AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
68 | ANGKRINGAN


__ADS_3

...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky___...


...FOLLBACK? DM!!...


...KLIK LINK DI BIO INSTAGRAM BUAT BUKAN CERITA AKU YANG LAIN :)...


...🔥🔥🔥...


BRUMM..


BRUMM..


Begitu lah suara mobil Lamborghini mewah milik Gesa yang kini telah sampai di salah angkringan sesuai keinginan Aira.


"Siapa sih cuma ke angkringan aja pake bawa Lamborghini?"


"Sok kaya banget ke tempat ginian bawa Lamborghini."


"Niatnya ke sini mau pamer atau mau makan sih."


"Pasti yang naik itu orangnya sok kaya.. Makanya ke tempat ginian doang bawa Lamborghini."


Begitu gunjingan dari beberapa pelanggam yang melihat Gesa meminggirkan mobilnya tepat di depan angkringan tersebut.


"Kenapa tadi pake mobil ini sih kak? Sekarang kita jadi pusat perhatian kan jadinya." Gerutu Aira bersamaan dengan melepas sabuk pengamannya.


Gesa yang tidak menghiraukan gerutuan tersebut, dengan cepat turun begitu saja dan membantu Aira untuk turun.


"Mau makan apa sayang?"


"Sepuasnya malam ini.. Apapun aku bolehin." Lanjut Gesa dengan mengecup pelipis Aira tanpa malu padahal keduanya tengah di depan umum.


Tangan Gesa juga menunjukkan kepemilikan terhadap Aira. Yang mana tetap melingkar di pinggang Aira sejak turun dari mobil dan berjalan menuju gerobak angkringan.


"Nasi bakar sama es teh aja deh kak kayak biasanya." Ucap Aira pelan.


Gesa menganggukkan kepalanya dan mulai memesan pada penjaga angkringan tersebut.


Aira menunjuk salah satu tikar kosong yang berada di ujung untuk mereka duduk berdua.


"Emang gini ya suasana di angkringan kalo malam hari? Remang-remang, beralaskan tikar terus banyak orang pacaran." Ucap Gesa dengan suara kecil namun mampu masuk ke dalam telinga Aira.


Aira mengnggukkan kepalanya kecil bersamaan dengan mendudukkan badannya hati-hati diatas trotoar.


"Aku sebenarnya nggak tega loh sayang lihat kamu duduk di lantai kayak gini."

__ADS_1


Aira mengerutkan keningnya bingung. "Kenapa kak? Orang bersih kok, kan ada tikarnya juga."


Gesa menunjuk perut buncit Aira lalu mengusapnya lembut, "Perut kamu udah buncit kayak gitu.. Pasti kamu susah nafas kalo duduk di bawah kayak gini."


"Pindah mobil aja gimana? Kita makan di dalam mobil." Ajak Gesa kemudian.


Aira menggelengkan kepalanya cepat untuk penolakannya, "Nggak afdol kak kalo makan di angkringan terus makannya di mobil."


"Wajibnya makan di angkringan emang lesehan kayak gini."


"Ya tapi sayang.. Kamu nanti kalo berdiri terus kesemutan gimana? Terus susah berdiri gimana?"


Aira menggelengkan kepalanya, "Nggak akan kesemutan dan nggak akan susah berdiri kak.. Tenang aja." Ucapnya dengan mengusap tangan Gesa lembut.


Gesa hanya menghela nafasnya pelan dan tidak akan menyangkal Aira lagi dengan alasan sifat Aira yang keras kepala dan hormon ibu hamil yang berubah-ubah.


"Kayak nggak asing sama wajah cowoknya.."


"Ganteng banget sumpah nggak bohong."


"Kok bisa ya ada makhluk sesempurna dia.. Udah tajir, ganteng mana romantis banget lagi sama istrinya."


Ucapan tongkrongan beberapa cewek yang berada tepat di samping tempat duduk Gesa dan Aira.


"Kamu dilihatin tuh." Ucap Aira tiba-tiba dengan menyuapkan satu sendok makanan pada mulutnya.


Gesa mengendikkan bahunya, "Nggak peduli sayang."


Aira tersenyum lembut menatap Gesa, "Kak boleh bicara penting nggak?" Ucap Aira tiba-tiba yang membuat Gesa dengan cepat mendongakkan kepalanya dan perasaan panas dingin takut Aira bertanya aneh-aneh.


"Emm.. Nanti kalo ini nasinya udah habis, aku boleh nggak nambah lagi?" Ucap Aira ragu-ragu dengan mengerlingkan matanya menatap Gesa.


"Kirain mau tanya apa sayang." Sahut Gesa lega.


"Tambah aja sayang kalo perlu sampai perut kamu penuh.. Malam ini kamu minta apapun dan makan apapun aku iyain." Lanjut Gesa kemudian dengan mengusap lembut rambut Aira.


Mata Aira berbinar seketika mendengar ucapan Gesa yang akan membelikan makanan apapun untuknya.


"Mentang-mentang kaya aja ke tempat ginian pake mobil.. Menuhin parkiran motor aja." Ucap salah cowok dengan menatap Gesa yang tengah asyik bercanda dengan Aira.


Gesa yang merasa tersindir dengan cepat meblndongakkan kepalanya, "Lo tukang parkirnya apa gimana? Kok sewot." Ucapnya kemudian bersamaan dengan tarikan lengan Gesa oleh tangan Aira.


"Udah kak.. Udah."


"Kita pulang aja yuk." Bujuk Aira dengan mencoba berdiri dari duduk tapi tidak bisa karena perutnya yang terasa kekenyangan.


"Gara-gara mobil lo semuanya jadi repot buat parkir."

__ADS_1


"Mobil gue nggak ganggu siapapun."


"SIAPA YANG MOTORNYA TERGANGGU CUMA GARA-GARA MOBIL GUE?" Teriak Gesa kemudian namun semuanya hanya diam.


"Nggak ada yang keberatan kalo gue parkir disini dan nggak ada yang terganggu juga karena mobil gue." Lanjut Gesa lagi.


"Sok kaya banget jadi orang! Norak!!" Ejek cowok tersebut pada Gesa.


"Gue emang kaya dan kalaupun gue pamer.. Itu terserah gue."


Gesa membantu Aira berdiri dari duduknya, "Kita pulang sayang." Bisiknya kemudian.


"Lo kali yang sok kaya. Sok ngabers! Motor di modif-modif nggak jelas.. Mau jadi raja jalanan? Iya? Kampungan." Lirih Gesa dengan nada dingin melewati cowok tersebut.


Cowok tersebut tersenyum sinis, "Gue emang kaya dan papa gue juga manager.. Motor gue, gue apain terserah gue."


"Bokap gue nggak keberatan."


"Manager perusahaan mana? Ayahnya manager kok kelakuan anaknya kayak gini." Gumam Gesa berdecih.


Semua pelanggan tampak diam dan mendengarkan seksama dua cowok tampan yang sedang berdebat masalah harta.


"Deanova Grup. Perusahaan terkenal dan terbesar disini.. Nggak usah macem-macem deh lo sama gue."


"Gaji nyokap gue bisa beli harga diri lo sekalipun." Lanjut cowok tersebut dengan percaya diri yang membuat para pelanggan bersorak karena tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam Deanova Grup.


Aira yang mendengar tersebut hanya bisa menahan tawanya, "Dia nggak tau aja sekarang berhadapan sama siapa." Gumamnya dengan menutup mulutnya.


"Dan lo nggak usah ketawa-tawa deh.. Sok cantik." Ejek cowok tersebut pada Aira.


"No!! Dia emang cantik.. Karena dia permaisuri gue." Sahut Gesa cepat.


Gesa mengeluarkan dompetnya dan mengambil salah satu kartu nama disana, "Buat lo.."


"Gue presdir Deanova Grup." Ucapnya lagi dengan menyerahkan kartu naman tersebut.


"Sudah jelas bukan nama gue dan lo nggak begitu bodoh buat mikir siapa gue."


"Disitu tertulis nama lengkap gue dengan marga utama gue dan alamat rumah gue." Tunjuk Gesa pada kartu tersebut lalu maju satu langkah tepat di depan cowok tersebut.


"So, lo cari perkara sama orang yang salah bro.. Orang kaya nggak akan tunjukin kayanya dengan omongan tapi langsung ke bukti." Bisik Gesa sengit lalu pergi begitu saja.


Sedangkan cowok tersebut yang tampak masih syok menjatuhkan kartu naman Gesa begitu saja dan diambil oleh salah satu pelangga angkringan.


"Gila men Gila!! Afigesa Deanova Putra.. Pantesan aja kaya banget, orang dia owner Deanova Grup."


"Astaga baru tau keturunan Deanova badas gilak!!"

__ADS_1


"Auranya beda banget kalo orang kaya mah.. Bau duit banget ya Tuhan."


...🔥🔥🔥...


__ADS_2