AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
44 | TANGGUNGJAWAB


__ADS_3

...IG : npaaaaa____...


...🔥🔥🔥...


"Mama.. Mama ngapain disini?" Tanya Gesa kaget saat melihat Sofia tengah menonton salah satu drama dan remot yang ada di tangannya.


Melihat Sofia kini yang ada di rumahnya, Aira dengan cepat mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan tersenyum seramah mungkin seperti biasanya.


"Mama udah dari tadi disini? Kenapa nggak hubungi aku aja tau nggak mas Gesa." Ucap Aira kemudian.


Gesa menganggukkan kepalanya singkat dan berjalan begitu saja menuju tangga, "Aku ke kamar dulu sayang.. Ganti baju." Ucapnya.


"Layani suami kamu dulu sayang.. Habis ini kita makan malam karena mama bawa makanan dari rumah."


Aira menganggukkan kepalanya lalu berpamitan untuk menyusul Gesa yang tengah berada di dalam kamar.


"Seriusan mau mandi? Ini udah malem loh kak, aku siapin air hangat dulu kalo gitu." Ucap Aira dan berjalan cepat menuju kamar mandi.


Gesa yang mendapat perlakuan seperti itu dari Aira hanya tersenyum tipis lalu mengusap wajahnya yang mulai memerah malu.


"Bisa-bisanya gue bawa perasaan kayak gini sama Aira. Gimana gue nggak makin luluh sama lo, orang pelayanan lo selalu bintang lima ke gue." Gumam Gesa bersamaan dengan melepas jaket denimnya.


Melihat Aira yang keluar dari kamar mandi, Gesa dengan cepat menundukkan kepalanya dan berpura-pura melepas kaos agar pipinya yang merah tidak terlihat oleh Aira.


"Aku siapin baju bentar ya kak."


Aira mulai membuka lemari dimana yang penuh dengan baju Gesa lalu memilih untuk dipakai suaminya kali ini.


GREP!!


"Mau lo.. Kenapa lo seksi banget sih Ra?" Bisik Gesa lirih dengan mengecupi leher Aira dari belakang.


Merasakan sesuatu yang menonjol di belakang, Aira sadar bahwa Gesa akan menerkamnya kali ini.


"Kak Ges, ada mama di bawah dan kak Gesa harus cepet mandi terus kita makan malam sama mama."


"Tapi sayang.. Gue udah kenyang nggak mau makan."


Aira menghela nafasnya pelan mendengar rengekan Gesa bersamaan dengan usahanya untuk lepas dari pelukan Gesa.


Sedangkan Gesa sendiri masih mengeratkan pelukannya di pinggang Aira bahkan tangan nakalnya mulai naik dan mencubit pelan area dada Aira.


"Kak Ges.." Peringat Aira pada Gesa.


"Yes sayang?"


Tidak menghiraukan jawaban Gesa, Aira dengan cepat berlari begitu saja menuju kamar mandi dan mual-mual seperti ibu-ibu hamil lainnya.


Gesa yang melihat sang istri berlari menuju kamar mandi dengan cepat ia menyusulnya lalu mengumpulkan rambut panjang Aira ke belakang.


"Masih mual sayang? Gue panggilin dokter ya?" Panik Gesa dengan mengusap lembut leher bagian belakang Aira.


Aira yang sudah lemas hanya menggelengkan kepalanya pelan engan badan lemas di pelukan Gesa.


"Mau ke kamar aja kak." Gumamnya kemudian.


Tidak menunggu apapun lagi, Gesa dengan cepat mengangkat tubuh Aira dan membawanya menuju ranjang. "Gue bikinin teh anget bentar." Ucap Gesa bersamaan dengan melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Pake kaos dulu kak, ada mama dibawah masak iya cuma pake celana pendek doang mana ketat banget lagi."

__ADS_1


Gesa menghentikan langkahnya dan menatap penampilannya yang terkesan seksi bahkan intim.


"Dibawah cuma ada mama dan mana mungkin mama aneh-aneh sama anaknya.. Lagian juga dulu waktu belum nikah juga gini penampilan gue dirumah."


Aira mencoba berdiri dari duduk namun dicegah cepat oleh Gesa, "Mau ngapain sayang? Siapa yang suruh lo turun dari ranjang." Omelnya.


"Itu dulu kak sebelum menikah kak, sekarang udah nikah dan harus belajar buat menghargai penampilan diri sendiri sebelum menghargai orang lain."


"Ini kaosnya dan ini celana pendeknya, pake sekarang dan baru keluar." Lanjut Aira dengan menyodorkan satu set baju milik Gesa yang telah ia siapkan sejak tadi.


"Tapi sayang gue cuma ke baw-"


"Yaudah kalo nggak mau pake. Aku bikin teh anget sendiri masih bisa kok." Potong Aira cepat yang mendapat geraman dari Gesa.


"Iya-iya gue pake ini dan lo disini aja.. Nanti biar mama yang naik dan lo full di ranjang hari ini."


Cup


Kecupan Gesa mendarat mulus di bibir Aira setelah ngomel-ngomel dengan istri cantiknya.


...🔥🔥🔥...


"Masih mual sayang?" Tanya Sofia dengan mengusap jemari Aira dengan lembut.


Aira terpaksa menguatkan tubuhnya yang lemas untuk turun dan makan malam bersama walaupun sempat berdebat kecil dengan Gesa.


Gesa sendiri sebagai suami yang baik harus bisa mengontrol emosi Aira yang berubah-ubah dan tentunya tidak akan membiarkan Aira sampai marah-marah maupun sedih.


"Udah mendingan kok ma, cuma kadang agak sedikit sensitif gitu."


"Mama sih ngapain kesini malam-malam, kenapa nggak besok pagi aja." Sahut Gesa cepat dengan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kebetulan papa kamu diluar kota hari ini dan mama sepulang arisan langsung masak terus mama bawa kesini biar mama ada temennya makan."


"Nggak!!" Tolak Gesa cepat dengan menatap Aira dengan pandangan memohon.


"Kalo mama tidur disini kita nggak bisa a-"


"Apa?! Kamu kira mama akan ganggu kamu buat mesra-mesraan gitu sama istri kamu?" Tuduh Sofia dengan memincingkan matanya menatap Gesa.


Gesa menghela nafasnya pelan dengan tangan yang mengusap leher belakangnya yang tidak gatal. "Mama ih kayak nggak pernah muda aja.. Aku sama Aira masih tergolong pengantin baru loh ma, jadi wajar aja dong kalo mau mesra-mesraan di sembarang tempat."


Sofia hanya memutar bola matanya malas mendengar pernyataan yang keluar dari bibir Gesa lalu menatap Aira dengan sayang seperti biasa.


"Gimana sayang keadaan calon cucu mama? Sehat kan? Sekolah kamu gimana?" Tanya Sofia tiba-tiba.


"Alhamdullilah ma bayinya sehat. Kalo masalah sekolah aku udah putusin keluar aja dan berkasnya udah keluar beberapa hari yang lalu."


"Aira rela ninggalin sekolahnya demi anak kamu dan kalo kamu sampai berani main wanita kayak dulu lagi yang akan jadi musuh kamu bukan Aira doang.. Tapi mama sama papa juga akan maju dan bela Aira." Jelas Sofia dengan tegas pada Gesa.


Gesa menghela nafasnya kasar dan memberanikan diri untuk menatap sang mama. "Aku juga akan berusaha buat jadi suami sama calon papa yang baik ma."


"Suami dan calon papa yang baik kok panggilnya lo gue.. Ada yang kayak gitu? Kasar tau." Sindir Sofia yang membuat Gesa menatap Aira sedangkan Aira yang sadar akan tatap Gesa dengan cepat menyendokkan makanan dan pura-pura tidak tahu.


...🔥🔥🔥...


"Akhirnya mama pulang juga." Gumam lega seorang Gesa setelah beberapa menit berlalu.


Dimana Sofia memutuskan untuk pulang karena sang suami alias papa Gesa telah sampai rumah.

__ADS_1


"Nggak boleh gitu kak Ges, dosa tau."


Gesa memutar bola matanya malas dan dengan cepat menarik pinggang Aira untuk duduk di pangkuannya.


"Mungkin kalo mama tetep disini malam ini, lo nggak mau duduk di pangkuan gue kayak gini."


"Bukannya nggak mau kak, tapi kita harus tau tempat dimana kita harus kayak gini." Nasihat Aira pada Gesa.


Gesa hanya memutar bola matanya malas bersamaan dengan tangan yang mulai mengusap pinggang lalu menuju perut Aira.


"Calon jagoan papa sekarang lagi apa di dalam?" Ucap Gesa dengan riang lalu mengecup bibir Aira singkat dan cepat.


Cup


"Kok cium aku kak? Kenapa nggak cium perut aja kan kak Gesa tanya ke baby bukan aku."


"Mamanya juga butuh asupan Ra nggak baby doang." Jawab Gesa singkat lalu dengan gemas meraih rahang Aira dan ******* habis bibirnya.


Aira yang mendapat perlakuan tersebut dari Gesa, hanya bisa menarik rambut Gesa dan mencoba menyeimbangkan nafasnya dengan nafas Gesa.


"Sumpah demi apapun lo nikmat banget."


"Lo milik gue dan harus milik gue." Lanjut Gesa lalu mengangkat paha Aira untuk di gendong menaiki tangga menuju kamar.


Gesa menurunkan Aira diatas ranjang dengan lembut dan tidak melepaskan bibirnya begitu saja dari bibir Aira. ******* bahkan menggigitnya kecil sudah menjadi candu Gesa tersendiri.


"Gue akan puasin lo dan maaf kali cuma pakai jari." Bisik Gesa pelan bersamaan dengan tangannya yang sudah masuk ke dalam celana Aira.


Aira menggelengkan kepalanya cepat karena baginya itu tidak adil.


"Pakai jari dulu sayang kata dokter nggak boleh dulu pakai adik kecil Gesa."


"Aku boleh tanya masalah kak Bianca nggak sih kak?" Tanya Aira tiba-tiba yang membuat Gesa berhenti dan duduk bersila tepat di depan Aira.


Aira sendiri dengan cepat bangun lalu merapikan celana pendek kain yang ia gunakan kali ini dan menatap Gesa. "Tanya aja sayang." Suruh Gesa kemudian.


"Kak Bianca mantan kak Gesa yang ke berapa?"


Gesa menghela nafasnya pelan, "Mantan gue cuma satu, Nayla doang. Dan selain Nayla itu cuma bahan gabut gue."


"Kecuali lo.. Istri gue dan calon mama dari anak-anak gue."


Aira menganggukkan kepalanya pelan tanda ia mengerti, "Bukan mantan tapi kok kayak suka gitu sama kak Gesa." Gumamnya pelan.


"Nggak ada yang bisa nolak pesona gue kecuali lo.. Sekarang mana ada cewek yang nolak ketampanan gue dan harta gue apalagi status gue yang anak tunggal."


"Lo doang kali yang nolak gue dan nolak gue mentah-mentah.. Eh sekarang berujung jadi istri dan hamil lagi."


Gesa memeluk perut Aira erat, "Gue sayang banget sama jagoan kita Ra.. Gue selalu nantikan dimana ia keluar dan lihat gue terus panggil gue papa suatu hari nanti."


Aira hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Gesa dan memberanikan diri untuk mengusap rambut sang suami dengan lembut.


"Sadar ya Ra.. Yang diharapkan kak Gesa bukan kamu melainkan jagoannya. Kak Gesa tidak akan bisa menjatuhkan rasa sayangnya ke kamu apalagi rasa cinta."


Gesa memposisikan dirinya berbaring di sebelah Aira lalu menarik Aira pelan dan mendekapnya dengan hangat.


Cup


"Selamat malam dan selama tidur, my good wife." Ucapnya setelah mengecup kening Aira dengan lembut.

__ADS_1


"Gue nggak tau ini perasaan apa Ra.. Tapi yang jelas gue nggak mau kehilangan lo dan gue akan ngejaga lo serta perasaan lo sebagai rasa tanggungjawab gue sebagai suami sekaligus calon papa untuk anak kita."


...🔥🔥🔥...


__ADS_2