
...IG : npaaaaa____...
...🔥🔥🔥...
"Cie yang kemarin nggak masuk karena istri lagi sakit."
"Cie juga yang akan jadi papa muda.. Benih lo emang subur ya Ges." Lanjut Andre menyoraki Gesa setalah Andre.
Mereka tengah berada di tempat tongkrongan seperti biasa dari beberapa jam yang lalu tepatnya sepulang sekolah.
"Nggak nyangka aja si tajir anak tunggal kaya raya udah memikul beban rumah tangga."
Gesa hanya mengendikkan bahunya mendengar ucapan Jefri yang sejak tadi mengusap dan menepuk bahunya pelan.
"Tumben sepi, anak lain kemana?" Tanya Gesa kemudian dengan menghembuskan asap rokoknya.
"Mungkin perjalanan kesini den, biasanya udah sampai kok kalo jam segini." Jawab tiba-tiba dari sang penjual warung tersebut.
Gesa hanya menganggukkan kepalanya dan mulai membuka roomchatnya dengan Aira.
...Wife 🖤...
^^^Habis ini pulang.^^^
^^^Ini masih di tongkrongan.^^^
^^^Nitip apa?^^^
Udah makan, maunya kak Gesa cepet pulang
Kalo pulang hati-hati ya ❤️
Gesa mengusap wajahnya kasar karena hawa panas akibat dirinya yang tiba-tiba bawa perasaan saat membaca chat Aira menggunakan stiker cinta yang merah merekah.
"Kok senyum-senyum sendiri bos Ges." Ucap Indro yang tiba-tiba datang dengan menepuk bahu Gesa dari belakang.
Indro dan semua kawannya baru saja datang ke tempat tongkrongan seperti biasa, dimana tongkrongan tersebut menjadi markas Gesa untuk menghabiskan uang dengan membelikan seluruh teman-temannya.
"Baru dateng lo Ndro?" Tanya Gesa dengan menatap Indro.
Indro menganggukkan kepalanya, "Macet bos Ges dan ada teman tongkrongan baru nih kita.. Cewek dan cantik."
Indro dan kawan-kawan memang belum tahu jika Gesa sudah menikah bahkan istrinya tengah mengandung saat ini.
Yang Indro tau Gesa adalah playboy kelas atas dengan tingkat keroyalan yang minta ampun pada semua gebetannya.
Royal untuk Gesa adalah bahasa lain dari sedekah!
Gesa menghembuskan asap rokoknya, "Semua kalo cewek ya pasti cantik Ndro." Jawabnya dengan ringan.
"Tapi yang ini emang cantik dan kalo gue lihat cocok kalo jadi pacar lo."
"Gue nggak butuh pacar."
Indro menghela nafasnya pelan dan menepuk bahu Gesa, "Berhenti bos Ges main wanita mulu, coba deh serius sama si anak baru kali aja cocok dan kalian berdua bisa pacaran gitu."
"Gue nggak suka di atur sama di kekang.. Dan kalo gue punya pacar pasti pacar gue atur-atur gue terus ngekang gue nggak boleh ini nggak boleh itu."
"Gue mau diatur cuma sama istri gue." Lanjut Gesa yang mengingat bahwa Aira kini telah menunggu dirinya ke rumah.
Gesa menatap cewek yang tengah berdiri di hadapannya dengan memincingkan matanya heran.
"Kenalin.. Gue Irene anak tongkrongan yang baru." Ucap Irene dengan mengulurkan tangannya genit pada Gesa.
Gesa dengan ragu membalas uluran tangan tersebut, "Afigesa.. Panggil aja Gesa."
"Gue boleh minta nomor lo?"
Gesa tersenyum sinis mendengar ucapan Irene apalagi dengan berani menyodorkan ponselnya padanya.
"Tentu.." Jawab Gesa bersamaan dengan membuang putung rokoknya dan mengetikkan nomor di ponsel Irene dengan lancar.
Indro tersenyum kecil melihat Gesa yang ternyata mau berkenalan dengan anggota baru tongkrongan dan ia hanya bisa berharap jika Gesa mau menerima Irene sebagai pacarnya.
"Mau kemana kok jam segini main cabut aja bos Ges?" Tanya salah satu anak tongkrongan yang lain.
__ADS_1
"Pulang.. Mama gue nungguin." Jawab Gesa cepat bersamaan dengan memakai helm full face'nya lalu melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata seperti biasa.
...🔥🔥🔥...
"HUSBAND HOME." Teriak Gesa seperti biasa ketika memasuki rumah besarnya yang hanya berpenghuni dirinya dan Aira.
Gesa memang belum mendatangkan asisten rumah tangga, dengan alasan Aira yang selalu menolak jika ada asisten rumah tangga karena ia masih bisa menangani masalah rumah tangga sendirian.
Namun Gesa juga berfikir panjang dan akan tetap mendatangakan asisten rumah tangga jika perut Aira semakin buncit.
"Aaaa baru mandi.. Ke kamar yuk yang." Ucap Gesa gemas begitu melihat Aira yang masih menggunakan handuk diatas kepalanya.
"Mulai deh." Jawab Aira pelan dengan meraih bungkusan yang diberikan Gesa.
"Tadi di jalan ada yang jual rujak manis dan tiba-tiba gue mau makan yaudah gue beli terus ada makanan kesukaan lo gue beli sekalian."
"Yaudah yuk ke kamar dulu." Ajak Aira dengan meraih lengan Gesa tanpa malu.
"Suka nih gue kalo masalah ranjang."
Aira memutar bola matanya malas mendengar ucapan Gesa yang membahas masalah ranjang. Ia tidak mau menanggapi hal tersebut dan segera meletakkan bungkusan tersebut di meja makan lalu menaiki tangga bersama Gesa.
"Kak Gesa mandi dulu nanti bajunya aku taruh di ranjang."
"Aku mau ke bawah buat siapin yang kak Gesa beli tadi.. Selesai mandi kak Gesa langsung turun." Lanjut Aira yang pergi begitu saja menuju pintu setelah meletakkan semua baju Gesa diatas ranjang.
Gesa menghela nafasnya pelan lalu melepas seragamnya, "Padahal mau ditemenin mandi eh malah ditinggalin." Gerutunya bersamaan dengan dirinya yang menutup pintu kamar mandi.
"Kenapa sih yang cantik mulu heran gue padahal cuma pake daster doang." Gumam Gesa setelah beberapa menit menghabiskan ritual mandinya.
Gesa memang berdiri di tengah tangga untuk melihat Aira yang tengah menyiapkan makanan yang ia beli tadi.
Bukan semakin tidak suka dengan Aira malah Gesa makin ingin dekat dengan Aira yang entah apa yang membuat perasaannya seperti ini. Namun yang jelas, Gesa akan terus u bahwa Aira adalah miliknya.
"Udah mandinya?" Tanya Aira begitu Gesa berdiri tepat di sebelahnya.
Cup
"Udah kok yang.." Jawab Gesa setelah mengecup kening Aira dengan lembut dan duduk di kursinya.
"Dia nitip ini terus pergi gitu aja." Lanjut Aira kemudian.
Gesa dengan cepat mengeluarkan isi dari map tersebut dan mulai membacanya denga teliti.
"Dia sopan nggak sama lo? Dia tau nggak lo siapanya gue?" Tanya Gesa kemudian dengan mata yang masih fokus menatap dokumen tersebut.
Aira menganggukkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan Gesa, "Sopan kok kak.. Sopan banget malah."
"Emangnya dia siapa?"
"Sekretaris gue di kantor." Jawab Gesa.
"Pantesan aja seksi mana cantil banget lagi.. Udah cantik, sopan dan ramah lagi."
"Kak Gesa nggak naksir sama dia?" Tanya Aira kemudian.
Gesa mendongakkan kepalanya menatap Aira dimana ia heran yang awalnya memuji dan berakhir dengan pertanyaan konyol.
"Istri satu aja udah bikin puas ya kali mau nambah lagi.. Gue gerakan suami yang nggak sekarah asal lo tahu."
"Dan gue tipe puas bukan mau sangat puas."
Aira tertawa begitu saja mendengar jawaban Gesa lalu menganggukkan kepalanya mengerti dan melanjutkan makannya.
Sadar akan sesuatu yang ada di pikirannya, Aira dengan cepat menatap Gesa, "Tapi kita nggak akan jadi suami istri untuk selamanya kak." Gumamnya kemudian.
"Kalo lo bahas masalah pernikahan kita yang berstatus kontrak, lebih baik gue makan diluar aja." Tegas Gesa dan berdiri dari duduknya.
"Gitu aja baperan.." Gerutu Aira bersamaan dengan menarik lengan Gesa agar tetap duduk.
"Entah kapan pernikahan kontrak ini akan berlangsung tapi yang jelas gue sendiri yang akan hangusin itu kontrak dengan adanya cinta kita dan anak-anak kita."
...🔥🔥🔥...
DRTT..
__ADS_1
DRRRTTT..
"Iya halo.." Ucap Aira setelah berhasil mendapat ponselnya dan menekan tombol warna hijau.
Sejak pukul tujuh malam ponsel Aira bergetar dan menampilkan nomor tidak dikenal yang memanggil dirinya. Sudah menjadi kebiasaan Aira jika ada nomor tidak dikenal maka ia akan mengabaikannya.
Sedangkan posisi Gesa saat ini tengah tidur nyenyak di dada Aira seperti anak kecil yang sedang mencari kehangat di pelukan sang ibu.
"Ini siapa? Bisa bicara dengan Gesa nggak?"
Aira tampak bingung dengan suara wanita di seberang panggilan dan menanyakan Gesa lewat nomornya.
Dengan cepat dan tanpa ragu Aira menggunakan cara ampuh untuk membangunkan Gesa.
Cup
Cup
Cup
"Apasih yang? Besok nggak sekolah." Rengeknya saat Aira menganggu dirinya dengan mengecupi bibirnya tanpa henti.
"Ada yang nyari kak Gesa di ponsel aku nggak tahu siapa, suaranya cewek dan katanya penting." Bisik Aira yang membuat Gesa sadar bahwa ia telah memberikan nomor Aira di ponsel Irene.
Gesa dengan cepat meraih ponsel Aira dan mulai berbicara tepat di depannya, juga tidak lupa mengaktifkan tombol pengeras suara.
"Ya ini gue.. Gesa." Ucap Gesa dengan suara seraknya yang mampu membuat Aira melongo dengan menatap Gesa yang tampannya bukan main.
"Besok ke sekolah bareng yuk."
Mendengar ajakan tersebut, Aira dengan cepat memincingkan matanya menatap Gesa bermaksud bertanya siapa dia dan kenapa menghubungi lewat ponselnya.
"Besok nggak masuk sekolah." Jawab Gesa kemudian dengan tangan yang mengusap lembut pipi Aira.
"Kenapa? Kamu sakit?"
"Nggak kok, gue sehat. Baik-baik aja malah."
"Ini Irene bukan sih? Gue kayak nggak asing sama suara lo." Lanjut Gesa bertanya.
"Iya Ges aku Irene.. Udah aku simpan nomor kamu dan kamu jangan lupa simpan nomor aku."
Gesa hanya memutar bola matanya malas karena jengah lalu menyodorkan ponsel ke sang pemilik.
"Pelakor.. Gue mau tidur serah lo mau lo apain." Ucap Gesa pelan lalu melanjutkan tidurnya dengan memeluk dada Aira dengan nyaman dan hangat.
"Bisa-bisanya nomor aku yang dikasihkan ke cewek lain."
"Biar percaya sayang.. Nggak akan ada lagi yang gue tutup-tutupin dari lo." Jawab Gesa dengan bergumam dan mengeratkan pelukannya.
Irene yang tidak mendengar jawaban Gesa dengan cepat mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video.
Aira yang panik dengan cepat menarik tangan Gesa dan meletakkan ponselnya di telapap tangannya.
"Kamu kalo tidur tampan juga ya Ges?"
"Hmm.." Jawab Gesa dengan bergumam dan menahan rasa kantuknya.
"Tidur sama mamanya ya, kok ada gambar bunga-bunga."
Gesa membuka matanya pelan lalu mengarahkan kameranya tepat di depan wajahnya dan wajah Aira yang tenang dan berpura-pura untuk tidur.
"My beautiful wife." Ucap Gesa dengan bangga lalu mengecupi rahang Aira dengan gemas dan mematikan panggilannya begitu saja.
"Tidur kak!" Peringat Aira pada Gesa.
Tidak memikirkan apapun lagi, Gesa melempar begitu saja ponsel Aira entah kemana yang jelas sudah pecah lalu memeluk Aira dengan hangat dan memejamkan matanya.
"Kak Ges ponsel aku.." Teriak Aira panik yang melihat ponselnya hancur sedangkan Gesa semakin mengeratkan pelulannya.
"Besok beli lagi.. Anggap aja biar black card lo berfungsi setelah sekian lama lo nolak harta gue." Guma Gesa pelan.
"Orang kaya emang bener-bener ya.. Astaga!!"
...🔥🔥🔥...
__ADS_1
...SEE YOU NEXT PART, BRO :)...