AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
79 | DOMPET HILANG


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Acara kelulusan nanti kayaknya ada acara promnight deh." Ucap Andre tiba-tiba.


Mereka bertiga siapa lagi jika bukan Gesa, Andre dan Jefri kini tengah berjalan menuju kantin yang mana salah satu kantin sebagai markas mereka.


Tidak heran jika sepanjang perjalanan menuju kantin mereka selalu menjadi sorotan khususnya para cewek.


Terkenal karena tampan, kaya serta donatur utama di sekolah tak membuat ketiganya bergaul dengan mudah oleh siapapun.


"Ini hari ini kita beneran nggak ada kerjaan di sekolah? Nganggur doang beneran?" Tanya Andre pada Jefri.


Jefri sebagai ketua osis memang wajib mengetahui jadwal kegiatan apalagi ini masalah acara setelah ujian sekolah.


"Kita emang udah nggak ada kerjaan di sekolah tapi besok gue ada penyerahan jabatan ke adek kelas."


"Anggap aja hari ini masuk buat acara gladi bersih untuk besok."


Gesa meminum es tehnya, "Ya kali penyerahan jabatan gitu aja pake upacara."


"Biar apaan dah?" Sahut Andre kemudian lalu menyedot kembali es tehnya.


Jefri hanya mengendikkan bahunya pelan, "Ya kan dulu gue pelantikan juga pake upacara ya kali penyerahan jabatan ke adek kelas juga nggak ada upacara.. Kan nggak mungkin."


"Lo juga.." Ucap Gesa berhenti sejenak dengan menepuk bahu Jefri pelan.


"Kenapa modelan cowok kayak lo bisa jadi ketua osis? Mana dari muka lo aja nggak ada tampang rajin-rajinnya."


"Mending juga gue." Lanjut Gesa kemudian.


"Ho'oh mending juga lo daripada si Njep."


PLAK..


Jefri menepuk lengan Andre keras setelah mendengar ucapan mending darinya.


"Tapi gue juga nggak minat sih buat ikutan osis apalagi jadi ketuanya.. Yang ada organisasi nggak malah maju tapi tambah hancur." Gumam Gesa.


"Kalo menurut lo berdua.." Jeda Andre bertanya pada Jefri dan Gesa.


"Menurut lo berdua, gue cocok nggak sih jadi ketua osis?"


Gesa dan Jefri menggelengkan kepalanya cepat, "Lo jadi siswa biasa aja nggak pantes apalagi ketua osis yang sangat berwibawa dan bijaksana kayak gue." Sahut Jefri kemudian.


"Lo nggak usah aneh-aneh deh Ndre.. Kita udah mau keluar dari sekolah sini dan lo jangan asal mulu mau nyalonin ketos segala."

__ADS_1


"Nggak akan ada yang milih lo." Lanjut Gesa lagi.


Andre hanya tertawa kecil lalu melanjutkan kembali acara merokoknya bersamaan dengan Gesa yang sudah fokus pada ponsel mahal di tangannya.


"Kalo udah selesai lulusan kita bertiga healing sabi kali ya." Ucap Jefri tiba-tiba yang membuat Andre beserta Gesa memalingkan wajahnya cepat.


"Lo berdua taukan gue udah nikah dan gue nggak mungkin ninggalin bini gue."


"Kita pasti nginep nggak mungkin kalo nggak!" Lanjut Gesa lagi.


"Kenapa nggak ajak Aira sekalian aja?" Sahut Andre cepat.


Gesa menggelengkan kepalanya, "Bini gue hamil tua ya kali gue ajak ke tempat liburan.. Nggak dulu deh! Perjalanan juga memakan waktu nanti yang ada Aira kecapekan."


Andre dan Jefri hanya menganggukkan kepalanya mengerti karena memang Gesa sudah mengalaminya terlebih dahulu.


...🔥🔥🔥...


"Kak Ges.. Beli bakso yuk." Ajak Aira pada Gesa.


Gesa yang baru saja sampai rumah dan masih lengkap dengan seragam sekolahnya hanya membalas ajakan Aira dengan anggukkan kepala.


"Aku ada rapat kantor hari ini sayang.. Nanti malem aja gimana?" Ucap Gesa kemudian dengan melihat jam tangan mahalnya.


"Tapi aku maunya sekarang kak."


Gesa menghela nafasnya pelan, "Yaudah deh iya, aku ke atas dulu ganti baju habis itu kita langsung beli bakso."


"SAYANG.. BAJU DI RANJANG INI AKU OAKE HARI INI?" Teriak Gesa beberapa saat dari lantai dua.


"IYA KAK.. PAKE BAJU ITU."


Aira memang selalu menyiapkan apapun kebutuhan Gesa sedangkan Gesa sendiri selalu nurut bahkan ngikut Aira gimana baiknya.


Budak bucin emang beda..


"Yang.. Kamu tau dompet aku nggak sih?"


"Aku baru sadar kalo dompet aku nggak ada." Lanjut Gesa kemudian.


Gesa menepuk pelan sakunya belakang bahkan mencari di tempat lain sama sekali tidak menemukan dompetnya.


Aira yang ikutan panik dengan cepat membantu Gesa mencari dompetnya, "Kak Gesa taruh dimana terakhir?" Tanyanya kemudian.


"Kalo aku inget, aku nggak akan tanya kamu sayang."


"Aku baru sadar juga.. Dan tau kalo ke sekolah tadi nggak bawa dompet." Lanjut Gesa kemudian.


Aira menghela nafasnya pelan karena kesal pada Gesa yang selalu ceroboh kemana-mana.


"Terus di dalem dompet isinya apa aja?"

__ADS_1


"Ada uang tunai nggak tau berapa lupa, kartu kredit, atm, KTP, stnk sama foto kamu."


"Foto akunya nggak usah di sebutin juga kali kak." Gerutu Aira.


Tidak mau menunggu lama dan membiarkan Aira capek, Gesa dengan cepat menggendong Aira ala bridal styla begitu saja yang sontak membuat sang empu kaget.


"Astaga.. Kak Gesa!!" Ucap Aira kaget bersamaan dengan merangkulkan kedua tangannya tepat di leher Gesa.


"Nggak usah dicari lagi deh sayang.. Kita beli bakso aja sama shopping time with you."


"Nggak deh kak.. Aku nggak jadi mau makan bakso."


"Turunin aku kak, aku lagi bantuin kak Gesa nyari dompet loh ini."


Tidak menghiraukan ucapan Aira, Gesa dengan cepat membawa Aira menuju garasi lalu memasukkannya begitu saja ke dalam mobil.


"Kok nggak panik sih kak? Yang hilang dompet loh ini."


Gesa melajukan mobilnya keluar dari pelataran perumahannya yang mewah bersamaan dengan menggelengkan kepalanya menatap Aira sekilas.


"Asal yang hilang nggak kamu, aku sih masih baik-baik aja."


"Gombal mulu deh perasaan akhir-akhir ini.. Heran aku."


Gesa hanya tersenyum semanis mungkin mendengar ucapan Aira.


"Kamu punya uangkan sayang?" Tanya Gesa tiba-tiba pada Aira.


Aira mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan beberapa kartu debit maupun kartu kredit yang telah diberikan Gesa padanya.


"Punya kak.. Ini semuanya punya kak Gesa yang aku bawa."


Gesa menganggukkan kepalanya pelan, "Hari ini kamu harus bayarin aku pake kartu itu, terserah mau pake kartu yang mana."


"Kak Gesa sama sekali nggak bawa uang?" Tanya Aira lagi penuh dengan tatapan kecurigaan.


"Bahkan saku celana aku depan belakang kosong sayang.. Yang ada cuma ponsel."


Setelah menatap Gesa beberapa detik dan tidak menemukan apapun atas kecurigaannya, Aira dengan cepat memalingkan wajahnya seperti biasa menatap jendela mobil.


"Mau nggak nih nraktir suami sendiri?" Tanya Gesa lagi memastikan.


Aira menghela nafasnya pelan, "Ini semua uang kamu kak jadi hari ini full pake uang kamu juga beli baksonya."


"Nanti sekalian kita ke pusat pembelanjaan ya sayang.. Lihat kebutuhan bayi."


"Kan sebentar lagi dede bayi keluar.. Uu jadi nggak sabar." Lanjut Gesa gemas dengan tangan kiri yang mengusap lembut perut Aira.


Aira hanya menganggukkan kepalanya pelan dan masih curiga dengan Gesa, bisa-bisanya kehilangan dompet tidak panik sama sekali.


...🔥🔥🔥...

__ADS_1


__ADS_2