AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
58 | PEMENANG


__ADS_3

...FOLLOW INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...BUAT DAPETIN INFO UPDATE :)...


...THANKS,...


...SELAMAT MEMBACA ✨...


"Lo suka sama Aira Ndre? Sejak kapan?" Tanya Jefri mengenai beberapa hari yang lalu dimana Andre yang bertengkar dengan Gesa.


Andre dan Gesa tampak marahan dan tidak berbicara satu sama lain hingga kini, padahal sudah tiga hari yang lalu mereka bertengkar.


Andre yang mendapat pertanyaan tersebut dari Jefri mendadak tersenyum tipis bersamaan dengan mengembuskan asap rokoknya pelan.


"Kalo gue suka Aira dari dulu juga gue gebet itu anak."


"Ya kali gue nikung sahabatbgue sendiri.. Gila lo!" Lanjut Andre dengan menatap Jefri.


Jefri yang tampak bingung mulai menggaruk rambutnya, "Terus maksud lo kemarin apaan? Nikung Aira apalagi nikahin Aira yang lagi bunting. Sehat otak lo?" Ucapnya kemudian.


Andre menganggukkan kepalanya, "Gue sangat sehat. Kelewat sehat malah."


"Gue tau udah lama kalo Gesa udah jatuh sama Aira dan gue sebagai cowok juga nggak mau kalo ngeliat Aira yang terus-menerus di budak sama Gesa."


"Terus apa hubungannya sama lo dodol?" Tanya Jefri cepat dan tidak mengerti maksud dari Andre.


"Tujuan gue sih cuma bikin Gesa sama Aira tetep berumah tangga ya Njep dan gue nggak ada maksud apapun."


"Semakim gue ngotot ke Gesa kalo gue mau rebut Aira, semakin pula bertambah kalo Gesa lama-kelamaan nggak akan lepasin Aira dan akan jaga Aira dari gue."


Andre menjelaskan hal tersebut dengan tersenyum manis tanpa sadar karena ia tahu bahwa kini sahabatnya tengah dilanda asmara yang sangat hebat namun masih tetap ego yang membuat Gesa enggan mengakuinya.


Jefri yang mulai mengerti kemana arah pemikiran Andre hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Gesa yang kayak gitu aja bisa insyaf Ndre, lo kapan insyafnya?" Gumam Jefri kemudian dengan menepuk bahu Andre.


Andre hanya mengendikkan bahunya, "Gue juga nggak tahu.. Yang jelas gue mau nikmatin masa muda gue dulu."


"Habisin masa muda nggak harus main wanita dodol.. Inget! Masih ada karma yang nunggu lo." Peringat Jefri pada Andre.


"Akan gue tunggu karma gue dan akan gue nikmati nantinya."


Jefri memutar bola matanya malas mendengar ucapan Andre yang begitu ringannya meremehkan karma.


"Gue mau ke aula dulu, ada rapat nih." Pamit Jefri lalu berlari begitu saja menuju aula dan meninggalkan Andre sendiri seperti biasa.


Andre menghela nafasnya dengan kasar, "Kalo nggak demi buah hati si Gesa sama si Aira mungkin gue ogah jauhan sama Gesa, mana Njep rapat mulu lagi."


"Awas aja kalo anak mereka nggak mirip gue, gue sumpahin Aira hamil lagi kembar tujuh biar kewalahan si Gesa."


...🔥🔥🔥...


"Kak Gesa ngapain diam aja disitu? Nggak mau sarapan?" Tanya Aira begitu tau Gesa sekarang hanya berdiri di anak tangga dengan menatap dirinya.


Mulai bangun tidur hingga bersiap untu sekolah Gesa sama sekali tidak berbicara dengan Aira sama seperti dirinya tidak berbicara dengan Andre.

__ADS_1


Gesa menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekat ke arah meja makan dan duduk di tempat biasanya.


Aira yang mendapat perlakuan seperti itu dari Gesa hanya diam saja walaupun itu sangat menyiksanya berhari-hari.


Dengan selalu berfikiran positif perihal perilaku Gesa, Aira mengesampingkan semua hal buruk yang hinggap di benaknya selama tidak ada Gesa yang berbicara padanya.


"Mau makan sama apa kak? Aku ambilin ya." Tawar Aira dengan mengambil piring Gesa.


Entah apa yang ada di pikiran Gesa belakangan ini, tapi yang jelas setiap Gesa menatap Aira rasa bersalahnya selalu hinggap begitu saja.


"Dihabisin ya kak." Ucap Aira pelan.


Tidak menjawab ucapan Aira, Gesa dengan cepat memakan makanan yang selalu Aira siapkan untuknya.


Aira sendiri hanya diam memainkan sendok dan garpunya yang ada diatas piring. Nafsu makannya selalu hilang jika tidak sifat Gesa berbeda padanya dan itu berlaku semenjak Aira hamil.


"Lo nggak makan?" Tanya Gesa kemudian pada Aira.


Aira yang hanya diam dan entah melamunkan apa tidak sadar jika Gesa bertanya padanya.


"Rara.."


"Ahh ya kak Gesa?" Kaget Aira begitu Gesa yang tiba-tiba memanggil dirinya.


"Lo nggak makan?" Ulang Gesa.


Aira tersenyum tipis mendengar suara Gesa setelah berhari-hari dingin padanya setelah ungkapan cinta malam itu.


"Makan kok kak, aku makan." Jawab Aira cepat lalu mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Gesa yang sudah selesai dengan makannya dengan cepat berdiri lalu menatap Aira yang masih fokus dengan piring yang ada di depannya.


Cup


"Makannya dihabisin ya sayang. Kasihan baby nya kurang asupan beberapa hari ini karena kamu kurang makan." Bisik Gesa dengan mengusap lembut pipi Aira lalu pergi begitu saja.


BLUSH!!


Memerah.. Pipi Aira memerah begitu mendengar ucapan Gesa yang berbeda dari sebelumnya.


Memanggil dirinya dengan sebutan kamu serasa membuat Aira terbang ke awang-awang.


Aira reflek berdiri dari duduknya lalu loncat-loncat seperti orang gila mendapat perlakuan Gesa yang begitu manis pagi ini.


"Non.. Nggak boleh loncat-loncat non, nona lagi hamil ya Tuhan." Teguran asisten rumah tangga yang kini tinggal bersama dengan Aira dan Gesa.


Aira dengan cepat menutup bibirnya dan berhenti dari loncat-loncat lalu duduk di kursinya kembali.


"Maaf bibi, aku lupa." Jawab Aira dengan menampilkan sederet gigi putihnya.


Asisten rumah tangga tersebut hanya tersenyum tipis dengan menatap Aira yang mulai berjalan hati-hati menaiki tangga.


"Bisa-bisanya lupa hamil, majikanku emang beda."


...🔥🔥🔥...


"Lo berdua kenapa berangkat nggak nungguin gue?"

__ADS_1


"Lo berdua udah nggak anggeo gue sebagai sahabat lagi apa gimana?" Lanjut Gesa bertanya pada Andre dan Jefri.


Setelah Gesa meletakkan tas ranselnya dengan kasar diatas meja, ia segera mendekat ke arah Jefri dan Andre yang tengah berada di bangku belakang yang kosong.


"Gue berangkat pagi hari ini, rapat susulan buat acara perpisahan setelah ujian nanti."


"Gue berangkat sendiri. Kan gue nggak punya temen."


Gesa mengendikkan bahunya lalu menatap Andre tajam seolah tidak terima dengan jawabannya.


"Lo nggak anggep gue temen lagi?" Tanya Gesa kemudian.


Andre berdiri dari duduknya, "Temen-temen gue semua berakal dan kaya raya Ges, kalo punya niatan buang anak dan pisah sama bini itu bukan temen gue." Ucapnya kemudian lalu pergi begitu saja menuju mejanya.


Gesa mengusap wajahnya kasar lalu menatap Jefri. Sedangkan Jefri yang sadar akan tatapan Gesa hanya menggelengkan kepalanya singkat.


"Ada undangan buat lo Ges, dari Nayla." Ucap salah cewek teman sekelas Gesa.


Gesa menerima undangan tersebut dengan menganggukkan kepala. "Oke thanks." Ucapnya kemudian.


Tanpa ragu Gesa membuka undangn tersebut lalu membaca dengan teliti. Melihat ada tulisan wajib berpasangan, membuat dirinya langsung fokus ke nama Aira.


Gesa melangkahkan kakinya mendekat ke arah Andre dan melemparkan undangan tersebut di atas meja. "Mau nggak mau lo sama Njep harus ikut gue datang ke acara ini." Tegas Gesa kemudian berjalan cepat keluar kelas menuju kantin sendirian.


"Hai Ges.. Udah terima undangan ulangtahun dari Nayla belum?" Tanya Gita.


Gita tetap saja mendekati Gesa dan yakin bahwa Gesa tidak akan bisa jatuh dengan Aira. Walaupun sempat beberapa waktu lalu Gesa terang-terangan mengumumkan hubungannya sebelum Aira keluar dari sekolah.


Gesa menganggukkan kepalanya dengan cuek dan berjalan cepat menghindari Gita.


"Ada yang bilang lo belum bisa move on dari Nayla, beneran emang?" Tanyq Gita penasaran dan berhasil melingkarkan tangannya di lengan Gesa.


Gesa sendiri berusaha melepaskan tangan Gita yang menempel di lengannya, "Bukan urusan lo Git."


"Jadi urusan gue dong.. Kan gue calon pacar lo."


Gesq tertawa hambar mendengar ucapan Gita, "Gue nggak mau pacaran sama siapapun asala lo tahu."


"Minggir dari hadapan gue.. Gue udah muak sama semua wanita." Lanjut Gesa kemudian.


"Gue tau Ges, lo itu cuma manfaatin Aira si cupu buat berlindung dari cewek-cewek lo sebelumnya.. Tapi maaf gue nggak akan mundur gitu aja buat dapetin lo."


Gesa menautkan kedua alis tebalnya, "Aira lebih cantik akhir-akhir ini dan mungkin lo kalah cantik sama dia."


"Gue kalah cantik? Gue? Kalah cantik sama cewek modelan Aira si cupu?"


"Maaf ya Ges, setau gue.. Gue adalah cewek tercantik yang deketin lo." Lanjut Gita dengan nada sombong seperti biasa.


"Secantik apapun lo dan versi lo, gue nggak tertarik lagi sama lo.. Kalo tertarik pun, cuma gue gunain buat bahan gabut."


"Lo bukan saingan Aira saat ini Git. Kok bersaing sih, bahkan lo mau seimbang sama Aira aja nggak akan bisa." Lanjut Gesa kemudian lalu pergi begitu saja dan tidak lupa menabrak bahu Gita kasar.


"Siapapun ceweknya dan secantik apapun parasnya yang menang di hati gue cuma Aira.. Aira Deanova." Gumam Gesa dengan tersenyum kecil berjalan menuju kantin.


...🔥🔥🔥...


...BANTU FOLLOW IG YA GAESS :'(...

__ADS_1


...@finarsky__...


__ADS_2