AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
51 | LELANG


__ADS_3

...FOLLOW INSTAGRAM :...


...npaaaaa_____...


...🔥🔥🔥...


Gesa melingkarkan tangannya rapat di pinggang Aira bersamaan dengan melangkahkan kakinya memasuki aula salah satu hotel milik keluarga Deanova dimana acara lelang hari ini akan diselenggarakan.


"Rame banget kak." Gumam Aira dengan berbisik di telinga Gesa.


"Kita di tempat umum dan disini banyak tamu-tamu penting dan gue minta sama lo dengan tulus sekaligus ikhlas, jangan panggil gue kak."


"Bukannya gue risih atau nggak suka tapi kita disini statusnya suami istri beneran." Lanjut Gesa sebelum Aira membantah dirinya.


Gesa sebenarnya memang tidak suka dipanggil dengan kata kak oleh Aira, ia lebih suka dipanggil apapun pokoknya selain kak. Kata kakak lebih mencerminkan bahwa Gesa adalah kakak Aira bukan suaminya.


Aira menganggukkan kepalanya pelan lalu merapatkan tangannya di lengan Gesa, "Nanti kalo aku makan banyak di dalam sana gimana kak?"


"Tadi dirumah aku bener-bener nggak laper dan sekarang perut aku bunyi."


Gesa tersenyum kecil mendengar istrinya yang membisikkan masalah makanan padanya, bukan melarang atau gimana tapi Gesa selalu mengutamakan kebutuhan gizi Aira dan calon buah hatinya.


Tidak peduli bahwa nanti tubuh Aira akan melebar dan tidak seksi lagi, di pikiran Gesa saat ini hanya istri dan calon buah hatinya yang sehat itulah pedomannya.


"Kalo bisa habisin makanan di dalam sana, habisin aja.. Ini acara kita sayang bukan mereka." Jawab Gesa kemudian dan berakhir dengan mengecup pipi Aira singkat.


Gesa menarik kursi untuk Aira dan duduk tepat di sebelah Deo dan Sofia.


"Gimana sayang keadaan cucu mama? Sehat?" Tanya Sofia tiba-tiba yang menbuat Aira tersenyum kecil.


Aira mengusap perutnya pelan, "Alhamdulilah ma sehat-sehat aja kok."


"Kelakuan kamu nggak aneh-aneh kan Ges kalo sama Aira?" Sahut Deo menatap Gesa yang tengah meneguk minumnya.


Gesa meletakkan gelasnya lalu menatap Deo dengan menggelengkan kepalanya, "Gesa nggak ngelakuin apa-apa perasaan." Jawabnya kemudian tanpa ragu.


"Nanti selesai acara lelang papa mau bicara sama kamu."


Gesa memincingkan matanya bingung menatap Deo, dimana ia sadar bahwa tidak melakukan kesalahan apapun tapi kenapa tatapan sang papa tampak berbeda padanya.


"Ikutin papa kamu aja." Sahut Sofia dengan suara pelan dan mengedipkan matanya bermaksud mengkode Gesa.


Gesa yang bosan dengan acara lelang tanpa sadar tangannya mulai jahil mengusap lembut paha Aira yang membuat sang empu terlonjak kaget.


"Kak Ges tangannya!" Peringat Aira dengan berbisik pelan.


"Bosen banget sayang.. Sumpah." Rengek Gesa dengan wajah yang cemberut seperti anak kecil.


Aira menghela nafasnya pelan melihat kelakuan Gesa yang bukan pertama kali untuknya, "Terus mau apa? Pulang sekarang?"


"Nggak enak sama mama papa kalo pulang sekarang." Lanjut Aira dengan menepis tangan Gesa yang berada di pahanya dengan kasar.


Gesa mengusap lembut perut Aira dan mendekatkan wajahnya tepat di telinga, "Jenguk baby boleh?"


Mata Aira melotot tidak percaya mendengar ucapan Gesa yang bahkan tidak tahu tempat dimana ia sekarang dan sedang apa.

__ADS_1


"Kak Gesa!!"


"Jangan kak sayang jangan kak, udah berapa kali gue bilang tadi." Sahut Gesa cepat lalu memalingkan wajahnya dengan cepat karena kesal.


Aira yang sudah hafal dengan karakter Gesa dengan cepat menepuk pelan bahunya dan membisikkan sesuatu disana.


Untuk Gesa sendiri yang mendengar bisikan Aira, dengan cepat berdiri dan menatap Deo sekaligus Sofia secara bergantian.


"Gesa mau pulang ma.. Perut Aira tiba-tiba sakit." Pamit Gesa dengan Aira yang ia gunakan sebagai alasan.


"Kenapa sayang? Kita ke dokter ya?" Panik Sofia ala ibu-ibu rempong seperti biasa.


"Cuma kram aja ma, nanti sampai rumah juga bakalan aku elus juga nggak akan kram lagi."


"Yang papa mau omongin malam ini kita tunda besok pa. Besok aku kerumah setelah pulang sekolah." Lanjut Gesa dengan menatap Deo setelah menjawab pertanyaan yang dilontarkan Sofia untuk Aira.


Berpamitan pulang hanya sebagai alasan Gesa untuk segera pergi dari acara yang membosankan untuknya dan ia saat ini tengah menarik lengan Aira pelan memasuki kamar pribadinya di hotel tersebut.


"Kenapa kita disini kak? Kenapa nggak pulang aja."


Cup


"Kelamaan sayang." Bisik Gesa setelah mengecup lama leher Aira.


"Nanti ada bekasnya kak." Peringat Aira dengan mengusap lehernya kasar dengan tangan.


Gesa melepas jasnya serta kancing kemejanya, "Bodo amat kalo ada bekas! Biar semua orang tau kalo lo udah ada pawang."


Aira hanya melipat kedua tangannya di depan dada, melihat Gesa yang tinggal memakai celana pendek yang ketat dan berdiri tepat di depannya.


Tidak menanggapi pertanyaannya , Gesa dengan cepat mengangkat tubuh Aira lalu di naikkan tepat ke gendongannya yang membuat Aira reflek melingkarkan kakinya di pinggang Gesa.


"Jenguk baby sayang.. Malam ini lo milik gue."


"Kak Ges, kat-


"Kata dokter udah boleh, asal pelan-pelan dan kemarin gue udah tanya secara pribadi masalah ginian." Lanjut Gesa yang memotong cepat ucapan Aira.


...🔥🔥🔥...


"Pagi sayang."


Mendengar sapaan Gesa serta kecupan lembut di keningnya membuat Aira segera membuka matanya perlahan.


Sadar akan tubuhnya yang tidak memakai apapun dalam keadaan memeluk Gesa, dengan cepat ia menarik selimutnya lebih tingga lagi dan mendongakkan kepalanya menatap Gesa.


"Capek kak, rasanya ingin tidur terus." Gumam Aira dengan mengeratkan pelukannya di leher Gesa serta menenggelamkan wajahnya seperti biasa di leher sang suami.


"Nggak pulang?" Bisik Gesa kemudian.


"Ah ya, mau pulang tapi ngantuk." Jawab Aira sadar bahwa dirinya dan Gesa kini berada di kamar hotel.


Entah Aira menghabiskan waktu berapa lama untuk melayani Gesa tapi yang jelas tubuhnya kali ini terasa capek dan lemas.


"Laper.." Gumam Aira pelan saat merasakan perutnya yang mulai berbunyi dengan keroncongan.

__ADS_1


Gesa sendiri sudah menyadari bahwa hormon hamil yang ada pada Aira, membuatnya harus ekstra sabar untuk menghadapi semua emosinya yang silih berganti.


"Makanan hotel aja mau sayang?" Tanya Gesa.


Aira menganggukkan kepalanya pelan dan terpaksa melepas pelukannya agar Gesa bisa memesan makanan untuknya.


"Sadar nggak sih kak kalo punya kak Gesa itu besar dan panjang?" Gumam Aira yang melirik pelan pada Gesa.


Gesa yang tengah mengenakan celana pendek ketat dengan cepat mengikuti arah pandang Aira bersamaan dengan mengambil celananya di atas sofa.


"Besar dan panjang bukannya lebih sering disukai cewek ya?" Tanya Gesa balik yang sengaja menanggapi ucapan Aira.


Aira menggelengkan kepalanya cepat, "Kata siapa itu?"


"Jadi lo nggak suka punya gue?"


"Nggak gitu kak."


"Terus?" Tanya Gesa lagi dengan memincingkan matanya menatap Aira.


"Emm.. N-Nggak suka tapi aku doyan." Jawab Aira cepat yang membuat Gesa tertawa lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang.


Cup


"Doyan doang tapi di suruh **** nggak mau.. Nggak suka kok minta lagi dan lagi." Sindir Gesa dengan berbisik setelah mengecup pelan bibir Aira.


Belum ditanggapi oleh Aira, Gesa dengan cepat keluar dari kamar begitu saja sebelum Aira mengamuk seperti banteng saat melihat warna merah.


"Kak Gesa emang bener-bener ya mesumnya, triple epic." Gumam Aira dengan merapatkan selimutnya dan merebahkan badannya lagi diatas ranjang.


Beberapa menit kemudian setelah makanan datang satu persatu, Aira tetap diam dan tidak menyentuh makanan yang ada di depannya.


"Kenapa nggak dimakan?" Tanya Gesa.


Aira menggelengkan kepalanya pelan, jujur saja semua makanan yang ada di depannya kali ini membuat perutnya terasa campur aduk dan mual.


Tidak mau merepotkan Gesa lagi mau tidak mau ia makan sedikit demi sedikit dan menahan rasa mualnya.


"Ada telfon dari klien, bentar ya sayang." Pamit Gesa dengan mengecup kening Aira dan berjalan menuju balkon.


Mata Aira tiba-tiba saja berbinar saat melihat bubur jagung tepat di depannya yang merupakan makanan milik Gesa, ia dengan cepat memakannya tanpa izin dan menghabiskannya begitu saja.


Gesa yang sudah selesai berbicara dengan salah satu klien bisnisnya segera masuk ke dalam kamar dan melihat Aira dengan lahap memakan buburnya.


"Suka sayang?" Tanya Gesa tiba-tiba dengan mengusap lembut rambut Aira.


Aira tersedak begitu saja yang membuat Gesa panik lalu menyodorkan minum untuknya.


"Jangan buru-buru makannya, gue nggak akan minta dan nggak akan marah."


"Habisin aja." Suruh Gesa bersamaan dengan duduk dan memakan makanan milik Aira.


"Selesai makan kita pulang ya, nanti mampir dulu ke supermarket buat belanja bulanan sekalian."


Aira menganggukkan kepalanya pelan dan menatap mata Gesa dengan sayang. "Terimakasih banyak ya kak buat semuanya.."

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2