
...FOLLOW INSTAGRAM :...
...npaaaaa____...
...🔥🔥🔥...
TOK..
TOKKK..
TOKK..
Mendengar ketukan pintu berkali-berkali membuat Aira terpaksa meninggalkan acara membuat kue dan meninggalkan dapur begitu saja menuju pintu.
"B-Bunda.." Ucap Aira kaget saat melihat Novita kini dengan angkuhnya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
Mau tidak mau dan berfikir ia harus menghormati sang ibu tiri walaupun sudah membuangnya, Aira tetap mempersilahkan Novita masuk ke dalam rumahnya.
"Jadi sekarang kamu hidup enak ya dan lupa sama orang yang udah besarin kamu." Ucap Novita dengan berjalan dan menatap satu persatu perabotan rumah yang terlihat mewah dan berkelas.
"Bukan Aira yang ninggalin bunda tapi bunda sendiri yang pergi dari Aira tanpa pamit."
"Bunda juga udah nggak mau ngakuin Aira lagi.. Aira juga udah cari bunda kemana-mana tapi nggak ketemu."
Aira melangkahkan kakinya menuju salah satu sofa mewah, "Silahkan duduk bunda, anggap aja rumah sendiri."
Novita duduk begitu saja dengan kaki yang menyilang dan tangan yang tetap setia terlipat di depan dada.
Tidak mau basa-basi lagi karena ia hany mau uang dan sekarang akan menjadikan Aira sebagai sumber uangnya dengan alasan berbakti dengan sang ibu.
Novita sudah tahu dan hafal bahwa Aira tidak akan membantah semua perintahnya.
"Suami kamu kemana?" Tanya Novita to the poin menanyakan dimana Gesa berada.
Aira dengan cepat menatap jam dinding yang ada di atas televisi besar tepat tidak jauh darinya dan menunjukkan pukul 7 malam.
"Mungkin masih di kantor ma, soalnya pulang sekolah selalu ke kantor sekalian." Jawab Aira.
"Kamu beneran cinta sama suami kamu?"
"Atau suami kamu nikahin kamu cuma karena kasihan dengan kecupuan kamu itu." Lanjut Novita yang selalu menghina Aira.
Walaupun hinaannya hanya sebuah pernyataan, hal tersebut mampu membuat Aira terkadang nangis sendiri.
"Cinta kok bund." Jawab Air asal dan pasrah jika Gesa tidak akan membalas cintanya.
Namun yang jelas, rasa sayang dan rasa cinta Aira pada Gesa semakin hari semakin besar apalagi ditambah kehadiran sang buah hati yang da di perutnya.
"Kenapa nggak kamu porotin aja uang suami kamu, nanti kita bisa bagi dua."
"Bunda akan bawa kamu pergi dari sini dan bunda akan nikahin kamu sama anak temen bunda yang lebih baik dari suami kamu."
Mata Aira melotot kaget saat mendengar ucapan Novita mengenai rencananya dengan menyuruh dirinya menghabiskan uang Gesa begitu saja.
"Aira mau disini bun dan Aira nggak mau morotin suami Aira ataupun ninggalin suami Aira gitu aja."
Novita mengambil segelas jus jeruk yang sudah dihidangkan oleh Aira, "Suami kamu itu nggak cinta sama kamu dan dia cuma mau jadiin kamu pembantu doang di rumah sebesar ini." Lanjut Novita yang semakin membuat Aira sadar akan Gesa yang memang tidak akan mungkin untuk membalas cintanya.
Aira diam dan tidak berkutik sama sekali. Memikirkan kebenaran yang memang nyata dan ada bahwa Gesa sampai kapan pun tidak akan membalas cintanya.
"Aira memang bukan istri yang baik bun untuk suami Aira tapi Aira akan berusaha menjadi yang terbaik entah dengan alasan cinta ataupun nggak Aira nggak peduli."
__ADS_1
"Bunda memang ibu Aira. Tapi Aira sudah menjadi seorang istri untuk sekarang. Dan semua tanggungjawab bunda udah lepas dan Aira sekarang sudah menjadi tanggungjawab suami Aira."
"Jadi, Aira mohon sama bunda jangan ikut campur urusan rumah tangga Aira."
Aira mengusap air matanya kasar, "Bunda akan selalu menjadi ibu Aira walaupun bunda buang Aira gitu aja.. Aira terima kok."
"Bunda nggak mau bahas apapun lagi sama kamu! Dan bunda mau uang dari kamu.. Secepatnya."
"Dan bunda udah nggak peduli masalah perasaan kamu lagi gimana, yang jelas bunda mau uang suami kamu dan kalian berdua segera bercerai." Lanjut Novita lalu pergi begitu saja menuju pintu.
Aira mengusap wajahnya kasar lalu menatap perutnya, "Mama nggak akan ninggalin kamu sayang sebelum kamu benar-benar aman sama papa."
"Mama akan pastikan hidup kamu akan jauh lebih berarti dan berwarna daripada hidup mama."
...🔥🔥🔥...
"Lo kenapa?"
"Bengong mulu.. Buku yang ada di pangkuan lo nggak akan balik sendiri kalo nggak lo balik." Lanjut Gesa dengan melepas jas kerjanya.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam, dimana Gesa baru saja sampai di rumah setelah pekerjaan kantor yang menghambat dirinya pulang.
Cup
"Ada masalah yang ganggu pikiran lo?" Tanya Gesa kemudian setelah mengecup pelan kening Aira.
Gesa menautkan kedua alisnya tampak bingung. Aira sama sekali tidak menjawab pertanyaannya dan masih tetap diam tanpa suara.
"Sayang.." Ucap Gesa kemudian dengan mengusap lembut lengan Aira.
"Y-Ya kak?" Kaget Aira.
"Ada masalah sayang?"
Semua ucapan Novita memenuhi pikirannya, di satu sisi ia tidak mau meninggalkan Gesa dengan alasan sang jagoan mereka berdua.
Namun perintah sang bunda adalah segalanya, bunda tetaplah ibu. Walaupun Aira tahu bahwa Novita bukan ibu kandungnya tapi ia bersyukur masih ada sosok wanita yang selalu ia panggil bunda sejak kecil.
"Kak Gesa udah sampai rumah dari tadi?"
"Maaf kalo ngelamun, aku nggak denger mobil kak Gesa masuk garasi." Lanjut Aira bersamaan dengan meletakkan buku diatas nakas.
"Gue tanya sama lo, mikirin apa?"
Aira tersenyum manis seperti biasa lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.
"Aku siapin air hangat bentar ya kak."
Gesa menghela nafasnya pelan dan tanpa menunggu apapun lagi ia dengan cepat mengambil ponsel mahalnya.
"Aira keluar hari ini?"
"Kalo nggak siapin semua rekaman cctv dari ruangan yang ada dan kita lihat sama-sama kalo Aira udah tidur." Perintah Gesa tegas lalu mematikan panggilannya dengan sepihak.
Gesa berjalan menuju kamar mandi dimana ia melihat Aira yang tengah berdiri menunggu bak air penuh dengan air hangat.
"Makan apa aja hari ini? Kenapa nggak buncit kenyal kayak biasanya ini perut." Gumam Gesa berbisik dengan memeluk Aira dari belakang dan mengusap lembut perutnya.
"Makan banyak kok kak, banyak banget malah." Jawab Aira.
"Mandi bareng mau?" Tawar Gesa dengan tersenyum menggoda lalu mengecupi leher Aira.
__ADS_1
"Ini udah malem dan nanti keburu dingin kalo mandinya kemaleman.. Aku mau siapin baju kak Gesa." Ucap Aira bersamaan dengan melepas pelukan Gesa lalu berjalan cepat keluar dari kamar mandi.
"Istri gue gemesin banget kalo pipinya memerah astaga." Gumam Gesa dengan tersenyum geli lalu mengusap wajahnya cepat.
...🔥🔥🔥...
Cup
"Gue akan cari tahu masalah apa yang sedang ada di kepala lo saat ini, sayang." Gumam Gesa setelah mengecup bibir Aira.
Gesa bangun dari tidurnya dengan pelan-pelan dan tidak lupa untuk menarik selimut Aira agar lebih tinggi lagi agar sang istri tidak kedinginan.
"Jubah tidurnya kenapa tersingkap segala ya Tuhan.. Mana tahan gue kalo lihat susu punya Aira yang kayak gitu."
Gesa mengusap kasar rambutnya, "Tenang Ges.. Selesaian masalah Aira dan besok minta jatahnya." Lanjut bergumam bermaksud menghibur diri sendiri.
Memasuki ruang kerjanya dan tidak lama beberapa anak buahnya yang datang dengan membawa tab khusus yang terjaring oleh semua cctv yang ada di rumahnya.
"Ini bos tabnya."
Gesa mengambil tab tersebut lalu mulai mencari apa yang tengah mengganggu pikiran istrinya.
"Istri gue keluar hari ini?"
"Tidak bos.. Bu bos di rumah seharian hari ini."
"Keluarnya cuma ke halaman depan sama belakang bos, menyiram tanaman." Lanjut salah satu anak buah Gesa.
Gesa menganggukkan kepalanya mengerti, "Ada tamu ke rumah hari ini?"
"Ada bos.. Wanita paruh baya tapi masih kelihatan muda."
Gesa mengerutkan keningnya dan menatap anak buahnya tersebut, "Wanita paruh baya? Siapa? Mama?"
"Bukan nyonya Sofia bos. Tadi bilangnya orang kantor suruhan si bos."
"Gue nggak suruh siapapun buat ke rumah kalo masalah pekerjaan dan walaupun gue suruh, yang gue suruh pasti si Fira sekretaris gue." Jawab Gesa kemudian.
Semua anak buah Gesa tampak bingung dan merasa bersalah karena main percaya dengan orang baru di lihatnya hari ini.
"Ini bukan orangnya?" Tanya Gesa kemudian setelah menemukan rekaman cctv saat Novita mulai memasuki rumah besar.
"Bener bos, katanya ada yang harus dibicarakan sama bu bos atas perintas anda."
Jari Gesa mulai lincah membuka cctv yang sengaja ia letakkan di ruang tamu dan menyorot tepat dimana Novita dan Aira yang tengah mengobrol.
"Kalian semua boleh pergi dan selamat istirahat." Tegas Gesa yang dijawab patuh oleh anaknya buahnya lalu pergi begitu saja.
Mata dan pendengaran Gesa mulai fokus mendengarkan sekaligus mendengarkan semua pembicaraan Novita dan Aira.
"Jadi ini bunda Aira?"
"Cantik sih tapi kok kayak lonthea ya." Gumam Gesa dengan mengusap dagunya pelan.
Gesa tersenyum tipis saat mendengar Aira yang mengatakan seolah-olah membela dirinya. Namun di satu sisi ia juga takut.
Takut dimana Aira yang akan meninggalkan dirinya beserta sang jagoan mereka entah itu kapan waktunya.
Yang jelas Gesa akan sesegera mungkin merencakan untuk menjerat Aira lagi dan lagi agar ia bisa selamanya hidup bersama dengan Aira.
"Akan gue pastikan Ra kalo cinta terakhir lo cuma gue.. Dan akan gue buktikan di setiap tawa sekaligus tangis lo cuma karena gue."
__ADS_1
"Satu-satunya cinta lo cuma gue dan satu-satunya cinta gue.. Cuma lo."
...🔥🔥🔥...