AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
23 | LEMAK


__ADS_3

"Ini jadwal check-up nyonya Deanova selama satu bulan kedepan, nanti setelah selesai dalam satu bulan saya akan melihat perkembangannya dulu lalu selanjutnya kita akan mengambil langkah yang bagaimana kita lihat dulu." Ucap seorang dokter dengan menyerahkan kertas yang berisi jadwal check-up milik Aira pada Gesa.


Gesa sengaja hari ini tidak pergi dengan Aira dengan alasan Aira pasti menolak mentah-mentah bujukannya.


Dengan keyakinan yang pasti, Gesa akan membujuk Aira untuk berobat sampai sembuh apapun alasannya.


"Check-up di rumah sakit atau bisa ke rumah ya dok?" Tanya Gesa dengan membaca jadwal-jadwal Aira.


"Kalo untuk check-up bisa seluangnya pasien aja, bisa langsung ke rumah sakit atau buat jadwal sama dokter untuk datang ke rumah."


"Tapi untuk datang ke rumah biasanya ada biaya lain lagi."


Gesa menganggukkan kepalanya mengerti lalu berdiri dari duduknya, "Kalo begitu saya mohon pamit dulu dok, terimakasih atas bantuannya." Ucapnya kemudian dengan berjabat tangan.


"Halo sayang.. Gue mau pulang nggak jadi ke rumah mama. Mama lagi ikut papa perjalanan bisnis keluar kota ini mau pulang lo nitip ap-"


BRUKK!!


Ujar Gesa pada Aira di panggilan ponselnya berhenti begitu saja saat seorang cewek tidak sengaja menabrak dirinya.


"Bentar sayang." Lanjut Gesa lalu mematikan panggilannya begitu saja.


"Maaf ya gue nggak seng-"


"Gesa??" Lanjut cewek tersebut tanpa melanjutkan permohonan maafnya pada Gesa.


Gesa terpaku melihat cewek di depannya. Cinta pertamanya yang kini telah kembali dengan nyata dengan posisi di depannya yang pergi meninggalkannya sejak 2 tahun yang lalu.


"L-Lo ngapain disini?" Tanya Gesa gugup dan masih tak percaya bahwa yang di depannya kini adalah cinta pertamanya, Nayla Abella Putri.


Nayla tersenyum tipis menatap Gesa, "Gue lagi nunggu mama gue yang sakit dan kebetulan dirawat disini, ini gue mau pulang."


"Oh mau pulang ya?" Tanya Gesa canggung dengan mengusap tengkuknya pelan.


Nayla hanya menganggukkan kepalanya berharap dalam hati jika Gesa akan mengantarnya pulang.


"Gue juga mau pulang.. Rumah lo masih yang lama kan?" Tanya Gesa lagi.


Nayla menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis menatap Gesa. Senyum yang dulu Gesa dambakan dan sangat Gesa bangga-banggakan.


Namun tidak untuk sekarang! Entah apa yang membuat hati Gesa tidak tertarik lagi dengan Nayla tapi yang jelas alasan Gesa untuk mengantar Nayla hanya kebaikan sesama teman.


"Yaudah barengan sama gue aja, lagian juga kita searah." Ucap Gesa lagi yang mendapat senyum girang dari Nayla.


Nayla mengikuti langkah Gesa menuju basement parkir dimana mobil mewah Gesa terparkir disana.


"*Gue akan dapetin lo lagi Ges."


"Apapun caranya lo harus balik sama gue."


"Gue nyesel ninggalin lo demi cowok brengsek yang nggak bisa ngehargain gue."


"Rasa gue ke lo masih sama Ges.. Masih sama*!"


Teriakan batin Nayla yang ingin kembali pada Gesa dengan menatap punggung tegapnya yang sempat ia peluk dulu. Nayla sendiri mengaku bahwa ia menyesal meninggalkan Gesa yang selalu ada dan penuh cinta pada dirinya.


"Lo nggak mau bukain pintu mobil ini buat gue Ges? Kayak kita dulu, maybe.." Ucap Nayla tiba-tiba saat ia berdiri tepat di samping pintu mobil.


Gesa yang akan membuka pintu mobil mendongakkan kepalanya menatap Nayla, "Hubungan kita udah selesai dan kita nggak bisa melakukan hal kayak dulu lagi." Ucap Gesa dingin lalu masuk ke dalam mobil begitu saja.


DRRTT..


DDRRRTTTT..


"Ya sayang ini lagi dijalan, jadi nitip apa?" Tanya Gesa to the point dan sengaja mengeraskan suaranya di samping Nayla setelah menggeser tombol hijau di ponselnya.


"Hah? Kak Gesa tumben romantis amat.. Sehat?"

__ADS_1


"Nitip apa sayangku cintaku?"


"Nggak mau nitip kok siapa juga sih kak yang mau nitip. Aku cuma mau tanya ini kaos kaki kak Gesa yang kemarin di buat basket satunya kemana? Mau dicuci ini "


Gesa melirik Nayla dan tersenyum devil, "Iya sayang pasti aku beliin.. Bye." Jawabnya kemudian lalu mematikan panggilannya begitu saja.


"Lo punya pacar Ges?" Tanya Nayla tiba-tiba tanpa ragu.


"Bukan pacar juga sih karena udah gue kelonin tiap hari juga." Jawab Gesa dengan ringannya.


Mata Nayla melotot tidak percaya mendengar jawaban Gesa yang menurutnya sangat-sangat vulgar di usia mereka yang masih sekolah.


"M-Maksudnya kelonin yang gimana Ges? maksud kamu, kamu udah gituan gitu?" Tanya Nayla dengan rasa penasarannya.


Gesa menganggukkan kepalanya tanpa ragu mengingat dirinya yang ingin cepat mempunyai momongan bersama Aira.


"Sekarang lo boleh turun karena ini udah sampai depan rumah lo." Ucap Gesa kemudian saat mereka telah sampai tepat di rumah Nayla.


"Lo nggak mampir dulu Ges?" Tanya Nayla pada Gesa.


Gesa menggelengkan kepalanya, "Cewek gue nungguin minta dibeliin buah, biasa lagi ngidam dia." Jawab Gesa dengan ringannya lalu melajukan mobilnya begitu saja.


Nayla sendiri semakin greget dan tidak terima jika Gesa sudah ada cewek lain, namun Nayla juga tidak habis fikis mengapa Gesa bisa senakal itu hingga tidur bersama dengan seorang cewek.. Itu merupakan level up kenakalan Gesa sebagai seorang cowok yang playboy dimata Nayla.


...🔥🔥🔥...


"Gue tadi ketemu sama mantan gue jadi gue romantisin lo gitu aja. Jangan GR jadi anak." Ucap Gesa ketus dengan rokok di tangannya.


Aira yang tengah asyik menatap telivisi di depannya dengan duduk beralaskan karpet bulu karena memang sengaja tidak mau duduk di samping Gesa hari ini.


"Iya faham, gapapa juga kok kalo balikan." Jawab Aira sekenanya.


Gesa menghembuskan asap rokoknya dengan kasar lalu mengecup bibir Aira singkat.


"Kak Gesa!!" Kesal Aira karena tindakan Gesa tersebut.


"Sama suami kok gitu.. Masuk neraka syukurin." Lanjut Gesa sewot menatap Aira.


Aira tertawa begitu saja mendengar nada sewot yang keluar dari bibir Gesa.


Tangan Aira meraih kaleng susu yang ada din depannya lalu berusaha membuka tutupnya, "Tolongin ini kak, nggak bisa.. Susah." Ucap Aira kemudian dengan menampilkan puppy eyesnya.


Gesa mendekatakan wajahnya tepat di depan Aira, "Kiss dulu, disini sayang.." Ucapnya dengan menunjuk bibirnya.


"Bau rokok nggak mau." Jawab Aira dengan menggelengkan kepalanya.


"Pipi aja deh."


Tidak mau menunggu lama lagi karena dalam posisi mulut pedasnya, dengan cepat Aira mengecup pipi Gesa singkat.


Gesa tersenyum gemas menatap Aira lalu menempatkan rokok di bibirnya begitu saja dengan kedua tangan yang berusaha membuka kaleng susu tersebut.


"Rencana punya anak berapa?" Tanya Gesa tiba-tiba yang membuat Aira menoleh ke belakang menatapnya.


"Emm.. Nggak tau kak. Sedikasihnya aja sih." Jawab Aira singkat dengan mata kembali fokus pada tayangan dramanya.


Gesa meletakkan putung rokoknya begitu saja diatas asbak lalu tanpa babibu lagi mengangkat tubuh Aira dan mendudukkan di pangkuannya.


"I-Ini kak Gesa mau ngapain?"


"Cuma mau pangkuan istri gue doang." Jawab Gesa ringan dengan tangan yang mengusap perut Aira.


Aira hanya diam dan mencoba untuk fokus melanjutkan tayangan drama kesukaannya di televisi besar yang ada di depannya.


Berbeda dengan Gesa, tangannya yang jahil mulai mengusap lembut bahkan memukul-mukul pelan perut Aira yang sedikit membuncit.


"Ini dalamnya baby kita atau lemak sih Ra?" Gumam Gesa dengan nada jahilnya.

__ADS_1


Aira tertawa begiti saja mendengar pertanyaan Gesa yang menurutnya sangat konyol.


"Ini dalamnya pecel ayam tadi sore yang kita makan, terus camilan diatas meja yang habis itu dan tumpukan lemak sisa kemarin-kemarin waktu kita makan sama-sama kak." Jelas Aira yang semakin membuat Gesa tertawa.


"Pantesan buncit ya." Ledek Gesa yang membuat Aira dengan cepat menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Percaya yang perutnya kotak-kotak mulu." Sewot Aira.


Gesa membuka kaosnya lalu melemparkannya ke sembarang arah, "Sekarang balik ke belakang menghadap ke gue."


Aira menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak mau!"


"Nanti kalo perut kak Gesa bersentuhan sama perutku yang buncit berisi lemak ini jadi ketularan emang mau?" Lanjut Aira yang membuat Gesa mengeluarkan senyum devilnya.


"Ekhemm.." Suara Gesa sok membersihkan tenggorokannya.


"Maaf ya istri gue yang cantik dan ada LEMAK SEDIKIT, emang kita kemarin-kemarin ngapain waktu lo berteriak-teriak di bawah tubuh gue kalo lo nggak sebut itu bersentuhan?"


"Kemarin yang bersentuhan bayang-bayang kita gitu?" Lanjut Gesa yang membuat Aira diam dan segera mengganti posisi duduknya dengan menghadap Gesa.


Aira memunculkan senyum tipisnya, "Teriaknya aku kenceng banget ya kak waktu kita anuan? Maaf ya kak.." Ucap Aira meminta maaf pada Gesa.


Gesa sudah tidak dapat menahan kegemasannya lagi pada Aira, dengan cepat Gesa mengangkat tubuh Aira ala koala dan membawa berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


"I-Ini mau kemana? Kak Gesa turunin aku nggak?!" Teriak Aira dengan mencoba turun dari gendongan Gesa.


Cup


"Kalo berontak turun yang ada kita jatuh berdua.. Nggak liat apa gue lagi gendong LEMAK?" Ucap Gesa setelah mengecup singkat bibir Aira.


Aira memukul bahu Gesa, "Ih bau rokok, nggak enak."


"Yaudah aku tidur di kamar lain aja gapapa biar nanti kak Gesa nggak ikutan ber-LEMAK!!" Lanjut Aira dengan sewotnya.


"Besok janji setelah rokok langsung gosok gigi, biar bisa ngabisin nafas lewat mulut kita." Goda Gesa dengan mengedipkan sebelah matanya dan kaki yang mendorong pintu agar tertutup.


"Biar penuh LEMAK juga bibir-."


BRUGHH..


Suara tubuh Aira yang dibanting kasar sebelum menyelesaikan ucapannya oleh Gesa diatas ranjang besar nan empuknya.


Gesa menaiki tubuh mulus milik Aira dengan cepat lalu membisikkan sesuatu di telinganya.


"Sayangnya gue suka lemak ini, sayangku.." Bisik Gesa intens dengan tangan mengusap lenbut perut Aira.


"Lemak ini menggambarkan kalo gue berhasil nafkahin lo dan buat lo rajin makan setiap harinya tanpa takut gendut."


"Dan kebetulan juga gue sebagai suami lo, gue masih doyan kok sama lo walaupun berlemak sekalipun.. Mau lafyu tapi gue masih ragu."


Aira menganggukkan kepalanya mengerti, "Cinta nggaknya kita, aku tetap istri kamu kak dan kamu tetap suami aku." Jawab Aira dengan mengusap lembut lengan Gesa.


Gesa tersenyum girang mendengar jawaban Aira, "Bikin baby nih?" Tanya Gesa dengan mata berbinarnya.


Aira tersenyum hangat menatap mata mata Gesa yang menenangkan untuknya lalu menganggukkan kepalanua tanpa ragu, "Aaaa my Rara, ratuku dari segala ratu setelah mama.. Gemesin sumpah." Ucap Gesa gemas sendiri dengan menggigiti kecil pipi Aira.


...🔥🔥🔥...


...INI MAS GESAKU YA GAES 🤫...





__ADS_1


__ADS_2