangan nyerah gitu aja Ra, jangan nangis."
"Kak Gesa nggak suka cewek cengeng! Kak Gesa akan tetap hina kamu Ra kalo kamu cengeng terus-terusan."
Ucap Aira pelan dengan menepuk dadanya berkali-kali seolah memberi semangat pada dirinya sendiri.
...🔥🔥🔥...
__ADS_1
...SEE YOU NEXT PART, BRO 🐊...