
...FOLLOW INSTAGRAM JAN LUPA :)...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!...
...🔥🔥🔥...
"Nggak!"
"Nggak sayang nggak!!"
Gesa memundurkan badannya begitu saja, "Nggak mau aku makan itu." Ucapnya kemudian.
Mau menuruti apapun permintaan Aira sesuai janjinya sebelum mandi membuat ia menyesal sendiri.
Bukannya tidak mau menuruti Aira, tapi memakan mangga muda yang pasti asamnya jelas kerasa membuat dirinya takut sendiri.
"Katanya mau nurutin aku kalo kita mandi bareng?"
Aira menaikturunkan kedua alisnya menatap Gesa, "Kita udah mandi bareng loh kak.. Kok kak Gesa ingkar janji sih sama aku." Gumamnya kecil.
Gesa menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak ingkar janji sayang. Aku mau kok turutin kamu apapun dan nggak akan ngeluh juga sesuai janji aku ke kamu." Jelas Gesa dengan menunjuk irisan mangga muda tepat di depannya menggunakan dagu.
"Ya tapi kalo makan mangga muda ini aku bener-bener nggak mau."
"Aku akan sakit perut kalo makan yang asam."
"Kamu juga tau sendiri kan mangga muda itu asamnya kayak apa?" Lanjut Gesa pada Aira.
Aira menghela nafasnya pelan lalu duduk begitu saja di atas sofa dengan mata yang kembali fokus menatap tayangan drama korea kesukaannya.
"Yang.. Jangan ngambek ya? Aku bener-bener nggak bisa makan yang asam-asam."
Aira yang mendengar permohonan Gesa hanya menganggukkan kepalanya kecil dan tangan yang mengusap perut buncitnya.
Keinginan untuk Gesa memakan mangga muda itu benar-benar keinginan sang bayi yang ada di perutnya bukan dirinya. Namun, Aira juga tidak bisa memaksa apa yang tidak mau Gesa lakukan untuk buah hatinya.
"Kalo gapapa kenapa permintaan maaf aku nggak dijawab?"
"Iya kak gapapa." Jawab Aira kemudian.
Mendengar jawaban Aira yang terkesan singkat dan cuek membuat Gesa dengan cepat mengusap lembut pipinya dengan lembut.
"Mood ibu hamil emang bikin puyeng ya Tuhan." Teriak Gesa dalam hatinya.
Cup
"Sebagai gantinya kamu mau minta apa deh aku kasih."
"Atau kamu mau aku lakuin hal apa gitu. Nanti aku turutin." Lanjut Gesa yang berusaha merayu Aira agar mau menanggapi dirinya.
__ADS_1
Mood Aira sendiri yang sudah rusak, dengan cepat memalingkan pandangan menatap Gesa.
"Apa sayang? Minta apa bilang sama aku."
Aira menghela nafasnya pelan lalu mengernyitkan dahinya, "Civic, rubicon sama pajero." Jawabnya cepat dan tanpa jeda.
Gesa diam seketika mendengar jawaban Aira yang tidak biasanya meminta hal yang berhubungan dengan materi dan kali ini dengan tiba-tiba istrinya meminta tiga mobil dengan harga yang bukan main sekaligus.
"Kenapa diam kak? Nggak mau beliin itu?"
"Yaudah nggak jad-"
"Oke besok dibeliin sayang sekarang jangan marah lagi." Sahut Gesa cepat sebelum Aira menyelesaikan ucapannya.
Aira hanya menganggukkan kepala pelan lalu berdiri dari duduknya begitu saja.
"Sayang mau kemana?" Tanya Gesa cepat.
"Moodku udah nggak bisa diperbaiki lagi kak.. Jadi aku mau ke kamar aja dan masalah civic, rubicon sama pajero itu lupain aja."
"Aku nggak butuh semua itu kak." Lanjut Aira kemudian lalu berjalan begitu saja meninggalkan Gesa.
...🔥🔥🔥...
"Civic.. Saya mau mobil civic. Apakah ada?" Tanya Gesa pada salah satu pegawai sorum mobil terbesar di area Jakarta.
Gesa memutuskan membeli mobil keinginan Aira setelah semalaman ia diabaikan begitu saja karena mood yang rusak.
"Sebelah sini kak, deretan sini sampai sana adalah mobil dengan merk civic sesuai dengan yang kakaknya cari."
"Saya kurang tau selera istri saya dan kebetulan ini adalah sebuah kejutan yang akan saya berikan untuknya, bisa minta tolong bantu pilihkan yang mana?"
"Dan saya mau cari civic, rubicon sama pajero. Dikirim secara bersamaan ke rumah saya apakah bisa?"
Pegawai sorum tersebut menganggukkan kepalanya, "Bisa kak. Tapi ketiga mobil mewah ini diatasnamakan siapa ya kalo boleh tau?"
"Biar nanti sekalian saya uruskan masalah kepemilikannya."
"Aira.. Aira Kleantha." Jawab Gesa tanpa ragu menyebut nama lengkap Aira.
Gesa mengeluarkan ponsel mahalnya, menghubungi Aira untuk mengajaknya pergi makan siang bersama dan itung-itung untuk permohonan maaf Gesa padanya.
"Sayang.. Dirumah nggak? Lagi sibuk?" Tanya Gesa langsung ke intinya ketika deringan kedua panggilannya terhadap Aira sudah terjawab.
"Dirumah kak nggak sibuk."
Gesa menghela nafasnya pelan saat mendengar jawaban Aira yang lagi-lagi cuek padanya.
"Makan siang diluar yuk.. Aku jemput ya?" Tanya Gesa.
"Oke aku ganti baju dulu kak."
__ADS_1
...🔥🔥🔥...
"Mau makan apa sayang?" Tanya Gesa pada Aira begitu keduanya telah sampai di salah satu restoran mewah.
Aira sendiri tetap dingin pada Gesa dan hanya menjawab pertanyaan Gesa seadanya tanpa senyum seperti biasanya.
"Tiba-tiba nggak laper kak."
"Aku teh hangat aja." Lanjut Aira kemudian.
Gesa mengusap wajahnya kasar, "Harus makan sayang. Kasian dedek bayi dong nggak makan klo kamu nggak makan."
"Aku udah makan tadi pagi di rumah dan sekarang masih kenyang."
"Kalo nggak mau makan kenapa mau-mau aja aku ajak kesini? Makan ya sayang." Ucap Gesa lagi membujuk Aira dengan mengusap tangannya lembut.
Aira tetap keukeh tidak mau makan dan masih tetap tidak mood berbicara dengan Gesa.
Bawaan bayi untuk dendam pada Gesa memang sangat-sangat kuat kali ini.
Tidak berbicara apapun lagi, Gesa dengan cepat berdiri dari duduknyadan berjalan menuju meja kasir.
Aira sendiri hanya diam dan masih mengamati Gesa yang entah berbicara apa pada mbak-mbak kasir begitu lama. Hal tersebut sukses membuat Aira dongkol sendiri.
"Di drama korea kalo istrinya hamil dan moodnya rusak pasti dirayu-rayu.. Kok kak Gesa beda ya." Gumam Aira dengan memainkan game online yang ada di ponsel mahal milik Gesa.
"Kalo nggak mau makan disini yaudah kita cari tempat makan lain asal kamu makan." Ucap Gesa begitu datang dan duduk kembali di depan Aira.
"Nggak mau. Aku mau disini diam aja nunggu teh anget sama main game."
Gesa tidak menjawab Aira dan hanya bisa mengusap wajahnya kasar lalu menatap Aira dengan gemas.
"Istriku cantikku.. Kenapa ngegemesin banget sih." Batin Gesa dengan tangan terlipat di depan dada.
"Permisi kak.. Ini pesenannya tadi."
Mata Aira yang awalnya fokus dengan layar ponsel tiba-tiba mendongakkan kepalanya begitu saja.
"Terimakasih." Jawab Gesa yang diangguki kepala oleh pelayan tersebut.
"Kamu lihat aku.. Aku mau makan ini sesuai dengn permintaan kamu dan kamu juga harus janji nggak boleh marah lagi sama aku, nggak boleh cuekin aku juga." Jelas Gesa dengan menunjuk satu piring irisan mangga muda di depannya.
Mata Aira berbinar begitu saja menatap Gesa, "Seriusan kak?" Tanya Aira.
Gesa menganggukkan kepalanya, "Tapi aku nggak yakin kalo aku bisa habisin sepiring ini." Ucap Gesa lagi.
"Nggak harus satu piring kak. Mungkin sepuluh potong aja udah cukup." Jawab Aira tanpa dosa yang membuat mata Gesa melotot.
Gesa memasukkan satu potong mangga muda ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya cepat tanpa ragu dan berusaha menahan rasa asam yang melanda lidahnya.
"Kalo bukan karena aku sayang dan cinta kamu apalagi baby kita, aku nggak akan mau kayak gini.. Sumpah sayang ini asam banget nggak bohong."
__ADS_1
Aira hanya tertawa dengan mengusap-usap lembut lengan Gesa untuk menenangkannya akibat panik keasamana.
...🔥🔥🔥...