
...IKUTI INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Dari tadi rank turun mulu kenapa sih?"
"Koneksi udah bagus juga." Lanjut Gesa bergumam sendiri dengan kesal.
Jam sudah menunjukkan jam 5 pagi namun Gesa masih setia rebahan dengan paha Aira sebagai bantalan.
Sejak jam 3 pagi Gesa mengeluh pada Aira tidak bisa memejamkan matanya yang entah karena apa alasannya.
Mereka berdua tepatnya Aira dan Gesa memang hari ini menginap di rumah sang mama dengan alasan Gesa capek serta tidak mungkin Aira dengan perut buncitnya menaiki motor.
"Kenapa ngedumel mulu? Harusnya aku yang ngedumel kak.. Paha aku rasanya kaku banget sekarang."
"Main game tapi ngelag mulu, rank turun terus kan aku jadi kesel." Sahut Gesa kesal dengan melemparkan ponselnya begitu saja.
"Untung aja bantingnya di atas ranjang kak, coba kalo di lantai." Ucap Aira ketar-ketir sendiri dengan mengusap dadanya pelan.
Aira dengan perlahan mengangkat kepala Gesa agar pindah dari pahanya, "Kak Ges, ini udah pagi dan aku mau siap-siap mandi terus turun bantuin mama masak."
"Mama nggak akan marah kalo kamu nggak bantuin sayang." Jawab Gesa dengan kepala yang tetap di paha Gesa.
"Aku harus bantuin mama kak."
"Ini udah pagi loh.. Masak iya menantunya cuma numpang tidur kan nggak enak sama mama."
"Dienakin sendiri aja sayang.. Yuk ah tidur lagi." Ajak Gesa dengan manja pada Aira.
Aira menggelengkan kepalanya, "Kak Gesa tidur dulu aja terus nanti aku bangunin waktu sarapan."
"Aku mau bangun terus bantuin mama." Lanjut Aira yang masih berusaha menyingkirkan kepala Gesa.
Gesa tetap keukeh tidak mau memindahkan kepalanya dari paha Aira. Yang ada malah berganti posisi dengan tengkurap lalu memeluk erat perut Aira dan melingkarkan tangannya rapat-rapat
"Nggak mau sayang aku nggak mau."
"Kak Gesa.."
"Hmm." Jawab Gesa berdehem dengan menenggelamkan wajahnya di perut Aira manja.
"Kak Ges.."
"Hmm.."
Mendengar deheman dari Gesa, Aira hanya bisa menghela nafasnya pelan melihat Gesa yang semakin hari semakin manja padanya.
"Kak, pindah dulu kepalanya ke bantal aku mau bantuin mama."
"Nggak mau sayang.. Kamu nggak boleh kemana-mana pokoknya."
"Sayang.." Panggil Aira tiba-tiba yang membuat Gesa mendongakkan kepalanya secepat kilat.
__ADS_1
"Kamu panggil apa sayang?"
"Panggil apa? Kak Gesa." Sahut Aira cepat.
Gesa menggelengkan kepalanya, "Nggak deh kayaknya.. Kamu panggil aku sayang deh."
"Beneran sayangkan? Ya kan sayang? Kamu panggil aku sayang kan?"
"Aku bakalan nurut sama kamu kalo kamu panggil aku sayang." Lanjut Gesa kemudian.
Aira tersenyum manis dengan tangan yang mengusap pelan rambut Gesa, "Sekarang sayangku minggir dulu ya, ini si calon mama mau bantuin mertuanya masak." Ucapnya kemudian dengan lembut.
Gesa tertawa kecil mendengar cara bicara Aira lalu menyodorkan bibirnya dengan manyun.
"Ini kenapa bibirnya kok di maju-majuin?" Tanya Aira.
"Kis dulu dong sayang."
Aira memutar bola matanya malas lalu mengecup secepat mungkin bibir Gesa. Namun, Aira kalah cepat dengan gerakan tangan Gesa yang berhasil menahan tengkuknya hingga ia mampu ******* habis bibir Aira.
"Terimakasih sayang.. Morning kiss dari kamu emang nggak pernah gagal rasanya, manis banget." Ucap Gesa kemudian dengan mengusap bibir Aira.
Aira yang kesal tanpa pikir panjang begitu Gesa mengangkat kepalanya, ia dengan cepat berdiri begitu saja.
"Auwww.. Aduh kak, kesemutan banget kaki aku." Rengek Aira dengan tangan yang berpegangan pada headboard ranjang.
Tidak menjawab rengekan Aira, Gesa dengan cepat berdiri lalu mengangkat tubuh Aira dan memeluknya di tengah-tengah ranjang erat-erat.
"Aku bilang apa coba? Udah enak dikelonin suami pake ngeyel lagi."
"Sekarang udah aku kelonin aja sampai nanti jam 7 pagi kita sarapan."
Cup
"I love you, cintaku." Ucap Gesa lagi setelah mengomel pada Aira dan mengecup kening Aira dengan lembut dan sayang.
...🔥🔥🔥...
"Yang.. Aku cinta banget loh sama kamu." Ucap Gesa tiba-tiba dengan meraih tangan Aira lalu menciumnya.
Mereka berdua kini di tengah perjalanan pulang dengan mobil sang mama yang berakhir Gesa harus meninggalkan motornya.
"Sayang banget sama kamu dan juga anak kita." Lanjut Gesa kemudian.
Aira yang bingung hanya diam tanpa menjawab apa dan harus bagaimana.
"Sayang.." Panggil Gesa lagi karena Aira tidak menjawab pernyataan darinya.
"Hmm."
Gesa menatapa Aira sekilas, "Kok hem dong sih sayang?"
"Ya aku harus jawab apa kak? Ulangi deh, aku bakal jawab iya kak Gesa."
Gesa menghela nafasnya pelan dan gemas sendiri pada Aira.
"Kamu cinta aku nggak?"
__ADS_1
Aira menganggukkan kepalanya cepat, "Cinta dong kak.. Cinta banget malah."
"Yang bener?"
"He'em kak bener." Jawab Aira lagi dengan nada mantap dan yakin.
Gesa tersenyum geli mendengar jawaban Aira yang mampu membuatnya terbang di atas awang-awang.
"Setelah di pikir-pikir kayaknya kamu harus ganti cara buat panggil deh."
"Kenapa gitu?" Tanya Aira bingung dengan memincingkan matanya.
"Ya nggak mungkin kan sayang sampai nanti kita punya anak banyak kamu tetep panggil aku kak."
"Nggak pantas aja gitu.. Aku suami kamu dan kamu istri aku."
Aira hanya menganggukkn kepalanya pelan sebagai jawaban dari pendapat Gesa kali ini.
"Yaudah mau di panggil apa? Mas atau apa?" Tanya Aira kemudian.
"Sayang aja deh."
"Kalo aku nggak sayanh emang panggil sayang boleh?"
CITT..
"Apa kamu bilang?" Tanya Gesa cepat setelah mengerem mobilnya dengan mendadak.
Aira hanya mengusap dada pelan, "Anak mama pasti kaget ya." Gumam Aira pelan menatap perutnya.
Gesa yang sadar akan kelakuannya dengan cepat mengulurkan tangannya lalu mengusap perut Aira dengan lembut.
"Maafin papa ya sayang.. Mama kamu yang salah disini."
"Mama kamu nggak sayang papa lagi." Ucap Gesa seolah mengadu pada anaknya.
"Aku cuma tanya kak, kalo nggak sayang emang panggil sayang boleh?"
"Pertanyaan itu sudah menggambarkan kalo kamu nggak sayang aku.. Aku emang banyak kurangnya buat kamu, tapi aku kurang apa coba sama kamu?"
Aira tertawa kecil menatap Gesa, "Nggak ada kurangnya sama sekali, sangat-sangat sempurna."
Aira merentangkan kedua tangannya yang membuat Gesa memincingkan matanya bingung.
"Kenapa tangannya gitu?"
"Peluk nggak mau? Yaudah kalo nggak mau gapapa juga." Sahut Aira cepat bersamaan dengan melipat kedua tangannya tepat di depan dada.
Gesa menarik lengan Aira, "Kata siapa eh? Aku mau sayang.. Lebih dari peluk kalo di kasih cium aku juga mau." Jawabnya dengan mengusap lembut punggung Aira.
"Ayo pulang kak.. Kita ini di tengah jalan, untung aja jalanan sepi."
Gesa menganggukkan kepalanya dan mulai mengemudikan mobilnya lagi.
"Bilang aja mau cepet-cepet sampai rumah biar bisa peluk lama sama bonusin cium."Gumam Gesa tanpa sadar.
"Nggak.. Kata siapa? Aku mau sampai di rumah cepet-cepet biar bisa rebahan."
__ADS_1
...🔥🔥🔥...