AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
70 | RENCANA PESTA


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...TIKTOK :...


...@pinarrr...


...BANTU PROMOSIKAN YGY BIAR TAMBAH RAME HEHEWW :)...


...🔥🔥🔥...


Gesa memutuskan untuk menggelar pesta perayaan pernikahannya dengan Aira dengan tujuan agar teman-temannya tahu bahwa ia sudah tidak lagi menjadi cowok bajingan yang suka main wanita sana-sini.


"Kamu maunya kapan sayang?" Tanya Gesa pada Aira.


Aira mendongakkan kepalanya menatap Gesa karena posisi badannya sekarang tengah berbaring dengan kepala yang tepat di paha Gesa.


"Apanya yang kapan kak?"


"Kita mau kemana?" Lanjut Aira bertanya pada Gesa.


"Aku mau kita adain pesta sayang.. Pesta kecil-kecilan aja sih biar semuanya tau kalo aku sekarang udah punya istri dan sebentar lagi mau jadi papa muda."


Aira menghela nafasnya pelan, "Kayaknya itu nggak perlu deh kak.. Namanya pemborosan."


"Lebih bagus lagi uang yang mau kak Gesa keluarin buat pesta gimana kalo dibuat anak yang lebih membutuhkan gitu."


"Ke badan amal atau nggak ke panti asuhan juga bagus."


Gesa menganggukkan kepalany pelan sebagai tanda jawaban mengerti dari Aira.


Tidak mengerti lagi mengapa dirinya yang sangat bajingan bahkan brengsek bisa diberi takdir oleh Tuhan untuk bersanding dengan Aira yang cantik luar maupun dalam.


"Itung-itung kita berbagi kak bagi yang kurang mampu dan ekonominya jauh di bawah kita."


"Tapi kalo kak Gesa nggak setuju juga gapapa.. Aku cuma saran doang."


"Sebagai istri, aku cuma bisa nurut sama kak Gesa dan mengikuti apapun keputusan kak Gesa kedepannya gimana." Lanjut Aira dengan meraih makanan ringan diatas meja lalu memakannya dengan cuek begitu saja.


"Setelah dipikir-pikir ide kamu juga boleh sayang.. Beramal sekalian menyenangkan oranglain dengan apa yang kita punya nggak ada salahnya."


"Aku sih kak Gesa maunya gimana, aku nurut aja." Sahut Aira cepat.


Gesa mengusap dagunya pelan dan berfikir tentang sesuatu, "Gimana kalo kita adain pesta kecil-kecilan di rumah tapi tamu undangannya dari anak panti asuhan? Nanti selesai pesta kita kasih mereka barang-barang atau nggak uang untul kebutuhan mereka."


"Gimana sayang menurut kamu?" Tanya Gesa pada Aira.


"Temen-temen kak Gesa diundang nggak?"


Gesa menganggukkan kepalanya mantab, "Diundang aja ya sayang.. Biar tambah rame terus mereka juga bisa bantuin kita awasin anak-anak panti yang akan kita undang."

__ADS_1


Aira belum menjawab pernyataan dari Gesa lalu mendongakkan kepalanya menatap mata elang Gesa dengan serius.


"Boleh lah kak.. Aku sih boleh-boleh aja." Lanjut Aira kemudian yang sempat membuat Gesa ketar-ketir karena takut Aira tidak setuju.


Cup


Gesa mengecup singkat kening Aira dengan lembut sebagai tanda sayang padanya lalu mengusapnya seperti biasa.


"Baby kita cowok apa cewek ya sayang?" Gumam Gesa tiba-tiba dengan menatap perut buncit Aira dan tangan yang sudah berpindah disana.


"Kak Gesa maunya cewek atau cowok?"


"Cowok sih kalo bisa.. Kalo dikasih cewek ya gapapa juga nanti kita rawat juga dengan baik." Jawab Gesa kemudian.


"Kenapa pinginnya kok cowok?" Tanyq Aira lagi.


Gesa pura-pura berfikir lalu tersenyum manis menatap Aira, "Kalo sore biar ada yang nemenin sepak bola di halaman belakang rumah." Jawabnya asal.


Aira menghela nafasnya, "Kenapa nggak ajak main aku aja? Aku bisa kok." Gumam Aira kemudian.


"Cewek mainnya bukan sepak bola sayang dan kamu lagi hamil jadi nggak boleh capek-capek apalagi lari-lari main bola di belakang rumah."


"Kak Gesa suka berbie nggak?" Tanya Aira tiba-tiba yang membuat Gesa melotot kaget.


"Nggaklah sayang.. Aku cowok nggak suka berbie." Jawab Gesa cepat.


"Tapi boneka berbie selalu cantik."


Gesa menggelengkan kepalanya singkat, "Aku dulu emang punya pacar banyak selain kamu dan alasan punya pacar banyak aku waktu itu cuma gabut doang."


"Kata kamu barusan boneka berbie itu cantik.. Tapi kodratnya cowok itu bukan mainan berbie sayang."


"Kalo kodratnya nggak mainan berbie, kenapa kak Gesa dulu mainin wanita yang bahkan cantiknya sama seperti berbie?" Ucap Aira yang membuat Gesa terdiam seketika.


"Ya aku nggak tau sih kak, kak Gesa mau nerima aku kayak gini itu melihat apa yang aku punya atau nggak.. Tapi yang jelas aku tulus sama kak Gesa."


Aira mengganti posisi yang awalnya berbaring kini terduduk tepat di depan Gesa, "Entah ending kita nanti gimana aku cuma berharap kita sama-sama orang yang takut kehilangan kak." Lanjut Aira kemudian.


GREP


Gesa seketika memeluk Aira erat-erat seolah menumpahkan rasa kecewa terhadap dirinya selama ini.


"Maafin aku ya sayang.. Aku janji akan selalu ada buat kamu, jaga kamu dan anak kita."


"Tenang aja.. Aku juga tulus kok sayang sama cinta kamu. Tanpa memandang kamu siapa, berasal darimana dan siapa pun kamu aku terima kamu tulus."


Aira menangis haru tepat di bahu Gesa lalu mengeratkan pelukannya begitu saja.


...🔥🔥🔥...


"SAYANG.. KITA JADI BELANJA NGGAK?"

__ADS_1


"JANGAN LAMA-LAMA, NANTI KEBURU MALEM BANGET." Lanjut Gesa berteriak dari lantai bawah yang tengah menunggu Aira untuk belanja hadiah.


Aira memang berencana memilih kado-kado sendiri untuk anak-anak panti yang akan mereka berdua undang untuk acara pesta.


Namun seperti biasa sifat Gesa yang selalu berprinsip "Harus sama aku kemana-mana atau nggak sama aku, kamu nggak berangkat." Dan hal tersebut membuat Aira hanya bisa nurut.


"Padahal masih ada hari besok loh kak, nggak harus malam ini." Ucap Aira tiba-tiba dengan berjalan hati-hati menuruni tangga yang dituntun Gesa sigap.


"Hari ini juga nggak ada salahnya sayang."


"Lebih cepat lebih baik.. Lagian juga kita nggak ada kerjaan di rumah."


"Kak Gesa ada tugas kantor di rumah." Sahut Aira cepat saat ia sadar bahwa sebelum menuruni tangga, ia sempat melihat berkas-berkaa dokumen di meja kerja Gesa.


Gesa menggelengkan kepalanya, "Kata siapa kerjaan kantor aku banyak? Nggak tuh sayang."


"Tadi aku lewat ruang kerja ya dan pintunya kebuka sedikit.. Tumpukan map banyak banget di meja."


"Oh itu.. Itu cuma tinggal tandatangan aja." Jawab Gesa dengan ringannya bersamaan dengan mempersilahkan Aira masuk ke dalam mobil.


Aira tampak bertanya-tanya dalam otaknya namun ragu untuk bertanya pada Gesa secara langsung yang akhirnya hanya bisa diam saja.


"Kenapa kamu diam sayang? Mikirin apa?" Tanya Gesa tiba-tiba dengan mengusap lembut paha Aira.


"Bingung aja kak."


Gesa mengerutkan kedua alisnya dengan heran, "Bingung kenapa sayang? Ada yang ganggu fikiran kamu? Cerita sama aku, aku dengerin."


Aira menggelengkan kepalanya, "Bingung aja mau tanya darimananya?"


"Tanya aja sayang.. Pasti kalo aku tau jawabannya, aku jawab deh."


"Kata dokter sama mama kamu nggak boleh kepikiran yang aneh-aneh apalagi stres sayang." Lanjut Gesa kemudian.


Aira menghela nafasnya pelan lalu menatap Gesa, "Kan di ruang kerja kak Gesa tadi ada tumpukan map banyak banget, map segitu apa ngasilin uang semua kak?"


"Terus kalo nggak ada tandatangan kak Gesa, apa nggak bisa diwakilin?" Lanjut Aira yang akhirnya bertanya uneg-unegnya.


Gesa tersenyum kecil mendengar pertanyaan Aira yang ternyata masih memikirkan masalah map-map yang ada di ruang kerjanya.


"Map yang kamu lihat tadi nggak semuanya menghasilkan uang sayang tapi kalo setengahnya mungkin bisa."


"Di tumpukan map tadi itu isinya ada laporan pengeluaran, ijin pendirian, kas kantor dan masih banyak lagi."


Gesa menatap Aira sekilas, "Dan kalo masalah tandatangan.. Itu bisa diwakilin sayang tapi harus ada ijin sama aku secara spontan."


"Misal aku ke luar kota, terus ada dokumen yang memang penting banget terus mendesak kamu bisa tanda tangan dengan syarat minta persetujuan aku."


Aira hanya menganggukkan kepalanya mengerti, "Sebanyak itu prosedurnya.. Aku harap rambut kamu masih tetap hitam kecoklatan dan nggak akan putih sebelum waktunya kak."


"Aku tetap tampan dengan gaya rambut sama warna rambut apapun sayang." Sahut Gesa dengan ringannya dan nada yang sombong hingga membuat Aira sedikit tersenyum senang.

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2