AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
80 | IRITASI


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM : ...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Baru juga sampai sayang dan ini kita masih di parkiran loh.. Masak iya mau ke toilet?" Gerutu Gesa dengan melepas sabuk pengamannya.


Aira sendiri bingung kenapa hari ini ia lebih sering buang air kecil bahkan saat perjalanan pun Gesa juga mampir ke pom bensin hanya untuk Aira yang kebelet buang air.


"Kamu sebenarnya kenapa sih sayang kok buang air mulu."


"Perutnya sakit?" Tanya Gesa kemudian dengan mengusap lembut perut Aira.


Aira menggelengkan kepalanya cepat dengan pipi yang sudah memerah menahan rasa ingin buang airnya.


Tidak menunggu Gesa lagi, Aira dengan cepat membuka pintu mobil dan berlari kecil menuju toilet yang ada di area parkir pusat pembelanjaan.


Gesa yang melihat hal tersebut mendadap panik sendiri dan berlari cepat mengejar Aira.


"Ya Tuhan, bisa-bisanya dalam keadaan hamil besar istri gue lari kayak gitu."


Gesa mengusap dadanya perlahan, "Jantung gue ya Tuhan hampir copot takut bini jatuh tiba-tiba." Lanjutnya bergumam kecil dan berdiri tepat di depan pintu toilet.


TOKK..


TOKK...


"Sayang.. Udah belum?" Tanya Gesa.


"Sayang.."


"Sayangku.. Cintakuu.."


Panggil Gesa berkali-kali namun tidak mendapat sahutan dari Aira dan hal tersebut sukses membuat Gesa semakin panik.


TOKK..


TOKKKK...


"Sayang.. Aku masuk ya." Ucap Gesa kemudian dengan membuka pintu toilet pelan-pelan.


"Yang.. Kamu di bilik sebelah mana?" Tanya Gesa cepat begitu ia telah sampai di dalam toilet.


Aira yang mendengar suara Gesa dengan cepat membuka pintunya sedikit untuk memastikan.


"Kak.. Aku disini." Pqnggil Aira pada Gesa.

__ADS_1


Gesa memalingkan wajahnya ke belakang dan mendapati Aira yang tengah mengintip dirinya, "Kamu ngapain disini? Lama amat."


Tidak berniat menjawab pertanyaan Gesa, Aira dengan cepat menarik lengan Gesa begitu saja dan kini mereka berdua telah berduaan di dalam toilet.


"Aku udah buang air kak." Ucap Aira kemudian.


"Terus ngapain masih disini? Nggak keluar-keluar dari tadi padahal aku panggil-panggil kamu loh."


Tidak menjawab pertanyaan dari Gesa, Aira dengan cepat mengangkat bajunya dan memperlihatkan perut buncitnya pada Gesa.


"Astaga sayang.. Ini kenapa?" Kaget Gesa begitu ada bercak iritasi melingkar tepat di perut buncit Aira.


"Perih kak." Gumam Aira lagi begitu Gesa tidak sengaja mengusap bercak iritasi tersebut.


"Ini kenapa? Kok bisa kayak gini." Tanya Gesa memastikan pada Aira.


Aira menggelengkan kepalanya, "Nggak tau juga kak, tiba-tiba kayak gini.. Makanya aku tadi lari karena emang udah perih banget buat duduk."


Gesa mengusap celana yang digunakan Aira kali ini, "Siapa yang suruh kamu pake celana sayang?"


"Ini celana kain kak mudah melar juga bahannya."


"Aku udah belikan kamu dres khusus ibu hamil kenapa nggak di pake coba?"


"Ya emang ini celana kain bahannya mudah melar, tapi gimana sama kulit kamu yang mudah iritasi ini?" Lanjut Gesa yang mulai mengomel pada Aira seperti biasa.


Gesa dengan cepat berjongkok tepat di depan perut Aira lalu meniupi pelan yang ada bercak merah karena iritasi.


"Kita pulang aja dan kita mampir ke dokter kulit dulu.. Pasti perih kan ini?" Ucap Gesa dengan tetap meniupi perut Aira.


Aira mengnggukkan kepalanya pelan dan tangan yang mengusap lembut rambut lebat milik Gesa, "Nggak usah pulang kak, udah nanggung juga. Kita udah sampai disini."


"Tapi sayang kita akan berkeliling mall ini ya kali kamu nahan perih di perut kamu cuma gara-gara celana sialan ini."


"Kak Gesa mulutnya! Di depan anaknya nggak boleh mengumpat." Peringat Aira saat sadar bahwa Gesa mengucap kata sialan tepat di depan perut buncitnya.


Gesa tidak menjawab pernyataan Aira dan dengan cepat ia mengangkat tubuh Aira ke dalam gendongannya.


"Kita tetep belanja dan ini tujuan kita pertama adalah beli dres buat kamu."


"Aku nggak akan turunin kamu sebelum kita sampai di toko dres yang kamu cari." Lanjut Gesa dengan nada sedikit marah dan mulai berjalan memasuki mall tersebut.


...🔥🔥🔥...


"Perasaan ceweknya nggak kenapa-napa deh, kenapa di gendong segala sih."


"Pasangan cocok banget, yang satu cantik yang satu ganteng."


"Ih nggak kebayang kalo anak mereka berdua keluar, cantiknya kayak apa ya?"

__ADS_1


"Itu bukannya Gesa Deanova ngga sih? Pemilik Deanova Grup."


"Sahamnya Deanova di mall ini besar banget loh."


"Enak kali ya jadi cewek yang di gendong itu cowok tampan."


Begitulah beberapa ucapan yang mereka berdua dengar saat Gesa dengn cepat berjalan memasuki salah satu toko pakaian dewasa.


"Duduk disini dulu gapapa sayang?" Tanya Gesa pada Aira.


Aira menggelengkan kepalanya, "Nggak usah duduk kak, perih banget soalnya.. Aku berdiri aja."


Gesa menurunkan Aira begitu saja lalu berjalan menuju salah satu pegawai toko.


"Mbak, minta tolong carikan dres buat istri saya.. Kalo bisa yang bahannya melar ya soalnya istri saya lagi hamil." Jelas Gesa.


Pegawai tersebut menganggukkan kepalanya cepat lalu mulai mencari beberapa motif dres untuk di tunjukkan pada Aira.


Sedangkan Gesa sendiri, tangannya mulai mengusap perut buncit Aira dari luar kaos bermaksud meredakan rasa perih dari luka iritasi tersebut.


"Permisi mas mbak, ini beberapa motif dan model untuk ibu hamil."


"Aku suka yang hitam itu sayang.. Kelihan seksi sama belahan dada rendah, aku bisa minum susu."


Aira mencubit perut Gesa keras karena bisikan mesumnya.


"Untuk belahan dada rendah saya rekom-"


"Nggak mbak nggak.. Jangan dengerin suami saya." Sahut Aira cepat dengan melambaikan kedua tangannya panik.


"Yang ini aja mbak." Lanjut Aira dengan mengambil dres warna merah gelap lalu pergi begitu saja ke dalam ruang ganti tanpa melihat Gesa.


"Mbak, saya kan suaminya.. Kira-kira saya ikut ke ruang ganti bisa nggak ya?" Tanya Gesa pada salah satu pegawai disana.


"Aduh mohon maaf ya mas, untuk masuk ke dalam baju ganti memang di haruskan satu dan itu sudah menjadi peraturan toko kami."


Gesa menganggukkan kepalanya mengerti, "Oh gitu ya.. Yaudah saya tunggu disini aja."


Gesa mulai panik sendiri dengan tangan yang mengusap-usap dagunya pelan.


"Gimana kalo iritasi ke senggol dres coba? Pasti Aira ngerasa perih banget."


"Mana gue lapisin tisu yang tipis lagi tadi."


Gesa mengusap rambutnya kasar, "Kenapa juga sih ada peraturan kayak giti di toko.. Heran gue. Dia nggak tau gue siapa apa bagaimana sih."


Tidak menghiraukan atas peraturan toko tersebut, Gesa dengan cepat masuk begitu saja ke ruang ganti menyusul Aira.


"Bodo amat kalo mereka marah dan berani denda gue.. Mungkin waktunya gue pamer jabatan."

__ADS_1


"Karena keselamatan serta kesehatan anak istri gue lebih penting dari apapun."


...🔥🔥🔥...


__ADS_2