
...IKUTI INSTAGRAM : ...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Sayang.."
"Kita USG baby kelihatan nggak sih cewek apa cowoknya?" Tanya Gesa tiba-tiba.
Aira yang awalnya tengah membaca majalah tepat di paha Gesa dengan cepat mendongakkan kepalanya.
"Katanya kemarin-kemarin waktu di USG sama dokter kamu bilangnya nggak usah gitu."
"Biar jadi kejutan kata kamu." Lanjut Aira kemudian.
Gesa menganggukkan kepalanya pelan, "Ya tapi aku pingin aja gitu."
"Kenapa kok pinginnya tiba-tiba? Kamu lagi ngidam apa gimana?"
"Nggak lah sayang.. Ngidam mah kamu kalo aku mana bisa."
Aira berganti posisi menjadi duduk tepat di samping Gesa, "Bisa kok.. Kebetulan aja anak kamu ini pinter, jadi yang mual aku dan yang ngidam adalah aku."
Gesa mengerutkan keningnya mendadak bingung.
"Yakan emang giti siklusnya sayang.. Aku kalo kamu udah mual rasanya nggak tega mulu."
"Ada beberapa pasangan juga sih yang hamil istrinya tapi yang ngidam sama yang mual itu suaminya."
Gesa menutup bibirnya cepat, "Masak iya? Kok kita nggak kayak gitu sih sayang?"
"Kamu mau emang ngidam yang aneh-aneh kayak aku terus mual tiap pagi?" Sahut Aira cepat yang dijawab Gesa cepat pula dengan anggukan kepala.
Aira tertawa seketika melihat anggukkan kepala Gesa, "Nanti nggak sanggup loh."
"Sanggup kok.. Sanggup banget malahan."
Aira mengusap pelan perutnya yang buncit, "Tapi udah nggak bisa mas Gesa ganteng.. Karena aku udah ngalamin keduanya dan secara bersamaan." Jelasnya kemudian lalu bangun begitu saja dari duduknya.
"Sayang.."
"Mau kemana?" Tanya Gesa yang berjalan cepat mengikuti Aira.
"Mau ganti baju.. Gerah." Jawab Aira singkat bersamaan dengan memasuki walk in closet.
Gesa hanya bisa melipat kedua tangannya di depan dada dan sesekali mengusap wajahnya kasar karena melihat pemandangan yang benar-benar menguji hasratnya.
"Kamu nggak ngerasa salah atau gimana gitu sayang?" Tanya Gesa kemudian dengan mengalihkan pandangannya menatap hal lain.
"Emang aku kenapa mas Gesa yang ganteng?"
"Kamu ganti baju baju di depan aku sama aja kamu pancing aku loh ini."
__ADS_1
Aira berkacak pinggang menatap Gesa dengan tersenyum tipis, "Suruh siapa yang ngikutin aku kesini? Nggak ada yang suruh kamu tau."
Gesa menghela nafasnya pelan untuk menetralkan hasratnya dengan tangan yang mengusap wajah berkali-kali hingga pikiran mesumnya berfungsi begitu saja.
"Yang.. Kayaknya aku tau sesuatu deh." Ucap Gesa kemudian dengan duduk tepat di salah satu sofa yang ada di walk in closet.
Aira memincingkan matanya dengan tangan yang masih membenarkan daster malamnya, "Tau apa? Jangan aneh-aneh ya." Peringatnya kemudian.
"Aku tau gimana caranya biar aku bisa ngerasain mual terus ngidam kayak kamu gantiin kamu."
"Gimana caranya?" Tanya Aira menahan tawanya sekaligus penasaran juga.
"Gimana kalo kita bikin baby lagi."
"Pasti nanti aku yang ngala-"
"Nggak!!" Tolak Aira mentah-mentah tanpa menunggu kelanjutan cerita dari Gesa.
"Ini aja belum keluar kok bikin lagi.. Kita bikin juga udah sering kali. Ada-ada aja."
"Ya tapi sayang.. Kalo kita bikin adonannya setiap hari terus dalam keadaan kamu hamil pasti nanti anak kita keluar kamu bakalan hamil lagi."
"Nggak ya!! Itu kata siapa?" Sahut Aira cepat.
"Udah jelas kata aku gini loh." Jawab Gesa tidak mau kalah dengan menaikturunkan kedua alisnya.
"Orang anak satu aja belum keluar udah mau berencana punya anak lagi.. Nanti harta kamu habis biar syukurin aja."
Gesa menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak akan habis sayang tujuh turunan, tanjakan maupun belokan sekalipun.. Kamu minta anak 12 pun biar jadi klub sepak bola aku siap."
"Aku ya nggak siap dan anak satu aja atau dua udah cukup." Jawab Aira kemudian lalu pergi begitu saja memasuki kamar.
"Sayang.. Tiga aja loh ya."
"Empat deh."
"Nggak ya!! Dua anak cukup mas Gesa yang ganteng itu udah slogan keluarga berencana."
"Aku nggak mau keluarga berencana.. Kita kelurga yang serius aja, anaknya tiga atau nggak empat." Rengek Gesa lagi dengan menggoyangkan lengan Aira seperti anak kecil.
"Berencana bukan bercanda." Peringat Aira membenarkan fikiran Gesa.
"Ya terserah.. Pokoknya aku serius cinta kamu, serius sayang kamu terus mau punya anak tiga atau nggak empat sama kamu."
Aira menghela nafasnya pelan, "Terserah deh terserah.. Aku mau tidur aja."
...🔥🔥🔥...
KRING..
KRINGG... KRINGGG..
KRINGGG..
Gesa meraih ponsel mahalnya lalu mematikan alarm yang berbunyi nyaring dan melemparkan kembali ponsel mahalnya begitu saja.
__ADS_1
Aira yang mendengar alarm tersebut dengan cepat membuka mata lalu mulai mengusapnya perlahan.
"Udah pagi ternyata." Gumam Aira kemudian.
Aira yang ingin bangun dari tidurnya mendadak kembali tidur karena pelukan Gesa di tubuhnya semakin erat.
"Bangun mas Gesa ganteng.. Kamu nggak kerja hari ini?" Tanya Aira kemudian.
Gesa hanya menghembuskan nafasnya yang hangat tepat di leher Aira lalu menggelengkan kepalanya.
"Absen sayang absen." Jawabnya dengan suara khas bangun tidur dan mampu menbuat Aira tersenyum sendiri karena mleyot.
"Kenapa absen? Emang nggak ada kerjaan di kantor?"
"Ada sayang.. Nggak usah tanya lagi aku masih ngantuk banget."
"Kemarin main solo di kamar mandi sampai nggaj tau jam berapa pokoknya dini hari."
Aira menahan tawanya mendengar cerita Gesa di pagi hari yang bahkan matanya masih tertutup dengan rapat.
"Kenapa kok main solo sampai dini hari? Istrinya kemana?" Tanya Aira lagi.
"Nggak mau jatah.. Katanya aku bau." Jawab Gesa cepat.
Memang hidung Aira sangat sensitif sejak malam dan untuk mencium parfum Gesa saja Aira tidak mau.
Entah apa yang membuat Aira tiba-tiba tertidur pulas di pelukan Gesa hingga pagi hari menjelang.
"Sekarang waktunya kerja loh ini.. Udah pagi." Bujuk Aira kemudian bersamaan dengan usaha untuk melepaskan pelukan Gesa di tubuhnya.
"Aku nggak kerja pun aku tetap punya uang sayang."
"Iya percaya.. Si paling kaya banget punya apapun dan bisa beli ini itu." Jawab Aira cepat.
Gesa tersenyum kecil dalam tidurnya, "Iya kita yang kaya sayang.. Kita berdua punya apapun sama kita juga bisa beli apapun."
"Nggak tuh, semuanya milik kamu."
"No!! Milik kita sayang." Jawab Gesa cepat bersamaan dengan duduk begitu cepat di samping Aira.
Cup
Aira menatap lekat-lekat mata Gesa setelah mengecup bibirnya singkat.
Tidak mendapat jawaban dari Aira, Gesa kembali memeluk Aira bahkan mulai mengunci tangan Aira dari atas.
"Gemesin banget ih istri aku.." Ucap Gesa kemudian dengan mencium habis bibir Aira.
Aira yang kehabisan nafas hanya bisa menggerakkan kakinya dengan kasar tepat di bawah tubuh Gesa.
"Jatah pagi hari ini sayang." Bisik Gesa pelan di telinga Aira lalu mengecup lama lehernya yang meninggalkan bekas disana.
Aira hanya mengusap lehernya pelan dengan mata yang memandang Gesa kesal menuju kamar mandi.
"Iya sayang.. Jangan berterimakasih gitu ah atas maha karyaku yang sempurna."
__ADS_1
Mendengar ucapan Gesa, Aira dengan cepat mengambil bantal dan melemparkannya tepat ke arah Gesa.
...🔥🔥🔥...