AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
32 | PERMINTAAN


__ADS_3

...IG : FRISKYA___...


"Kue kesukaan lo dan ini adalah hadiah lo." Ucap Gesa tiba-tiba.


Aira yang awalnya tengah bersantai menonton drama kesukaannya dan camilan yang ada ada di pangkuannya segera bangun untuk memposisikan duduknya.


Mata Aita seketika berbinar senang karena kue coklat kesukaannya ada di depannya. Tidak menanggapi Gesa, Aira segera memotong kue tersebut dan memakannya dengan lahap.


"Terimakasih kak Gesa." Ucap Aira dengan riangnya dan mulutnya yang penuh kue.


Gesa tersenyum kecil melihat Aira yang seriang dan sebahagia hari ini padahal cuma karena kue coklat kesukaannya.


Menurut Gesa itu hal kecil yang sepele namun bagi Aira itu adalah hal yang berharga dan tidak akan pernah ia lupakan.


"Seenak itukah kue yang gue bawa?" Gumam Gesa yang membuat Aira menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Kak Gesa mau?" Tanya Aira tiba-tiba dengan menyodorkan sepotong kue ke mulut Gesa.


Gesa menggelengkan kepalanya dengan mata yang menatap bibir Aira. Memunculkan senyum setannya lalu dengan cepat mengecup bibir Aira yang tanpa permisi yang membuat sang empu kaget.


"Gue lebih suka kue bekas bibir lo Ra daripada dari tangan lo." Ucap Gesa kemudian.


Aira hanya diam dan mencoba menetralkan jantungnya yang selalu berdetak kencang saat bersentuhan dengan Gesa.


"Ngapain bengong?"


Aira menggelengkan kepalanya dan memalingkan pandangan menatap tayangan drama lagi untuk menghindari kontak mata dengan Gesa.


"Hari ini hari sabtu loh kak, kak Gesa nggak keluar?" Tanya Aira untuk membuat suasana yang hening kembali mencair.


Gesa mengambil tangan Aira begitu saja dan melahap cepat kue yang ada disana.


"Nggak keluar.. Nggak ada duit." Jawab Gesa singkat.


Aira tersenyum geli mendengar jawaban Gesa dimana itu sangat mustahil jika Gesa tidak punya uang.


Tidak punya uang tunai bukan berarti Gesa tidak punya uang melainkan kartu-kartu yang ada di dompet Gesa saldonya sampai membengkak.


Itulah yang Aira tahu..


"Saldo di semua kartu kak Gesa nominalnya udah nggak masuk nalar aku lagi kak, gimana ceritanya nggak ada uang."


"Masak iya sih?" Gerutu Gesa yang membuat Aira menganggukkan kepalanya.


Gesa berdiri dari duduknya dan mengeluarkan dompet dari saku celananya lalu menyerahkan begitu saja pada Aira.


"Buka dan pilih kartu mana yang lo mau." Suruh Gesa kemudian.


"Nggak mau kak, udah kebeli semua kebutuhan rumah dan kebutuhan aku alhamdulillah udah cukup."


Gesa menghela nafasnya pelan melihat jawaban Aira yang selalu menolak pemberian kartu darinya entah itu kartu debit maupun kartu kredit.


Mata Aira tidak sengaja melihat kotak yang Gesa maksud hadiah untuknya. Dengan cepat Aira menatap Gesa dan kotak tersebut bergantian.


"Kenapa bengong aja? Ambil kotaknya dan buka dong sayang." Ucap Gesa kemudian pada Aira.


Dengan ragu Aira menganggukkan kepalanya dan mengambil kotak tersebut.


"Baca secara detail dan kalo ada yang salah atau apa bilang ke gue nanti gue urus."


Tidak menjawab ucapan Gesa, Aira membaca dokumen-dokumen tersebut dengan teliti.


Mata Aira melotot tidak percaya dengan tangan menutup mulutnya membaca semua tulisan yang ada di dokumen tersebut.


"Kak Gesa.. Ini beneran? Sumpah kak Gesa nggak bohong?" Tanya Aira girang dan berdiri dari duduknya lalu mendekat ke arah Gesa.


Gesa menganggukkan kepalanya, "Udah sembuh ya sekarang dan nggak akan sakit lagi dadanya.. Nggak perlu konsumsi obat keras lagi, nggak perlu kesakitan lagi mulai sekarang." Jawab Gesa dengan tersenyum kecil menatap Aira.


GREP

__ADS_1


Aira memeluk Gesa erat bahkan sangat erat dan menangis terharu di bahu Gesa.


"Nggak tahu harus bilang apa dan gimana cara berterimakasihnya sama kak Gesa.. Tapi jelas aku makasih banyak sama kak Gesa."


"Aku akan turutin semua kemauan kak Gesa tanpa terkecuali karena emang aku berhutang nyawa sama kak Gesa."


"Ini dapat laporan darimana? Terus kapan kita melakukan check-up kok aku nggak tahu." Lanjut Aira dengan posisi masih duduk di paha Gesa dan memeluk lehernya erat-erat.


"Kita ke rumah sakit beberapa kali dan maaf ya alasan gue cuma check ada baby atau nggak di perut lo.. Mungkin itu buat lo terpaksa nurutin gue, tapi gue beneran mau lo sembuh."


"Habis uang berapa kak? Jujur aku gapuny buang buat ganti semuanya. Tapi aku akan turutin semua keinginan kak Gesa apapun itu." Jawab Aira dengan mengusap air matanya kasar di bahu Gesa.


Gesa memunculkan senyum setannya. Tujuan awalnya memang menjerat Aira dengan adanya bayi diantara mereka namun kesempatan emas tidak akan datang dua kali dan Gesa bermaksud memanfaatkan semuanya mulai hari ini.


"Apapun Ra?" Tanya Gesa menyakinkan pendengarannya.


"Apapun kak.. Karena aku udah berhutang nyawa sama kak Gesa, sekarang aku yang akan lakuin apapun buat kak Gesa sebagai balasan aku."


Tangan Gesa mengusap lembut pinggang Aira lalu bibirnya tanpa permisi mengecup bibir Aira singkat.


"Tiga permintaan doang sih yang gue mau sejauh ini." Lanjut Gesa kemudian.


Aira mengerutkan keningnya menatap Gesa, "Kenapa nggak lebih dari tiga? Itu nggak sebanding sama uang yang kak Gesa keluarkan buat pengobatan aku."


"Lima ya kak?" Tawar Aira kemudian.


Batin Gesa girang mendengar tawaran Aira yang malah menambahkan dan menawarkan dengan ringannya.


"Oke gue mau lima.. Mulai hari ini, harus! Dan gue nggak mau ditunda-tunda." Jawab Gesa.


"Pertama, cium gue sekarang." Suruh Gesa yang membuat Aira kaget dengan mata melototnya.


"Emmm.. Nanti bakal aku lakuin kak, tapi setelah kak Gesa sebutin semuanya lima itu apa aja." Ucap Aira untuk mengulur waktu mencium Gesa.


"Pertama.. Cium gue saat gue suruh dan gue nggak terima penolakan apapun. Entah lo sibuk atau ngapain pun lo harus cium gue semau gue."


"Kedua, harus nurut sama gue tanpa bantahan."


"Ke-empat, gue mau lo hidup seterusnya sama gue.. Nggak kontrak lagi dan pernikahan kita sah dan gue mau baby di rahim lo. Apapun caranya!"


"Tapi kak Ges, yang keempat ini agak gim-"


"Katanya nunggu selesai baru dilakuin, gimana sih?" Sahut Gesa cepat yang membuat Aira bungkam seketika.


"Terus yang kelima apa kak?" Lanjut Aira dengan polosnya dan tangan yang aktif memainkan kalung Gesa.


Tidak menjawab pertanyaan Aira, Gesa segera berdiri dari duduknya dengan Aira yang berada di gendongannya.


"Yang kelima adalah making baby with you.. Kalo nggak mau inget permintaan gue yang kedua dan ketiga." Ucap Gesa cepat bersamaan dengan berjalan menaiki tangga menuju kamar.


Aira hanya bisa terdiam di bahu Gesa dan memikirkan semuanya kedepannya harus bagaimana, memutuskan jatuh cinta dengan Gesa tanpa balasan atau pergi dari Gesa dan menjadi anak tidak tau balas budi lagi dan lagi.


...🔥🔥🔥...


Cup


"Morning sayang." Ucap Gesa setelah mengecup bibir Aira.


Aira yang awalnya masih nyenyak dengan tidurnya mendadak menggeliat begitu saja saat mendengar sapaan Gesa dan kecupan lembut di bibirnya.


"Jam berapa kak sekarang?" Tanya Aira dengan suara malasnya dan mata yang masih terpenjam.


Entah berapa jam Gesa menggempur dirinya tapi yang jelas badan Aira sekarang berasa sakit semua dan **** ***** yang tak kalah sakitnya.


Tidak menjawab pertanyaan dari Aira, Gesa segera mengeratkan pelukannya di tubuh Aira dan tidak lupa untuk mengecupi lehernya sebagai area candunya mulai saat ini.


"Mau seharian di ranjang terus sama lo." Gumam Gesa.


"Hem.."

__ADS_1


"Mau peluk lo terus nggak lepas."


"Hem.."


Gesa menghela nafasnya pelan, "Kenapa ham hem doang sih Ra? Ngomong apa gitu?" Kesal Gesa pada Aira.


"Hemm.. Ngomong apa gitu." Jawab Aira dengan polosnya dan masih setia memejamkan matanya.


"Lo nggak laper atau nggak gerah gitu?" Tanya Gesa tiba-tiba bersamaan dengan Aira menngeliatkan badannya dan tanpa sadar memeluk dada bidang milik Gesa.


"Laper kak. Serasa nggak punya tenaga lagi.. Gerah juga."


"Yaudah buka mata lo terus ayo mandi." Jawab Gesa dengan riangnya.


Gesa menatap Aira yang memang benar-benar cantik saat natural seperti ini, apalagi rambut yang acak-acakan tergerai di seprei putihnya dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjang sampai area bahu semakin membuat Gesa gelap mata sendiri.


"Nggak mau mandi sama kak Gesa." Ucap Aira tiba-tiba bersamaan dengan mendudukkan badannya.


Gesa mengerutkan kening menatap Aira, "Kenapa? Lo kan lemes jadi gue temenin."


Aira mengehela nafasnya pelan dan mengucek matanya yang masih terasa berat untuk dibuka.


Merapatkan selimut yang membungkus tubuh berisi serta putih bersih yang mampu membuat Gesa gila dalam semalaman.


"Yang ada kita nggak mandi air kalo di dalem kamar mandi kak, mandi keringet lebih tepatnya." Ucap Aira bersamaan dengan menapakkan kakinya di karpet bulu.


AKHH!!


Teriak Aira dan bersimpuh di karpet bulu begitu saja. Kakinya berasa lemas dan kesemutan secara bersamaan.


"Udah dibilangin jangan bangun sendiri. Mandinya juga gue temenin.. Ngeyel mulu dibilangin sama suami."


Tak menjawab omelan Gesa, Aira dengan cepat mengalungkan tangan di leher Gesa dan menenggelamkan wajahnya yang masih lesu di dada bidang yang telanjang milik Gesa.


"Sakit semua badan aku kak, lemes.. Tapi gerah pingin mandi karena harus masakin kak Gesa." Gumam Aira pelan di pelukan Gesa.


Gesa tersenyum tipis mendengar gumaman Aira dan segera mengecup singkat kening Aira serta mengusap lembut rambut Aira.


"Mandinya gue temenin."


"Nggak mau!!" Tolak Aira cepat.


Gesa menghela nafasnya pelan, "Janji deh anterin ke bak mandi doang habis itu gue diluar dan nunggu lo mandi.. Beneran nggak bohong."


"Gimana? Mau atau nggak?"


"Daripada nggak mandi katanya gerah." Lanjut Gesa yang membuat Aira menganggukkan kepalanya walaupun ragu tapi ia ingin mandi.


Gesa merapatkan selimut Aira lalu menggendongnya menuju kamar mandi.


"Disini aja kak dan kak Gesa harus keluar. Nggak boleh lihat aku waktu aku buka selimut ini maupun aku mandi."


Gesa menahan tawanya mendengar ucapan Aira, "Bahkan gue udah lihat semuanya kali Ra, udah gue ****-**** juga semuanya dari atas sampai bawah." Goda Gesa yang semakin membuat pipi Aira merah sendiri seperti kepiting rebus seperti biasa.


"Yaudah sekarang kak Gesa keluar.. Ngapain masih berdiri disini."


"Ya kali lo butuh jasa buat sabunin badan lo gue mau kok." Jawab Gesa dengan menaikturunkan kedua alisnya.


"NGGAK!! Kak Gesa ih mesum."


"Sana-san kak Gesa keluar." Lanjut Aira dengan berusaha menahan badannya dan mendorong tubuh Gesa menuju pintu.


Gesa menahan tawanya saat Aira menutup keras pintu kamar mandi begitu saja.


"KAK GESA.. KENAPA BADANKU MERAH-MERAH SEMUA?!!" Teriak Aira yang semakin membuat Gesa tertawa dari luar kamar mandi.


"SEBUT AJA MAHAKARYA GUE, SAYANG."


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


...IG : FRISKYA___...


__ADS_2