AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
31 | BISKUIT


__ADS_3

...IG : FRISKYA___...


"Sudah beberapa kali ini nyonya Deanova menjalani check-up dengan baik dan lancar. Mari ikuti saya untuk melihat hasil dari usaha nyonya Aira untuk sembuh dari penyakitnya."


"Saya harap ada keajaiban dari Tuhan dan mengangkat semua penyakit yang ada pada nyonya Deanova." Lanjut seorang dokter spesial jantung ternama dan tentu saja mahal yang tengah berbicara empat mata dengan Gesa.


Gesa menganggukkan kepalanya pelan lalu mulai berjalan mengikuti dokter tersebut.


Seperti biasa Gesa selalu pergi sendiri untuk melihat hasil pengobatan yang dilakukan Aira akhir-akhir dan tentu saja dengan paksaan dirinya.


Gesa hanya ingin Aira sembuh dan menjalani kehidupan normal dan sehat bersamanya. Entah itu hari ini, besok dan masa yang akan mendatang.


Tidak akan melepas Aira..


Itulah prinsip Gesa kali ini dan Gesa sudah memutuskan bahwa ia akan menjerat Aira dengan menanamkan benih di rahimnya dan itu akan membuat Gesa dan Aira tidak terpisah karena adanya anak diantara mereka berdua.


"Ini adalah hasil pemeriksaan nyonya Deanova." Ucap salah satu perawat dengan menyerahkan amplop warna coklat kepada Gesa.


Gesa menerima amplop tersebut dengan perasaan ragu lalu menganggukkan kepalanya pelan.


"Hasil tes ini akan saya periksa dengan istri saya. Kebetulan dia tidak ikut hari ini karena ada sedikit kesibukan hari ini.. Untuk sebelumnya saya sangat berterimakasih dan saya mohon pamit."


"Semoga hasilnya memuaskan untuk anda dan nyonya Deanova. Jika masih ada kendala apapun langsung saja hubungi saya." Jawab dokter tersebut dengan ramah bersamaan dengan menjabat tangan Gesa.


Gesa memang sengaja tidak mengizinkan Aira untuk ikut pergi ke rumah sakit, karena sejak kemarin Aira mengeluh kurang enak badan dengan badannya begitu malas mau melakukan apapun.


"Gue harap di dalam amplop ini ada mukjizat dari Tuhan dimana lo akan sembuh total dimana itu hasil lo buat usaha dan kemauan lo untuk sembuh Ra."


"Lo sehat selalu, selalu tertawa dan bahagia dengan senyum manisnya lo itu udah lebih dari cukup buat gue."


Gumam Gesa memanjatkan doa sekaligus permohonan untuk kesembuhan Aira, dimana Gesa yang sengaja mengatur semua rencana sampai sejauh ini dengan menyembunyikan motif pengobatan untuk jantung Aira.


Setelah sampai di basement parkir, Gesa segera masuk ke dalan mobilnya lalu mengeluarkan ponselnya.


"Panggilan tidak terjawab dari my Rara? 10x?"


"Kenapa ini?" Panik Gesa kemudian dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh sekaligus berusaha memanggil kembali ke nomor Aira.


"Kenapa kak?"


"Lo dimana? Kenapa telfon gue sampai segitu banyaknya? Lo gapapa?" Tanya Gesa dengan panik sekaligus lega saat mendengar suara Aira di seberang panggilannya.


"Lagi makan kak Ges.. Tadi ponsel aku dibuat mainan sama anak tetangga baru kita dan mungkin nggak sengaja kepencet panggil nomor kak Gesa."


Gesa mengerutkan keningnya seolah bingung dan berfikir memang sejak kapan mereka berdua ada tetangga baru.


"Tetangga baru kita? Siapa?"


"Baru dateng hari ini kak.. Anaknya lucu deh dan maaf ya tadi ganggu kak Gesa mulu."


"Kalo kak Gesa udah pulang hati-hati ya. Sama minta tolong beliin biskuit.. Sekarang anak tetangga kita lagi di rumah."


Gesa hanya menghela nafasnya saat Aira menutup panggillannya begitu saja dan tidak lupa selalu mengecup ala virtual yang semakin membuat Gesa senyum-senyum sendiri bak orang gila.

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


"Permisi mbak, untuk rak isi biskuit dimana ya?" Tanya Gesa pada salah satu pelayan supermarket.


Entah apa yang membuat Gesa semakin hari semakin tunduk pada Aira, tapi yang jelas untuk saat ini yang terpenting di hidup Gesa adalah hidup bersama Aira dan memastikan jika Aira akan baik-baik saja dan bahagia selalu dengan dirinya.


Ya, walaupun Gesa belum tahu apa arti semua perasaannya untuk Aira. Bahkan saat ini pun Gesa belum mengungkapkan cinta untuk Aira dan Gesa takut jika ia jatuh cinta pada Aira, Aira akan menolaknya mentah-mentah karena memang dirinya yang rumit dan sulit dipercaya.


Gesa mantan playboy! Wajar bukan jika Aira tidak percaya perihal ungkapan Gesa tentang cinta?


"Mari kak ikut saya, di sebelah sini." Jawab pelayan supermarket dan berjalan menuju rak dimana biskuit ada disana dengan Gesa mengikuti di belakangnya.


"Disini ada beberapa biskuit dan silahkan anda pilih sesuai dengan biskuit selera anda."


Gesa menganggukkan kepalanya dan melihat rak di depannya penuh jenis dan rasa biskuit bermacam-macam.


"Gue harus beli yang mana? Mana nggak tahu lagi si anak tetangga usia berapa.. Masak iya gue kasih biskuit yang ada selainya? Iya kalo udah besar nah kalo masih kecil bisa mampus gue sama Aira."


Tidak mau pusing lagi akhirnya Gesa mengeluarkan ponselnya begitu saja dan mencari dengan cepat kontak Aira.


"Biskuitnya yang apa dan yang gimana? Yakali gue beliin biskuit kopi kesukaan gue." Tanya Gesa saat panggilan videonya terhubung dengan Aira.


Mata Gesa melotot dan berbinar senang saat melihat seorang anak kecil laki-laki tengah memeluk Aira dengan pipi gembul yang tampan.


Tanpa sadar hati Gesa tersentuh dan ingin cepat-cepat memiliki bayi laki-laki seperti yang ada di pelukan Aira.


"Buat bayi ya mas?" Tanya pelayan yang mengagetkan lamunan Gesa.


"Buat balita kak Gesa.. Balita."


"Minta tolong ini ponsel saya mbaknya bawa aja dan turuti semua kemauan istri saya. Saya tunggu di kasir aja." Ucap Gesa dengan menyerahkan ponsel mahalnya ke pelayan tersebut.


"Loh masnya percaya sama saya?"


"Ya percaya lah mbak, kalo mbaknya macam-macam tinggal saya hancurin aja supermarket ini." Tegas Gesa dan berjalan menuju kasir begitu saja.


Pelayan tersebut hanya bergidik ngeri melihat tingkah Gesa yang seperti bos namun pakaian mahal dan penampilan Gesa yang berkelas memang menujukkan bahwa ia memang seorang bos yang tampan dan berduit.


Gesa mengusap wajahnya kasar karena bosan menunggu pelayan yang sedang melayani istrinya dan itupun hanya lewat online alias ponsel.


"Perasaan pesennya cuma biskuit doang kenapa jadi lebih dari satu jam gini." Gerutu Gesa dengan mengetuk-ngetukkan sandalnya di lantai dan tangan yang terlipat di depan dada.


"Permisi ini belanjaan istri anda dan ini ponsel anda kak, saya letakkan dikasir sini ya.." Ucap pelayan tiba-tiba yang membuat Gesa menghela nafas lega dan berdiri dari duduknya lalu menuju kasir.


Gesa menatap bingung tiga troli yang ada di depannya dan penuh dengan kebutuhan pokok rumah tangga dan beberapa kebutuhan bayi.


"Sayang ini beneran belanjaan gue segini?" Tanya Gesa cepat saat panggilannya terhubung dengan Aira.


"*Iya kak sekalian aja, daripada nanti kita balik lagi mendingan kak Gesa yang belanja sekalian."


"Sama cepetan ya kak, biskuitnya ditunggu*."


Gesa menghela nafasnya mendengar jawaban Aira, "Iya Rara cantik." Ucapnya kemudian mematikan panggilannya begitu saja.

__ADS_1


"Awas aja kalo malam ini nggak ada jatah, gue buang semua ini belanjaan."


...🔥🔥🔥...


"MY RARA, GESA GANTENG DAT-"


"Hustttt.. Kak Gesa jangan teriak-teriak." Peringat Aira saat Gesa sengaja berteriak memasuki rumah.


Gesa dengan cepat menutup mulutnya dan melihat Aira yang tengah menggendong seorang bayi kecil dan mungil dengan pipi gembulnya.


Gesa mendekat begitu saja ke arah Aira lalu memajukan wajahnya bermaksud untuk mencium bayi tersebut karena gemas.


"Jangan dicium kak nanti dianya bangun. Mamanya masih repot dirumah jadi ya aku jagain dulu."


Gesa tidak menanggapi ucapan Aira. Yang ia fokuskan hanya menatap bayi laki-laki lucu di dekapan Aira dengan pipi gembulnya.


"Sejak kapan kita punya tetangga baru? Perasaan nggak ada tanda-tanda juga deh."


Aira mengusap lembut lengan Gesa, "Cepet mandi.. Dan nggak usah repot-repot mikirin tetangga baru, air hangat dan bajunya udah aku siapin di tempat biasany."


Cup


Cup


Cup


Gesa mengecupi pipi gembul bayi laki-laki tersebut tanpa henti hingga membuatnya terbangun dan menangis.


"KAK GESA.." Teriak Aira karena greget dengan Gesa yang berlari begitu saja menaiki tangga.


"IYA SAYANG?? POKOKNYA NANTI MALEM HARUS BIKIN BABY YANG SAMA KAYAK ITU.. AKU NGGAK MAU TAU."


Tidak menanggapi teriakan Gesa yang terdengar ambigu, Aira segera menenangkan bayi tersebut.


"Om Gesa nakal ya sayang.. Udah-udah jangan nangis lagi."


"Nanti kalo om Gesa selesai mandi, kita pukul sama-sama ya."


Ditempat lain, Gesa segera membuka amplop warna coklat dimana itu adalah hasil pengobatan yang dilakukan Aira selama ini dengannya.


Mata Gesa mulai teliti dan melotot tidak percaya bahwa Aira dinyatakan sembuh dari penyakit kerasnya.


Gesa mengusap air matanya dengan terharu, "Akhirnya sembuh juga dan gue nggak nyesel kehilangan uang gue yang banyak hanya untuk lo Ra."


"Gue harap lo sehata selalu dan habis ini kita akan rayain kesembuhan lo dengan lo yang akan minta apapun ke gue."


"Sumpah demi apapum gue bahagia banget hari ini dan bahagia gue hanya karena lo Ra."


Gumam Gesa dengan tersenyum tipis menatap kaca yang ada di kamar mandi.


"Gue akan jerat lo.. Apapun caranya gue akan bikin lo hamil sebelum kontrak pernikahan kita selesai."


Gesa mengepalkan tangannya kuat dan bertekad, "Gue nggak akan lepasin lo! Gue mau lo selalu ada disisi gue dan gue mau ada baby di tengah-tengah kelurga kecil kita."

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2