
...SUPPORT INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Permisi pak, ini ada bingkisan makan siang untuk anda.."
Gesa yang awalnya sedang membaca sebuah dokumen penting lalu mendengar suara sekretarisnya dengan cepat nendongakkan kepalanya.
"Dari siapa?" Tanya Gesa kemudian.
"Maaf pak saya kurang tau, tadi ada yang nitip di meja resepsionis."
Gesa menganggukkan kepalanya singkat lalu menyuruh sekretarisnya untuk pergi.
"Dari Aira nggak sih? Tapi kok nggak bilang ya." Gumam Gesa bingung lalu mengambil ponsel mahalnya.
"Sayang kamu dimana?" Tanya Gesa cepat begitu panggilannya terhubung dengan Aira.
CEKLEK..
Suara pintu terbuka membuat Gesa dengan cepat menatapnya dengan senyum manis dan bahagia sekali tentunya.
"Ehh sayangku kok tumben kesini nggak bilang dulu?" Ucap Gesa cepat bersamaan dengan meletakkan ponselnya dan berjalan memeluk Aira hangat.
"Tadi aku dari rumah mama terus sekalian kan lewat sini, jadi mampir deh."
"Mama di rumah?" Tanya Gesa dengan membantu Aira duduk di sofa.
"Di rumah kok sayang, tapi kayaknya tadi mau pergi."
"Mungkin ke acara arisan." Lanjut Aira kemudian.
Mata Aira yang teliti tiba-tiba saja melihat kotak makan tepat diatas meja kerja Gesa dan hal tersebut sukses membuatnya curiga.
"Kamu lihat apa sayang?"
"Oh itu, makasih ya bekalnya udah dianterin.. Padahal aku nggak minta loh kenapa kamu repot-repot segala sih?" Lanjut Gesa karena tahu Aira menatap kotak makan yang ada di mejanya.
Aira berdiri dari duduknya begitu saja dengan hati-hati karena perutnya yang sudah sangat membuncit.
"Bekal? Aku nggak kirimin kamu bekal." Ucap Aira yang reflek saja membuat Gesa melotot kaget.
Aira dengan cepat membuka bekal tersebut, "Woah sangat-sangat cantik dan cocok sekali kalo buat pasangan."
"Dimatanya ada sosis juga bentuk cinta lagi."
"Penggemar rahasia yang mana lagi ini?" Ucap Aira kemudian dengan menatap Gesa.
Gesa menggelengkan kepala cepat karena ia benar-benar tidak tahu itu bekal dari siapa.
"Aku bener-bener nggak tau sayang itu dari siapa. Itu juga dianter barusan sama sekretaris aku katanya dari resepsionis bawah."
__ADS_1
Tidak mendengarkan penjelasan Gesa, Aira dengan cepat membuka lubang kecil yang ada di bawah kotak bekal tersebut dan terselip kertas disana.
"Terimakasih ya bantuannya kemarin di rumah sakit.. Ini makanan buat kamu sebagai tanda terimakasih aku."
"Semoga kamu suka ya.."
"Nada? Siapa Nada?" Tanya Aira kemudian dengan memincingkan matanya curiga menatap Gesa.
Gesa hanya menggelengkan kepalanya tidak tahu karena ia benar-benar tidak tahu siapa cewek yang bernama Nada.
TOKK...
TOKK.
TOKK...
"Permisi pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda.. Katanya sudah memilik janji temu dengan anda hari ini."
"Atas nama siapa?" Tanya Gesa langsung ke intinya.
"Nada pak. Beliau ada meja resepsionis bawah."
Gesa memincingkan matanya bingung, "Maaf, saya nggak ken-"
"Suruh masuk aja." Sahut Aira cepat yang membuat Gesa menghentikan bicaranya.
Sekretaris Gesa menganggukkan kepalanya, "Baik bu.. Saya permisi dulu."
Aira dengan cepat duduk begitu saja di atas sofa yang hanya diikuti oleh Gesa dengan diam tanpa suara.
"Sayang.. Aku bener-bener nggak kenal loh sama dia." Bujuk Gesa pada Aira.
"Kita lihat aja nanti.. Aku kepo banget loh ini, berani-beraninya kirim makan siang ke suami aku. Dikira nggak aku masakin apa gimana?" Ucap Aira dengan ganas.
...🔥🔥🔥...
"Permisi, boleh saya masuk pak Gesa?" Ucap Nada basa-basi dengan membuka sedikit pintu masuk ruangan Gesa.
Gesa merapikan jasnya begitu saja lalu berdiri dari duduknya, "Oh anda.. Iya silahkan."
Aira menatap penampilan Nada yang memang sangat jauh dengannya dan ia sadar akan itu.
Nada yang masih langsing, tinggi semampai hingga kulit putih di tambah dengan suaranya yang halus mampu membuat Aira diam sendiri.
"Apa yang membuat anda kesini? Bagaimana dengan kaki anda?"
"Maaf ya kemarin belum sempet bantu, kemarin saya buru-buru." Lanjut Gesa kemudian.
"Maaf ya cuma bisa kasih makan siang yang nggak seberapa.. Dan terimakasih juga udah bantuin aku kemarin."
Aira yang mendengar ucapan tersebut mendadak memincingkan matanya karena Nada mulai menggunakan bahasa aku kamu.
Gesa mulai mendengarkan cerita Nada yanv menurutnya tidak penting namun Nada juga sesekali tersenyum menatap Aira yang duduk tepat di samping Gesa tanpa peduli siapa Aira sebenarnya.
Mulai larut dalam obrolan hingga ponsel Gesa bergetar yang membuatnya harus undur diri untuk mengangkat panggilannya.
__ADS_1
Aira menatap Nada, "Udah lama ya kenal sama Gesa kok kelihatan akrab banget?" Tanyanya basa-basi.
Nada dengan bangga tersenyu manis menatap Aira, "Belum lama juga.. Tapi kemarin di tolongin sama dia."
"Btw, maaf ya lo siapa?"
"Keasyikan ngobrol sama Gesa jadi lo yang terabaikan."
"Gue Nada. Nama lo siapa kalo boleh tau?" Tanya Nada kemudian dengan mengulurkan tangannya.
"Aira." Jawab Aira kemudian.
Aira berdehem dan memposisikan duduknya agar lebih dekat dengan Nada.
"Aira Deanova.. Panggilnya terserah aja sih kalo pake Deanova juga boleh." Lanjut Aira.
Nada memincingkan matanya karena bingung dengan perkenalan yang dilakukan oleh Aira.
"Lo adeknya Gesa? Btw, usia kandungan lo berapa bulan?"
Aira mengusap lembut perut buncitnya, "Bukan.. Gesa's wife."
"Gesa Deanova is my hubby."
"Jadi please ya buat kamu, tolong kondisikan kalo bicara sama suami orang."
"Stop berlagak ramah dengan suami aku seolah nggak ada aku di sekitar kalian." Lanjut Aira dengan ketus dan menatap tajam ke arah Nada.
Nada yang ingin menjawab kekesalan Aira tidak jadi karena Gesa yang tiba-tiba datang begitu saja.
"Kalo gitu gue pamit dulu ya Ges.. Maaf kalongue ganggu waktu lo." Pamit Nada kemudian lalu pergi begitu saja.
Gesa mengerlingkan matanya menatap Aira, "Kamu apain dia sayang?"
"Cuma bilang dia cantik aja udah." Jawab Aira singkat bersamaan dengan berjalan menuju pintu.
"Aku tau apa yang kamu lakukan sayang."
"Kalo tau kenapa masih tanya sayang?" Tanya Aira.
"Aku tunggu di depan kita makan siang sama-sama sama pegawai kantor kamu juga sayang.. Bekal yang tadi terserah mau kamu apain."
Gesa dengan cepat meraih dompetnya di atas meja dan kotak makan tersebut lalu berjalan keluar menyusul Aira.
"Kasihkan pegawai aja deh daripada dibuang kan sayang."
Aira memutar bola matanya malas, "Sekarang emang sayangnya ke Nada bukan ke Aira."
Gesa melingkarkan tangannya tepat di pinggang Aira dan tersenyum manis, "Iya sayang. Aku juga sayang dan cinta kamu." Ucapnya sedikit keras dan tanpa malu dengan berjalan melewati beberapa pegawai.
"Bener-bener nggak punya urat malu." Gumam Aira lagi.
"Iya sayang.. Lafyu too."
...🔥🔥🔥...
__ADS_1