AFIGESA | NIKAH MUDA

AFIGESA | NIKAH MUDA
77 | KARTU KREDIT


__ADS_3

...JANGAN LUPA IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...BANTU PROMOT GAES BIAR RAME :')...


...🔥🔥🔥...


"Gue nggak tau nanti ke depannya gue bisa atau nggak jadi suami yang baik buat Aira ditambah dengan jabatan baru gue selain kepala rumah tangga adalah.." Jeda Gesa merasa ragu lalu menghembuskan nafasnya pelan.


"Adalah gue yang akan jadi seorang papa." Lanjut Gesa kemudian.


Mereka bertiga tepatnya Gesa, Andre dan Jefri kini tengah berada di salah satu kedai kopi elit yang baru di buka dimana letaknya tidak jauh dari rumah Jefri.


Gesa mencurahkan kekhawatiran hatinya mengenai mampu tidaknya menanggung tanggungjawab baru setelah Aira.


"Gue yakin lo pasti bisa.. Lo menurut gue tipikal orang yang bisa diandelin."


"Dalam hal apapun lo bisa diandelin." Lanjut Jefri kemudian.


Andre hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Jefri pada Gesa.


"Lagian ya sebentar lagi Aira juga mau lahiran dan mau nggak mau lo harus siap."


"Jadi papa muda nggak seburuk itu walaupun gue belum pernah ngalamin sih." Ucap Andre lagi.


Gesa hanya diam bersamaan dengan menghembuskan asap rokoknya, berfikir bahwa menetap untuk Aira dan calon buah hatinya adalah perkara benar.


"Gue udah nggak mikir yang lain selain Aira dan anak gue.. Cuma gue takut aja Aira bakal pergi ninggalin gue."


Gesa menghela nafasnya, "Mau jadi apa gue kalo nggak ada Aira? Gue juga belum pernah setulus ini sama cewek.. Sekalinya tulus malah sama istri gue."


Jefri menatap Gesa dan mencoba memahami perasaan Gesa yang mungkin memang sedikit ketakutan saat ini.


"Aira kuat kali.. Dia nggak akan ninggalin lo sama anak lo." Sahut Andre cepat.


"Gue akan berusaha yang terbaik buat Aira sama calon anak gue." Ucap Gesa tiba-tiba.


Andre kemudian menepuk bahu Gesa pelan, "Lo emang sahabat gue."


"Hai semuanya.. Wah kebetulan banget nih ketemu sama most wanted tampan yang paling populer di sekolah."


"Gue boleh duduk disini nggak Ges?" Lanjut Gita bertanya pada Gesa.


Gesa yang sudah muak dengan Gita hanya diam dengan memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Lo berdua beruntung ketemu gue. Karena gue bawa temen kesini dan mereka berdua udah di jalan." Ucap Gita dengan gembira dan menatap Jefri hingga Andre bergantian.


Jefri hanya memutat bola matanya malas menatap Gita, "Gue nggak butuh cewek apalagi temen lo.. Temen lo nggak ada yang mahal soalnya."

__ADS_1


"Apalagi lo.. Flash sale lo kelewatan." Sahut Andre cepat lalu menghembuskan asap rokoknya.


Gesa menarik kasar lengannya, "Duduk di tempat lain kan bisa, kenapa harus di samping gue?"


"Karena aku maunya deket sama kamu."


"Kirini iki miinyi dikit simi kimi.. Dih, najong!!" Sahut Andre dengan nada mengejek ke arah Gita.


Gita sendiri hanya menatap Andre dengan kesal tanpa melepaskan tangannya dari lengan Gesa.


"Kalo lo nggak mau lepasin tangan lo mending gue aja yang pindah." Ketus Gesa bersamaan dengan berdiri begitu saja.


"Oke-oke aku lepasin tangan kamu."


"Lepasin tangan gue dan lo duduk disana.. Bukan di samping gue." Usir Gesa pada Gita.


Gita nurut begitu saja lalu duduk tepat di kursi kosong sebelah Jefri.


DRTT..


DRRRTT..


Getaran ponsel yang berada di sakunya, membuat Gesa dengan cepat mengeluarkannya lalu menggeser tombol warna hijau begitu saja.


"Lagi di rumah Jefri ini sayang.. Ini mau pulang juga."


"Tunggu bentar ya.." Lanjut Gesa lalu mematikan panggilannya.


Gita tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya menatap kepergian Gesa, "Gue pastikan Ges, lo cuma main-main sama Aira dan lo akan serius sama gue."


...🔥🔥🔥...


"Ada yang bisa dibantu sayang?" Tanya Gesa langsung ke intinya begitu ia sampai di dapur dimana Aira berada.


Aira yang awalnya sedang menata sayuran di dalam lemari es mendadak memalingkan pandangannya menatap Gesa karena kaget.


"Ini loh kak tadi di catatannya ada buah kiwi tapi di plastik belanjanya nggak ada."


"Udah di bayar juga.. Apa mungkin ketinggalan di super market ya?" Gumam Aira merasakan kegelisahannya.


Gesa menerima catatan tersebut dan mulai meneliti satu per satu belanjaan Aira.


"Aku bukan masalahin uangnya kak tapi buah kiwinya itu pesenan mama, mama besok pagi kesini mau ambil buahnya." Jelas Aira.


"Ini tadi siapa yang belanja?"


"Mang Diman kak.. Sekarang mang Diman lagi beli pupuk."


Gesa menganggukkan kepalanya lalu meneliti pakaian Aira, "Kamu ganti baju sayang kita ke super market buat ambil buahnya."


"Kak Gesa nggak capek?" Tanya Aira cepat.

__ADS_1


"Dibanding sama kamu yang kemana-mana bawa dedek bayi kalo sama aku mah, capeknya aku nggak ada apa-apanya sayang."


Aira tersenyum manis dengan pipi yang sedikit memerah, "Iya deh aku ganti baju dulu."


"Jangan seksi-seksi sayang." Peringat Gesa kemudian.


Gesa mulai menatap beberapa kantong plastik penuh yang berada di atas pantri.


"Padahal jatahnya selalu full setiap bulan tapi kenapa masih hemat mulu sih."


"Belanja juga segini-gini mulu." Lanjut Gesa mulai bergumam melihat belanjaan Aira yang memang serba sehat dan bersih namun harganya terjangkau.


Gesa iseng-iseng mengeluarkan ponsel mahalnya lalu membuka salah satu aplikasi yang terhubung langsung dengan kartu kredit milik Aira.


Dimana fasilitas kartu kredit tanpa limit tersebut memang sengaja Gesa buat untuk semua kebutuhan serta keperluan Aira tanpa terkecuali.


Mau belanja berapapun itu terserah Aira, asal Gesa sudah berusaha memenuhi tanggungjawabnya memberi nafkah secara lahir dan batin.


Gesa diam terpaku melihat tagihan di kartu kredit Aira lalu mengusap matanya berkali-kali karena kaget.


"Gue sama Aira udah nikah berapa lama sih? Kenapa tagihannya.."


"Ya Tuhan.." Lanjut Gesa tidak habis fikir dengan tagihan di kartu milik Aira.


Mendengar derap kaki menuruni tangga, Gesa dengan cepat berlari dengan wajah yang sedikit dingin dan menatap Aira.


"Kenapa kak Gesa lihatin aku kayak gitu?"


"Penampilan aku termasuk sopan kok ini, nggak lihatin apapun dan nggak terlalu seksi juga."


"Nggak ada yang seksi juga sih kak kalo buat ibu-ibu hamil kayak aku." Lanjut Aira kemudian dengan membenarkan dressnya.


Gesa menghembuskan nafas kasarnya menatap Aira lalu memperlihatkan layar ponsel yang mana menampilkan sebuah tagihan disana.


"Ini maksudnya apa sayang?"


"Kenapa tagihannya cuma segini? Kamu nggak pernah belanja apa gimana?"


"Bahkan ini cuma tagihan adminnya doang.. Ya Tuhan sayangku, kamu nggak doyan uang atau gimana?" Marah Gesa pada Aira.


"Bajuku masih banyak dan layak pakai kak, uang belanja bulanan dari kak Gesa juga alhamdulilah cukup."


"Tapi sayang.. Setidaknya kamu shopping kemana gitu, beli tas, sepatu atau apapun yang kamu mau itu gapapa banget loh."


Aira tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya, "Aku mau beli camilan kak rencananya pake kartu kredit itu, eh pas mau beli kak Gesa udah bawain ke kantong plastik besar."


"Yaudah nggak jadi." Lanjut Aira bersamaan dengan melingkarkan tangannya di lengan Gesa.


"Kita berangkat sekarang kak."


"Mulai bulan depan harus mau belanja.. Shopping ke mall beli apapun yang kamu mau."

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2